NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Sistem
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Di tengah konflik semakin parah, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk terus bertahan. Tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. korban penembakan

Angin bertiup hangat namun tak menyurutkan rasa terkejut dan takut yang menyergap Laila, Hania dan Abia. Mereka mengeratkan pelukan setelah terdengar seruan seorang laki-laki. Suara gemerisik daun semak kini sudah tak terdengar lagi. Beberapa saat mereka menunggu keluarnya sosok yang telah mengejutkan mereka dengan seruannya. Namun yang di tunggu tak kunjung keluar.

“Tuan …?” Panggil laila ragu. Hening, namun terdengar suara seperti helaan nafas yang sangat berat, “To…long…” Suaranya berat dan lemah. Laila yang berdiri tak jauh dari semak itu memberanikan memanjangkan kepalanya untuk menengok kearah suara. Dilihatnya sepasang kaki yang tergolek di bawah rumput yang tak terlalu tinggi.

Laila tersentak dan melerai pelukan anak-anak nya, “Ayo kita lihat” Bisik Laila pada kedua anak nya. Mereka bertiga berjalan perlahan melewati arah yang lain. Hingga tampak di hadapan mereka seorang laki-laki paruh baya yang tergeletak bersimbah darah di kaki nya. Mereka terkejut, “Ya Allah…!”

“Ummi bagaimana ini… kita harus memanggil bantuan…” Panik Hania yang merasa ngeri dengan darah yang hampir kering di celana laki-laki tersebut.

“Akak berani berjalan mencari bantuan sendiri?” Tanya balik Laila pada Hania. Hania terlihat ragu, namun melihat betapa parahnya kondisi orang di depannya, ia memberanikan diri. “Baik ummi, aku akan cari bantuan.” Mantap nya. Ia segera berlari ke arah jalanan. Ia berharap segera menemukan orang yang bisa di mintai bantuan olehnya.

Agak jauh ia berjalan sambil berlari kecil, hingga beberapa meter di depan nya,  ia melihat ada dua orang pria seusia baba nya sedang berbelok berjalan ke arah nya. “Ah.. syukurlah.. “ gumam nya. Ia segera menghampiri kedua orang itu. “ Tuan… tolong…saya…” Pintanya setelah di depaan kedua pria itu sambil mengatur nafas nya.

“Hei, kau kenapa?” Tanya nya heran  melihat gadis berlari menghampirinya dengan tergesa-gesa. Dilihatnya di belakang gadis itu tak ada yang  mengejarnya. “ Katakan ada apa?” desaknya.

“ Sebentar…” Hania menegakkan kepala dan menarik nafas. “Di kebun zaitun ada pria terluka di kaki nya. Tolong bawa beliau berobat kerumah sakit atau apapun. Kasihan beliau sepertinya sudah sangat lemas kehabisan darah…” pintanya memelas.

Kedua pria itu saling berpandangan dan menganggukkan kepala. “ Baik, tunjukkan pada ku!” titah nya.

“Sam, kau cari bantuan yang lain, sepertinya kita membutuhkan tandu, kita akan bawa ke klinik yang terdekat dulu.” Pinta nya pada teman nya. Mereka bergerak terpisah. Hania dan satu pria itu berjalan cepat kearah kebun zaitun, sedang Sam kearah lain mencari tandu dan bantuan orang lain.

Benar saja, begitu Hania tiba, Pria yang terluka itu sudah tak sadarkan diri. Hania melihat umminya yang sudah pias dan gemetaran memeluk Abia. “Ummi, kenapa?” Tanya Hania khawatir berlutut di hadapan keduanya.

“Kak, sepertinya tuan itu sudah wafat…” lirih Abia membantu menjawab. Hania  menutup mulutnya, “Ya Allah…” Hania menatap pria yang ikut dengan nya. “Tuan… bagaimana ini?”

“Saya periksa dulu.” Jawab nya lalu mengdekati pria yang terluka itu dan memeriksa denyut nadi di tangan dan lehernya. Ia menatap keluarga Hania dan menggelengkan kepala. “ Sepertinya ia sudah lama terluka dan kehabisan darah. Sejak kapan ia tak sadarkan diri?” Tanya nya pada Laila.

“ Ketika Putriku pergi mencari bantuan, saya mencoba memberinya minum, namun hanya sedikit sekali, itu pun susah payah ia membuka mata dan mulutnya. Dan setelahnya ia tak sadarkan diri, saya panggil berkali-kali ia tak merespon, saya meminta abia untuk memegang bahunya pun tak bergerak. Maafkan saya…hiks..” Terang Laila terisak.

“Tenang nyonya, ini bukan salah anda. Anda mengenal orang ini?” Laila menggeleng. “Kami menemukannya sudah tergeletak di sini. Kami hanya ingin memeriksa kebun kami.” Terangnya tanpa di minta.

“ Baiklah, kita tunggu bantuan lainnya. Kita harus membawanya ke klinik untuk di lihat penyebab wafat nya. Siapa tahu di sana ada yang mengenalnya.” Terang nya menenangkan.

Beberapa menit kemudian datanglah beberapa orang pria dan membawa tandu di tangan mereka. Awalnya mereka kesulitan mencari letak kebun milik Laila, tapi setelah berjalan sedikit lebih dalam, mereka melihat ada seseorang. Niat ingin bertanya, ternyata malah di situlah letak nya.

“ Bagaimana?” Tanya salah satu diantara rombongan bantuan itu. “ Ia sudah tiada, kita harus cepat membawanya sebelum membeku.” Saran nya. Mereka setuju dan segera memindahkan pria itu ke atas tandu dan membawanya pergi.

“ Nyonya, sebaiknya anda dan putrimu pulang saja, khawatir akan terjadi sesuatu nanti. Lagipula kalian terlihat lemas dan gemetar.” Saran pria yang bersama hania tadi.

Laila hanya mengangguk saja. Jujur kakinya bagai jelly melihat orang meregang nyawa di hadapan matanya. Dulu ketika suaminya wafat, ia sudah dalam keadaan bersih tak mengerikan seperti yang baru saja ia lihat.

Akhirnya Hania berkemas dan menggandeng lengan umminya untuk berjalan pulang. Abia membawa tas perbekalan mereka. Di depan mereka berjalan satu pria untuk mengawasi, khawatir terjadi sesuatu pada Laila atau putrinya.

Mereka di dampingi hingga sampai di gang rumah Laila.” Terima kasih tuan…” Ucap Laila merasa terbantu.

“ Tak masalah nyonya, beristirahat lah. Kau rawatlah ibu mu. Sepertinya ia membutuhkan ketenangan.” Pesan nya menatap pada Hania. “ Iya tuan, terima kasih atas bantuan nya.” Balas Hania sungkan.

“ Pulanglah… saya akan ke klinik menyusul teman saya. Assalamu’alaikum.” Pamitnya dan berlalu pergi.

Laila dan kedua putrinya pun berbelok memasuki gang dan nerjalan sedikit nampaklah rumah mereka. “ Alhadulillah…” ucap ketiganya. Mereka pun memasuki rumah dan beristirahat di ruang kelurga. Hania menggelar karpet untuk duduk mereka dan memberikan air minum untuk ummi nya.

“ Ya Allah kasihan sekali tuan tadi ya. Siapa yang melakukannya. Jahat sekali…” Gumam Abia setelah merebahkan tubuhnya di atas karpet sebelah ummi nya.

“ Iya, apa mungkin orang yang tadi shubuh meneror masjid seperti kata yaseer?” Tebaknya teringat akan cerita Yaseer sepulang dari masjid shubuh tadi.

“ Sudahlah kak, tolong jangan bahas dulu, ummi masih ngeri. Kita tunggu Yaseer pulang ya. Semoga saja ia membawa sesuatu.” Pinta Laila pada kedua putrinya. Mereka kahirnya hanya diam, hingga mereka terlelap.

*****

Adzan dhuhur berkumandang, Laila terbangun tersentak, “ Astaghfirullah…” lirihnya. Ia melihat kedua anaknya masih terlelap di samping kanan kirinya. Ia pun membangunkan kedua anaknya untuk sholat berjamaah. “Akak, Abia ..bangun yuk, kita sholat dulu. Sudah adzan..” Ucap laila sambil menepuk pipi kedua putrinya pelan.

Hania mengerjapkan matanya, “ Sudah adzan mi? adzan apa?” Tanya nya masih terbengong.” Dzuhur…” Jawab Laila beranjak bangun untuk berwudlu.  Hania pun membangunkan Abia.

****

Kring…kring…kering…

Dering ponsel Laila memecah keheningan siang keluarga Laila yang tengah bersantai memakan buah kurma bekal mereka tadi saat kekebun. “ Siapa ya?” Gumam Laila beranjak menuju sumber suara.

Dilihatnya di layar tertera nama “umma husni”, “ Ya assalamuailum umma Husni?” Sapa Laila begitu menekan tombol ‘angkat’. Hening sejenak, Laila mendengarkan lawan bicaranya. “ iya”, “astaghfirullah..!” Kaget nya menutup mulut. Hania dan Abia hanya memperhatikan reaksi ummi nya yang berakhir dengan isakan. Hania dan Abia saling berpandangan heran.

Setelah selesai pembicaraan di telpon itu, Hania dan Abia menghampiri ummi nya yang duduk terisak. “ Ummi, ada apa?” Tanya Hania hati-hati.

“Tuan yang tadi kita temukan di kebun  adalah orang suruhan Umma Husni untuk memantau kebun kita dan kebun nya. Kemungkinan beliau sedang berkeliling, dan…terkena tembakan… hiks..” Terang Laila semakin tergugu.

“ Ya Allah… semoga husnul khotimah ya mi… lalu bagaimana dengan keluarganya?” Tanya Hania.

“ Sepertinya kita harus membantu mereka juga kak…Semoga kita dimampukan oleh Allah…”

1
Ummi Adzkia
bom bunuh diri sebagai bentuk perlawanan ya, untuk meneror pemerintah penjajah. sasaran tentara lawan tentara.
Ummi Adzkia
eits .. diluar kendali guys. tangan author kepeleset di ending nya. 🙏😉
Ummi Adzkia
tuh kan... kayaknya ga mungkin kalo gak pake nafsu. emang bikin geregetan kan....
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!