"Aku tidak butuh uangmu, Pak. Aku hanya butuh tanggung jawabmu sebagai ayah dari bayi yang aku kandung!" tekan wanita itu dengan buliran air mata jatuh di kedua pipinya.
"Maaf, aku tidak bisa!" Lelaki itu tak kalah tegas dengan pendiriannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin serius denganmu
"Ih, kok malah tidur di sana. Keluar nggak!" usir Sofia menarik Axel agar bangkit dari tempat tidurnya.
"Aku nggak mau, Sofia. Aku mau tidur sebentar," tolak Axel menahan tubuhnya agar tetap menguasai tempat tidur Sofia.
"Bapak apa-apaan sih? Ngeselin banget jadi orang!"
"Salah aku dimana coba? Aku cuma mau istirahat kenapa tidak boleh?"
"Iya ini kamar aku. Kalau bapak mau istirahat sana di luar."
"Aku nggak mau. Pokoknya aku maunya disini saja titik."
Sofia berdecak kesal melihat tingkah Axel. Ia tak lagi meladeninya. Ia membuka pintu lemari pakaiannya mengambil handuk bersih untuk di berikan pada Axel.
Axel menikmati tempat tidur sederhana milik sang istri. Rasanya cukup nyaman dan tenang. Bersih dan juga wangi, berarti tadi Sofia membersihkan kamar dan juga semua ruangan di rumah ini. Pantas saja tadi dia kelelahan.
"Sofia?" panggil Axel yang tak di gubris oleh wanita itu.
"Sof! Telinga kamu masih aman kan?" Axel bangkit dari tempat tidur lalu menghampiri Sofia yang tengah sibuk mengubek lemari pakaiannya.
"CK, kamu tuh dosa mengabaikan panggilan dari suami. Nanti benaran tuli baru tahu rasa," omel lelaki itu berdiri di samping Sofia.
Sofia menoleh sesaat dengan tatapan malas. "Mau apalagi sih? Katanya mau istirahat? kenapa masih ngoceh nggak jelas," jawab Sofia.
"Aku itu mau nanya sama kamu, tapi kamunya nggak jawab. Dikira nggak dosa mengabaikan panggilan dari suami?" timpal axel gemas.
"Bapak itu mau tanya apa?" Sofia menghadap pada Axel.
"Tadi kamu yang membersihkan rumah ini? Kamu ngerjainnya sendiri?"
"Nggak, aku di bantuin sama dokter Seno."
"Apa? kamu di bantuin Seno? Jadi tadi kalian berduaan di rumah?" tanya Axel memberondong.
"Jika benar, emangnya kenapa?" jawab Sofia sengaja memancing huru-hara.
Axel seketika menatap tajam. Dadanya juga terasa panas bak api yang sedang membara.
"Kamu nggak tahu malu banget ya. Kamu itu sedang mengandung anakku, tetapi kamu masih berani menggoda adikku. istri macam apa kamu ini." Axel seketika emosi.
Sofia hanya tersenyum acuh melihat Axel marah-marah tak jelas. Apakah lelaki itu sedang cemburu? Tapi mana mungkin, karena Axel tidak menyukai dirinya.
"Sana mandi dulu, nanti marahnya di sambung lagi," ucap Sofia menyerahkan handuk bersih pada Axel.
"Aku sedang bicara serius denganmu Sofia," ujar Axel menyorot tajam.
"Bapak kenapa sih? Kenapa bapak begitu marah? Lagian aku dan dokter Seno tidak berbuat macam-macam," jawab Sofia.
"Kamu tanya aku kenapa? Kamu benar-benar menganggap pernikahan kita ini tidak ada artinya. Padahal aku sedang berusaha untuk memperbaikinya."
Sofia terdiam menatap bingung. memperbaiki seperti apa yang di maksud oleh Axel?
"Memperbaiki?" tanya Sofia tidak paham.
Axel menghela nafas dalam. Bagaimana caranya menjelaskan pada Sofia bahwa ia ingin serius menjalani hubungan ini.
"Sof, bukankah tadi kita sudah membahasnya? Aku ingin memperbaiki hubungan kita. Aku ingin kita menjalani pernikahan ini dengan serius." akhirnya Axel mengutarakan niat baiknya pada sofia.
Sofia hanya terdiam dengan pikiran entah. Apa yang harus ia katakan? Masih sangat ragu dengan keseriusan Axel. Jika di ingat kembali bagaimana axel pernah begitu benci dan menolak kehadiran dirinya.
"Sofia, kamu kenapa diam saja saat aku membahas tentang hubungan kita? Apakah kamu tidak ada niat ingin serius juga denganku? Apakah perasaanmu memang untuk Seno?" tanya Axel menatap sendu.
Bersambung....
makanya kalau mau buang lendir liat" dulu orgnya/Curse/
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭