NovelToon NovelToon
Selimut Tetangga Di Perantauan

Selimut Tetangga Di Perantauan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

(PERHATIAN!! bacaan ini akan membuat mu geram... skip saja bagi yang tidak kuat membaca, tentang perselingkuhan 😊🙏)

aku Adam Riansyah, pria berusia 32 tahun.
seorang operator alat berat, yang harus bekerja di kota yang jauh. dan terkadang berpindah dari satu kota ke kota yang lain.
meninggalkan seorang istri yang baru ku nikahi empat tahun yang lalu, juga seorang anak berusia tiga tahun.

kata orang hidup di perantauan itu mudah, benarkah begitu?

aku rasa tidak!
apalagi aku adalah pria yang sudah menikah, berusaha menahan hasrat berbulan-bulan sangatlah sulit bukan. godaan demi godaan sering datang menghampiri, dimana teman-teman ku bahkan lebih memilih untuk menikah diam-diam atau mungkin menyewa wanita demi memenuhi hasratnya.

hingga akhirnya aku bertemu dengan Andini, seorang janda yang baik hati serta ramah. wanita yang bekerja sebagai penjual nasi dan kopi di tempat ku bekerja. membuat ku merasakan kenyamanan saat di dekatnya...

di sinilah kesetiaan ku mulai di uji...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

selimut yang sudah tak menghangatkan

Nesa bergeser posisi duduknya. Semakin mendekati meja tempat tas Adam tergelak.

Seolah ada dorongan untuknya menilik ponsel milik suaminya itu. Hingga ia pun meraih tas itu, dan mengeluarkan ponsel sang suami.

'maaf mas Adam. Aku lancang.' batin Vanesa yang sudah menekan tombol samping, hingga tampilan layar pun terbuka.

Nesa mendesah, ponsel mas Adam menggunakan kunci layar berkode angka, atau mungkin harus dengan sidik jari suaminya itu agar kuncinya bisa terbuka. Dia pun kembali memasukkan ponsel sang suami.

"Kok tumben ya, ponsel mas Adam terkunci. Ah sudah lah... Sebaiknya ku siapkan makan malam saja." Nesa kembali meletakkan tas itu ke tempat semula.

Lalu berjalan keluar dari kamarnya, bersiap untuk memasak.

Jujur saja... Vanesa bukanlah tipe istri yang gemar membuka privasi sang suami. Dia tidak begitu suka membuka-buka ponsel Adam, walaupun Adam memang sangat terbuka sekali dengan ponselnya, sebelum ini. Bahkan saking terbukanya, saat Adam tengah di rumah? HP jarang dia bawa kemana-mana, tergeletak begitu saja di meja kamar. Itulah kenapa Nesa percaya sekali dengan suaminya. Memang selama ini tidak pernah ada gerak-gerik mencurigakan dari Adam bahwa dia memiliki hubungan gelap di luaran sana.

Namun sepertinya, perasaan Nesa di kepulangan Adam yang sekarang itu berbeda. Sang suami tidak sehangat dulu dengannya, dia bahkan tak banyak membuka obrolan kepada Nesa terlebih dahulu. Dan lebih banyak meladeni omongan Aqila ketimbang sang istri.

–––

Malam yang sedikit gerimis di luar, membuat suara rintikan kecil di genting rumah mereka, terdengar. Keluarga kecil itu baru saja selesai menyantap hidangan makan malam, berkumpul sejenak sembari mengobrol di ruang tengah. Dan tak lama, suara menguap Aqila menandakan anak itu mengantuk. Nesa pun mendekati sang anak yang duduk di lantai dengan mainan barunya.

"Sudah ngantuk, ya?" Tanya Nesa, Qila mengangguk Pelang sembari mengusap-usap matanya. Nesa menoleh ke arah Adam yang dalam posisi miring, tiduran di kursi panjang. fokus menonton pertandingan sepak bola di televisi. Nesa kembali menoleh ke arah Qila sembari menyunggingkan senyum. Lalu mengajak gadis itu menuju kamarnya, menidurinya terlebih dulu, baru lah dia kembali mendekati Adam.

Ya... Saat itu adalah pertandingan liga Inggris, di mana tim Favorit Adam sedang main.

Namun Adam seperti tidak menikmati acara televisinya. Dia nampak bosan sekali menonton acara di hadapannya, bahkan mata yang masih tertuju pada layar datar itu pun mulai menyipit. Hingga beberapa menit kemudian, Nesa keluar dia duduk di dekat kaki Adam.

"Mas–"

"Hemmm?" Masih mengarahkan pandangan ke arah Televisi. Nesa menghela nafas. Ia sudah mengenakan pakaian terbaik di hadapan suaminya. Biasanya Adam akan memujinya, namun ini? Jangankan memuji, memandang pun tidak.

"Apa mas Adam tidak rindu aku?" Tanya Nesa. Pria itu pun melirik ke arah Vanesa. Sementara sang istri langsung tersenyum.

'Nesa terlihat seksi. Tapi aku seperti tidak ada gairah untuk menyentuhnya. Karena saat ini, yang ku rindukan justru Andini.' batin Adam. Dia pun beranjak duduk.

"Aku rasanya lelah sekali." Gumam Adam. Nesa mengerti, suaminya pasti masih sangat lelah akibat baru pulang dari Makassar.

"Mau ku pijit? Tapi di kamar." Ucap Nesa. Sementara sang suami tersenyum kecut.

'bukan... Bukan kau Nesa. Tapi aku maunya Andini lah yang melayani ku, saat ini.' batin Adam yang merasa hasratnya kini, hanya untuk Andini. Namun dia sadar, ketika harus memberikan nafkah batinnya pada sang istri, hingga dia pun mengangguk. Lalu beranjak sembari menggandeng tangan Vanesa.

Di dalam kamar itu Adam hanya tidur terlentang menatap ke wajah Vanesa, dengan kakinya yang tengah di pijat oleh sang istri.

"Bagaimana pijitan ku mas?" Tanya Vanesa. Adam pun hanya tersenyum. "Enak?"

"Iya." Jawabnya. Nesa tersenyum tipis.

"Mas, maaf ya.... Aku pasti sudah membuat mu kesal selama ini. Sampai kau jadi tidak nyaman lagi dengan ku. Kau pasti sangat kecewa, kan?"

Adam terdiam... Nesa tidak tahu saja, jika dia sudah memiliki hati yang baru di tempat perantauan. Hingga membuatnya merasa tidak lagi membutuhkan Vanesa.

Nesa meletakkan kaki sang suami yang ada di pangkuannya itu, lalu bergeser lebih naik ke atas ranjangnya. Tidur dalam posisi tengkurap dengan wajah menghadap wajah mas Adam.

Tangan itu lantas menyentuh wajah tampan yang sudah sangat ia rindukan itu. "Mas Adam? Aku rindu."

Deg...! Ingin rasanya dia memalingkan wajah saat melihat tatapan sendu Vanesa. Mendadak ada rasa tidak tega.

"Mas?" Nesa mendekati bibir sang suami mengecupnya lembut, lalu terkekeh. "Mas Adam kenapa sih, Nesa jadi merasa agresif." Merasa sedih karena Adam sangat pasif saat ini. Hingg pria itu mulai mengubah posisinya, membuat Nesa kini berada dalam kungkungannya.

Terlihat senyum Nesa mengembang, memandang penuh Cinta dan kerinduan kepada suaminya itu. Terlebih saat Adam membelai rambut di bagian pangkal kepalanya.

'aku harus menggauli mu, itu benar... Walaupun hanya tersisa sedikit hasrat kepada mu, tidak seperti sebelum aku mengenal Dini. Maaf Nesa, aku hanya menunggu waktu yang pas. Untuk mengatakan tentang niatan ku, yang ingin menikahi Andini.' batin Adam yang mulai mencumbu sang istri dengan lembut. Nesa merasakan sentuhan itu sedikit lain. Mas Adam menyentuhnya tidak senafsu dulu, seperti seseorang yang makan namun ogah-ogahan. Hingga keduanya mulai bermain dalam ranjang itu untuk beberapa menit.

Lalu setelahnya keduanya bebersih, itu pun mas Adam tidak mengajaknya.

Hingga Nesa mulai beranjak duduk dan menutupi tubuhnya dengan kain selimut. Mas Adam benar-benar pasif, seperti bukan Adam yang ia kenal sebelum berangkat ke Makassar. Bahkan permainan di atas ranjang pun sangat singkat, tidak seperti biasanya.

Cklaaaakkk, suara pintu tandas terbuka. Adam keluar dan langsung merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap, di atas ranjang. "Bebersih dulu sayang, habis itu tidur. Emmm, aku tidur duluan ya... Ngantuk sekali." Gumam Adam.

"Hanya itu?"

Adam tersenyum. "Ahhh... Terimakasih juga ya, sudah melayani ku." Sambung Adam dengan mata yang masih terpejam.

Nesa bersungut, apa-apaan ini? Biasanya Adam akan mengecup pipi Nesa berkali-kali. Dan mengobrol singkat, di bawah selimut. Untuk memberi jeda beberapa menit atau mungkin beberapa jam, lalu memulai kembali urusan mereka.

Namun ini? Dia langsung tidur begitu saja?

Nesa segera meraih sesuatu yang teronggok di lantai, dan turun dari ranjang itu setelah mengenakan pakaiannya lalu berjalan menuju tandas. Dan saat pintu tandas itu tertutup Adam kembali membuka matanya.

Dia pun merubah posisi tidurnya, meraih ponsel yang tergeletak di atas ranjang. Lalu mengetik sesuatu.

📱(Selamat malam kekasih ku? Kau sudah pulang dari warung mu kan?? Ingat, saat tidak ada aku. Jangan terlalu malam jualannya ya. Aku mencintaimu, Andini.)

Adam mengirim pesan chat itu. Sembari tersenyum, dia baru ingat sesuatu dan langsung saja ia masukan nomor Andini dalam pesan yang di arsip. hingga tidak akan ada notifikasi ketika Andini membalas pesannya. Ponsel pun kembali ia tutup lalu ia letakan di bawah bantalnya. Setelah itu kembali dia pejamkan mata yang sudah lelah itu.

1
Achiek
apa sulitnya utk menghindar.... bilang aja pergi kerja... tinggalin tuh sipuri.... dasar siadam tolol akar kuadrat....
Achiek
si adam itu tolol ++....
Achiek
preettt...
Achiek
tapi masih memberi ruang dg si adam....
Achiek
emang boleh rujuk kembali setelah talak 3.... ingat thor dlm hukum islam itu tidak diperbolehkan... kecuali talak 1 dan 2....
Achiek
si adam ini sifatnya bikin greget.... egois nggak punya malu.... si nesa terlalu lembek nggak punya prinsip....
Achiek
adam... adam.... /Joyful//Joyful//Joyful/.... loe itu pikun apa sich.... namanya jg pelayan warung....
Achiek
kelapa yg mana thor....
Gafita Almas
Luar biasa
Nur Janah
lagian knpa Andini nggak kabur pergi jauh aja sama anaknya
Nur Janah
aku udah ngerasain d selingkuhi suami waktu suami dpt proyek di Palembang sama janda punya warung juga,pdhal sebelumnya aku baca novel ini dan kejadian d aku juga.tp paling tidak tahu cara mengatasinya dari pengalaman baca novel ini,dan ini yg ketiga kalinya aku baca novel ini
Meryy4321
Lumayan
Meryy4321
Buruk
angel
kenapa sih setiap baca novel laki selingkuh pas istri berat di anak ...apa hrs gt? laki klu sdh gk bisa jaga hati dan nafsu lbh baik pisah . .klu pun dipaksa dan diteruskan rumah tangga yg ada sakit hati sendiri dgn jiwa keterpaksaan
Ira Suryadi
Luar Biasa
Aluh Alvrida
Aku suka cerita novel ni..bagus banget aku sampe baca tiga kali/Angry//Angry//Angry/
Aluh Alvrida
Biasa
Aluh Alvrida
Buruk
Aluh Alvrida
Aku baca udah dua kali..ini yg ketiga kali karena kangennn..bagus novelx kusukaaa banget/Angry//Angry//Angry//Angry/
Nur Janah: sama ini yg ke tiga juga tp yg kedua nggak sampai tamat😊😊
total 1 replies
Cis Siu
yey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!