Tumbuh dari kecil hingga dewasa di panti asuhan zen sekarang sudah berusia 18 tahun dan harus keluar dari panti untuk memulai kehidupan mandiri nya
Dan sekarang ketika hari pertama keluar dari panti dan tak tahu harus berbuat apa dan pergi kemana
Zen mendapat sebuah kekuatan hebat bernama Sistem Kekayaan Pemandu!
Bagaimana kisah nya kedepan setelah mendapat kan sistem?
Ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Can's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
32-Liana
Setelah selesai membahas mengenai rencana nya zen kemudian memastikan bahwa semua nya akan berjalan dengan baik terhadap teman teman nya saat ini
Saat sedang berbincang bincang dengan semua teman teman nya saat ini zen melihat bahwa orang yang di panggil nya sudah sampai dihadapan nya
"Halo" sapa seorang perempuan cantik dihadapan mereka semua sekarang ini
Kecantikan nya benar benar hampir setara dengan diana atu jean tapi tetap saja masih lebih cantik diana dan jean begitu pun masih lebih baik harumi
"Akhirnya kau datang" ucap zen kemudian menyuruh nya memperkenalkan diri nya
"Halo semua perkenalkan namaku adalah liana dan teman zen" ucap liana sekarang ini
"Baiklah langsung saja jalankan rencana nya bagaimana kasian dany" ucap zen
Kemudian zen menjelaskan dahulu rencana nya pada liana sampai akhirnya semua paham dan siap akan kondisi nya
....
....
Saat ini dany sedang berada di perpustakaan dengan cemberut nya dan pura pura membaca buku padahal diri nya sedang bengong dan sedih
Tiba tiba datang lah zen menyapa nya walau dijawab ketus oleh dany
"Hey...." sapa zen
"Apa!!?" jawab dany dengan ketus nya
Zen hanya menghela nafas nya saja dan kemudian berkata "hey...ayolah kita kan teman masa harus bermusuhan begini dan?"
"....." dany tak menjawab dan hanya diam saja mendengarkan perkataan zen barusan tanpa respon sedikitpun
"Baiklah baiklah sebagai rasa permohonan maaf ku waktu itu aku akan mengajak mu bertemu seseorang bagaimana?" tanya zen dengan membujuk dany
Dany menatap zen dan kemudian berkata "memang nya kau mau mengajak ku kemana dan buat apa?!"
"Jika kau ingin wanita yang cantik dan sayang dengan tulus padamu maka ikut saja namun jika tidak ya sudah" ucap zen
Dany pun dengan semangat menjawab "benarkah!?"
"Iya benar" jawab zen sambil mengangguk dan tersenyum pada dany
Kemudian dengan bujukan begitu akhirnya zen berhasil membawa dany keluar dari perpustakaan dan membawa nya menuju ke gedung belakang
Sampai sana ada Jery dengan pacara nya Intan sedang menunggu
"baiklah dany sekarang akan kuperlihatkan dahulu siapa wanita itu dan bagaimana kesan nya padamu" ucap zen sambil menyerahkan hp nya dan memutar sebuah video
Ketika video diputar dalam hp zen kemudian diberikan hp nya pada dany untuk disaksikan
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya zen mengambil kembali hp nya dan berkata "bagaimana?"
"Zen kau dan memang kawan terbaik" ucap dany dengan senang nya
"Lalu dimana dia zen cepat katakan padaku" ucap dany semangat nya
"Eittssss.....tidak semudah itu ferguso!" ucap zen sambil tersenyum mengejek dan membuat dany muram dan kesal
"Sialan zen jangan bercanda cepat katakan padaku mana liana sekarang ini?!" teriak dany dengan tak sabara nya
"Sebelum kau menemui nya kau harus melewati tantangan dari kami dahulu jika tidak lolos maka kau tidak akan bisa bertemu dengan liana mu!" ucap zen
"Sialan zen kau ini!!! baiklah ayo mana akan kulewati dengan segenap kekuatan jiwa dan raga ku demi liana!!" tantang zen
"Bagus aku suka semangat mu ini" ucap zen sambil kemudian memberikan kode pada jery dan intan untuk menjelaskan aturan permainan ke satu ini
"Baiklah dany kau di tantangan pertama harus melakukan push up 50x kemudian ditambah dengan sit up 50x" jelas jery
"Apaaaa!!?"
"Kalian mengerjaiku ya!? aku tak mau" ucap dany
"Kalau begitu kau tidaj akan kubiarkan bertemu dengan liana" ucap zen langsung membuat dany berkata kembali dengan semangata nya
"Baik baik kalau begitu ayo mulai" ucap dany
Dany mulai melakukan push up sebanyak 50x dengan intan yang menghitung termasuk setelah melakukan push up kemudian sit up 50x juga dengan di hitung oleh intan
Setelah 20 menit kemudian akhir nya dany selesai melakukan kegiatan olahraga nya dan kemudian ngos ngosan dengan terbaring di atas tanah
"Huh...huh...huh....sialan kalian semua mengerjaiku pasti!" ucap dany
"Ini hanya sebagai ujian untuk mu demi menggapai sesuatu yang kau inginkan itu tidak mudah kau harus tahu itu" ucap zen
"Baiklah bangun sekarang giliran ujian kedua ayo jangan malas malasan bisa bisa liana kesal menunggu dan pergi meninggalkan mu" ucap zen mengejek sambil memperingati
"Sialan kau zen!! tapi baiklah aku akan ikut ujian kedua nya" ucap dany
Ujian terus saja berlanjut dan di tahap kedua dany diharuskan melakukan lari keliling gedung olahraga sebanyak 25x putaran
Selesai dengan tahap dua kemudian dany diberikan waktu untuk mandi dan ganti pakaian kemudian istirahat sejenak di Villa zen
Sebab ujian ke tiga dan termasuk terakhir akan diuji di tempat villa zen
Selesai dengan istirahat nya dan persiapan sudah kompilt dan ready semua kemudian sekarang zen memberikan penjelas untuk ujian ketiga nya
"Baiklah dany ujian ke tiga ini bukan fisik melainkan tergantung akan kecerdasan mu dan kelihaian termasuk keseriusan mu dalam meyakinkan hati liana agar bisa kau dapatkan sepenuh nya" ucap zen
"Huh....kau tidak perlu kwatir soal ini aku cukup ahli" jawab dany sok percaya diri sekali
"Huh....kau akan tahu bahwa liana tak akan semudah itu ditaklukan bahkan oleh penggombal seperti mu" ucap zen
Lalu dany di arahkan menuju ke halaman belakang villa tempat dimana liana menunggu disana dengan santai nya
Dari jauh saja dany begitu melihat nya sudah terpana dan paham bahwa liana ini tak biasa seperti wanita wanita lain pada umum nya "kali ini aku harus serius dan jika gagal dengan ini maka aku telah membuang berlian yang tak ternilai"
"Jangan sampai aku membuang berlian berharga ini karena jika iya maka aku akan menyesal seumur hidupku ini" ucap dany
Dengan perlahan dan gaya tenang nya dany berjalan menghampiri liana di sebuah gazebo dibelakanh villa tersebut
"Halo" sapa dany
Liana berbalik dan menyapa juga "Halo"
Liana dan dany kemudian duduk bersamaan dengan tenang di gazebo
"Perkenalkan aku dany" ucap nya memulai percakapan
"Liana" jawab nya sambil menjabat uluran lengan dany
Selesai kenalan nya mereka mengobrol dengan riang termasuk makan malam romatis disana dengam hasil masakan zen
Selesai makan dany menatap serius liana sambil memegang lengan nya "liana aku ingin mengatakan sesuatu yang serius"
"Apa itu?" tanya liana pada dany dengan serius juga
"Aku merasa kau berbeda dari semua wanita yang kalo aku bisa bilang jujur pernah kudekati sebelum nya"
"Maka dari itu maukah kau beri aku kesempatan untuk membuat ku menunjukan keseriusan ku padamu?" tanya dany
Liana tersenyum dan mengangguk
Melihat respon liana dany berkata kembali sambil tersenyum "Maka dari itu aku ucapkan terimakasih dan juga....."
Kemudiam dany mengambil sebuh cincin dari dalam kantung jas nya dan memperlihatkan nya pada liana sambil berkata
"Liana maukah kau jadi kekasih ku?" tanya dany
Liana tersenyum dan kemudian berkata "aku tak bisa....."
Dany sempat tertegum sebelum akhirnya betanya
"Namun kenapa?" tanya dany
Liana bangkit dan berjalan mendekati dany yang juga sekarang berdiri dihadapan liana dengan raut muka tak menunggu sebuh jawaban
Secara tiba tiba liana memeluk dany dan berkata dengan senang nya "Tak bisa menolak maksud ku" ucap nya
Suasana haru pun terjadi dengan muncul nya zen dan kawan kawan memberikan ucapan selamat
Note :
Chapter ini hanya adegan romance ya gak ada aksi nya namun tunggu next eps ya
Makasih
Jangan Lupa
Dukung novel ini
Like,Komen,Vote,Rate 5 Bintang & Favorit
Terimakasih
sampe 2x aku baca cerita ini gk nemu lanjutannya..
belum lagi yg katanya mau liburan nateng teman²nya, kok tiba² udh bikin perusahaan payung..