"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
Jangan ikut campur"! Kata preman tersebut lansung menyerang damar yang sudah berdiri mendekat di samping Clara dan Manda.
Bugh'.
Bugh'.
Dugh.
Clara yang tak bisa hanya menjadi penonton pun langsung ikut menghajar preman yang berjumlah 4 orang.
Bugh'
Bugh'
Dugh'
Krak..
Bruk"!!
Satu persatu preman tersebut jatuh ada yang tak sadarkan diri karena pukulan dari Clara,gadis tomboy yang akan berubah feminim saat di atas ranjang bersama devandra Saja.
"Preman ,payah"!!
Dugh'"!!
Kata Clara sambil kembali menendang kaki preman yang sudah tak berdaya tersebut.
"Dia ternyata hebat juga ya,". Gumam damar semakin terkagum kagum oleh sosok clara.
"Kamu baik baik saja ". Tanya damar sambil mendekat ke arah Clara.
"Ya, terimakasih pak damar"! Jawab Clara sambil menganggukan setengah badanya.
"Jangan sungkan"! Sahut damar sambil tersenyum ke arah Clara,
"Kalau begitu kami permisi pak, " kata Clara lagi lalu kembali menghampiri motornya dan menaikinya,dengan Manda berada di boncengan nya.
"Gadis yang luar biasa"! Gumam damar sambil menatap kepergian Clara dengan motor sport nya .
Di sebuah caffe,dimana Tania seperti biasa menjalankan rutinitasnya sebagai pelayan caffe.
"Claraa"!! Panggil tani yang melihat Clara masuk ke dalam caffe bersama seorang gadis berkacamata.
"Tania"! Sahut Clara sambil membalas pelukan sahabatnya itu.
"Kenalkan ini amanda".
"Hai aku Amanda"!
"Tania,senang berkenalan denganmu"! Sahut Tania dengan senyum manisnya.
Clara dan Manda pun duduk di sebuah ruang VIP,dengan Tania yang menjadi weather nya.
"Tan,apa kamu tidak ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi dari ini". Tanya Clara saat Tania sedang menaruh makanan pesanan Clara dan Amanda .
"Maksudmu , perkejaan seperti apa yang akan menerima ku yang hanya lulusan SMA ". Sahut Tania.
" Benar juga ya,, kamu mau tidak jadi OB misal nya di kantor suami ku"!?
"Haah,di kantor "!? Tanya Tania memastikan.
"Emmm, siap tahu kan gajinya lebih besar dari sini, lumayan kan kerjanya tidak sampai malam". Jelas Clara .
Terlihat Tania berfikir sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Nanti malam coba aku tanya kan ya,,siapa tahu ada lowongan ."
"Ok lah,terserah kamu mana baiknya sudah, aku Kembali kerja dulu ya,kalau butuh apa apa panggil aku". Kata Tania sambil berdiri dari duduknya dan bersiap meninggal kan meja Clara.
Ok",sahut Clara,.
Setelah kepergian Tania ,Clara dan Manda mulai menikmati makan siang mereka di caffe X tempat Tania bekerja.
Di sisih lain ,tepatnya di sebuah perusahaan Arganta company.
Devandra terlihat menahan amarah saat mengetahui damar menjadi dosen pengganti di kampus tempat Clara kuliah.
"Apa maksud nya,apa dia mencoba mengusik kehidupan pribadi ku ,dengan mendekati istriku"!. Gumam. Devan lirih dengan mata yang nampak memerah menahan amarah.
Tok. Tok. Tok.
Masuk"!! Sahut damar.
"Maaf boss,barusan nona Clara di hadang oleh segerombolan preman ,dan yang lebih parah lagi ,tuan damar membantu nona Clara melawan preman tersebut".
Brak"!!
Terlihat Devan menggebrak meja,kemarahan yang di tahan ingin rasanya meledak detik itu juga.
"Apa kau sudah mencari seseorang yang aku minta"!
"Sudah boss,orangnya dalam perjalanan kemari ."
"Apa kau sudah cari tahu siapa yang mencoba mencelakai istriku,Jo"! Tanya Devan ,dengan rahang yang sudah nampak mengeras dan tangan yang mengepal.
"Senior Nona Clara ,boss,namanya Farah dan kedua temanya yang menyuruh para preman tersebut mencelakai nona Clara".
"Bawah dia kehadapan ku,Jo"!.
"Siap boss"! Sahut Jo bergegas merogoh ponsel yang ada di saku jas nya dan menghubungi salah satu anak buahnya untuk menangkap Farah dan temanya.
Sore pun tiba jam sudah menunjukan angka 4 sore hari ,Clara pun sudah pulang ke mansion sejak satu jam yang lalu.kini dirinya sedang membaringkan tubuhnya di kasur empuk di kamar utama di mansion tersebut.
Lain hal nya Dengan Devan laki laki dewasa tersebut kini nampak berada di dalam mobil, dengan Jo menuju sebuah tempat dimana anak buah Jo sudah menangkap Farah dan kedua temanya.
Beberapa saat berlalu.
" Brak"!!
Pintu mobi di tutup setelah Devan keluar dari dalamnya.
"Selamat sore boss"!! Sapa para anak buah Devan yang berjaga di tempat tersebut .
"Emmm"!! Sahut Devan singkat,dan kembali melangkahkan kaki nya menuju sebuah ruangan dimana Farah dan kedua temanya temanya sedang di sekap.
Sraaakk"!!
Terdengar Seara pintu ruangan tersebut di geser dari luar,seketika Farah dan kedua temanya menatap ke arah pintu tersebut.
Tak. Tak. Tak.
Suara sepatu malah yang berpadu dengan lantai keramik,langkah pelan dan pasti membuat aura sore tersebut semakin mencekam.
Krak"!! Lakban yang menutupi mulut Farah di buka dengan paksa oleh seseorang bertubuh kekar yang berdiri di samping farah.
Aaaaaarg"!! Pekik Farah yang merasa sakit pada bagian mulutnya .
"Kalian siapa,kenapa menculik kami". Tanya Farah memberanikan diri,meskipun terpesona dengan sosok tampan rupawan di hadapnya ,namun sorot mata tajam dan wajah datarnya membuat nyali Farah menciut seketika.
Devan mengambil sebuah belati yang berada disaku celana anak buahnya,dia arahkan belati tersebut tepat pada leher Farah,.membuat wanita tersebut mematung seketika,bergerak sedikit saja sudah bisa di pastikan tenggorokan nya akan patah .
"Aku tegaskan kepadamu ,jika berani mengganggu istriku ,maka akan aku patahkan lehermu detik itu juga".
Glek"!!
Farah hanya bisa menelan ludah nya kasar sambil meringis ,karena saat jakun nya bergerak belati yang menempel pada kulitnya pun mengenai lehernya.
"siapa yang anda maksud ,tuan"! Tanya Farah dengan mata terpejam,sebuah cairan merah sudah terlihat keluar dari leher Farah.
"Clara"!
Deg"!!
Mata Farah dan kedua temanya sontak membulat sempurna mendengar nama tersebut adalah Clara,apalagi Siang ini Farah sudah menyuruh 4 preman untuk mencelakai Clara.
Tring"!!
Bunyi suara belati yang Devan lempar begitu saja .
"Awasi ketiga gadis tidak berguna ini,jika dia berani macam macam dengan nona Clara ,maka langsung bunuh saja tidak perlu menunggu perintah". Kata Jo yang ikut angkat bicara kepada 8 laki laki yang tak lain adalah anak buahnya.
"Siap ,boss"!! Sahut anak buah Devan secara kompak.
Glek"!!
Lagi lagi Farah dan kedua temanya membulat kan matanya sempurna ,sambil menelan ludahnya yang sudah terasa seperti empedu itu.
Jo dan Devan pun melangkah keluar meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke mansion.
30 menit berlalu,sampailah mobil hitam yang di tumpangi Devan ke mansion miliknya.
"Pulanglah,Jo". Kata Devan sebelum benar benar masuk ke dalam mansion tersebut.
"Baik ,boss"!!
"Selamat sore ,tuan"! Sapa bik Lastri yang sudah berdiri di dekat pintu utama di mansion tersebut.
"Apa istriku sudah pulang"!? Tanya Devan menghentikan langkahnya sejenak.
"Sudah sejak tadi ,tuan"!.
Emmmm"!! Devan mengangguk singkat lalu melangkah kan kakinya kembali menuju lantai dua .
Ceklek"!!
Perlahan pintu kamar yang tidak di kunci tersebut di buka oleh Devan, sosok pertama yang terlihat adalah Clara,istri cantiknya yang sedang tidur lelap di atas ranjang.
"Kamu pasti kelelahan menghajar para preman tadi"! Gumam Devan lirih namun tersirat kemarahan pada raut wajahnya saat mengingat jika damar juga ikut membantu sang istri.
Devan berjalan mendekat ke arah Clara mendaratkan bibirnya pada kening Clara yang masih terpejam.
Merasa sentuhan lembut pada keningnya ,Clara pun perlahan membuka matanya,sosok tampan dengan wajah yang begitu dekat dengan wajahnya.
Clara tersenyum simpul dan menatap ke arah Devan.