SINOPSIS :
"Tuan, aku ini diangkat menjadi sekretaris mu atau kucing ini?" Liora tak percaya, mengapa harus mengurus kucing ini? Liora memang suka sekali dengan kucing, tapi Liora heran mengapa ia harus menjadi asisten pribadi seorang owner perusahaan besar hanya untuk mengurus kucingnya.
Billionaire itu melirik Liora, dalam lirikannya dia menampilkan secarik senyuman yg kecil. Sepertinya dia tertarik pada Liora. Tapi ia segera menepis senyuman nya. Ia mengingat kejadian 5tahun lalu, dan ia tidak ingin jatuh kedalam lubang cinta lagi. Terlalu muak rasanya untuknya.
REGRADS,
Cicankyuu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. SHUT UP JENNIE!
Liora asyik bermain bersama Vios. Mereka terus berlarian kesana dan kemari. David dan Freya yang memandanginya pun tak henti-hentinya tertawa melihat tingkah Liora dan Vios. Mereka tampak bahagia sekali.
"Mom aku sudah lapar" rengek David pada Freya. David sudah ingin sekali merasakan makanan di mansion itu. Sudah lama sekali dia tidak makan bersama di sana. Mungkin terakhir kali adalah ketika ia membawa Liora untuk diperkenalkan kepada keluarganya. Jika tidak ada Liora, mungkin hingga sekarang David belum juga berkunjung ke mansion keluarganya.
"Tunggu David. Kita harus menunggu Jennie terlebih dahulu" jawab sang ibu sembari menjewer telinga anaknya.
"Lagipula untuk apa sih wanita itu datang kemari? Tumben sekali" oceh David menekuk lengannya ditempelkan pada dada bidangnya.
"Jangan seperti itu David. Kita harus menghargai tamu yang datang berkunjung ke rumah kita" nasihat Freya tak sama sekali didengar oleh David. Mungkin jika tamu itu bukan seseorang yang membuatnya merasa risih, David akan menghargainya dengan senang hati. Lantas jika seperti itu, siapakah sosok Jennie yang sudah membuat David merasa risih dengan kabar kedatangannya di mansion ini?
"Permisi nyonya, tuan, nona Jennie sudah datang. Ia sedang menunggu di ruang tamu" ucap salah satu pembantu yang sudah berdiri di samping David dan Freya. Freya tersenyum lalu bangkit dari duduknya.
"Ayo David" ajak Freya. David menghela nafas berat. Bahkan ia sempat memutar bola matanya.
"Ayo David. Ajak Liora juga. Mom tunggu disana" perintah karya kepada David. Freya meninggalkan David tanpa mendengar sepatah kata apapun dari David. David memandangi Liora sejenak dari kejauhan. Iya terus berdoa dalam hatinya, semoga saja tidak ada lagi hal yang membuat ia bertengkar dengan Liora. Perlahan ia mulai melangkah mendekati Liora.
"Olla" lirih David memanggil Liora yang sedang asyik bermain bersama Vios.
"Hahaha Dave, lihat Vios terus terusan berguling di tanah" Liora tampak ceria sekali hari ini. Ia semakin takut jika Liora akan marah lagi kepada dirinya. David tahu betul sifat dari wanita yang bernama Jennie.
"Em, Liora bisakah kau ikut bersama denganku sebentar?" Ajak David dengan wajah datarnya. Liora mengerenyit, ada apa dengan David? Liora mengangguk lalu menggendong Vios dalam pelukannya.
"Tetapi boleh kah aku membawa Vios?" David mengangguk lalu merangkul Liora dan berjalan menuju ruang tamu.
sudah tampak terlihat dari jauh seorang wanita menggunakan baju berwarna mustard dengan rambut sedikit ikal berwarna coklat. Liora yang melihatnya pun terpesona dengan kecantikan wanita itu. Tetapi tidak dengan David, pandangan yang justru tidak tertuju pada Jennie. Dia sangat malas sebenarnya untuk melangkah mendekati Jennie.
"Hei David!" Jennie bangkit dari sofa empuk itu lalu berlari menghampiri David dan menghamburkan tubuhnya memeluk David. Mata Liora orang membuat ketika melihat wanita itu memeluk David. Apa maksudnya?
"Lepas Jen!" Paksa David melepaskan pelukan Jennie. Ia tahu Liora pasti akan sangat marah melihat ini. Karena inilah David sangat tidak suka dengan kedatangan Jennie.
"Aku merindukanmu David! Memang salah aku memelukmu seperti ini hm?" Jennie tetap tidak melepaskan pelukannya namun ia mensejajarkan kepalanya dengan kepala David. Liora yang di sebelahnya pun sudah mulai terbawa dalam emosi. Pemandangan macam apa itu? Tiba-tiba pandangan Jennie melirik ke sebelah David. Ia melihat seorang wanita sedang menggendong seekor kucing di pelukannya.
"Lepas!" David melepas paksa pelukan Jennie itu. Ia segera merangkul Liora yang sudah dibanjiri oleh rasa cemburu melihat pria nya di peluk oleh wanita lain.
"Ah siapa wanita itu?" Tanya Jennie menaikkan sebelah alisnya. Tatapan sinisnya melayang pada Liora.
"Dia Liora. Calon istri David, Jennie" ucap Freya memperkenalkan Liora kepada Jennie. Liora sedikit senang ketika Freya mengatakan dirinya calon istri David. Agar wanita itu tahu bahwa Liora adalah wanita penting di hidup David. Jennie membuka mulutnya tak percaya.
"Huh? Ah aku akan perkenalkan diri kepadamu. Aku adalah Jennifer Aniston. Sebut saja aku Jennie. Dan aku anak dari pengusaha terbesar di Swiss" Jennie memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri. Tatapan sinis dan kalimat sombongnya hanya membuat Liora ingin tertawa saja. Sedangkan David memutar bola matanya. Jennie memang selalu sombong seperti itu.
"Liora, perkenalkan dia Jennie teman kecil David. Ayo duduk" Liora mengikuti arahan Freya untuk duduk disebelahnya. Sedangkan David lebih memilih duduk di sofa yang berbeda. Jennie ingin duduk di sebelah David. Tetapi sofa yang David duduki hanya cukup untuk satu orang saja.
"Siapa nama lengkapmu?" Tanya Jennie pada Liora dengan lantang.
"Liora Alejandro W—"
"Liora Alejandro" Liora memotong ucapan David sebelum ia menyebutkan nama belakang Liora. David mengerti, Liora hanya ingin merendah saja. Liora bukan wanita sombong seperti Jennie. David pun tersenyum melihat Liora. Betapa beruntungnya David memilikinya.
"Ah aku tak pernah mendengar nama belakang mu itu. Mungkin kau dari kalangan biasa saja kan?" Perkataan Jennie membuat Freya terkejut. Betapa beraninya Jennie berbicara seperti itu kepada Liora. Bahkan perusahaan keluarga Watsons empat kali lebih besar dari pada perusahaan ayah Jennie. Liora hanya tersenyum mendengarnya.
"Jennie jang—"
"Aku memang berasal dari kalangan biasa saja. Tetapi pemikiran ku tidak seperti dirimu. Hartamu hanya membuat kau terbang tanpa melihat kebawah lagi" Liora memotong ucapan Freya dengan kata-kata yang indah dan menusuk hati Jennie. Sekarang Jennie merasa skakmat. Terpaku dalam ucapannya. Apa lagi yang akan ia ucapkan?
"Orang rendahan seperti mu berani menasihati aku huh?" Jennie menajamkan matanya pada Liora. Ia tak terima Liora berbicara seperti itu kepada dirinya.
"Jennie! Cukup!" Bentak David dengan tegas. Jennie terkejut ketika David berteriak seperti itu. Memang David selalu seperti tak suka kepadanya. Tetapi ia tak pernah dibentak oleh David seperti itu.
"Mom, apa kau yakin akan menikahkan David dengan wanita rendahan seperti dia?" Ucap Jennie pada Freya. Liora hanya bisa tersenyum disana. Tak berbicara apapun lagi. Hanya menahan tawanya.
"Jennie sayang, kau tidak boleh seperti itu kepada Liora. Dia gadis yang baik. Hatinya sangat tulus dan lembut. Jadi mom tidak akan ragu untuk menikahi Liora dengan David. Dan dia bukan wanita rendahan" tutur Freya dengan lembut. Freya memegang tangan Liora dengan maksud untuk lebih bersabar lagi dalam situasi itu. Liora mengerti dengan cepat. Dan David sudah mengepalkan tangannya disana. David sungguh tak terima jika wanitanya dibilang rendahan seperti itu oleh orang lain.
"Tapi mom, jelas sekali dia wanita rendahan" Jennie semakin sinis kepada Liora.
"Hei kau apakah kau seorang kupu-kupu malam? Berani sekali kau menggoda David dan juga mom Freya agar kau bisa menikahi David. Kau hanya ingin hartanya kan?" Jennie berbicara dengan lantang. Kali ini David benar-benar tak bisa bersabar lagi.
Plakkk!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Jennie. Ya, David menampar nya. Begitu sakit hatinya ketika mendengar wanita yang sangat ia sayangi disebut kupu-kupu malam oleh wanita lain yang jelas-jelas tidak mengetahui apapun.
"David?" Jennie tak percaya David sampai menamparnya seperti itu.
"Tutup mulut kotormu Jennie!" Bentak David sekali lagi. Sungguh sakitnya hati Jennie ketika David menampar nya. Emosi Jennie menjadi tak karuan. Ia semakin membenci Liora yang sudah merebut David darinya bahkan membuat David harus menamparnya.
-to be continued-
** NOTE :
Mau lanjut ga cerita ini?
Regrads,
Cicankyuu
dr td q bc smua ny tnggung2 smw
😢
....
semangat thor
turut berdukacita untuk kucing'nya
turut berduka cita tuk c empus nya..
penasaran...
semangatttttttt