NovelToon NovelToon
Aesthetic Love

Aesthetic Love

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aesthetic love

...Susan dan Levy mulai mencari di kardus dahulu, “ini semua mamamu yang beliin San?” tanya Levy sambil memencet boneka tersebut karena flashdisk bisa dideteksi tanpa harus membongkar boneka tersebut....

...“Iya” ucap Susan sambil mencarinya juga....

...Susan yang mencari sambil mengingat-ingat boneka yang paling dia sukai, “sudah lev jangan dibongkar semua” ucapnya sambil melihat boneka beruang yang berada dibalik boneka monyet dan harimau....

...Susan membuka lemari kaca lalu mengambil boneka beruang, bonekanya yang dipegangnya dia peluk “mama”....

...Susan memencet setiap sudut badan beruang dan menemukan flashdisk tersebut disimpan mamanya di pantat beruang. Levy menyodorkan gunting agar Susan mudah membukanya “akhirnya” ucap Susan menggenggam erat flashdisk tersebut....

...“flashdisk ini berarti banget ya buat kamu San?”....

...“Banget” jawab Susan....

...“Flashdisk ini jantung perusahaan papaku lev”....

...“Lalu langkah apa selanjutnya yang harus kita jalankan Bu Rosa?” Tanya Nayla....

...“Sebelum Bu Namira meninggal, beliau sudah membuat sampel produk yang akan dirilisnya awal tahun apabila produk lolos uji dan akan didaftarkan ke hak paten”....

...“Terus produknya dimana sekarang?” Tanya Susan penasaran....

...“produknya disimpan di rumah lama Bu Namira dan Bu Nayla”  jawab Rosa....

...“Nona Susan sebaiknya anda berhati-hati karena masalah ini tidak semudah itu diselesaikan” ucap Rosa memegang tangan Susan....

...“Maksud ibu Rosa?” tanya Susan merasa bingung....

...“Takutnya om mu tidak bertindak sendiri ya melihat orang tuamu pebisnis pastilah ada kompetitor yang tidak suka dengan keberhasilan mereka”....

...“Saya akan lebih berhati-hati Bu. Terimakasih” ucap Susan tersenyum....

...“Langkah awal ke perusahaan pak Gani untuk mengumumkan pengganti wali Susan” ucap Rosa mengatur strategi....

...Susan mengeluarkan undangan, “besok ulang tahun perusahaan” ucap Susan....

...“Bagus kita umumkan besok” ucap Rosa semangat....

...“Tapi kan aku gak ngerti bisnis” ucap Nayla....

...“Tante demi aku” ucap Susan memegang tangan tantenya....

...“Selama masih ada saya semuanya akan berjalan lancar, semua data perusahaan ada ditangan saya” ucap Rosa....

...Malam hari om Leon datang kerumah Susan, sikapnya sedikit berbeda dia datang membawa beberapa barang untuk Susan. “Susan om datang” panggilnya sambil melihat ke arah lantai atas....

...Susan yang berada di kamar keluar menuruni tangga menghampiri omnya, “sini sini duduk disamping om!” Suruh om Leon....

...“Tumben nih baik pasti ada maksudnya” gumam Susan dalam hati....

...“Om bawakan makanan kesukaan kamu, beliin tas edisi terbaru dan om juga beliin kamu ponsel yang terbaru” ucap om Leon sambil memberikan paper bag yang dia bawa....

...“Sepertinya gak usah deh om, boros buang buang uang toh bukannya perusahaan sekarang lagi krisis ya!!” Ucap Susan....

...“Udah gak apa apa emang om niat beliin kamu ini, sudah lama juga kan om gak manjain kamu” ucap om Leon membujuk....

...“Ke Intinya saja om, mau om apa gak usah basa basi kayak gini? Ini bukan gaya om, kalau memang mau manjain aku kenapa gak dari dulu sebelum orang tua Susan meninggal” tegas Susan....

...“Gak tau diuntung ya. Om sudah baik samamu tapi ini balasan mu” ucap om Leon kesal....

...Susan tersenyum sinis, “ini baru om Leon”....

...Om Leon mendekati Susan lalu mencengkram tangan Susan, “masuk kamar” ucap om Leon dengan nada ketus....

...Susan yang sedikit risih dengan tatapan jahat om Leon menuruti permintaan omnya untuk masuk kamar, saat Susan naik tangga ternyata dari belakang om Leon mengikutinya. Di Depan pintu kamar om Leon  dengan sengaja mendorong Susan sampai terjatuh dan menutup pintunya....

...Om leon menarik kursi yang ada di kamar Susan lalu duduk dengan sikap menundukkan badannya sedikit dihadapan Susan, “kalau gak bisa dengan cara halus terpaksa om lakukan dengan cara kasar”....

...“Apa yang om mau?”....

...Leon melempar ponselnya ke arah Susan, “berikan barang itu sekarang” ucap om Leon dengan ekspresi menyeramkan....

1
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!