Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beli novel
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 33
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi dan Latifah telah bersama-sama pergi ke toko buku untuk membeli novel yang sedang viral, mereka berdua memang sangat penasaran terlebih Revi karena Latifah selalu saja membahas tentang novel tersebut padanya. Bahkan sepanjang perjalanan menuju kesana, Latifah tidak bisa diam dan terus mengatakan kalau novel itu sangat-sangat bagus.
Sesampainya disana, Latifah langsung menarik tangan Revi untuk segera memasuki toko buku tersebut dan mencari novel yang ingin mereka beli. Revi pun pasrah saja mengikuti Latifah, mulai dari naik eskalator sampai dibawa berkeliling ke seluruh bagian toko buku itu hanya demi mencari sebuah novel yang sedang viral tersebut.
"Tuh kan, Vi. Rame banget tau yang pada kumpul di tempat novel itu, semoga aja kita masih kebagian deh!" ucap Latifah.
"Iya ya, kok bisa sampe serame itu sih? Padahal dari sinopsis yang lu ceritain ke gue, gak ada menariknya sama sekali tuh novel. Apa si penulis pake pesugihan supaya novelnya rame?" ujar Revi.
"Hus! Hati-hati kalo ngomong! Jaman sekarang masih percaya begituan!" tegur Latifah.
"Hehe, bercanda." ujar Revi nyengir.
"Yaudah, yuk kita kesana sebelum makin rame! Gue gak mau ketinggalan kesempatan buat baca tuh novel yang seru banget, lu juga harus gitu karena novel ini tuh beda dari yang lain dan pastinya bikin kita nangis darah sama halu punya pacar pangeran tampan!" ujar Latifah.
"Dasar gendeng! Udah gausah banyak omong! Kita langsung aja jalan ke depan, yuk!" ucap Revi.
"Iya iya..."
Mereka pun langsung menuju ke tempat novel itu berada, terlihat banyak sekali orang mengantri hanya untuk mendapatkan novel tersebut. Sampai Latifah tampak khawatir dan cemas kalau ia gagal membeli buku novel yang viral itu, sedangkan Revi hanya santai saja karena ia memang tak tertarik membeli novel itu jika tidak dipaksa oleh Latifah.
Setelah mengantri beberapa menit, akhirnya mereka berhasil mendapatkan novel tersebut dan untungnya masih lumayan banyak yang tersisa. Latifah pun tampak sangat senang karena ia berhasil dapat satu novel itu, ia juga mengambilkannya satu untuk sohibnya yakni Revi yang hanya diam disana.
"Nih Rev!" ujar Latifah menyodorkan novel itu.
Revi terdiam sejenak memandangi bentuk novel tersebut sembari mengusapnya, ia lumayan tertarik pada cover depan dan belakang dari novel itu walau ia belum tau bagaimana ceritanya. Covernya memang menarik, namun belum berarti isinya juga menarik karena itu tidak bisa menilai sebuah buku hanya dari covernya saja.
"Yaudah, bayar yuk! Supaya gue bisa baca nih buku. Gue penasaran banget apa sih serunya novel ini? Sampe pada banyak banget yang ngantri disini, masa iya cerita ini beda kayak yang lu bilang?" ujar Revi.
"Yeh yaudah ayo kita ke kasir! Biar nanti lu juga bisa nilai sendiri, betapa serunya novel ini! Gue yakin lu gak akan nyesel deh pas baca nanti, buktinya banyak orang juga yang bilang kalau cerita ini seru!" ucap Latifah memuji cerita novel tersebut.
"Iya iya..."
Mereka pun segera menuju ke kasir untuk membayar novel tersebut, namun itu dia antrian di kasir juga tak kalah panjang dari antrian untuk mengambil novel tersebut. Sontak Revi langsung merasa lemas begitu melihat panjangnya antrian tersebut, begitupun dengan Latifah yang tak bisa berkata apa-apa sangking terkejutnya melihat antrian itu.
Ya pada akhirnya mereka terpaksa mengantri, karena rasa penasaran terhadap isi cerita dari novel tersebut dan tidak mau terus-terusan penasaran. Walau pastinya itu akan memakan banyak waktu, mungkin bisa lima belas menit atau setengah jam.
•
•
Setelah selesai membayar, Revi dan Latifah pun pergi menuju tempat duduk terdekat untuk mulai membaca novel yang baru mereka beli itu. Kedua gadis itu tampak tidak sabar lagi untuk membacanya dan memastikan sendiri apakah cerita itu memang menarik atau beda dari yang lain seperti yang diceritakan oleh Latifah secara terus-menerus.
Bau khas dari buku baru tercium di hidung Revi begitu selesai membuka plastik yang menutupi novel tersebut, perlahan ia mulai membuka novel itu dan membaca isinya. Revi sama sekali tak menyangka jika cerita dalam novel tersebut memang cukup menarik, bahkan baru bagian awal saja Revi sudah dibuat menangis hanya karena membacanya.
Latifah yang ada di sampingnya, terkejut saat melirik ke arah Revi dan melihat bulir air mata mengalir di pipi sang sahabat. Namun, ia justru tersenyum ketika mengetahui Revi menangis karena membaca novel tersebut. Ia pun ikut senang karena Revi ternyata dapat menyukai isi cerita novel itu, ya jadi ia tidak merasa bersalah kepada Revi.
"Gimana Rev? Ceritanya bagus kan?" tanya Latifah sambil senyum-senyum sembari menatap ke arah Revi, ia telah selesai membaca bagian pertama dari novel tersebut.
"Eee lumayan lah, kan baru awal. Siapa tau pas akhir-akhir ceritanya jadi gak nyambung, kan gak ada yang tau!" jawab Revi sambil tersenyum dan menyeka air mata di wajahnya.
"Hahaha, cie yang sampe nangis. Emang sih ceritanya menyedihkan banget, tapi gue malu sih kalo nangis disini. Makanya gue tahan-tahan aja supaya gak nangis, ya sambil lihat muka lu jadinya gue ketawa-ketawa sendiri deh!" ujar Latifah.
"Ah sialan lu! Masa muka gue bisa bikin lu ketawa?" ujar Revi kesal.
"Ya bisa dong! Kan lucu ngeliat lu nangis-nangis sampe kayak gitu, jarang aja lihatnya!" ucap Latifah sambil tertawa kecil.
Revi pun membuang muka dan menutup novel itu setelah memberi tanda pada bagian terakhir ia membacanya agar tak lupa, ia juga menyeka air mata di wajahnya berulang kali menggunakan tangan serta tisu yang ia bawa karena rasa malunya akibat ditertawakan oleh Latifah sedari tadi.
Sementara Latifah juga menutup novelnya dan ingin lanjut membaca di rumah saja, ia merasa malu jika membaca disana karena banyak orang yang berlalu lalang dan dapat melihatnya.
"Rev, kita pulang sekarang yuk! Gue mau lanjut baca di rumah aja deh, disini malu banyak orang!" ucap Latifah mengajak Revi pulang.
"Iya gue juga. Eh tapi, kita makan dulu yuk! Gue laper banget nih, gak kuat rasanya kalo harus jalan jauh sebelum makan. Lu temenin gue, ya? Nanti gue traktir deh kalo lu mau makan juga!" ucap Revi.
"Nah, boleh boleh." ujar Latifah bersemangat.
"Yeh giliran ditraktir aja, semangat banget lu!" ucap Revi sambil berdiri mengambil tasnya.
"Hehehe..." Latifah nyengir.
Lalu, mereka pun beranjak pergi dari dalam toko buku tersebut dan mencari tempat makan yang sekiranya pas untuk mereka mengisi perut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...