NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sebelumnya pagi-pagi sekali saga mengantarkan kembali nadia ke villa tempat para perempuan menginap,ia juga berfikir pasti akan sangat buruk penilaian keluarga terhadap nadia yang tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berpamitan atau tiba-tiba menghilang.

"Aku akan kembali menjemputmu setelah kamu menyelesaikan masalahmu dengan vino!" Ucap saga dengan suara datar yang membuat nadia menjadi sedikit takut.

Nadia pun berjalan pelan masuk kedalam villa yang masih sepi tanpa adanya aktivitas kecuali beberapa pegawai yang di sewa keluarga untuk membuatkan sarapan.

"Aku yakin vino juga tidak akan melepaskan ku begitu saja!"

"Akan sangat runyam masalah ini.."

"Aahhh kenapa bisa ketemu saga disini.."

"Astaga...ponselku pun tertinggal di dalam mobil saga.." gerutu nadia.

Nadia memasuki kamar yang nampak sepupu vino masih terlelap memeluk gulingnya erat.

Ia pun merebahkan diri pelan-pelan di kasur sebelahnya.

"Sepertinya lumayan jika aku tidur sebentar.."

Nadia pun menarik selimut dan tak lama kemudian langsung terlelap.

Hari kedua ini keluarga memang sudah membuat rencana hanya sekedar berkumpul dan menikmati makanan-makanan yang telah di pesan dari keluarga mempelai,jadi tidak di haruskan memakai pakaian formal,dan boleh jika ingin berjalan-jalan keluar.

Dengan mata yang tampak bengkak vino menghampiri kamar nadia.

"Vino!" Ucap nadia yang tengah berdandan di depan cermin.

"Maksud ucapan kamu apa nad?"

"Kenapa tiba-tiba sekali kamu mengucapkan putus!"

"Apa pasangan pertamamu mengetahui hubungan kita!"

"Vin.."

"Jangan disini,kita bisa ngobrol diluar.." ucap nadia yang kemudian menarik tangn vino hingga kini keduanya berada di belakang villa.

"Semalaman aku tidak bisa tidur nad.."

"Jadi plis,jangan tiba-tiba seperti ini!"

"Apa aku membuat kesalahan? Atau kamu dapat perlakuan yang tidak baik dari keluargaku!"

"Aku ga bisa vin..aku ga bisa memiliki dua pasangan sekaligus!"

"Memangnya kenapa?"

"Seharusnya aku yang merugi,tapi aku menerima itu!"

"Aku mengalah karna memang aku sangat mencintaimu nad."

"Jadi aku mohon.."

"Vin.."

"Aku gapapa kalau harus sembunyi-sembunyi.."

"Aku ga mau putus dari kamu nad"

"Apapun alasan kamu,aku ga mau"

"Vin..aku ga bisa menyakiti dua orang sekaligus"

"Dan kamu tau dengan cara seperti ini seharusnya kamu tau betapa buruknya aku vin"

"Masih banyak perempuan diluaran sana yang bisa setia dengan satu pasangan.."

"Pokonya tetap ga bisa!"

"Beri aku waktu"

"Aku akan membuktikan bahwa aku yang akan menjadi pilihan terakhirmu!"

"Jangan egois vin.."

"Aku tidak sedang egois,aku memang menginginkanmu"

"Seperti apa kabar yang kamu dengar di luar sana,kamu adalah orang pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta!"

Nadia menunduk menutup wajahnya dengan mata tertutup.

Ucapan vino benar-benar menjadi boomerang untuknya.

Mungkin saga memang sudah mendapatkan semua yang ada pada diri nadia,tapi bagi vino,nadialah yang berhasil memiliki hatinya sepenuhnya.

"Obrolan kita cukup sampai disini!"

"Ayo kita masuk.." ajak nadia dengan mengulurkan tangannya.

"Kita belum selesai vin.."

"Aku ga bisa terus bersamamu!"

"Nad..setidaknya kalau kamu masih memiliki perasaan,pikirkan aku!"

"Pikirkan bagaimana hubungan kita sudah di ketahui oleh banyak pihak.."

"Termasuk teman-teman sekolah kita!"

Nadia menatap sinis ke arah vino yang baru saja berkata sedemikian rupa.

Ia menilai terdapat ancaman yang akhirnya membuatnya ia terpaksa menuruti ucapan vino.

"Plis nad.."

"Lupakan ucapanmu semalam.." bisik vino di tengah-tengah kerumunan para saudara yang tengah berada di dekat kolam renang untuk makan.

"Aku tidak yakin setelah ini keadaan kita akan seperti kemarin-kemarin lagi vin.."

Vino mendekat dan merangkul pinggul nadia.

"Aku akan mengusahakan semuanya seperti semula nad.."

Sementara itu,saga yang kini juga berada di antara para saudara belum melihat keberadaan nadia,dirinya memang tidak ingin memperlihatkan kepada orang-orang bahwa dia sedang mencari seseorang.

Saga pun menyibukkan diri dengan hanya duduk bersantai menikmati segelas jus jeruk yang ia bawa dari dalam.

Ia memainkan ponselnya beberapa kali melihat-lihat galeri ponsel yang kini penuh dengan foto dirinya dan nadia yang ia ambil ketika berada divilla yang ia sewa.

"Ah ponsel nadia ada padaku.." bathin saga yang kemudian mengeluarkan ponsel nadia dari kantongnya.

Saga pun mencoba membuka layar ponsel yang terkunci dengan pasword 6 angka.

"Ahh pasti tanggal lahirnya.."

"Tanggal lahirku!"

"Kenapa ga bisa terbuka.." gerutu saga setelah beberapa kali mencoba memasukkan 6 angka namun tetap gagal.

"Bagaimana kalau ini.." ucap saga yang kemudian menekan perpaduan tanggal lahir dirinya dengan nadia.

"Ternyata dia sudah mulai tertarik denganku.."

Saga pun membuka galeri yang penuh dengan foto nadia bersama teman-temannya,juga beberapa video kerandoman nadia.

"Menggemaskan sekali.."

"Tapi ngomong-ngomong dimana dia,apa dia sudah berbicara dengan vino!"

Saga pun membuka aplikasi whatsapp dan membuka pesan dari seseorang tanpa nama.

Dengan serius ia membaca isi percakapan itu.

"Vino!"

"Ternyata memang dia yang waktu itu aku lihat di jalan!"

"Hahhh..aku akan membuat perhitungan kepada kalian berdua.." gertak saga begitu melihat video yang di kirim oleh vino.

Video yang berisi nadia dan vino tengah berada di dalam sebuah kos.

Meskipun tidak melakukan hal-hal seperti yang ia lakukan tapi itu cukup membuatnya marah.

Saga pun kini bangkit dan akhirnya menemukan vino tengah bersama nadia dengan tangan yang merangkul pinggang nadia,

Nampak juga senyum bahagia dari kedua orang tersebut.

"Apa pacarmu ini akan pergi jauh!" Tanya saga kepada vino.

"Hahh..maksud om!"

Sedangkan nadia mulai ketakutan melihat tatapan tajam saga terhadapnya.

"Kamu merangkulnya sangat erat.."

"Seperti dia akan pergi saja!"

"Hahaha kirain apa!"

"Iyaa nih om,akan aku rangkul sangat erat,agar dia tak lepas dariku!"

"Sana ambilkan om cemilan dulu.."

"Biar om yang jagain!" Ucap saga dengan tatapan yang mencurigakan.

"Iiihh kenapa ga ambil sendiri aja sii!"

"Sanaa..."

"Biar aku aja om.." tawar nadia.

"Engga nad..kamu sama om saga disini dulu,biar aku yang ambil ke dalam.."

Vino pun lantas pergi berjalan masuk kedalam villa meninggalkan nadia bersama saga.

Ia tidak menaruh kecurigaan,justru ia sedikit lega,karna di fikirnya omnya mau menerima nadia.

"Aku bisa jelaskan.." ucap nadia begitu melihat vino sudah pergi menjauh.

"Mau disini kamu menjelaskan!"

"Gausah dijelaskan,sepertinya memang kamu tengah memancing kesabaranku nad.."

"Demi tuhan,ini tidak seperti yang kamu fikirkan!"

"Atau mungkin kamu memang hanya menginginkan uangku saja!" Tatap mata saga justru kini melemah.

Nampak sekali rasa kecewa di mata itu.

"Apa mungkin percintaan anak sekolah serumit ini,atau segampang itu mencari kesenangan."

"Saga!"

"Cukup yaa..kamu tidak memberikan aku waktu untuk menjelaskan,tapi kamu terus menilai diriku buruk."

"Kalau memang aku seburuk itu kenapa bukan kamu yang meninggalkanku!"

"Bukankah sudah!"

"Bukankah sudah aku tinggalkan tapi kamu menghampirinya lagi!"

"Aku menghampirimu bukan maksud untuk.."

"Apa? Katakan saja lalu maksudmu apa!"

"Kamu bermaksud menyudahi hubungan bersamaku kan?"

"Aku sudah tau itu!"

"Tapi bukankah kamu langsung goyah di hari itu juga!"

"Dan kini kamu tetap bersama dengan ponakanku vino!"

"Aku sudah berusaha mengakhiri semuanya denganmu juga dengan vino.."

"Sepertinya kamu memang suka hubungan yang penuh tantangan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!