Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34 BINGUNG
Yuki masuk ke dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar Tuan Elzel, kamar yang lebih kecil dibandingkan dengan kamar Majikannya, tapi cukup besar menurut Yuki. Dinding kamar yang berwarna hijau, terdapat satu kasur yang sangat besar untuk ditiduri sendirian, serta terdapat satu lemari baju, dan meja hias di dalam sana.
Saat masuk ke kamar mandi, kran di sana tidak mengeluarkan air sama sekali. Sementara Yuki tak bisa memakai kamar mandi itu, sepertinya rusak. Dan segera di perbaiki oleh orang yang mengerti dengan pekerjaan itu.
"Huh! Terpaksa harus turun ke bawah kalau kebelet pipis, atau mau mandi, dari pada ke kamar Tuan Elzel, mending aku turun!" Batin Yuki.
Yuki mengganti bajunya, kemudian melanjutkan berberes-beres, memasukan baju-bajunya ke dalam lemari, melakukan apa saja agar terlihat sibuk. Lagi-lagi dia tidak sadar kedatangan Tuan Elzel yang sudah berada di kamarnya dengan menyandarkan tubuh ke pintu dan melipat kedua tangannya.
"Ehem!" Tuan Elzel berdehem, membuat kaget Yuki. Yuki menghentikan aktivitasnya.
"Bagaimana Tuan bisa masuk? Kan pintu aku kunci?"
"Ini kan rumahku!" Jawaban singkat Tuan Elzel.
"Tuan mau apa?"
"Pertanyaan macam apa itu?" Tuan Elzel mengernyitkan dahinya,
"Maksudku, apa Tuan lapar? Atau Tuan mau sesuatu?"
"Aku mau tidur."
Tuan Elzel merebahkan tubuhnya ke kasur, memejamkan matanya.
"Tuan, kenapa tidur di sini? Kamar Tuan di sebelah," Yuki menjadi panik, dan menjadi salah tingkah.
"Diam lah! Tetaplah disini!"
Hening.
Yuki mendekat ke arah Tuan Elzel, memperhatikan wajah tampan majikannya itu.
Yuki semakin mendekat, dan duduk di samping Tuan Elzel yang sudah tertidur pulas.
"Tuan pasti lelah ya? Kemarin seharian di jalan, terus tadi pagi sekali sudah berangkat ke Proyek," Yuki berbicara sendirian, sambil terus menatap wajah Tuan Elzel.
Makin lama memperhatikan wajah majikannya itu, jantung Yuki semakin berdegup kencang.
"Perasaan macam apa ini?!" Teriak Yuki di dalam hati.
Yuki menyeka kemeja yang di pakai Tuan Elzel, membuka satu persatu kancingnya, melonggarkan supaya Tuan Elzel lebih nyaman.
"Yuki..." Tuan Elzel menarik tangan Yuki. Baru kali ini tuan Elzel mengucapkan namanya dengan lembut.
"Iya, Tuan. Maaf Membangunkan Tuan, aku hanya menyeka baju Tuan, biar Tuan tidurnya nyaman." Yuki berusaha tenang, walau sekarang jantungnya serasa sedang bergejolak, atas tatapan tajam majikannya yang tampan.
"Tetaplah di sini," Tuan Elzel berbaring di atas pangkuan Yuki, kemudian melanjutkan tidurnya.
Yuki semakin tidak karuan rasanya, jantungnya akan copot, dia benar-benar salah tingkah.
Gadis belia yang baru lulus SMA, serta belum pernah dekat dengan seorang laki-laki, kini harus dihadapkan dengan seorang Majikan yang tingkahnya seperti ini, inilah sisi lain seorang Tuan Elzel, dia seorang yang manja.
Lagi-lagi Yuki menenangkan diri, berkali-kali dia mengambil nafas, dan membuang dengan perlahan.
Tuan Elzel sudah terlanjur nyaman di sana, semakin membenamkan wajahnya di pangkuan Yuki.
Yuki bingung harus bagaimana, dia memasrahkan semuanya. Mencoba menenangkan diri, dengan membelai-belai lembut rambut Tuan Elzel yang semakin tertidur pulas.
__________
Drrrttt...
Suara HP berbunyi, itu adalah suara HP Tuan Elzel yang berada di saku celananya. Bunyi dan getar dari HP itu berhasil membangunkan Tuan Elzel yang baru saja akan memasuki dunia mimpi, kini harus terbangun.
"Siapa sih?! Mengganggu saja!" Tuan Elzel bangkit, mengambil HP-nya, tertera nama di layar HP itu. Diandra, yang melakukan Video call.
Tuan Elzel menggeser tombol hijau ke atas,
"Halo, Sayang!" Sapa Diandra dari seberang telepon, dengan suara yang terdengar ceria.
"Em!" Tuan Elzel seperti enggan berbicara kepada Diandra, Yuki yang mendengar percakapan mereka berdua, hanya menyimak.
"Apa kabar, Sayang? Kamu lagi di mana?"
"Aku mau tidur, aku capek habis dari Proyek,"
Tuan Elzel sedikit mengangkat HP-nya, sehingga nampak wajah Yuki di layar HP itu.
"Lho? Kamu di kamar, Yang? Kok ada Babu itu, sih?"
"Hoam! Aku ngantuk, Dya. Nanti saja aku telepon!"
Tut!
Telepon dimatikan. Tuan Elzel melanjutkan tidurnya, tapi tidak lagi di pangkuan Yuki. Yuki hanya terdiam, bingung harus ngapain.
Sementara Diandra terlihat kesal, dengan membanting HP-nya ke kasur.
"Ih, sial! Sial! Sial! Aku gak diajak ke Proyek, dia malah mengajak Babu itu!" Teriak Diandra, marah.
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""