NovelToon NovelToon
Psychopath Obsession

Psychopath Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: haniyahhputri

ADULT STORY!

Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.

Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.

"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"

"Keparat. Kau memang tak punya hati,"

Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.

Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psychopath Obsession - 34

Sekarang di sinilah Stella berada, mulutnya masih di tutup oleh kain namun tidak dengan matanya. Kedua tangan Stella di gantungkan ke atas. Demi apa pun, Stella rasanya ingin mati saja sekarang menyaksikan pria pria menyeramkan yang ada di hadapannya saat ini.

Muncullah Rodriguez dari pintu masuk, Stella tidak mengenal sosok itu sebab baru pertama kali  melihatnya. Stella tidak pernah tahu bahwa urusan Allferd tidak hanya dengan Werner saja.

"Hai cantik, akhirnya waktu yang paling aku nanti-nantikan telah tiba." Sapa Rodriguez lalu duduk di kursi yang berjarak tiga meter dari tempat Stella berdiri.

Stella hanya mengerjapkan matanya, tidak mengerti apa maksud pria di hadapannya ini.

"Sepertinya kau tidak mengenaliku, tapi ayahmu sangat mengenaliku. Aku Rodriguez jika kau ingin tahu namaku," Rodriguez kembali berbicara.

Dahi Stella bergelombang mendengar kata 'ayah', rasanya sudah lama sekali Stella tidak mendengar kata itu. Bahkan Stella sendiri tidak tahu dimana ayahnya berada sekarang, mereka sudah tidak saling menghubungi selama beberapa tahun belakangan ini.

"Ayahmu telah membuatku kehilangan seseorang yang aku cintai, bagaimana jika aku membuat kita menjadi impas? Aku akan membiarkan Allferd kehilangan orang yang di cintainya juga,"

Tanpa sadar, Stella sudah menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak, Allferd tidak boleh kehilangan seseorang lagi. Rasanya tidak adil mengingat orang-orang yang dicintai oleh Allferd telah pergi meninggalkannya, bahkan di saksikan langsung oleh mata kepala Allferd sendiri.

"Rasanya kurang menyenangkan jika wanita secantikmu langsung menghadap kematian,

bagaimana jika kau memuaskanku terlebih dahulu?" Rodriguez tersenyum miring, menatap Stella remeh.

Stella melototkan matanya, ia lebih rela jika ia langsung di bunuh dari pada harus memuaskan nafsu pria ******** ini. Stella bersumpah akan menghantui Rodriguez dimanapun kepanpun hingga Rodriguez memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Stella memejamkan mata saat Rodriguez melangkah maju demi maju mendekatinya, tatapan nakal milik Rodriguez membuat darah Stella semakin mendidih.

Saat tangan besar Rodriguez berhasil menyentuh buah dadanya, dengan cepat Stella menendang dada pria itu sekuat tenaga, untung saja kakinya tidak di ikat. Kini Stella tahu alasan kenapa Allferd menyiapkan sepatu ini untuknya.

Napas Stella memburu, menatap Rodriguez dengan tatapan membunuh. Kini musnahlah semua ketakutan yang bersembunyi dalam diri Stella. Ia tidak akan pernah takutterhadap ******** seperti ini.

Merasa kesal, Rodriguez melemparkan pistol mengenai kepala Stella. Kepala Stella seketika  rasanya menjadi pening, namun sebisa mungkin Stella menahannya bahkan kepalanya sudah mengeluarkan darah. Ia harus menahan dirinya agar tetap terjaga.

"Kau sama pelacurnya dengan ibumu! Dasar kau pelacur dari wanita murahan seperti ibumu!" Teriak Rodriguez.

Stella tidak bisa menahan kekesalannya lagi, tapi sial sangat sial, ikatan di kedua tangannya ini sungguh kencang.

Rodriguez kembali berdiri dengan tegak, pria itu tersenyum miring. "Baiklah gadis pelacur, kau menantangku rupanya."

"Pegang kedua kakinya!"  Perintah Rodriguez, Stella membulatkan matanya. Jika kedua kakinya tertahan sama saja ia tak bisa melawan.

Jeritan Stella tertahan dengan kain yang menutupi mulutnya. Rodriguez mendekati Stella langkah demi langkah, lalu merobek pakaian yang Stella gunakan menggunakan pisau. Setelah berhasil merobeknya, Rodriguez melemparkan pisau itu ke segala arah.

Stella berusaha menggerakkan kedua kakinya, namun usahanya nihil. Tenaga mereka jauh lebih kuat dari pada tenaganya.

Untung saja ia memakai crop top, jadi tidak akan mudah untuk Rodriguez melihat pakaian dalamnya.

BRAK

Mobil hitam dengan kecepatan tinggi menabrak kayu-kayu dan masuk menghantam ke dalam ruangan ini. Seketika perhatian semua orang tertuju kepada mobil itu, dengan cepat Stella menendang kepala orang yang sedari tadi menahan pergerakan kakinya lalu menendang titik sensitif Rodriguez.

Stella tersenyum puas.

"Kau?!" Rodriguez membentak marah kepada Stella.

BRAK

DOR! DOR! DOR! DOR!

Seorang pria keluar dari mobil hitam tersebut, menembaki satu persatu menggunakan kedua pistolnya sekaligus untuk menghabisi semua orang yang berada di sini. Tak lupa juga Allferd menembak Rodriguez.

Allferd bersumpah jika kematian Rodriguez tak akan Allferd di buat mudah saat melihat kepala Stella yang berdarah dan pakaian yang sudah robek.

"Stella, close your eyes!" Teriak Allferd, pria itu tidak ingin melihat jiwa psikopat Allferd menguasai tubuh pria itu.

Stella menurut, segera ia memejamkan matanya namun rasa penasarannya lebih besar di bandingkan penurutnya kepada Allferd.

Stella memang menutup matanya, namun ia sedikit mengintip apa yang akan Allferd lakukan.

Stella terkejut dalam diam melihat Allferd menginjak dada Rodriguez dengan mudahnya. Tetap sama, wajah Allferd tetap datar tak berekspresi ketika sedang membunuh.

Setelah menancapkan pisau kepada tangan kanan dan kiri Rodriguez, Allferd juga menginjak leher Rodriguez sekenanya. Ini adalah pertama kali Stella melihat Allferd membunuh seseorang dengan cara ini selain menembak, ternyata Allferd jauh lebih menyeramkan dari bayangan Stella.

Tembakan terakhir, seperti biasanya menjadi penutup Allferd ketika membunuh seseorang. Setelah menyingkirkan jasad Rodriguez agar Stella tidak bisa melihatnya, Allferd membuang sarung tangan hitam yang ia gunakan lalu segera mendekati Stella. Memotong tali yang mengikat tangan Stella dan membuka kain yang menutupi mulutnya.

Stella segera memeluk Allferd dengan sangat kencang, "dia menyentuhku," isak Stella. Allferd mengusap punggung Stella dengan lembut.

"Semuanya sudah berakhir, kau tidak perlu takut, kita akan segera pulang." Ucap Allferd berusaha menenangkan Stella, kemudian pria itu memakaikan Stella jaket hitam yang Allferd gunakan. Membawa Stella keluar dari neraka ini.

Namun baru beberapa mereka pergi melangkah keluar, ternyata ada seorang anak buah Rodriguez yang sedang sekarat, mengambil pistol lalu menembaki dada Allferd sebanyak tiga kali.

DOR! DOR! DOR!

Dengan cepat, Stella mengeluarkan pistolnya dan menembak pria yang baru saja menembaki dada Allferd. Stella menembaki pria itu sebanyak lima kali, memastikan jiwa pria itu tidak akan terbangun lagi, Stella juga menembaki ulang jasad-jasad lainnya.

"Allferd?" Stella melemparkan pistolnya ke sembarang arah. Ia memeluk Allferd yang kini semakin melemas, Allferd menatap Stella dengan tatapan sayu.

"Allferd!" Stella menepuk pipi Allferd berulang kali, berusaha agar Allferd tetap tersadar.

Allferd merintih kesakitan, menyentuh dadanya yang terasa panas dan sakit. Darah sudah melumurinya.

"Stella.." rintih Allferd.

Stella mendekatkan wajahnya ke wajah Allferd "Allferd bertahanlah, jangan tinggalkan aku, kita akan pulang bersama, genggam aku erat-erat," Stella mengaitkan tangan kirinya ke telapak tangan Allferd yang kini mulai terasa semakin dingin, wajah Allferd juga semakin terasa semakin pucat.

"Will you marry me Stella? ... Be my wife ... and ... be my mother ... from my children?"

Air mata Stella semakin membanjiri wajah Stella. Di saat sekarat seperti ini Allferd masih sempat-sempatnya melamar dirinya.

"Kau bilang, ... Aku ...harus ... menanyakan ini ... Ketika semua urusanku ... Telah selesai ... " Ucap Allferd sambil terengah-engah.

Dengan cepat Stella menganggukkan kepalanya, "Yes, I Will. I Will be Mrs Maverick. So, don't leave me, hold me tight!"

Tangan Allferd terangkat, mengusap air mata Stella dengan gerakan lembut. "I don't like when you crying, kau tau apa yang harus kau lakukan besok pagi," bisik Allferd.

"I love you Stella Daddario," bisik Allferd sekali lagi sebelum pandangannya semakin mengabur dan tubuhnya semakin mati rasa.

"I love you to Allferd Xander Maverick." Balas Stella sepenuh hati, mendaratkan sebuah kecupan bertepatan dengan terpejamnya mata Allferd.

"Allferd? Allferd! Bangunlah!" Teriak Stella, berulangkali menepuk pipi Allferd namun hasilnya nihil, Allferd tidak bergerak sama sekali.

Isakan Stella semakin kencang, denyut jantung Allferd semakin melemah. Stella tidak akan pernah rela membiarkan Allferd pergi meninggalkannya selama-lamanya.

Allferd telah menyadarkannya, apa arti berjuang atas nama cinta yang sesungguhnya. Perlakukan obsesi, posesif Allferd adalah cara bagaimana Allferd melindungi orang yang di cintainya.

Stella merogoh saku jaket Allferd, ia menemukan secarik kertas. Segera ia membaca surat itu dengan saksama.

Aku Allferd Xander Maverick. Pria yang terobsesi untuk mencintai seorang Stella Daddario.

Aku tidak pandai berpuitis, mungkin ini adalah surat terakhir yang bisa aku berikan kepadamu.

Stella, aku mencintaimu, lebih dari diriku sendiri, nyawamu jauh jauh lebih berharga ketimbang nyawaku. Kau pantas bahagia, bukan bersamaku, pria yang selalu menarikmu ke dalam bahaya.

Jika kau membaca surat ini, segeralah pulang ke New York, melanjutkan karirmu yang semakin menjulang, aku selalu ada di hatimu, mendungkungmu setiap saat, menjagamu dari jauh setiap detik, aku akan selalu tetap bersamamu.

Stella ... Kau pantas bahagia, kau pantas hidup dengan tenang,maafkan aku yang selalu membawamu ke dalam jurang bahaya.

Bertahanlah, kau orang yang kuat, banyak yang mencintaimu termasuk aku. Kau hebat, bisa melalui ini semua.

Aku tahu, apa bila kau membaca surat ini, sesuatu yang buruk telah terjadi.

Terima kasih sudah

bertahan sejauh ini denganku Stella, melewati semua bahaya. Terima kasih juga karena telah bersedia menjadi istriku, aku sangat tahu bahwa kau akan menerimaku karena kau mencintaiku.

Aku.. istirahat dahulu ya? Jaga dirimu baik-baik, aku percaya kepadamu.

I love you Mrs. Maverick. And I will miss you, so bad.

Regards with love,

Mr. X

Mulai detik ini, Stella benci terhadap apapun yang berkaitan dengan surat. Mata Stella berubah menjadi teduh, mengusap kepala Allferd dengan lembut.

"And I will miss you too so bad Allferd."

~SELESAI~

AYE AYEEEEE AHAAIII

GIMANA PENDAPAT KALIAN TENTANG PART KALI INI??? KOMENTARNYA DI TUNGGU!!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ga dong canda, cerita ini ga akan tamat di episode ini hahaha!!

Tunggu part selanjutnya, tapi aku ga bohong kalau cerita ini sebentar lagi bakal tamat.

GASABAR KETEMU KALIAN LAGI, SEE YOU AT NEXT PART!! TRIMAKASII UDAH BACA CERITA ABSURD INI :*

1
namia khira
Ok bagus ceritanya /Good/
s
jarum yang menancap
s
tangannya ia lipat di depan dadanya
Hiatus
lah baru ketemu main sosor ya gimana gak emosi ceweknya.
Elin Damayanti
gatau knp tapi gw suka bgt baca novel tentang pyschopat obsessi gtu 😭❤️😊
haniyahhputri
excited banget sekarang udah bisa ketemu Victoria Aiden di My Bad Boy Bodyguard
yaty
tahniahhhh author
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Susila Wati
Samuel Anderson Lucifer sprtiny iblis atw vampir ya!🤔
Ajib Azam
lanjut up tor
Eva
mulai otw ...
....
stella punya mslah apa ama rodrigues
^⁠__⁠daena__⁠^
Kak haniyah aku kangen Maverick 😭😭😭
Setyawati Sukmara
aku suka cerita nya seru
raraprnc
saran aja ni buat author nya, klo nge sensor kata2 jgn di sensor semua misalnya:
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏
haniyahhputri: maaf yaa, untuk bagian sensor kata udah otomatis diubah waktu dipublikasikan 😁 aku engga seteliti itu buat ubah smua kata umpatan yg banyak bgt, alias dari aku pribadi gak pernah sensor, itu udah otomatis keganti sama servernya:")
total 1 replies
Sanni Abdillah
ini ngegantung thor mana lanjutannya aku tunggu2 lho udah lama sekaliiiii ...
abel
kapan up thorr, udah lama nunggu nii
Hesti Sagita
kayaknya seru klu ada cerita Aiden Victoria🤣🤣
haniyahhputri: emang ada ko ceritanya 😃 masuknya ke Maverick Series #2 yang ketiga versi Samuel
total 1 replies
Hesti Sagita
abis ngebunuh kakaknya besok tinggal emaknya Stella deh
Hesti Sagita
secara nggak langsung Stella pingin di lihat nyata bukan hny angan" oleh Allferd
Hesti Sagita
Caryn ada2 aja masa iya ada manusia kayak Samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!