NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Sistem
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Di tengah konflik semakin parah, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk terus bertahan. Tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Shubuh pertama setelah kepulangan dari pengungsian, nyata nya memang bukan salah satu hal terindah. Bagaimana tidak, harapan dapat beribadah dengan tenang di dalam masjid, sekaligus mengobati rasa rindu karena lama tak berjumpa dengan orang-orang sekitar, kini harus berakhir dengan ketegangan dan ketakutan.

Keheningan yang tercipta setelah rentetan peluru yang di tembakkan membabi buta ke arah masjid terasa begitu mencekam. Jemaah masjid itu saling lirik, saling pandang memanjang kan kepala menengok ke arah luar masjid. "sepi..."

" Apa masih ada orang di luar sana?" Tanya salah satu mereka berbisik ke orang sebelah nya.

Mereka bersembunyi di mimbar masjid, di belakang lemari bahkan ada yang masuk ke bawah karpet. Mereka panik mencari tempat terdekat untuk berlindung.

Suara helaan nafas lebih terdengar jelas di sela keheningan waktu fajar saat itu. Lima menit, sepuluh menit tak ada pergerakan. Satu diantara mereka mencoba keluar melihat situasi.

" Kosong..." ujar salah satu mereka. Yang lain menyusul nya. " Iya, Alhamdulillah sudah pergi".

Hah!

" Siapa dia? Kenapa kita menjadi sasaran?" Tanya Yaseer penasaran.

" Ya siapa lagi yang bisa begitu, ya pastinya yang punya senjata..." Ujar yang lain..

Mereka tak mengetahui pelaku penembakan itu, mereka saling menebak saja. Tapi dugaan terkuat ya siapa lagi jika bukan anggota militer pendudukan yang " kurang waras" dan " kurang kerjaan".

" Sebaiknya kita pulang, berhati-hatilah di perjalanan. Jika ada yang mencurigakan sebaiknya cepat sembunyi jangan gegabah untuk menyerang" pesan dari imam masjid.

" Iya ustadz. Saya duluan..." pamit Yaseer keluar masjid lebih dulu.

Yaseer berjalan sedikit lebih cepat, ia khawatir akan di jumpainya ketika di perjalanan. Sebenarnya ia sangat ingin membalas jika bertemu pelakunya, namun ingat pesan guru nya untuk jangan terbawa nafsu. Ah .. Ia jadi rindu akan guru besar nya itu. " Tuan... Bagaimana kabar anda saat ini..." Lirih Yaseer.

Entah karena matanya yang berkaca-kaca atau memang benar apa yang di lihat nya, sekelebat seperti ada orang yang berjalan cepat menyebrang di ujung gang sana. Yaseer berhenti segera menepi dan mengusap mata nya.

" Tadi itu siapa? cepet banget jalan nya." gumamnya pelan. Ia pun menggelengkan kepalanya. " Ah... Yasudah lah, aku harus segera sampai rumah."

Yaseer berbelok masuk gang rumahnya, dan segera masuk ke dalam rumah dengan tergesa. " brakk...!!!" Ummi dan Hania yang sedang membersihkan ruang depan sampai terkejut di buat nya. " Astaghfirullah!!"

" Kamu kenapa sih dek...! Masuk rumah bikin kaget orang aja..." gerutu Hania.

" Duh maaf kak, ummi... tadi ada penembakan di masjid!" Lapor Yaseer masih panik.

" hah!"

" Innalilahi.... Astaghfirullah —tapi kamu engga kenapa-kenapa kan nak?" Panik Laila sambil menghampiri Yaseer dan memeriksa tubuh nya .

" Alhamdulillah kami semua aman mi, kami selamat. Sepertinya ada orang iseng yang nekad untuk meneror jamaah masjid. Tadi hanya sebentar mungkin cuma semenit." Terang Yaseer.

" Oh syukurlah..." lega Laila menangkup wajah nya.

" Kita harus tetap waspada mi, karena di kota memang ada penyerangan yang meneror masjid. Semoga saja tidak ada korban jiwa."

" aamiin..." sahut ummi dan Hania.

" Tapi aku curiga kalau serangan ini adalah balas dendam mereka karena kita " ngerjain" para penjaga pos..." gumam Yaseer pelan.

" Ya bisa jadi sih..." saut Hania

" soalnya di mimpi aku persis kayak gitu... kok bisa sama ya...?" kata Yaseer dengan lirih di akhir nya.

" Ya sudah, kita berdoa semoga kita semua aman dan dalam lindungan Allah. Ini semua atas kehendak Allah. Kita sedang di uji... Kita harus sikapi dengan bijak dan shobar, semoga kita naik kelas." Nasehat ummi panjang lebar.

" Iya mi, insyaallah...Allah bersama kita." Sahut Yasser.

****

Setelah semua bersih dan rapi. Lantai sudah di sapu dan di pel semua, halaman rumah juga sudah di sapu dan di rapikan, rumput-rumput liar sudah di cabut dan di potong. Kini seluruh anggota keluarga Yaseer sedang berehat di atas karpet di ruang keluarga.

" Ummi, kita makan apa pagi ini?" Tanya Abia yang sedang rebahan.

" Kita cuma ada kurma, sisa bekal kita kemarin. Tak apa ya?" Jawab ummi sendu.

Anak-anak Laila yang melihat kesedihan di wajah ummi nya, berusaha menghibur. " Alhamdulillah. engga apa-apa ummi, kurma juga mengenyangkan. Nanti aku akan cari pekerjaan di pasar ya." kata Yaseer.

Ummi dengan berat mengangguk, "Iya, hati-hati ya nak...."

" Ummi juga mau mengecek kebun kita ya—

" Tapi ummi,... Suasana sedang tegang begini, apa enggak apa-apa kalau kita ke kebun?" Risau Hania.

" Betul ummi... " sahut Yaseer.

" Bukan kah sejak dulu juga memang suasana nya begini?" Tanya ummi balik.

" Tapi sekarang -sekarang ini kondisinya lebih parah ummi..." Cegah Yasser.

" Insyaallah... Kita serahkan hidup dan mati kita hanya pada Allah. Kita sedang berjuang untuk bertahan hidup nak, bukan menyerahkan diri. Insyaallah Allah akan bantu kita, hmm..."

" Hania sama Abia ikut ya mi..." Pinta Hania.

" Iya. Tapi jangan jauh-jauh dari ummi." Pesan nya.

" Kakak kerja yang baik ya. Biar bisa bawa makanan. " Kata Abia mengatur.

"Iya. Nanti kalau kita punya zaitun, kita akan olah dan nanti kakak yang jual di pasar. Seperti dulu lagi." Kata Yaseer berencana.

" Ya. Semoga usaha kita di diridhoi oleh Allah."

" Aamiin...."

" Aku berangkat ya mi.." Pamit Yaseer. Ia membawa tas ransel nya berisi pakaian buat sholat dhuhur nanti, untuk jaga-jaga.

" Hati-hati ya kak.."

" hati-hati dek"

" Hati-hati ya nak..." ketiganya kompak memberi pesan bersamaan.

" Waah... Kompak sekali..." kelakar Yaseer keluar rumah.

" Assalamualaikum.."

" wa'alaikumussalam..." Jawab ketiganya bersamaan. Mereka akhirnya saling pandang dan tertawa bersama. Tanpa disengaja kekompakan itu terjadi.

****

Se jam kemudian, Laila dan dua anak nya sudah siap untuk ke kebun. Matahari belum terlalu tinggi. Namun sudah terasa hangat di kulit. Mereka meninggalkan rumah hanya membawa air minum dan beberapa butir kurma. Mereka berharap kebun nya baik-baik saja selama di tinggal kemarin.

Mereka berjalan beriringan, diperjalanan terkadang di temui beberapa orang yang berlalu lalang berkeliaran di luar rumah. Jam malam belum di berlakukan lagi, itu membuat mereka bebas untuk mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

" Alhamdulillah masih banyak orang yang kita temui ya mi. Tidak ada jam malam lagi." Kata Hania membaca situasi.

" Iya. Semoga saja para penjajah tu tidak berbuat ulah lagi." Doa Laila di mainkan oleh kedua anak gadisnya.

" kebun kita sudah seperti apa ya?" Penasaran Abia.

" Memang kamu pernah ke kebun dek?" Tanya Hania.

" Pernah dulu sama ummi dan baba." Jawabnya santai.

" Kamu ngapain kalau ikut?" Tanya hania lagi.

" Ya enggak ngapa-ngapain.. Paling cuma ngumpulin zaitun aja di wadah." jawab nya.

" Sekarang memang masih ada zaitun mi?" Tanya Hania mengalihkan wajahnya menatap punggung ummi nya.

" Ummi juga belum tau, kita cek saja dulu." Jawab ummi nya.

" Rumputnya pasti tinggi-tinggi." Tebak Abia.

" enggak apa-apa, biar kita bisa sembunyi. Xixixi.." Jawab Hania.

" Kalau ada binatang berbahaya gimana?"

" Kita karungin, trus kita kasihin ke penjajah." Jawabnya mengarang bebas.

" Tuh kebun kita...!" Seru Abia menunjuk kebun zaitun mereka di depan sana.

" Wah ternyata masih tapi." Kata Hania.

" Iya... Ini pasti Umma Husni yang merapihkan." Jawab Laila menebak. Karena ia pernah meminta Umma Husni untuk membantunya merawat kebun hingga ia kembali. Sebagai upah nya, hasil kebun di bagi 2.

" Umma Husni apa kabar nya ya, apa masih di pengungsian?" Tanya Hania merasa kesepian.

" Ummi juga belum tau, kita belum sempat menengok ke rumah nya kan?" Balas ummi.

Mereka berhenti di salah satu pohon yang lumayan besar. Mereka menaruh barang bawaan mereka dan mulai berkeliling.

" Siapa itu...!" Seru seseorang di balik semak-semak.

" Hah..!!"

1
Ummi Adzkia
bom bunuh diri sebagai bentuk perlawanan ya, untuk meneror pemerintah penjajah. sasaran tentara lawan tentara.
Ummi Adzkia
eits .. diluar kendali guys. tangan author kepeleset di ending nya. 🙏😉
Ummi Adzkia
tuh kan... kayaknya ga mungkin kalo gak pake nafsu. emang bikin geregetan kan....
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!