Mikhayla Lyandra Alexandra & Mikhael John Smith
Playboy akut dipertemukan dengan Playgirl bar-bar lewat perjodohan kuno yang direncakan oleh kedua orangtuanya.
Bagaimana jadinya seorang Mikhael, si Playboy narsis memiliki hubungan sehidup semati dengan Mikhayla, si Playgirl penyuka tebar pesona?
Hidup bersama membuat keduanya terbiasa sampai hadirnya sebuah konflik yang mengharuskan mereka berpisah.
Mampukah Mikhael hidup tanpa si centil Mikhayla?
Dan mampu jugakah Mikhayla hidup tanpa adanya si Playboy kesayangan?
Jawabannya hanya ada saat kau selesai membaca😀🤣
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Mikhayla yang kesal langsung saja pergi ke Roftoff, tempat favorite-nya.
Saat sampai diatas,Mikhayla menemukan seorang pria yang tengah duduk melamun di ujung sana.
Dari belakang saja dia sudah tahu siapa pria itu,dengan mengendap-endap dia melangkah menuju pria itu dan langsung saja memeluknya dari belakang.
Brung...
"Kak Adit!!!Key kangen tau!"Ucapnya sambil menggoyang-goyangkan badan Aditya yang di peluknya.
Merasa tak mendapat respon,Mikhaylapun melepaskan pelukannya dan duduk di sebelah Aditya dengan kepala menunduk melihat wajah Aditya yang tidak terlihat jelas itu.
"Kak adit kena-MANTAN!"Pekik Mikhayla dengan mata membulat.
Iya,bukan Aditya.Melainkan Mikhael,sang suami.
Mikhael menatap Mikhayla datar.Kemudian dia kembali menatap kedepan tanpa memperdulikan Mikhayla yang tengah membelalak menatapnya.
"Beraninya dia manggil gue si sialan Aditya.Padahal jelas-jelas gue ini suaminya.Awas lo key!"Batin Mikhael geram.
"Ma-maaf tan.Gue kira lo kak Adit tadi."Ucap Mikhayla gagap karna takut.
Ya siapa yang gak takut coba?Tingkah Mikhayla sama saja dengan orang yang berselingkuh dan tertangkap basah.Orang dia datang langsung meluk dan nyebut nama pria lain.Kalau itu memang benar aditya,maka mikhayla akan melakukan hal yang sama kan?Tentu saja!
"Duh,si mantan marah nih sama gue.Ahh stupid banget si lo key,masa gak bisa bedain ni orang sama kak Adit.Aaa tau ah!Semoga gue selamat aja kali ini."Batin Mikhayla was-was
"Berani yah,lo dateng-dateng meluk gue dan manggil gue dengan nama pria lain."Ucap Mikhael akhirnya buka suara.
"Eh,bu-bukan gitu tan.Gue kira lo itu kak adit tadi.Sorry yah!Hehe.."Balas Mikhayla cengengesan sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal.
"Jadi kalo gue bukan pria itu,lo gak akan meluk gue gitu?"Tanya Mikhael menatap Mikhayla dingin.
"Iya"Ucap Mikhayla spontan.
"Terus kalo gue ini Aditya,lo bakalan meluk gue kaya tadi gitu?"Tanya Mikhael lagi dengan sorot tajamnya menatap Mikhayla.
"Iy-Eh.Enggak-enggak.Maksud gue-Hemppp...!!"
Ucapan Mikhayla terhenti karna Mikhael yang membungkam bibirnya.
Mikhayla membelalak.Lagi-lagi suaminya itu nyosor tanpa aba-aba.Diapun memukul dada bidang suaminya dengan keras.
Tapi Mikhael masih saja melum*t lembut bibirnya tanpa mempedulikan sikap berontak Mikhayla.Pria itu nampak menikmatinya.
Beberapa menit kemudian,Mikhael melepaskan pangutan bibir mereka.Dia mengusap salivanya yang tertinggal di bibir mikhayla.Kemudian mengecupnya sekilas.
"Itu hukuman kalo lo berani nyebut pria lain di depan gue."Ucap Mikhael tegas dan langsung pergi begitu saja.
Sementara Mikhayla masih berusaha menetralkan detak jantungnya dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya nampak kesal dengan sikap Mikhael barusan.
"Gila.Mau bikin gue K.O yah tu orang!"Ucap Mikhayla kesal.
Kemudian Mikhayla memegang bibirbya yang terasa sedikirt perih.
"Sialan.Lagi-lagi bibir mungil gue jadi monyong kaya gini.Ah...Bisa ancur masa depan gue kalo kaya gini terus.Brengsek lo emang mantan,dasar Fu*k Boy!"Teriak Mikhayla
"Udah gak usah teriak!Gak ada gunanya juga."Ucap Mikhael yang tiba-tiba duduk kembali di samping Mikhayla.
Lantas Mikhaylapun terkejut dan menengok ke arah Mikhael.
"Lo-Bukannya lo tadi pergi tan?"Tanya Mikhayla bingung.
Bukannya menjawab,Mikhael justru memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada Mikhayla.
"Apa ini?"Tanya Mikhayla bingung sambil menatap Mikhael.
"Buka aja!Ntar lo juga tau sendiri."Ucap Mikhael memberi intruksi.
Mikhaylapun mengangguk kecil dan mulai membuka amplop pemberian Mikhael.
"A-apa ini maksudnya?"Tanya Mikhayla syok dengan mata yang membelalak.
Terlihat beberapa foto Reza sang pacar yang tengah memasangkan cin-cin di jari gadis polos waktu di Uks itu di dalamnya.
Dia beralih menatap foto kedua.Disana tampak Reza dan gadis itu sedang duduk dengan penghulu di depan mereka,melakukan ijab Kabul.
Matanya kembali membulat sempurna.Bahkan Mikhayla menutup mulutnya dengan sebelah tangannya saking syoknya.
"Ni-nikah?Ja-jadi kak Reza udah nikah?"Tanya Mikhayla tak percaya.
"Iya"Jawab Mikahel."Dan gadis itu sekarang sedang hamil 3bulan."Lanjutnya
"APA?"Pekik Mikhayla."Ti-tiga bulan?"Ulangnya dan di angguki Mikhael.
"Gak,gak.Gak mungkin!Gak mungkin kak Reza ngelakuin ini."Ucap Mikhayla menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Itu emang kenyataannya key!"Bentak Mikhael kesal melihat Mikhayla yang meneteskam airmata demi pria brengsek itu.
"Lo harus terima kenyataan!Istrinya lagi hamil!Apa lo tega jadi orang ketiga di antara mereka,hah!!"Bentaknya lagi.
Air mata Mikhayla tak lagi bisa terbendung,tangisannyapun pecah.
Entah kenapa,hatinya begitu sakit.Bukan sakit karna Reza mengkhianatinya,tapi karna Reza menjadikannya orang ketiga di dalam rumah tangganya dengan gadis polos itu.
Mikhayla teringat bagaimana dengan tak punya hatinya Reza menghina gadis yang merupakan istrinya itu.Bahkan Reza menjadikan dirinya pembanding dengan gadis polos yang tak lain adalah istri sah-nya sang pacar.
Mikhayla menangis sesegukkan.Memory gadis itu yang menangis meminta maaf pada Reza saat di Uks kembali terngiang dalam ingatannya.
Mikhael yang melihat Mikahyla menagis demi pria lain-pun marah.Tapi amarahnya ia bendung saat melihat sisi lemah Mikhyla yang baru kali ini ia lihat.
Dengan penuh perhatian Mikhael menarik tubuh mikhayla dan mendekapnya dalam pelukannya.
"Udah!Lo gak usah nangisin pria brengsek seperti Reza.Lo gak pantes nangis buat dia!"Ucap Mikhael dingin tapi sebelah tangannya mengelus lembut kepala Mikhayla.
"Gue gak nangisin dia!"Elak Mikhayla sedikit membentak dan melepas kasar pelukan Mikhael.
"Terus lo nangis kenapa?"Tanya Mikahael heran.
"Gue sedih.Gue sedih sama gadis polos itu.Bisa-bisanya kak Reza bandingin gue sama istrinya.Kan udah jelas gue yang lebih unggul!"Ucap Mikhayla lirih antra prihatin dan narsis.
"Cih,dasar lo.Dalam situasi kaya gini aja bisa-bisanya sikap narsis lo itu muncul!"Ucap Mikhael sambil membuang pandangannya ke arah lain.
"Ih emang bener gue kasian sama dia,Mantan!!!"Bentak Mikhayla lagi.
Mikhael menarik nafas pajang."Terus lo mau apa sekarang?"Tanyanya serius.
"Putus."