NovelToon NovelToon
Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Menikahi tentara / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:544.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Follow;
FB~Lina Zascia Amandia
IG~Deyulia2022
WA~ 089520229628

Seharusnya Syapala sangat bahagia di hari kelulusan Sarjananya hari itu. Namun, ia justru dikejutkan dengan kabar pertunangan sang kekasih dengan perempuan lain.

Hancur luluh hati Syapala. Disaat hatinya sedang hancur, seorang pria dewasa menawarkan cinta tanpa syarat. Apakah Syapala justru menerima cinta itu dengan alasan, ingin membalaskan dendam terhadap mantan kekasih?

Ikuti terus kisahnya dan mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Sebuah Penyesalan

     Suasana malam itu di meja makan keluarga Erkana, seperti biasa selalu terjadi obrolan setelah makan malam berakhir.

     Erlaga langsung berpamitan pada semua dari meja makan itu, dengan alasan harus memenuhi panggilan Komandannya di markas. Mengingat, satu minggu lagi keberangkatan dirinya ke Papua.

     "Tidak terasa sebentar lagi kamu akan meninggalkan kami untuk Satgas." Bu Zahira mendesah, nada bicaranya sedih.

     "Masih ada Bang Kala di sini, Ma. Laga harus kembali ke markas. Laga pamit dulu, ya," ucapnya dan berlalu, menyisakan kesedihan yang dalam bagi Bu Zahira.

     Rasa yang sama tiba-tiba saja menyelinap dalam hari Syapala. Bagaimanapun juga, Erlaga pernah mengisi relung hatinya.

     "Ternyata benar, dia akan dikirim ke Papua. Kenapa aku merasa sedih, harusnya bahagia? Bukankah ini bagus, dia akan merasa jauh dengan orang-orang terdekatnya, termasuk tunangannya, dokter Prita," batinnya heran.

     "Tidak apa-apa, Ma. Kalau sudah tugas, mau seperti apapun kondisi lapangan di sana, Laga tetap harus pergi dan dikirim ke sana. Kita doakan saja agar Laga selalu dalam lindungan-Nya, sehat selamat dan kembali pulang," sela Pak Erkana menghibur hati sang istri yang sedih.

     "Iya, Mama jangan terlalu sedih dan khawatir. Yang paling penting bagi Laga adalah doa Mama dan Papa. Buktinya Kala, atas doa Mama dan Papa, akhirnya pulang dengan selamat setelah menghabiskan 16 tahun Satgas," sambung Arkala ikut menghibur sang mama yang memang terlihat sangat sedih.

     Dulu pun sama, Bu Zahira sedih saat melepas kepergian Arkala Satgas, bahkan yang tidak disangka, setelah Satgas di dalam wilayah negara sendiri, ternyata Arkala kembali ditugaskan ke wilayah negara lain yang tengah berkonflik. Hal itulah yang ditakutkan Bu Zahira.

     "Lantas, bagaimana jadwal rapat koordinasimu keluar kota itu, Arka?"

     Pak Erkana mengalihkan obrolan ke topik lain demi meredam kesedihan sang istri, karena Erlaga yang akan dikirim Satgas Papua.

     "Jadi, Pa. Sabtu dan Minggu. Kemungkinan Minggu sore Kala kembali."

     "Syukurlah. Semoga lancar perjalanannya dan sukses acaranya."

     Obrolan itu mengakhiri kebersamaan mereka di meja makan. Bu Zahira dan Pak Erkana tidak langsung menuju kamarnya untuk beristirahat, mereka terlebih dahulu menuju ruang tengah untuk sekedar menonton TV.

     Sementara Kala dan Syapala, segera menaiki tangga dan menuju kamarnya. Tiba di lantai atas, keduanya justru bertemu dengan Erlaga. Punggungnya menggendong tas ransel tentara.

     Erlaga menatap sekilas keduanya. Setelah itu, ia segera melangkah tanpa permisi. Namun, suara Arkala yang menahannya memaksa Erlaga berhenti.

     "Laga, tunggu. Aku mau bicara." Suara tegas itu berhasil membuat Laga menghentikan langkahnya.

     "Masuklah ke kamar," suruh Arkala pada Syapala. Syapala patuh, ia bergegas menuju kamar. Meskipun dalam hatinya dipenuhi tanda tanya besar, tapi Syapala memilih patuh dengan titah Arkala.

     Erlaga berhenti tanpa membalikkan badan. Dia menunggu sang abang bicara. Dadanya mulai turun naik, ada rasa rindu yang dalam yang biasanya selalu ia tumpahkan dengan bercerita penuh teriakan ketika mereka hanya bisa menumpahkan rindu lewat sambungan telpon.

     Namun, keadaan itu, kini bagai hilang ditelan dinginnya angin malam. Yang tersisa hanyalah sikap saling bermusuhan satu sama lain. Akan tetapi, di palung hati terdalam, antara keduanya masih tersimpan kasih sayang dan rindu yang dalam. Entah sampai kapan akan terurai dan kembali seperti dulu, sebelum kisah Syapala dan Erlaga ditemukan kandas oleh Arkala.

     "Aku tahu apa yang saat ini kamu rasakan. Seharusnya kita tidak seperti ini. Kamu tetap adikku dan selamanya adikku. Tentu kamu juga tahu selama ini perasaanku padamu. Itu tak kan berubah, terlepas saat ini hubungan kita sedang seperti ini. Berjuanglah di medan laga, untuk kembali bisa pulang dalam keadaan selamat, demi bangsa dan negara juga Mama dan Papa," ucapnya, berbicara pada adik laki-laki satu-satunya yang selama ini dia sayangi.

     Desahan napas terdengar berat, Erlaga membalikkan badan perlahan. Namun, bersamaan dengan itu, Arkala berlalu meninggalkan Erlaga yang menatap sendu kepergian sang abang.

     Ada titik bening yang tiba-tiba jatuh tak tertahan dari sudut mata. Lalu pria rupawan itu memejamkan mata. Tidak disangka, kedekatan yang selama ini sangat erat, sirna begitu saja bersama hancurnya hubungan Erlaga dan Syapala.

     "Aku tahu Abang masih menyayangi aku. Tapi, kenapa kita harus seperti ini?" batinnya sedih. Erlaga kembali membalikkan badan dan berlalu.

     Arkala terus berjalan memasuki kamar. Di dalam kamar tidak ditemuinya Syapala. Namun, suara gemericik air di dalam kamar mandi, menandakan istrinya yang masih belum ia sentuh itu sedang berada di dalam kamar mandi.

     Arkala bergegas menuju balkon setelah ia membuka kaosnya. Karena hari ini terasa sangat gerah.

     Asap rokok yang menjulang ke udara, berjalan bersamaan terdengarnya deru mesin mobil meninggalkan halaman depan.

     "Dia baru pergi," gumamnya sedih. Arkala tahu, meskipun saat ini perang dingin antara dirinya dan sang adik sedang terjadi, akan tetapi perasaan sayangnya pada sang adik tidak akan sirna.

     Di dalam kamar, Syapala baru saja keluar dari kamar mandi. Ia sudah menyelesaikan ritualnya sebelum membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

     Perempuan muda itu, belum mendapati Arkala di dalam kamar. Tapi, gorden menuju balkon yang masih tersibak, menandakan kalau suaminya itu berada di sana.

     Syapala segera menaiki ranjang, membenahi dirinya dalam pembaringan. Bayangannya kembali pada Erlaga, yang terlihat sedih tatkala tadi berpapasan dengannya dan Arkala.

     "Sejak kapan hubungan Kak Laga dan Bang Kala dingin seperti itu, apa sebelumnya seperti ini? Tapi, aku rasa tidak. Apa mungkin karena Bang Kala tahu kalau aku adalah mantan kekasih Kak Laga yang dia khianati demi dokter Prita. Seharusnya aku tidak ada diantara Kak Laga dan Bang Kala. Lagipula, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan yang seharusnya tidak perlu terjadi."

     Dengan perasaan penuh sesal, Syapala menyesali pernikahan ini terjadi. Sebab pernikahan ini dan kandasnya hubungan dirinya dan Erlaga, justru memicu perang dingin antara kakak beradik.

     "Jika aku tahu pada akhirnya permusuhan mereka akan berlanjut, aku menyesal pernikahan kesepakatan ini terjadi. Aku sudah menyebabkan dua saudara saling bermusuhan."

***

     Hari Sabtu, di dalam kamar ukuran 5 x 8 meter itu, Arkala sudah bersiap untuk pergi. Sebetulnya dia sangat kecewa karena Syapala tidak bisa mendampinginya di rapat koordinasi pekan ini.

     "Bagaimana tanggapan mereka apabila aku tidak didampingi Syapala?" batinnya bingung.

     Arkala segera melangkah keluar pintu kamar, sambil mendorong koper kecil berisi barang pribadi dan berkas penting.

     Dia tidak merasa perlu lagi berpamitan pada Syapala yang kini sedang berada di dalam kamar mandi. Sebab semalam, ia sudah menyinggung keberangkatannya ke luar kota, tanpa respon apapun dari Syapala.

     "Lho, Arka, di mana istrimu? Kenapa dia masih belum siap?" Bu Zahira menatap Arkala heran, karena tidak didampingi Syapala.

     "Anu, Ma...."

     "Kenapa kamu keluar duluan, gimana kalau istrimu bawaannya berat," protes Bu Zahira kurang senang.

     Arkala tertegun, dia bingung bagaimana mau menjawab.

     Hayo, alasan apa kira-kira yang akan Arkala berikan, tentang Syapala yang tidak ikut mendampinginya rapat koordinasi?

1
Yus Mairani
pasti abangnya dokter prita
Nilam Sari
yes ...aku suka caramu kala😄
Nilam Sari
gedek aku nengok pala ini
Lina Zascia Amandia: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Naura Elpi
saya suka cerita kisah sahpala dan arkalah seru banget
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Merica Bubuk
Klo kata si Sakala mh Oon bin Bahlil, eh Bahlul 🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Wkwjwkwk
total 1 replies
Sumarsih
semoga erlaga bisa balik lagi ya thor, aku kok mewek ini
Lina Zascia Amandia: Aamiin..
total 1 replies
Cucu Siti Hodijah
udah lah bikin arkala pergi sj, biar tau rasa si pala peang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBulan❀∂я
Ya ampun Pala, sampai segitunya kamu ngomong begitu... 🤭
Rahma Inayah
SDH bolak BLK ketik GK ktm2 judul nya
Lina Zascia Amandia: Ada Kak... langsung ke profil sy aja Kak. Nanti ketemu....
total 1 replies
Prafti Handayani
Dah skrg tinggal nunggu kbr hamidunnya syapa...
Prafti Handayani
Berkali kali kamu melakukan kslhan tapi selalu dimaakan.begitupun kamu tdk ad perunahan sya.jgn sampai kamu bnr"ditinggalkan nru sadar akan kslhnmu.
Udah dpt suami tampan,sabar,mapan masih jg gag bersyukur.
Prafti Handayani
Ayo Arka kjr istrimu...Saat ini dia otw Duel...😊😊😊
Prafti Handayani
Agag laen emg otak si prita ini.
Cocok kamu prita di bawa ke RSJ.otakmu perlu di riset ulang🙄😡
Prafti Handayani
terakhir ni bkn benci sm antagonis.jdiny malah benci sm protagonis.buat si syapa ni ketar ketir thor.
otak kok keras banget.kesannya jdi sombong kamu sya.
gag suka aq
Prafti Handayani
Ngadi ngadi ni perusahaan.
Dahlah Risign az.krn pasti paksu gag ksih pergi.
Blg az gag dikasih suami pergi ksn.krn hrus siap dampingi suami kalau tiba"ad tgs negara.maklumlah nmnya ibu persit.
itu udh alasan yg paling bagus
lok perusahaan msih maksa lebih baik risign.bkn gag pro tpi ngadi"
yerkecuali emg kamunya yg sok pro dan pengen unjuk gigj di kntor.
Lina Zascia Amandia: Syapa yg ingin unjuk gigi kayaknya.... 😄😄
total 1 replies
Prafti Handayani
ibunya syapa dtg.kalok gag si rubah.
Prafti Handayani
Kelamaan syapa.bagaimana kamu mauobe on,kalok kamu yg membatasi diri kamu sndiri dgn suamimu...pahamilah arti ijab dan qobul syapa.dan kamu akan tau dan pasti bs merima pernikanmu dgn ikhlas dan penuh cinta.
Prafti Handayani
Buat si syafa cemnuru tiap saat.dgn dekatnya si kowat dan Kala.yah walau nti si kowat gag bmr"jdi pelakor.yg penting buat manas"in syapa az.biar dia sdr kalok. sbnrnya dia cinta sm kala.hanya sj msih gengsi.
Prafti Handayani
Gpp trus az pura"tdur lbih dlu tiap mlm.Biar bebas Kala meluk kamu tiap mlm.
Prafti Handayani
Hmm,,biar az smntra si Abang di ganggu Kowat slma tdk mlwti btsan.Biar si Syapa mikir...
Biar dia cemburu buta.
Lina Zascia Amandia: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!