Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Disekap
"Apa kau melihat Hanna?"Ucap Gardapati melonggarkan dasinya.
"Tidak!mungkin Hanna sedang tidur dengan mbak Anisa atau Lala?"Ucap Isa.Padahal Hanna sudah di sekap di gudang oleh Isa.
Kenapa harus malam ini?aku sangat merindukanmu.Padahal aku mempercepat pekerjaanku yang padat di kantor,demi kamu.Tapi,kamu malah tidur dengan Anisa!
Sedangkan Isa mencari kesempatan untuk menggoda Gardapati.Isa mulai membuka piyama yang semenjak tadi menutupi tubuh sexynya saat sedang menyambut Gardapati yang baru saja sampai.Isa berjalan menuju Gardapati dan memeluknya dari arah belakang.
"Apakah suamiku tersayang ini lelah?"Bisik Isa di telinga Gardapati.
"Bagaimana jika malam ini,aku akan membuatmu terlena."Ucap Isa memutari tubuh Gardapati dan sekarang berada di hadapannya.Lalu memeluk leher Gardapati.Isa mencoba meraih bibir suaminya.Namun refleks Gardapati memalingkan wajahnya ketika Isa telah mengikis jarak.
Entah mengapa Gardapati menolak ajakan istri tercintanya ini,fikirannya hanya di penuhi oleh Hanna.Bahkan Gardapati sendiri tidak mengerti dengan dirinya yang tiada henti memikirkan istri kontraknya tersebut.
Kenapa dia menolakku?Hatiku terasa sangat sakit kau bersikap seperti ini mas Garda.Apakah tubuhku tidak menarik lagi?apakah tikus kecil itu berhasil mempengaruhimu?
"Ada apa?"Ucap Isa menatap Gardapati yang memalingkan wajahnya.
"Jangan sekarang,aku sangat lelah.Terlalu banyak pekerjaan di kantor."Ucap Gardapati beralasan,padahal Gardapati sudah menyelesaikan pekerjaanya karena berharap bisa menemani Hanna.Namun mengapa dirinya merasa sangat lelah jika wanita yang di hadapannya adalah bukan Hanna.
"Benarkah,maafkan aku..Baiklah kita istirahat."Ucap Isa tersenyum kecewa.Isa telah melihat perbedaan pada sosok suaminya.Biasanya Gardapati yang ia kenal adalah pria yang akan terlena dengan rayuannya,bahkan dengan hanya duduk diam,Gardapati sendirilah yang akan mengajaknya melakukan malam penuh cinta.Isa menatap suaminya yang langsung tidur begitu saja.Tanpa mencium keningnya atau mengatakan ucapan selamat malam.Bahkan,biasanya paling tidak Gardapati akan melakukan hal romantis sebelum dirinya benar-benar terlelap.
***
Hanna berusaha melepaskan ikatan yang menjerat tangannya dengan kuat.Gesekannya mungkin saja akan melukai pergelangan tangannya.Dan pada akhirnya ketika ikatan tersebut terlepas,Hanna membuka opp tape berwarna hitam yang menutup mulutnya.
Aww...
"Uh,awas saja kau wanita rubah!"Ucap Hanna berdiri dan membuka pintu gudang yang nyatanya telah terkunci dari luar.
"Sial...."Ucap Hanna berusaha membuka pintu gudang.
Walaupun Hanna seorang gadis dari keluarga kalangan biasa,namun nyatanya otak Hanna tidak bisa di remehkan.Hanna mengambil penjepit rambutnya yang berbentuk lidi,segera ia membuka pintu menggunakan penjepit rambut,Dan pada akhirnya Hanna berhasil membuka pintu gudang.
"Yes...Tunggu saja pembalasanku rubah licik"Ucap Hanna diam-diam bergegas menuju kamarnya.
***
Pagi itu,sebelum para penghuni rumah bangun terkecuali Isa yang memang sengaja bangun lebih awal untuk membebaskan Hanna.Jika terlalu lama,maka Isa akan mencelakakan dirinya sendiri.
Isa yang telah sampai di gudang tidak menemukan Hanna di dalam gudang.
"What?dimana dia?apakah dia berhasil kabur?apakah ada yang menyelamatkannya?"Ucap Isa berfikir kemana perginya Hanna dan merasa khawatir jika sampai ada yang mengetahui jika dirinya menyekap Hanna.
Tidak,dia tidak akan memberitahukan kepada siapapun,aku mempunyai kartu merahnya,dia tidak akan berani.
Isa pun berusaha mencari Hanna di seluruh rumah dari kamarnya yang ternyata kosong.Dan pada akhirnya,Hanna terlihat sudah duduk manis di kursi meja makan bersama Gardapati dan para istri yang lainnya.
What?dia sudah ada disini?bagaimana bisa dia keluar dari gudang padahal aku benar-benar telah menguncinya.
"Kak Didy,kau lihat sendiri kan jika aku semalam mengunci pintu gudang."Bisik Isa.
"Ia benar,bukankah sekarang kau telah membebaskannya?"Bisik Didy.
"Tidak,mungkin ada orang lain yang membantunya "bisik Isa di telinga Didy yang duduk di sampingnya.
Kalian pasti tidak menduga kan,kalau aku sekarang bisa disini.Jika aku semalam tidak keluar dari gudang itu,mungkin aku akan kekurangan oksigen.awas saja kalian,tunggu pembalasanku.
Hanna tersenyum karena melihat Isa yang terlihat penasaran dengan dirinya terlepas dari sekapan yang di buat oleh Didy dan Isa.
"Han,kemana kalung pemberianku?"Ucap Gardapati yang semenjak tadi mencuri-curi pandang menatap Hanna.Sedangkan Didy dan Isa hatinya begitu was-was dengan pertanyaan Gardapati.
"E..kalungku,putus tuan."Ucap Hanna beralasan.Hanna tidak bisa jujur untuk saat ini karena ancaman Didy dan Isa.
"Apa?kenapa bisa?kalung tersebut mahal,mana mungkin bisa putus?"Ucap Gardapati meletak sendok dan garpunya di atas piring,tidak melanjutkan makan.
"Tadi waktu Hanna sisir rambut,kalungnya kecantol sisir tuan.Maafkan Hanna,tuan."Ucap Hanna.
"Sebentar,kenapa dengan tanganmu?"Ucap Gardapati melihat tangan Hanna yang lebam akibat gesekan tali yang mengikatnya.
"Oh,di ikat dengan rubah penggoda."Ucap Hanna singkat asal bicara.
"Apa???"Ucap Gardapati.
"E...maksud saya tuan,tadi saya jatuh dan tangan saya sempat terkilir."Lanjut Hanna.
"Apa?jatuh dimana?kenapa kamu gak bilang,bagaimana jika terjadi sesuatu dengan bayiku?."Ucap Gardapati.
"Maksud saya hampir terjatuh tuan,tangan saja yang terkilir."Jelas Hanna.
"Segera obatin tanganmu,jika perlu Sam akan kesini sambil memeriksa kandunganmu."Ucap Gardapati yang telah siap bergegas untuk menuju kantornya.
Untung saja,tikus kecil ini tidak buka suara.Jika terjadi,pasti tamat riwayatku.
Akhirnya Isa dan Didy bisa bernafas lega karena Hanna merahasiakan kebusukannya.Ternyata kartu merah yang di miliki Isa cukup bermanfaat,untuk membuat Hanna membisu.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁