NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

***

"Darrel..." bisikku lirih, suaraku nyaris hilang dibawa angin. "Setelah semua kebenaran pahit ini... apakah kau mencintaiku? Ataukah aku hanya bagian dari tanggung jawabmu untuk menebus kesalahan masa lalu?"

Darrel tidak langsung menjawab. Ia mengalihkan pandangannya ke arah nisan Dante yang tampak angkuh di kejauhan. Keheningan yang tercipta di antara kami terasa lebih menyakitkan daripada bentakan Erlan semalam.

"Cepat atau lambat, aku akan memimpin klan ini, Lily," ucapnya dengan nada datar yang sulit ditebak. Ia berdiri, lalu mengulurkan tangan padaku untuk membantuku bangkit. "Dunia ini tidak mengenal kata 'cinta' seperti yang kau bayangkan di buku-buku novelmu. Di sini, yang ada hanyalah kesetiaan, kepemilikan, dan perlindungan."

Ia menatapku tajam, seolah sedang menguliti jiwaku. "Sekarang aku bertanya padamu. Apakah kau siap? Apakah kau mau menjadi istri seorang pemimpin mafia? Hidup di dunia yang penuh dengan amis darah dan pengkhianatan ini?"

Aku terdiam. Dadaku terasa sesak. "Jujur saja... aku tidak mau, Darrel. Aku ingin hidup seperti dulu. Bangun pagi, mencium aroma kelopak mawar di toko bunga, melanjutkan studiku, dan mengajar anak-anak seperti keinginan Ayah. Aku hanya ingin menjadi Liana yang sederhana."

Aku menunduk, menatap jemariku yang kini dilingkari cincin mahal yang terasa seperti borgol emas. "Tapi aku tahu, aku tidak punya pilihan. Aku sudah menjadi istrimu. Aku sudah masuk terlalu dalam ke dunia Grisham."

Darrel melangkah mendekat, menyelipkan helaian rambut ke belakang telingaku. "Pilihan itu sudah hilang sejak kau menandatangani kontrak itu, Lily. Mau atau tidak, kau harus menjalaninya. Jika kau lemah, mereka akan memakanmu hidup-hidup."

"Tapi Livingston itu..." aku menggeleng kuat, mencoba menepis kenyataan yang ia sodorkan. "Aku masih tidak paham. Aku tidak yakin kalau aku keturunan Livingston. Ayahku... Jhonatan... dia pria yang lembut. Dia tidak mungkin seorang pengkhianat. Bagaimana jika Erlan salah? Bagaimana jika ini semua hanya jebakan untuk menghancurkan hidupku?"

Darrel menyunggingkan senyum tipis yang terasa pahit. "Erlan tidak pernah salah soal musuhnya. Dia menyimpan dendam bertahun-tahun hanya untuk menemukanmu. Tapi dengarkan aku, Liana atau Lily, siapa pun namamu di masa lalu..."

Ia mencengkeram bahuku, memaksaku menatapnya tepat di mata.

"Di dunia ini, identitasmu ditentukan oleh siapa yang berdiri di sampingmu. Dan sekarang, kau berdiri di sampingku. Jangan pernah mempertanyakan siapa orang tuamu lagi di depan Erlan."

Aku mengangguk pelan, meski hatiku masih memberontak. Aku sadar, mulai detik ini, hidupku bukan lagi milikku sendiri. Aku adalah bidak dalam permainan catur berdarah ini, dan satu-satunya perlindunganku adalah pria yang mungkin mencintaiku, atau mungkin hanya sekadar terobsesi untuk memilikiku sebagai tebusan atas kematian kakaknya.

"Ayo pulang," ajak Darrel sambil menarik tanganku menuju mobil.

*

Mobil melaju membelah jalanan kota yang mulai padat. Pikiranku masih tertinggal di nisan Dante, namun hatiku meronta ingin menemui satu-satunya keluarga yang tersisa.

"Darrel, bawa aku ke rumah sakit. Sekarang," pintaku dengan nada memohon yang amat sangat.

Darrel tidak menjawab, namun rahangnya mengeras. "Tidak. Kondisi sedang tidak aman, Lily. Winston bisa ada di mana saja."

"Kumohon! Hanya sebentar. Aku sangat merindukan Nenek. Aku tidak tenang setelah semua rahasia ini terungkap!" Aku mencengkeram lengannya, menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Darrel mengembuskan napas kasar, lalu membanting kemudi dengan tajam menuju jalur rumah sakit. "Hanya lima belas menit. Leo, perketat pengamanan di lobi dan lantai tiga!" perintahnya melalui interkom.

Begitu sampai, aku tidak menunggu Darrel selesai bicara dengan Leo. Aku berlari menyusuri koridor rumah sakit yang beraroma obat-obatan tajam. Saat aku membuka pintu kamar rawat Nenek Zela, jantungku seakan berhenti.

Nenek tampak jauh lebih kurus dari terakhir kali aku menjenguknya. Wajahnya pucat pasi, napasnya tersengal-sengal dibantu selang oksigen.

"Nenek..." bisikku sambil menggenggam tangannya yang keriput dan dingin. "Apa yang terjadi? Terakhir aku ke sini, Nenek baik-baik saja. Kenapa sekarang jadi begini?"

Nenek membuka matanya perlahan, tersenyum lemah yang terlihat sangat menyakitkan. "Tidak apa-apa, sayang... Nenek hanya sedikit lelah."

Aku menggeleng kuat. "Nek, aku tahu semuanya. Darrel membawaku ke makam Dante. Dia bilang aku seorang Livingston. Dia bilang Kak Evelyn yang membunuh Dante. Tolong jujur padaku, Nek... siapa aku sebenarnya?"

Nenek Zela tersentak, matanya yang sayu mendadak membelalak ketakutan. "Nenek sudah tua... Nenek tidak tahu apa itu Livingston..."

"Jangan bohong lagi, Nek! Aku menjadi bidak catur di keluarga Grisham karena kesalahan Kak Evelyn! Aku menanggung dosa yang tidak kupahami!" isakku pecah. "Aku tahu Kak Evelyn masih hidup, kan? Darrel bilang dia yang menembak Dante!"

Nenek terdiam cukup lama, air mata mulai mengalir di sudut matanya yang keriput. Ia menarik napas berat, suaranya terdengar seperti bisikan maut.

"Evelyn... dia memang masih hidup, Emily."

Aku terpaku. Emily. Nama itu terdengar asing namun menggetarkan jiwaku.

"Namamu Emily Livingston," lanjut Nenek dengan suara bergetar. "Dulu... keluarga Livingston dan Grisham adalah sahabat dekat. Mitra yang tak terpisahkan. Dan Evelyn... dia tidak bersalah dalam kejadian berdarah itu. Dia tidak membunuh Dante karena kemauannya sendiri. Ada pengkhianatan yang lebih besar di balik itu semua..."

"Apa maksudnya, Nek? Siapa yang menjebak Kak Evelyn?"

Nenek tidak sempat menjawab. Kondisinya mendadak menurun drastis. Mesin monitor jantung di samping tempat tidur mulai berbunyi nyaring dan tidak teratur. Nenek mencengkeram tanganku dengan sisa tenaganya.

"Emily... dengarkan Nenek. Turuti Darrel. Dia pria yang baik... dia satu-satunya yang bisa melindungimu dari Erlan dan Winston. Percayalah padanya..."

"Nenek! Nenek bertahanlah!" teriakku panik.

Tepat saat itu, pintu terbuka kasar. Darrel masuk dengan wajah tegang. Melihat kondisi Nenek yang memburuk dan aku yang histeris, ia segera menekan tombol darurat di atas ranjang.

"Dokter! Cepat ke sini!" teriak Darrel.

Ia menarikku menjauh dari ranjang, memelukku kuat-kuat saat tim medis merangsek masuk ke dalam ruangan. Aku menangis di dada bidangnya, merasa duniaku hancur berkeping-keping. Rahasia itu baru saja terbuka sedikit, namun sudah cukup untuk membuat napasku sesak.

Aku bukan Liana. Aku Emily Livingston. Dan di tengah badai pengkhianatan ini, Nenek memintaku mempercayai pria yang keluarganya sangat membenci garis keturunanku.

***

Bersambung...

...****************...

dukung author dengan memberikan like, coment, gift dan juga vote ..🙏🥰

1
Mia Camelia
semangat thor🥰👍😄
makin seruuu nih😄😄😄
Mita Paramita
terimakasih author udah update 😘😘😘
Mia Camelia
jadi darel udh jatuh cinta nih🥰
MissSHalalalal: wah iya nih.. ternyata Darrel mulai jatuh cinta
total 1 replies
Mita Paramita
tambah seru cerita ny 😁
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mita Paramita: update lagi Thor 😁😁😁 please
total 2 replies
Syarwiti Aulia
sya tunggu episode,, selanjutnya
MissSHalalalal: siap kak. update setiap hari ya
total 1 replies
Syarwiti Aulia
sya suka sangat mnarik critanya ,
Syarwiti Aulia
okk thorrr lnjuttt😍
Syarwiti Aulia
episode ny sdikit,,bttul Nungguin ny lma bnget
MissSHalalalal: baik, Author usahakan lebih banyak lagi. 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
semangat thor😄👍
makin seruu dan bikin penasaran🥰
double up dong biar makin puas 😂
Tuti Handayani
bagus banget
MissSHalalalal: terimakasih kk🙏
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰🥰🥰
Mia Camelia
thor ceritaiin dong siapa ortu nya liliy???? kepoo nih thor🥰🥰🥰🥰
Mita Paramita
lagi Thor update 🔥🔥🔥
apakah Lily juga anak dari klan mafia juga? jadi penasaran 🤨🤨🤨
Vanni Sr
semkiin kereen yaaaa , mungkin lily ank angkt org tua nya dlu py kuasa
Mia Camelia
darel kejam gak mau denger penjelasan lily😔
Nanik Arifin
mengertilah Lily, Darrel hanya ingin melindungimy. dr awal hanya itu yg ingin Darrel lakukan, tapi kamu aj yg keras kepala, pakai acr kabur segala. sepertinya Darrel ingin memutus generasi klan ini. sepak terjang klan ini tak sejalan dg rasa kemanusiaan Darrel yg begitu besar. nyata dia seorang dokter yg empati & jiwa menolongnya tinggi.
Lily ikuti kata Darren, cukup kamu tersiksa 30 hari + 9 bulan. setelahnya kamu bisa bebas ( mungkin 🤔)
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mia Camelia
semangat thor, 🥰🥰🥰
Erna Tazmania
seru..semangat tor
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
seru banget ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!