NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:204.2k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Permintaan Maaf

Ratih kembali ke kamarnya untuk memberitahu Ben, supaya Ben menjaga apa yang dia katakan tadi dari ayah dan ibunya.

Karena meski Ratih sudah menikah, tapi yang namanya seorang ayah. Putrinya adalah harga matii untuk seorang ayah. Begitu Panji tahu, Fandi menukar bayi Ratih. Dia pasti akan langsung memenjarakan Fandi.

Tapi hal itu terlalu mudah untuk Fandi. Tidak akan ada rasa sakit yang seperti Ratih rasakan dulu, kalau langsung di penjara. Dia akan mengatur semuanya sesuai dengan rencananya.

Namun, ketika Ratih membuka pintu kamarnya. Dua orang laki-laki itu malah sudah berbaring dengan dengkuran halus di atas tempat tidurnya.

Ratih melihat Rafa memeluk lengan Ben. Seolah tidak mau membiarkan pria itu pergi. Ratih pikir, biarkan saja mereka tidur bersama. Ratih kembali menutup pintu dan tidur di kamar tamu.

**

Sementara itu, keributan tengah terjadi di paviliun. Fandi masih berusaha membujuk Sarah yang sudah sangat emosional karena pengkhianatan Fandi dan tamparan yang keras dari Fandi di rumah sakit tadi.

Bahkan sebuah buket dan perhiasan pun tak mampu membuat Sarah menatap Fandi. Dia masih sangat marah.

"Sarah, aku minta maaf. Aku akui aku salah, tapi wanita itu yang terus merayuku. Dia sekertaris yang direkomendasikan pengacara Markus, aku tidak bisa menolaknya!" kata Fandi beralasan.

Sungguh, itu hanya sebuah alasan. Sekertaris itu bahkan tidak kenal pengacara Markus sebelum masuk ke perusahaan. Dia baru mengenal pengacara Markus setelah dia bekerja di perusahaan itu.

Tapi, yang namanya seorang pengkhianat ingin mendapatkan kembali kepercayaan Sarah. Maka Fandi akan mudah mengatur semuanya, mengatakan semuanya. Tidak mungkin juga Sarah akan ke perusahaan dan mengkonfirmasi sendiri siapa wanita itu.

"Sarah, jangan marah lagi. Kita sudah sepakat dengan rencana itu kan? aku akui aku sempat salah. Mau bagaimana lagi? kita jarang sekali bertemu. Dan Ratih sama sekali tidak mau disentuh, aku ini pria normal. Aku juga butuh pelampiasan!"

"Itu sama saja kamu tidak setia mas!" pekik Sarah marah.

"Aku cuma setia sama kamu, aku sudah mengaku salah. Aku janji tidak akan aku ulangi. Maafkan aku Sarah, bagaimanapun kita tidak bisa bertengkar seperti ini. Kita punya rencana yang sangat besar. Nanti kalau kita sudah bersama dengan Rafa, aku janji akan memperlakukan kamu dengan lebih baik lagi...!"

"Kalau begitu bawa Rafa padaku. Aku akan maafkan kamu kalau kamu bisa bawa Rafa padaku sekali saja. Aku mau memeluknya, mas!" kata Sarah.

Dia menjadikan hal itu untuk syarat memaafkan Fandi. Karena dia memang sudah tidak bisa bersabar lagi. Fandi seperti tidak serius ingin mempertemukan Sarah dengan Rafa. Setiap kali, selalu saja ada alasannya. Kalau di gertak seperti ini, tidak mungkin kan kalau Fandi tidak berusaha lebih baik supaya Rafa bisa dia ajak bertemu dengan Sarah.

Fandi diam, dia mencoba berpikir. Sebenarnya selama ini Fandi juga sudah berusaha membawa Rafa pada Sarah. Namun ada saja yang dilakukan oleh Ratih. Hingga Sarah hanya bisa sekedar melihat Rafa saja dari jauh. Tanpa bisa menyentuhnya sama sekali.

"Kalau tidak bisa, aku akan membongkar semuanya..."

"Heh, kenapa kamu seperti ini? nanti yang rugi juga kamu sendiri. Kalau kita ketahuan, bukankah kita akan dilaporkan ke polisi?" tanya Fandi.

"Aku tidak perduli, toh selama ini aku juga tidak bisa memeluk Rafa, kan?" tanya Sarah dengan suara meninggi.

Fandi bisa melihat kalau saat ini Sarah masih sangat emosi. Maka Fandi pun berusaha menenangkannya.

"Oke, oke! aku akan berusaha! kamu tenang dulu. Tenang dulu ya!"

"Dan kalau sampai wanita itu hamil, aku akan beritahu Ratih, kalau pria malam itu juga bukan kamu, mas!" gertak Sarah lagi sambil meninggalkan tempat itu dengan wajah yang terlihat masih marah.

Fandi mengepalkan tangannya dan meninjukan tangannya itu ke udara. Dia sungguh merasa begitu kesal. Bisa-bisanya dia di gertak begitu oleh Sarah. Tapi, mau bagaimana lagi, dia memang harus mendengarkan Sarah. Karena rahasianya, di simpan oleh Sarah dan bibi Erma.

Sarah sudah kembali ke kamarnya. Dimana bibi Erma sudah menunggunya, dengan semangkuk bubur hangat di atas meja.

"Sarah..."

Wajah Sarah kembali terlihat pucat. Dia benar-benar menggunakan seluruh tenaganya untuk marah pada Fandi.

"Makan dulu, setelah itu minum obat ya! jangan pikirkan Fandi lagi, dia pasti akan menurutimu. Dia juga akan berpikir berkali-kali kalua mau macam-macam lagi. Kita sudah menggertaknya kan?"

Sarah mendekati ibunya dan merangkul lengan ibunya itu. Sarah menyandarkan kepalanya di bahu ibunya.

"Aku minta pada mas Fandi untuk membawa Rafa padaku, Bu!"

"Iya begitu juga tidak masalah. Nanti ibu akan bantu dia. Sekarang makan dulu!"

Bibi Erma segera menyuapi anaknya. Dia sangat menyayangi Sarah. Dia hanya punya satu anak. Dia hanya ingin anaknya itu bahagia.

Bibi Erma merasa apa yang dia lakukan itu sama sekali tidak salah. Dia hanya ingin anaknya bahagia. Hanya itu, dia akan lakukan apapun untuk anaknya. Dia sama sekali tidak merasa ada yang salah dengan hal itu. Sungguh pemikiran seseorang yang begitu egois. Tapi memang ada hal seperti itu.

**

Malam semakin larut, Ben terbangun dan melihat Rafa yang tidur di sampingnya. Senyum pria itu mengembang. Ben menatap wajah kecil seperti malaikat itu.

Dia tidak menyentuhnya, karena tidak ingin membangunkan Rafa.

'Anakku!' batinnya.

Tapi beberapa detik kemudian, dia menyadari kalau ada yang kurang di ruangan itu. Matanya berkeliling, melihat seluruh isi kamar.

Dan dia tidak menemukan keberadaan Ratih.

Perlahan, sangat pelan sekali. Ben turun dari tempat tidur Ratih itu. Dia berjalan ke arah kamar mandi, tapi tak menemukan Ratih juga disana.

Ben terdiam. Apa yang dia pikirkan? tidak mungkin Ratih akan tidur satu kamar dengannya kan?

Ben keluar dari dalam kamar, seharusnya dia yang tidur di kamar tamu. Ben mengetuk pintu kamar tamu yang ada di sebelah kamar Ratih. Tapi begitu dia memegang gagang pintu. Pintunya terbuka.

Ben membuka pintu itu, dan melihat Ratih tidur di sana. Wajah yang tenang, dan selimut yang sedikit berantakan.

"Ratih..."

Tangan Ben perlahan menyentuh pipi Ratih. Dan hal itu membuat Ratih, menggeliat perlahan.

"Rafa, anak kita Ratih! Rafa adalah anakku! maafkan aku, seharusnya aku jujur padamu sejak lama, pria malam itu. Adalah aku! Maafkan aku Ratih!"

Mata Ben berkaca-kaca. Sebenarnya sudah lama sekali Ben ingin mengakui hal ini pada Ratih. Tapi dia tidak berani. Dia terlalu takut mengganggu kebahagiaan Ratih dan Fandi. Setelah dia tahu, Fandi sangat jahat. Ben sungguh merasa bersalah.

"Maafkan aku..."

***

Bersambung...

1
Atoen Bumz Bums
bagaimana cara menghilangkan penyakit judi ini biar DIA berhenti gak mau LG,
aku muak nahankan
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!