NovelToon NovelToon
Jadikan Aku Milikmu

Jadikan Aku Milikmu

Status: tamat
Genre:Komedi / Menyembunyikan Identitas / Anak Kembar / Angst / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: wilia

21+..

Cerita ini hanya halu Author semata. jika ada yg Positif diambil jika tidak hanya untuk hiburan saja.

.......


Bagaimana kalau aku mencintai Pria yang akan menikahi Saudari Kembarku?


Itulah pertanyaan yang terus bergelut dipikiran Cleovis Apulla Ivander, seorang wanita yang begitu cantik bak Dewi Kesempurnaan tapi ia tak beruntung dalam urusan KASIH dan CINTA.


Semua orang menganggapnya wanita liar dan Nakal tanpa tahu apapun dan kenapa Cleo bisa seberandal itu.


Rasa dengki itu muncul hingga Cleo melakukan kesalahan besar dengan mengubah Identitasnya menjadi Saudari Kembarnya Clara si cupu yang begitu pendiam dan lembut.


Namun, Disaat kebahagiaan itu ia raih dalam Pernikahaannya bersama sang suami hingga mendapatkan seorang putra, Cleo harus hancur karna masa lalu datang hingga membuat hidupnya tak berbersisa. Suami yang ia Cintai malah berbalik membencinya mendarah daging.

"Kau tahu, Impian terbesarku adalah melihatmu mereggang nyawa dihadapanku!"

"Ma..Maaf!"

Satu kata yang hanya bisa lolos dari linagan air mata yang mengalir mendengar ucapan menyakitkan itu. hingga suatu saat Cleo sudah pasrah hingga ia ingin memperbaiki segalanya.

"Hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan tinggalkan, Mama!

Bastian lansung merangkuh Cleo yang sudah luruh kelantai sana dengan lemas, mata wanita itu berkaca-kaca dengan kepala yang menggeleng menolak kenyataan, Dokter Agley tahu apa yang dirasakan Cleo saat ini hingga ia hanya bisa diam menatap sendu wajah Wanita yang sudah rapuh ini.

"K..Kau..Kau salah! Pu..Putraku.. dia..dia Putraku!"

"Saya tahu, Nyonya! dan saya ikut Prihatin dengan ini semua!"

"Tidak!!!! hiks, dia..dia Putra ku hiks, dia..dia hidupku hiks!"

Teriak Cleo lansung menerobos masuk dari Pintu ruang ICU sementara Bastian hanya melangkah lunglai menuruti Cleo yang sudah tertegun dengan tubuh yang kembali lemas tak berdaya.

Si kecil yang setiap saat memberinya tawa ceria dipagi hari hingga mentari esok itu tengah terbaring kaku dengan selang-selang yang menancap ditubuhnya, tak ada rona kehidupan dengan mata polos yang dulu menatapnya penuh cinta sekarang tertutup berganti dengan raut gelap pucat pasih.

"Ba..Baby!"

Lirih Cleo bergetar berpeggangan ke samping Bangkar, jari-jari yang berguncang itu memaksakan untuk tergerak menyentuh pipi pucat Putranya yang sudah dingin.

"N..Nak! I..Ini..Ini M.Mama, Ini Mama, Sayang hiks!"

Bastian tak kuasa menahan cairan bening itu untuk keluar, rasanya baru beberapa hari Si kecil tanpa Dosa itu hadir mewarnai kehidupan Cleo tapi sayang, Takdir berkata lain mengambilnya dari tengah-tengah sang ibu yang sangat mencintainya.

"Apa dia..Apa dia benar-benar..!"

"Saya tak bisa bebuat banyak!"

Bastian lansung luruh seketika, ia masih merasakan nafas itu saat menggendong balita kecil Cleo masuk kerumah sakit ini, detak jantung yang lemah serta genggaman tangan mungil hangatnya, tapi sekarang apa? hanya tubuh kaku tanpa nafas dan rona hancur tanpa kehidupan.

"Bangun hiks! Bangun Baby hiks, Bangun Nak!! Mama Mohon hiks, Bangun!!!"

"N..Nona!"

"Bangun hiks, Bangun!!!"

Cleo terus mengguncang tubuh kecil itu dengan isak tangis yang keras, tak kuasa ia menahan luka yang telah merobek seluruh jiwanya.

Aku..Aku mohon hiks, Aku..Aku hanya ingin Putraku, Aku Mohon!!!

"Ba..Baby, Ma..Mama! Mama janji, Ma..Mama akan..akan bawa kau pergi dan..dan kau tak akan sakit lagi, Nak! Ma..Mama hiks, Mama Janji!!!"

Cleo terus meraung menangis meluapkan segala rasa sesak itu, Dokter Agley hanya diam menahan kebuan iba dan simpati yang tinggi melihat Cleo yang terlihat sudah seperti Orang tak tahu arah hanya bisa memanggil nama Putranya yang ia dekap hangat seorang Ibu.

"Nona, kau harus kuat,"

"K..Kau..Kau.!"

Cleo menatap Dokter Agley memohon seraya memeluk tubuh dingin Putranya, Cleo mengiba meminta belas kasih untuk kembali melihat mata Anaknya terbuka.

"A..Apapun, Apapun a..asal putraku kembali, aku..aku mohon!"

"Nyonya! saya tidak bisa!"

"Tolong!!!! Tolong aku..Aku Mohon hiks! Tolong!!!! Siapapun itu aku..aku Mohon!!!"

Teriak Cleo memekik kuat terus mengguncang tubuh lemah putranya, bibir Cleo bergetar mengecup kening bayi mungil itu dengan mata sembab dan kerapuhan yang terlihat nyata.

"Ja..Jangan tinggalkan Mama hiks, Jangan!!"

Cleo memeluk erat Baby Zeen tanpa mau memberi cela pada siapapun yang ingin melihat putranya, wajah Cleo sudah berubah kosong dengan air mata yang terus tumpah.

"Ja..Jangan, Jangan tinggalkan Mama, Jangan!"

"Nona!"

"Pergi!!! Pergi Kalian dari sini!!"

Bastian terkejut melihat Cleo yang menatap mereka sebagi musuh, tubuh Cleo terus merapat ke Bangkar dengan nafas yang tercekat mendekap hangat putranya.

"Nona! aku mohon kau jangan begini!"

"Pergi!!!!! Aku..Aku ingin berdua dengan Putraku hiks!! Pergi!!!"

"Tapi..!"

Dokter Agley mencengkal tangan Bastian yang ingin mendekati Cleo, pria berjas putih itu menggeleng karna sekarang Cleo tak bisa melihat siapapun yang ingin mengambil putranya, Cleo sudah terpukul berat hingga ia menganggap semua orang musuh.

"Biarkan dia melepas lukanya terlebih dahulu!"

"Baiklah!"

Bastian berbalik melangkah lunglai keluar seraya menutup pintu ruangan itu, ka bersandar ke dinding luar menatap rumit kedepan.

"Kenapa kau harus memilih ini, Tuan Kecil?"

Batin Bastian tak rela, ia tahu dari Cleo melahirkan Penerus Dewantara itu hingga pahit manisnya yang diterima si kecil itu sampai sekarang.

"Mungkin kau sudah tak kuat menemani Mamamu!"

Gumam Bastian duduk di ruang tunggu, ia mencoba menghubungi Zanu namun juga tak terhubung membuat Bastian naik pitam, seandainya kau tahu bagaimana keadaan Putramu? seandainya kau tahu bagaimana kau menghancurkan dua hati sekaligus dalam cacianmu? aku yakin kau tak akan mampu bernafas, Tuan!

Sedangkan Cleo didalam sana hanya terus diam menepuk punggung mungil itu lembut, bibirnya terus berucap mengalunkan nanyian tidur kecil yang biasa ia hanturkan bagi sang Putra.

"Ba..Baby Kesayangan, Mama! Kau Cinta dan..dan Hidup Mama, Nak! kau..kau hidup Mama hiks, Kau..Kau segalanya, Baby hiks!"

Isak Cleo terus mengecup wajah pucat Baby Zeen, Cleo tersenyum mengelus bibir mungul pucat itu dengan penuh kelembutan, bayangan dimana si kecil itu selalu memberinya semangat dikala ia lelah dan kehidupan disaat ingin mati.

"*Mama!!"

"M..Mama*!"

"Bi..Bisa panggil Mama se..sekali lagi, Na..Nak hiks! ha..hanya sekali Ma..Mama Mohon!"

Pintu Cleo saat terbanyang suara lembut putranya yang menghiasi telinganya, ia sangat merindukan itu bahkan tatapan lembut dari Netra polos ini begitu didamba Cleo yang perlu kekuatan untuk hidup.

"Se..Sekali! a..apa..apa tak bisa? Jawab! Jawab Aku!!!! Jawab!!!"

Teriak Cleo bisa didengar Bastian yang mengintip dari pintu, apa yang harus ia lakukan? apa ia harus memberi tahu Tuannya? tapi apa dia perduli atau malah semangkin menyakiti, Nonanya.

"Tuan!"

Salah satu Suster itu mendekati Bastian yang menatapnya serius, ia masih memusatkan pendengarannya pada Cleo didalam sana.

"Ada apa?"

"Apa Bayinya di Makamkan di Rumah Sakit atau dibawa Pulang?"

Bastian lansung tercekat, jika ia menanyakan ini pada Cleo maka wanita itu akan semangkin Drop dan tak akan pernah rela melepas Putranya.

"Aku akan menghubungi Keluarga Nona Cleo, dulu!"

"Baik, saya tunggu. Tuan!"

Bastian menghubungi telefon Kediaman dengan harap-harap cemas siapa yang mengangkatnya, ia sangat berharap jika Zanu yang berbicara.

"Hello!"

"Aku Bastian! berikan Telfonnya pada Tuan Muda Zanu!"

"Bicara saja apa susahnya, ha?"

Bastian terdiam, yang menjawab adalah Bibi Sumiati membuat ia ragu kalau nanti berita ini akan sampai atau tidaknya.

"Hello!"

"Katakan kalau aku sudah pulang dari Perusahaan!"

"Cihh! Ku kira apa, baiklah!"

Bastian lansung mematikan sambungannya, dengan Suster wanita itu mematung melihat Cleo yang tampak duduk bersila memangku Jasad sang anak seraya terus bersenandung kecil bermain dengan putranya.

"Ini akan sulit!"

"Maksudmu?"

"Dia sangat menyayangi Putranya! dia akan terkena penyakit Piskis jika mengambil paksa Bayi itu!"

Bastian lansung bungkam, seandainya si kecil itu bertahan lebih lama maka ia bisa melihat senyum Cleo kembali mekar meski Zanu terus melukainya.

"Apa dia punya teman atau saudara?"

"Teman?"

Gumam Bastian mengingat sesuatu, seketika Bastian lansung menghubungi Kemal dengan harapan yang besar.

"Aku mohon angkat!"

"Ada apa?"

"Kau dimana?"

"Apa urusanmu? cepat katakan!"

Bastian menghela nafas berat menduga reaksi Sahabat-Sahabat Cleo tentang ini.

"Tuan Kecil meninggal Dunia beberapa jam yang lalu!"

"Apa???"

Brakk..

Bastian terkejut saat Cleo menerobos keluar membuat ia oleng ditabrak tubuh wanita yang menggendong putranya itu.

"Nona!!!"

Vote and Like Sayang..

1
jojo
Luar biasa
Andini Dwi pertiwi
MAMPUS LO SIALAN, DASAR ANAK ANJJ, JAN DIKASI KESEMPATAN DAH BUAT SI JANU,monyet emang, mati aja lo babi
holipah
zanu itu hilang ingatan y
Rika Afrianti
👍👍👍👍😍😍😍😍
Ibelmizzel
berulang2 zanu buat kesalahan atas pikirannya sendiri.
Ibelmizzel
biar berapa kali baca tetap 😭😭😭😭😭😭
Ibelmizzel
udah dua kali baca pas bab ini pastiku 😭😭😭😭😭😭 sedih sakit ku baca bab ini.
yuning
aku merasa andrek jadi teman 😁
yuning
aku sih curiga , sebenarnya zanu udah merasa kalau itu Cleo
yuning
keren novel keren semua
yuning
sakit sakit banget 😭😭😭😭
yuning
bener bener menguras emosi dan air mata 😭😭😭😭
yuning
luar biasa
yuning
Buruk
yuning
😭😭😭😭😭😭, nyesek banget
yuning
😭😭😭😭😭😭
yuning
mewek jama'ah 😭😭😭😭
yuning
aku padamu bas
ummah intan
bagus
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍

sprt biasa, ceritanya selalu bagus, gak keduga konfliknya 👍👍👍👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!