NovelToon NovelToon
BERLIAN DALAM LUMPUR

BERLIAN DALAM LUMPUR

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:237k
Nilai: 5
Nama Author: LichaLika

Perjuangan seorang wanita sederhana, yang bersuamikan seorang direktur sebuah perusahaan besar, penampilannya yang sangat sederhana dan termasuk ketinggalan jaman, membuat sang suami menjauhinya, sang suami yang selalu menghina dan membanding-bandingkan fisik istrinya dengan pacar-pacar nya yang dulu.

akankan perjuangan seorang Berliantina Febrianti berhasil merebut hati sang suami untuk mencintainya?

kisah yang penuh lika liku dan perjuangan seorang istri yang dianggap hina oleh sang suami.


HAPPY READING💖💖💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada apa dengan Zoya

Zoya kemudian pergi meninggalkan meja makan, ia berlari menuju ke kamarnya.

"Loh, Zoya kamu mau kemana? makanan nya belum dihabiskan!" seru Rosa

"Zoya sudah kenyang Mam, Zoya mau tidur" ucap Zoya sembari naik ke lantai atas dan tiba-tiba ia berpapasan dengan Zain yang sedang menuruni anak tangga.

"Zoya, kamu mau kemana? nggak makan dulu?" tanya Zain sembari menarik tangan adiknya.

"Zoya ngantuk banget bang, Zoya mau tidur aja" ucapnya sembari berlalu meninggalkan Zain.

"Tuh anak kenapa? apa dia masih memikirkan pembicaraan kami kemarin" pikir Zain.

Lian tampak memperhatikan suaminya yang sedang memikirkan sesuatu, seperti ada suatu hal yang ia sembunyikan.

Zain turun dan menghampiri Rosa, Brenda dan Lian untuk makan malam bersama, kemudian ia mulai duduk disamping istrinya.

"Zoya kenapa mas?" tanya Lian disela-sela ia mengambilkan makanan untuk Zain.

"Nggak tahu, mungkin dia capek" ucap Zain mencoba menutupi.

Namun Lian tidak percaya begitu saja, ia akan berusaha berbicara kepada Zoya, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Zoya, ada gurat kesedihan yang terlihat di wajahnya.

*****

Seusai makan malam, Zain memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya, sedangkan Lian melihat seorang pelayan tengah membawakan makanan untuk Zoya.

"Tunggu, biar aku saja yang membawanya untuk Zoya" seru Lian menghentikan pelayan itu.

"Tapi non" balas pelayan

"Sudah, tidak apa-apa, sini berikan padaku" ucap Lian sembari meminta makanan yang akan dibawakan pelayan untuk Zoya.

Dan akhirnya pelayan itu memberikan nya kepada Lian, kemudian Lian mencoba memberanikan diri untuk datang ke kamar Zoya.

Meskipun ia tahu, Zoya pasti tidak suka dengan kedatangan Lian, namun Lian akan berusaha untuk meyakinkan Zoya, bahwa Lian akan selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah sang adik ipar.

Tak berselang lama, Lian sudah sampai di depan pintu kamar Zoya, perlahan ia mengetuk pintu dengan hati-hati.

"tok...tok...tok"

Zoya mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang, kemudian ia segera membuka pintu kamarnya, alangkah terkejutnya Zoya mendapati Lian tengah berdiri disana dengan membawa nampan berisi makanan untuknya.

"Ngapain mbak Lian kesini" seru Zoya ketus.

"Mbak membawakan makanan untukmu, karena tadi kamu belum makan, sekarang makanan lah" seru Lian sembari memberikan nampan itu kepada Zoya.

Zoya tidak bergeming, ia hanya berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di tepi pintu, sembari menyilangkan kedua tangannya.

"Udah bawa sana makanan nya, aku nggak lapar" ucap Zoya yang tidak memperdulikan ucapan Lian.

"Zoya, mbak hanya ingin berdamai denganmu, mbak ingin kamu juga menganggap mbak sebagai kakakmu juga, mbak sayang sama kalian semua, mbak tidak ingin terjadi apa-apa padamu, percayalah" seru Lian meyakinkan Zoya.

Zoya tampak memutar bola matanya, sejenak ia berpikir untuk membuktikan keseriusan Lian, bahwa ia benar-benar menyayangi keluarga besarnya.

"Mbak benar-benar menyayangi keluarga kami?" tanya Zoya yang mulai membuat Lian penasaran.

"Tentu saja" jawab Lian

"Masuklah" seru Zoya yang tiba-tiba menyuruh Lian untuk masuk ke kamarnya.

Lian meletakkan nampan berisi makanan itu diatas sebuah meja di kamar Zoya, kemudian Zoya mempersilahkan Lian duduk di sebuah kursi, seperti seorang detektif yang sedang menginterogasi tawanannya, Zoya berjalan mondar mandir di depan Lian.

"Mbak Lian, mbak tahu kenapa aku sengaja mempersilahkan mbak masuk ke kamarku?" tanya Zoya sembari menatap wajah Lian.

Lian menggelengkan kepalanya, dengan tatapan seriusnya Lian mencoba mengikuti permintaan sang adik ipar.

"Apa mbak Lian menyayangi bang Zain?" tanya Zoya serius.

"Apa yang kamu bicarakan, tentu saja mbak sangat menyayangi mas Zain!" jawab Lian serius.

"Apa mbak Lian ingin hidup bang Zain bahagia?" tanya Zoya sekali lagi.

"Zoya, apapun akan mbak lakukan untuk membuat mas Zain bahagia, kenapa kamu tanya kan hal itu?" ucap Lian yang penasaran kenapa tiba-tiba Zoya menanyakan hal yang seharusnya tidak perlu dijawab.

"Kalau begitu, tinggalkan bang Zain" ucapan Zoya yang tiba-tiba seperti sebuah pukulan benda tumpul yang mengenai kepala Lian, terasa sakit dan berat.

Lian berdiri dari tempat duduknya, lantas ia memandang wajah Zoya yang tampak berkaca-kaca, entah ada apa dengan Zoya, bukannya marah, Lian justru mendekati Zoya dan memeluknya.

"Zoya... katakan kepada mbak, apa yang terjadi?" tanya Lian disela-sela tangis Zoya yang mulai pecah.

"Zoya takut Mbak" jawab nya dengan Isak tangis yang membuat Lian semakin penasaran.

"Mbak tidak mengerti maksudmu!"

"Mas Andi, tidak akan membiarkan keluarga kami hidup bahagia, Mas Andi akan selalu berusaha menyakiti kami semua" ucap Zoya yang membuat Lian mulai mengerti.

"Mas Andi siapa maksudmu?" tanya Lian yang merasa bahwa Andi yang dimaksud Zoya adalah Andi yang sama dengan orang sedang mengincar perusahaan Zain.

Lian mengajak Zoya duduk dan menenangkan dirinya, sembari memberikan tisu untuk mengeringkan air mata sang adik ipar.

"Sekarang katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" Lian mencoba mendesak Zoya untuk bicara jujur kepadanya.

"Aku nggak tahu harus cerita darimana, ini semua membuat Zoya sangat tertekan mbak, Zoya bingung harus apa!"

"Saat itu, di tengah malam, aku tidak sengaja mendengar mbak Brenda dan Mas Andi bertengkar, mereka bertengkar hebat hingga membuat mereka tidur terpisah, saat itu mas Andi tampak sedang menelepon seseorang" ujar Zoya.

Flashback

"Besok aku akan menceraikan Brenda, dan aku akan segera menikahimu sayang, Rosa dan anak-anaknya tidak akan bisa hidup tenang, aku bersumpah demi Almarhum mama, mereka harus membayar perlakuan Rosa kepada keluargaku, sampai kapanpun, aku akan membuat hidup mereka menderita" Andi menutup ponselnya dengan senyum liciknya, ia akan membalas dendam kepada Rosa yang menurutnya ia telah merebut ayah mereka.

Tak berselang lama, ponsel Andi berdering kembali.

"Terry"

Andi mengangkat telepon dari adiknya, Andi sengaja mengeraskan speaker ponselnya karena diluar tampak hujan, sehingga suara Terry terdengar kurang jelas.

"Iya ada apa Terry?" seru Andi

"Mas, aku mohon jangan sakiti Zain, aku masih mencintainya, berjanji lah padaku, bahwa kamu tidak akan menyentuh Zain" seru Terry dalam telepon.

"Terry, Zain tidak pantas untukmu, sebaiknya kamu lupakan dia"

"Aku tidak bisa mas, aku mohon padamu mas"

"Maaf Terry, Mas tidak bisa, Mas harus tetap membalaskan dendam kematian Mama" seru Andi

"Baiklah, jika Mas Andi memaksa seperti itu, jangan berharap Mas akan melihat Terry lagi"

"Tut ..Tut...Tut.."

Terry langsung menutup teleponnya, dan itu membuat Andi menjadi khawatir, dengan segera Andi keluar rumah untuk menemui adiknya yang tengah mengancamnya.

"Terry, apa yang kamu lakukan, jangan sampai kamu nekat adikku, aku akan menuruti permintaanmu, kamu adalah kehidupan mas, jika Zain bisa membahagiakanmu, akan ku lupakan dendam ini, tapi mas tidak yakin, Zain bisa membuatmu bahagia" kata Andi sembari mondar mandir mencari kunci mobilnya.

Andi tidak menyadari, Zoya tengah mendengarkannya.

"Mas Andi ternyata hanya ingin balas dendam kepada Mami" gumam Zoya tidak percaya.

BERSAMBUNG

🔥🔥🔥🔥

1
Dyah Oktina
ngak d lanjut nih thor... dah 1 thn loh
Dyah Oktina
masa modal 10M minta 10t dalam waktu 3bln.. untung dari mana ya?????
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
dasarnya pinter & cerdas ya... jd lian d ajarin sebentar langsung nangkep
Dyah Oktina
lian....lian...gadis polos... harus mau ya... kla ada yg ngasih tahu unk kebaikan..
marlina djalis
aku suka kisahnya.thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
kok tamat e nggantung tho
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
payah bisa bocor penyamarannya kl.skp zain gt trs
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ngeri y..bkn pebisnis aq jd g mudeng blas. kl aq y udh minder dlan gmn bisa dengan target sbesar itu taruhane g main2 untung apa buntung
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tp ba brbh gt kan krn trpesona sisi lain lian yg trnytaa cNtik..coba kl g reformasi aq ykn ttp bkl benci n jjk
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
memperhatikan mungkin y Thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
aq kok jeleh y sma laki2 yg punya banyak mantan apalagi model zain Subhanallah kasian yg jadi pasangane...mndg2 slgkh umpet2an sm 1 org gt lha ini semua cewe djajal kbh🙈
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
hehehe lian lian
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lagi kk
Dinasty
Luar biasa
Risnawati
lanjut.....atau tamat
ͽ֟֯͜᷍ꮴ❀ ⃟⃟ˢᵏ🫀🔰π¹¹™
Wihhh aku sukaa cerita yg kek gini. Semoga si playboy yg sialnya jd suami berlian tergila-gila sama berlian aamiin.
Desmeri hepy Elpy
lanjut thor
Kamaleea Sae Riche
g dipungkiri, memang tampang itu nomer 1. apqlagi dengan posisi zian sebagai di perusahaan, seenggaknya harus bisa mengimbangi. zaman sekarang apa aja bisa dilakukan buat mempercantik diri asal ada uang. jadi teringat film betty la fea
Titun Aja
kok gk bisa bukak lanjutannya ya, gimn caranya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!