Seorang pria yang mempunyai kekuatan supranatural yang mana kekuatan tersebut tidak dapat diidentifikasi asal dan jenisnya bahkan oleh dirinya sendiri.
Namun dunia dimana ia berada saat ini, sangat jarang atau mungkin hanya dia seorang diri yang mempunyai kekuatan supranatural.
Sehingga bagi mereka yang telah mengetahui kekuatannya, merasa takut dan menjauhinya bahkan keluarga terdekatnya termasuk orang tuanya.
All hasil, ia terpaksa menjadi seorang penyendiri menjalani hidup yang membosankan dan tak berwarna.
Sampai suatu ketika saat ia sedang tidur di kamarnya, terjadi sebuah fenomena aneh yang membawanya ke dunia yang sama sekali tidak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryugen's perfect evolution
Saat ini tepat di atas langit seluruh kerajaan ras demi human, sebuah badai disertai kilatan petir yang sangat lebat tengah bergemuruh seolah hendak menerpa dan menghancurkan kerajaan tersebut.
Sungguh fenomena yang begitu mengerikan itu, sontak membuat seluruh masyarakat dilanda kepanikan seolah tengah berada di ujung hayat mereka.
Namun anehnya, badai tersebut sebenarnya hanya terus bergemuruh tepat 500 meter di atas permukaan kerajaan dan tidak bisa menembus lebih dari itu.
Asal punya usul, ternyata fenomena tersebut disebabkan oleh alam bawah sadar Ryugen yang tengah mencoba melakukan proses evolusi sempurna.
Adapun alasan sang badai tidak dapat mengenai kerajaan, tentu saja berkat Shiran yang menggunakan tekhnik "netral damage area" untuk melindungi seluruh permukaan kerajaan dari terpaannya.
Kurang lebih 15 menit kemudian, frekuensi sang badai perlahan menurun hingga menghilang tanpa jejak.
Namun sebelum kepanikan masa mereda sepenuhnya, mereka sekali lagi dikejutkan oleh auman memekakkan telinga yang sangat keras hingga membuat pendengaran mereka tidak henti-hentinya berdengung.
Diiringi melemahnya frekuensi auman tersebut, tiba-tiba sosok Ryugen terlihat melesat ke langit tepat dari arah istana kerajaan.
Saat Ryugen mencapai pada ketinggian tertentu, sosoknya perlahan berubah kedalam wujud transformasi.
Kurang lebih 2 menit sama halnya dengan proses transformasi Sekushi, sosok Ryugen pun berubah menjadi naga dengan ukuran 2 kali lebih besar dari wujud transformasinya sebelumnya dan warna kulit serta sisik yang lebih pekat.
Seketika seolah telah menyaksikan dan merasakan aura sosok sang raja sejati, seluruh masa yang menyaksikan itu spontan bersujud menyembah kearah Ryugen dari tempat mereka masing-masing.
Yah, pemandangan itu kurang lebih serupa saat pertama kali Sekushi melakukan transformasi dan disaksikan oleh berbagai hewan buas di tengah hutan sebelumnya.
Sementara itu di atas udara, Ryugen tentu saja telah sepenuhnya kembali ke kesadaran yang mana sangat senang serta terharu mendapati dirinya telah berhasil mencapai evolusi sempurna.
Sungguh hal itu membuatnya sangat senang sekaligus terharu sebab telah berhasil mencapai apa yang selama ini selalu ia dambakan akhirnya terwujud.
Sebenarnya, Ryugen sempat memutuskan menyerah untuk mewujudkan harapan itu karena berpikir bahwa itu hanyalah sebuah angan-angan yang akan selalu ia dambakan.
Tidak henti-hentinya merasa bersyukur, setelah terbang mengitari seluruh kerajaan beberapa kali, Ryugen bergegas kembali ke istana dan segera bersujud tepat setibanya di hadapan Shiran.
Tentu saja hal itu ia lakukan setelah kembali kewujud demi human yang mana saat ini layaknya Sekushi, Ryugen pun memiliki sosok seperti ras human.
Adapun perbedaannya, jika Sekushi sebelumnya dalam keadaan tanpa busana maka Ryugen sekarang masih tetap utuh dengan busana berkat pengalaman yang selalu menyiapkan persiapan pakaian ganti setelah transformasi.
Menyadari maksud perilaku Ryugen, Shiran dengan santai melambaikan tangannya isyarat agar Ryugen bergegas bangkit sembari berkata
"Hmmm,,, yang mulia tidak perlu sampai seperti ini untuk berterimakasih kepadaku !
Sungguh perlakuan ini kurang pantas untuk aku dapatkan mengingat tujuanku membantu anda juga untuk kepentinganku sendiri.
Jadi aku mohon kepada yang mulia untuk segera bangkit dan bersikaplah seperti sebelumnya."
pintahnya bersungguh-sungguh.
"Tidak, aku tidak bisa melakukan itu kepada seseorang yang telah mewuj..."
balas Ryugen hendak menolak namun tiba-tiba terputus.
"Ehem,,, "YANG MULIA RAJA RYUGEN",,, jangan sampai aku memanggil anda dengan sebutan seperti itu.
Sejujurnya walaupun selang pertemuan kita yang sangat singkat, sebagai seorang masyarakat pada umumnya, aku benar-benar telah menumbuhkan rasa kagum serta hormat kepada anda.
Tentu saja itu berdasarkan penilaian ku yang menilai anda sebagai raja yang sangat bijaksana dalam hal menjunjung tinggi nilai kehormatan dan harga diri.
Jauh di lubuk hatiku, aku benar-benar ingin dapat membuat suatu relasi yang baik dengan anda.
Bukankah dengan bersikap seperti ini, anda secara tidak langsung telah menyangkal hal itu.
Atau apakah anda memang ingin benar-benar menolak maksudku ?"
potong Shiran dengan nada suara dalam serta isyarat mendalam pula pada setiap kata-katanya.
Seketika Ryugen terbungkam tertegun saat mencerna dan memahami maksud dari pernyataan sekaligus pengakuan Shiran.
Sembari merasa bersalah dan terkejut, Ryugen juga merasakan syukur yang sangat besar tidak menyangka akan mendapatkan penilaian setinggi itu dari seorang Shiran.
Bergegas bangkit dari sujudnya, dengan tatapan mendalam kearah Shiran, Ryugen menyatakan
"Hmmm,,, maaf nak Shiran !
Sungguh aku sedikitpun tidak memiliki niat seperti itu melainkan hanya ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sangat besar kepadamu atas bantuan memenuhi harapanku yang sempat pudar.
Tentu saja, aku pula merasakan serta menginginkan hal yang sama dalam pengembangan relasi antara kita.
Untuk itu, sekali lagi aku ucapkan maaf yang sebesar-besarnya !"
jelasnya tulus dengan nada suara serta isyarat mendalam yang serupa.
"Hmmm,,, maka aku ucapkan terimakasih kembali atas pengertian serta kesepahaman yang mulia dan diriku !
Baiklah, sebaiknya acara formalitas ini kita akhiri sampai disini.
Ngomong-ngomong, selamat karena telah mencapai evolusi sempurna !"
balas Shiran serius disertai senyum puas sembari mencoba membentuk percakapan santai.
"Hehe,,, terima kasih atas ucapan selamat serta bantuan nak Shiran juga.
Baiklah sesuai kehendakmu, aku akan mencoba sebisa mungkin bersikap seperti sebelumnya sembari terus memperdalam keakraban diantara kita."
tanggap Ryugen sedikit terkekeh malu namun serius pula.
Dengan itu, keduanya kembali bercakap santai seperti sebelumnya membahas apa saja yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Dari kesimpulan percakapan mereka, telah ditetapkan bahwa keesokan harinya perjamuan besar-besaran akan diadakan pada pekarangan istana dengan mengundang seluruh tokoh-tokoh penting masyarakat.
Perjamuan tersebut tidak lain untuk merayakan pencapaian Ryugen serta pengumuman hasil kompetisi pemilihan panglima yang sempat tertunda.
Setelah mendiskusikan tentang hasil kompetisi itu sendiri, dengan saran Shiran, Ryugen menyetujui untuk mengangkat Sekushi sebagai panglima kerajaan.
Tentu saja keputusan itu berasal dari pertimbangan identitas asli Shiran yang merupakan ras human, sehingga sebagai runer up Sekushi dinyatakan sebagai pemenangnya.
Adapun mengenai identitas Shiran, Yugana, dan Kirei yang telah diketahui masa, berkat pernyataan tegas Ryugen yang menyatakan mereka sebagai sahabat sekaligus tamu kehormatan, masa pun mau tidak mau harus menerima serta mengakui keberadaan mereka.
Bahkan beberapa diantara mereka, sebenarnya malah bersyukur bahwa Shiran dkk bukanlah pihak musuh.
Tentu saja itu merupakan pandangan masa yang mempunyai pemikiran rasional mengingat kemampuan Shiran yang sangat hebat hingga dapat mengalahkan Ryugen sebelumnya.
Namun, pertimbangan tentang kekuatan Ryugen yang telah mengalami peningkatan berkat mencapai evolusi sempurna, tidak lepas pula sebagai bahan perbandingan.
Hal itu hanya diketahui oleh Shiran dan Ryugen sendiri yang sangat jelas menyadari, bahkan dalam kemampuannya saat ini ia belum sedikitpun mendekati untuk memaksa Shiran menggunakan kemampuan "unknown".
Bukannya merasa frustasi, Ryugen malah bertambah semangat untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan menjadikan Shiran sebagai patokannya.
Waktu berlalu tanpa terasa, keesokan haripun tiba dimana waktu perjamuan akan diadakan sebentar lagi.
Berjalan berdampingan dengan Ryugen, Shiran dkk mendapat sambutan hangat serta meriah dari masa sesaat setibanya mereka di lokasi perjamuan.
Menanggapi itu berbeda dengan Shiran dan Ryugen yang tetap santai seperti biasa, ketiga gadis malah mengenakan ekspresi sombong berwibawa merasa sangat bangga dengan diri mereka sendiri.
Menyaksikan hal itu, sontak membuat para masa yang masih belum menerima mereka sepenuhnya hanya dapat memendam kegeraman sembari menggeretkan gigi.
Memang itulah maksud utama dari perilaku ketiga gadis yang sengaja mengolok-olok mereka sebagai bentuk pembalasan.
Dan hasilnya, sukses membuat mereka merasakan kepuasan yang sangat besar seolah telah meraih kemenangan mutlak.
Menyadari hal itu, Ryugen hanya dapat mendesah lemah dalam hati sembari sedikit terhibur mendapati hal itu sangatlah konyol.
Sedangkan Ryugen, malah mendesah masam dalam hati pula merasa sedikit bersalah kepada Shiran dkk akibat sikap membangkang dari rakyatnya.
Mencoba menepis semua itu, setelah menduduki kursi khusus yang telah disediakan, sembari melambaikan tangan, Ryugen menyatakan
"Terimakasih atas sambutan hangat serta meriah yang kalian berikan !
Aku yakin semua orang yang berkumpul disini saat ini, telah mengetahui tema pada perjamuan ini !
Dan untuk mengefesienkan waktu, dengan ini aku nyatakan acara perjamuan DIMULAI !"
kata Ryugen santai sembari memberikan penekanan pada kata "DIMULAI".
Dengan itu, sang pembawa acara segera memulai dengan pidato pembukaan.
up up up up
up up up
up up
up
Satu hal lagi, kalau sudah pakai kata 'berkata' gak perlu lagi pakai kata 'katanya' itu adalah pemborosan kalimat. Lagipula pada dasarnya arti kedua kata itu sama saja. Intinya terlalu banyak pemborosan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, aku juga pemula. Tapi saling membagi ilmu tidak ada salah bukan? Sekian, semoga bisa direvisi jadi lebih baik lagi.