NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: TANAH TERLARANG DAN HUKUM RIMBA KUNO

​Ye Xuan terbaring telentang, dadanya naik turun dengan napas yang berat. Langit di atasnya tidak lagi memiliki tiga matahari seperti Alam Surgawi, melainkan langit berwarna merah tembaga dengan dua bulan yang terlihat bahkan di siang hari. Udara di sini terasa sangat tipis, namun berat karena mengandung partikel energi yang sangat kasar—energi yang belum dijinakkan oleh peradaban.

​[Ding! Memasuki Wilayah Baru: 'Benua Desolasi Kuno'.]

[Peringatan Lingkungan: Konsentrasi Qi 5x lebih padat dari Alam Surgawi, namun 90% bersifat 'Beracun' bagi kultivator biasa.]

[Status Inang: Fondasi retak parah. Kultivasi turun ke 'Tahap Pembentukan Inti' (Core Formation). Rantai Takdir memasuki fase dorman untuk penyembuhan.]

​"Uhuk!" Ye Xuan memuntahkan darah hitam. Ia mencoba menggerakkan jarinya, namun rasa sakit yang menusuk tulang belakang membuatnya hampir pingsan kembali.

​"Xuan! Jangan bergerak dulu!" Jiang Ziyan merangkak ke arahnya. Meskipun ia juga terluka, kondisinya jauh lebih baik daripada Ye Xuan. Ia segera mengeluarkan botol giok berisi pil pemulihan, namun Ye Xuan menepisnya dengan lemah.

​"Jangan... pil itu tidak berguna di sini," bisik Ye Xuan, suaranya parau. "Energi di dunia ini... menolak obat-obatan buatan. Aku harus menyerap energi kasar ini secara langsung menggunakan Tubuh Kaisar Kekacauan."

​Ziyan menatap sekeliling dengan cemas. Mereka berada di tengah lembah yang dipenuhi tulang belulang raksasa yang ukurannya sebesar bukit. Tidak ada tanda-tanda kehidupan hijau, hanya semak berduri hitam dan aliran sungai yang airnya berwarna seperti perak cair.

​"Tempat apa ini sebenarnya?" tanya Ziyan.

​"Ini adalah tempat pembuangan," suara Ye Xuan mulai stabil seiring dengan sistem yang mulai memproses energi di sekitarnya. "Dunia ini disebut Desolasi Kuno. Tempat di mana para Dewa membuang monster dan kegagalan mereka jutaan tahun yang lalu. Di sini, tidak ada hukum Klan Su. Di sini, hanya yang terkuat yang bisa bernapas."

​Tiba-tiba, telinga Ye Xuan menangkap suara getaran dari balik bukit tulang. Suara itu seperti gesekan ribuan kaki serangga di atas batu kering.

​[Ding! Deteksi Ancaman!]

[Kawanan 'Semut Pemakan Roh' mendekat. Jumlah: 5.000+. Efek: Mampu mengosongkan Qi dalam tubuh hanya dengan satu gigitan!]

​"Ziyan, berdiri di belakangku!" Ye Xuan memaksakan diri untuk duduk. Ia mencoba memanggil Pedang Penghancur Surga, namun pedang itu hanya bergetar di dalam punggungnya dan menolak untuk keluar. Energi pedang itu juga sedang memulihkan diri.

​"Sial," umpat Ye Xuan.

​Dari balik bukit, ribuan semut berukuran sebesar anjing, dengan cangkang berwarna merah darah dan mata hitam yang berkilat, mulai muncul. Mereka bergerak seperti gelombang pasang, mengeluarkan suara dengkingan yang memekakkan telinga.

​"Aku akan menahan mereka," Ziyan menghunus pedang tipisnya. Cahaya biru memancar dari pedangnya, namun cahaya itu tampak redup karena atmosfer dunia ini yang menekan energi spiritual murni.

​"Tidak, kau tidak bisa melawan mereka dengan cara biasa," Ye Xuan menarik tangan Ziyan. "Beri aku waktu tiga puluh detik. Aku akan membuka portal kecil untuk menyimpan kita di bawah tanah."

​Ye Xuan memejamkan matanya, mengabaikan rasa sakit yang luar biasa di meridiannya. Ia mulai melakukan teknik Napas Kosmos, menarik partikel energi beracun dari udara ke dalam tubuhnya. Biasanya, seorang kultivator akan meledak jika melakukan ini, namun Tubuh Kaisar Kekacauan justru berfungsi seperti penyaring raksasa. Energi beracun itu diproses, dibersihkan, dan diubah menjadi energi mentah.

​BOOM!

​Sebuah ledakan energi ungu kecil terpancar dari tubuh Ye Xuan, menciptakan kubah perlindungan sementara. Semut-semut yang menyentuh kubah itu seketika hancur menjadi debu.

​"Langkah ini... sangat menguras tenaga," Ye Xuan berkeringat dingin.

​Tiba-tiba, sebuah tombak batu raksasa jatuh dari langit, menghantam tengah-tengah kawanan semut tersebut. Ledakan dari hantaman itu begitu kuat hingga melemparkan ratusan semut ke udara.

​DHUARR!

​Seorang pria raksasa dengan tinggi tiga meter, kulit berwarna abu-abu seperti batu, dan mengenakan cawat dari kulit binatang buas, melompat turun dari puncak bukit tulang. Ia memegang kapak tulang yang masih meneteskan darah hijau.

​Pria raksasa itu menatap Ye Xuan dan Ziyan dengan mata yang penuh rasa ingin tahu, bukan permusuhan. Ia mengendus udara, lalu tertawa dengan suara yang seperti guntur.

​"Manusia luar? Bau kalian... harum. Tapi bau anak itu... berbau seperti Kekacauan," pria raksasa itu berbicara dalam bahasa kuno yang untungnya bisa diterjemahkan oleh Sistem.

​"Siapa kau?" tanya Ye Xuan, tetap waspada meskipun kekuatannya hampir habis.

​"Aku Grog, dari Suku Pemakan Langit," pria itu memanggul kapak besarnya. "Kalian beruntung. Semut-semut itu adalah makanan ringan favorit sukuku. Ikut aku, sebelum 'Matahari Hitam' terbit. Jika kalian tetap di luar saat Matahari Hitam muncul, daging kalian akan meleleh dari tulang dalam hitungan detik."

​Ye Xuan menatap Ziyan, lalu mengangguk. Mereka tidak punya pilihan lain. Di dunia yang tidak dikenal ini, memiliki pemandu lokal adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

​Perjalanan Menuju Desa Suku Pemakan Langit

​Grog berjalan dengan langkah lebar, menghancurkan batu-batu di jalannya seolah itu hanyalah kerikil. Ye Xuan dan Ziyan mengikutinya dari belakang. Selama perjalanan, Ye Xuan terus berkomunikasi dengan Sistem untuk memetakan wilayah ini.

​[Peta Digital Diperbarui: Wilayah Lembah Tulang Putih.]

[Catatan: Mendeteksi keberadaan 'Batu Esensi Kuno' di bawah tanah. Jika Inang bisa mendapatkannya, fondasi yang retak bisa pulih 20% lebih cepat.]

​"Grog," panggil Ye Xuan. "Apa itu Matahari Hitam?"

​"Itu adalah kutukan para Dewa," jawab Grog tanpa menoleh. "Setiap dua belas jam, langit akan menghitam. Cahayanya akan membakar Qi di atmosfer. Hanya gua-gua yang dilapisi Batu Jiwa yang bisa melindungi kami. Jika kau ingin bertahan di dunia ini, kau harus membuang semua ilmu dari duniamu. Di sini, hanya otot dan kehendak yang berarti."

​Mereka tiba di sebuah tebing tinggi yang memiliki lubang-lubang besar. Ribuan makhluk seperti Grog terlihat beraktivitas—beberapa sedang menempa senjata dari tulang, yang lain sedang membakar daging binatang buas raksasa.

​Saat Ye Xuan melangkah masuk ke dalam gua utama, ia merasakan tatapan tajam dari seorang wanita tua yang duduk di atas singgasana tengkorak. Wanita itu memiliki rambut yang terbuat dari akar pohon hidup dan matanya putih tanpa pupil.

​"Penyandera Kunci telah tiba," suara wanita tua itu bergetar, membuat seluruh gua menjadi sunyi. "Ramalan mengatakan bahwa seorang anak dengan pedang hitam akan datang membawa kehancuran bagi penindas kita... atau membawa kiamat bagi dunia kita."

​Ye Xuan menggenggam tangannya. Di tempat ini, ia merasa seperti seekor semut di tengah para raksasa, namun matanya tetap tenang. "Aku tidak membawa kiamat. Aku hanya membawa pesan untuk mereka yang menganggap diri mereka Dewa."

​Wanita tua itu tersenyum, memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. "Buktikanlah. Masuklah ke Kolam Darah Leluhur. Jika kau keluar hidup-hidup, kau akan menjadi Raja kami. Jika kau mati, jantungmu akan menjadi persembahan bagi tanah ini."

​[Ding! Misi Mendadak!]

[Tujuan: Bertahan di Kolam Darah Leluhur.]

[Reward: Peningkatan Tubuh Kaisar ke Tingkat-2 & Pembukaan Segel Pedang Penghancur Surga: 60%.]

​Ye Xuan menatap kolam yang berisi cairan merah kental yang mendidih di tengah gua. Ia tahu, ini adalah cara tercepat untuk memulihkan kekuatannya atau cara tercepat untuk mati.

​"Aku terima," ujar Ye Xuan tanpa ragu.

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!