BEDA
Sebuah karya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan inspirasi lainnya, yang saya kemas dalam bentuk cerita dalam novel. Inilah dia BEDA.
Ezra Christian Nasution, dari namanya saja sudah jelas jika ezra adalah anak keturunan Suku Batak. Suku yang terletak di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan salam horasnya.
HORAS!!
Ezra dan dua adik kembarnya, erich dan ernest dibesarkan dikeluarga kristen yang taat dan penuh cinta kasih. Sejak kecil mereka bertiga sudah diajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya oleh dua orang tua mereka, yang dimana mereka bertiga bersahabat dengan gwen dan gibran yang notabennya beragama islam.
Gwen dan gibran merupakan anak dari sahabat kedua orang tua mereka, sehingga persabatan mereka menurun.
Beranjak remaja, ezra menyayangi gwen lebih dari seorang sahabat. Bahkan ia menjadikan gwen tujuan hidupnya, namun sayangnya kisah cinta merka terhalang oleh dinding penghalang yang kokoh yaitu perbedaan keyakinan.
Akankah ezra dan gwen bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Pendakian Gunung Semeru.
Pagi hari kelimanya sudah berkumpul di Bandara Internasional Soekarno - Hatta untuk bertolak menuju Malang, hanya butuh waktu 1.5 Jam saja untuk tiba dikota Malang.
Tiba Bandara Abdulrachman Saleh, mereka berlima keluar menuju patung pesawat yang ada di pinggir Jalan Abdulrachman Saleh, Cemoro Kandang, Kedung Kandang, Kota Malang. Selanjutnya, mereka naik angkutan umum bernama TA (Tumpang Arjosari) jurusan Terminal Arjosari - Pasar Tumpang berwarna putih.
"Serius nih Bang kita naik angkot?" protes Erich yang seumur hidupnya tidak pernah naik angkot, Ezra hanya menatap tajam kearah adiknya yang belum apa-apa sudah protes, kemudian Ezra mempersilahkan istrinya untuk masuk terlebih dahulu barulah dirinya.
"Manja" ucap Ernest dengan nad mengejek kembarannya, ia pun masuk kedalam angkot setelah Abangnya masuk.
"Ayolah masuk saja, sekali-sekali coba sensasi yang berbeda" Gibran menepuk bahu Erich kemudian ia masuk.
"Kau mau naik tidak Rich?" tanya Ernest dari dalam angkot.
Tak punya pilihan lain, mau tak mau Erich pun masuk kedalam angkot.
"Panas kali Bang" sepanjang perjalanan Erich tak hentinya mengoceh.
"Diam atau kau akanku turunkan di sini" ancam Ernest.
Tak ingin diturunkan di jalan, Erich pun menutup mulutnya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju basecamp Ranupani dengan menggunakan jeep, selama perjalanan menuju Ranupani ezra dan adik-adiknya disungguhi pemandangan yang segar, mereka berlima melihat puncak Gunung Semeru.
"Itu adalah puncak mahameru, puncak tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3,676 mdpl." Ezra menunjuk puncak Mahameru.
"Wah gila keren banget" ucap Erich takjub melihat pemandangan di sekelilingnya.
"Ini belum apa-apa, diatas sana akan jauh lebih keren lagi" ucap Ezra sambil menyerahkan detail jalur pendakian Gunung Semeru yang akan mereka daki.
- Ranupani - Landengan Dowo: 3 km
- Landengan Dowo - Watu Rejeng: 3 km
- Watu Rejeng - Ranu Kumbolo: 4.5 km
- Ranu Kumbolo - Oro Oro Ombo: 1 km
- Oro Oro Ombo - Cemoro Kandang: 1.5 km
- Cemoro Kandang - Jambangan: 3 km
- Jambangan - Kalimati: 2 km
- Kalimati - Arcopodo: 1.2 km
- Arcopodo - Summit: 1.5 km
Setelah tiba di Desa Ranupari kelimanya turun dari jeep yang mereka sewa, kemudian Ezra mengurus administrasi pendaftaran pendakian.
"Ini desa terakhir, dan mulai dari sini semua perjalanan akan dimulai dengan melangkah" ucap Ezra sambil menepuk pundak kedua adik kembarnya yang berada di kanan dan kirinya.
Karena hari sudah gelap, Ezra dan adik-adiknya membuat api unggun dan mendirikan tenda, sementara Gwen membuatkan sandwich dan mie instan untuk yang lainnya.
"Enak tidak?" tanya Gwen sambil menyuapi suaminya.
"Ya rasa mie instan lah Gwen, pake nanya haha..." ledek Ernest.
"Sirik aja loe jomblo" ucap Gwen dengan kesal.
"Jomblo sampai pemberkatan" ucap Erich dengan penuh semangat.
"Lagak loe, handphone isinya asrama cewek. Loe bilang jomblo sampe pemberkatan" timpal Gibran, semuanya pun menertawakan Erich.
"Udah-udah, di sini jangan ketawa kenceng-kenceng, ingat jaga sikap dan prilaku" Ezra mencoba menengahi istri dan adiknya.
Usai makan malam mereka berlima beristirahat dalam satu tenda yang cukup besar, Gwen tidur di tengah diantara Ezra dan Gibran. Sedangkan Ernest berada di sebelah Gibran dan Erich berada di samping Ezra.
Malam itu Gwen tidur lebih memepet dengan Gibran dan bersandar dibahu Gibran. Ezra tak keberatan sama sekali, ia justru sangat senang melihat kedekatan antara dua kakak beradik itu dan ia mengerti jika keduanya sama-sama merindukan kebersamaan berkumpul seperti dulu.
"Aww..." Ezra terkejut ketika kaki dan tangan Erich berada di atas tubuhnya dan memeluknya.
"Apa-apaan sih nih anak, bikin gue geli aja" Ezra menyingkirkan kaki dan tangan adiknya kemudian ia memejamkan matanya.
Keesokan paginya mereka berlima bersiap untuk memulai pertualangan mereka.
"Sebelum berangkat kita berdoa dulu, berdoa di mulai" Ezra memimpin doa, usai berdoa kelimanya mulai berjalan menelusuri Gunung Semeru, Ezra berjalan paling depan kemudian di ikuti oleh istri dan adik-adiknya.
"Ayo sayang" Ezra mengulurkan tangannya hendak membantuan istrinya saat ia melewati medan yang sulit di daki.
"Terima kasih" Gwen pun tersenyum senang atas kepekaan suaminya yang tanpa ia minta selalu membantunya, kelimanya bahu-membahu membatu satu sama lain demi tujuan yang sama yaitu Puncak Mahameru.
Setelah berjalan kaki beberapa jam, Erich mulai merasa kelelahan.
"Sebentar lagi sampai ya?" tanya Erich.
"Ngaco, Ini belum ada setengahnya, tapi kita istirahat saja dulu disini" Ezra memberikan air minum kepada istrinya sambil mengelap keringat yang menetes didahi gwen.
"Capek ya?" Ezra mengelus kepala Gwen.
"Hu'um" Gwen menganggukan kepalanya sambil meminum minuman yang di berikan suaminya.
"Pokoknya kalo ada yang capek langsung bilang ya, jangan gengsi. Satu orang capek semuanya berhenti, kita langsung istirahat" ucap Ezra kepada istri dan adik-adiknya.
"Oke, Bang Ezra" ucap Gibran, Ernest, Erich dan Gwen serentak.
Setelah beberapa saat beristirahat mereka berlima kembali melanjutkan perjalanan.
"Nest gantian kau di depan Abang di belakang, kemudian Erich, Gibran dan Gwen" Ezra mengganti formasi pendakian.
"Tapi kemana Bang? tak tahu jalan aku" tanya Ernest bingung.
"Kau ikutin saja jalurnya, jangan sampe masuk hutan. Liat arah matahari, pokoknya gampang, Abang ikut pantau juga kok dari belakang" terang Ezra.
"Oke deh Bang." Ernest mengacungkan jempolnya.
Mereka berjalan menuju Ranu Kumbolo, sepanjang perjalanan mereka bercengkrama dengan hangat, sudah lama sekali rasanya mereka tidak bercengkrama seakrab ini.
Gwen menghentikan langkahnya melihat pemandangan sekitar yang hijau penuh dengan pepohonan.
"Keren banget pemandangannya, terima kasih ya sayang sudah mengajak kita kemari. Saat nanti kita punya anak, kita bisa menceritakan pengalaman ini ke anak-anak kita" ucap Gwen.
Ezra tersenyum menganggukan kepalanya sambil mengelus perut istrinya, ia berdoa bisa segera dipercaya memiliki mongmongan.
"Yuk" Ezra mengulurkan tangannya, mengajak gwen kembali melanjutkan perjalanan, hingga mereka berlima tiba di danau Ranu Kumbolo.
"Selamat datang di Ranu Kumbolo, surganya gunung semeru" ucap Ezra.
Mereka berempat sangat takjub menikmati pemandangan danau Ranu Kumbolo, sembari beristirahat dan menyantap makanan mereka menikmati hawa sejuk dan hamparan danau yang luas seakan menghilangkan rasa lelah mereka berlima.
Gwen merebahkan kepalanya di paha Ezra, sambil bercanda mesra dengan suaminya.
"Capek tidak kakinya?" tanya Gwen.
"Enggak kok" Ezra membelai rambut indah istrinya.
"Shalat dulu yuk" Ezra mengajak istrinya untuk beribadah karena waktu sudah memasuki waktu Gshar, gwen menganggukan kepalanya kemudian memanggil Gibran untuk ikut beribadah bersamanya.
Kali ini Ezra mempersilahkan gibran untuk mengimami mereka, Gibran pun berdiri di paling depan kemudian Ezra di belakangnya dan Gwen di belakang suaminya, sementara Ernest dan Erich dengan sabar menunggu mereka bertiga beribadah sambil memotret pemandangan danau Ranu Kumbolo.
Ernest membagi foto-foto yang ia ambil melalui kamera handphonenya kepada kedua orang tuanya yang sedang berada di Eropa.
Tentu saja Felly merasa sangat iri dan meminta suaminya untuk mengajaknya ke sana.
"Memangnya kamu kuat mendaki? butuh stamina yang fit loh, Ezra saja sampai menyuruh mereka setiap hari beropah raga sebelum berangkat" ucap Rey, Felly hanya cemberut karena ia sadar diri jika dirinya jarang dan malas sekali berolah raga.
"Kita nikmati saja bulan madu kedua kita ini." didepan Menara Eiffel Rey memeluk dan mencium kening istrinya dengan hangat.
mobil nya mahal yak harga nya👀
queen ragu itu masang nya, liat gelang salib di pergelangan ezra👀
tp cowok kek ezra nyri dmn sih, keknya setia 🤔
.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta