Terusan novel Muslimah Itu Milik Seorang Mafia.
Jika bingung dengan pemerannya, bisa baca novel di atas terlebih dahulu🥰
Cerita ini hanyalah fiksi.
Terlalu memandang derajat membuat Gamian Alvaro Morgan menjadi seorang laki-laki yang merasakan betapa pahitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Wanita yang selalu ia hina sebagai "anak pungut" berhasil membuat ia merasakan apa itu cinta dan juga apa itu terluka.
Demi menenangkan pikirannya, laki-laki 22 tahun itu pergi ke desa untuk menemui paman dan bibinya. Berniat berlibur dan menenangkan diri malah menjadi sebuah masalah yang besar.
Laki-laki itu di tuduh melakukan pelecehan terhadap gadis polos.
Mampukah ia keluar dari masalah itu, atau malah masalah itu akan membuat ia terhanyut akan sensasi baru.
Penasaran?
Simak cerita lengkapnya di sini❤️
Baca juga kisah Gamian sebelumnya di Muslimah Itu Milik Seorang Mafia ❤️
jangan lupa like, komen, hadiah dan juga vote nya.
Jika tidak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak yah.
Note:
1. DILARANG MELAKUKAN TINDAKAN PLAGIAT! JIKA DI TEMUKAN KASUS PLAGIAT, SAYA AKAN MEMBAWA KE RANA HUKUM TANPA TOLERANSI!
2. COVER: Google search
Editing: Little rii.
3. DILARANG SPAM PROMOSI!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mie goreng siput.
Di dapur.
Lana terkagum-kagum melihat aksi memasak suaminya, dengan lihai suaminya memainkan alat dapur dan memotong bahan-bahan masakan dengan rapi.
Melihat kekaguman istrinya, Gamian merasa sangat bangga. Ia yakin setelah ini istrinya akan semakin kagum padanya.
Inilah namanya jurus pamer secara halus.
"Suka pedas atau manis?" tanya Gamian layaknya seorang koki profesional.
"Pedas," jawab Lana antusias sembari menepuk tangannya beberapa kali. Gamian pun mengangguk dan melanjutkan memasak makanan.
Beberapa menit kemudian. Makanan sudah siap. Gamian meletakkan dua piring Mie goreng seafood dengan bumbu istimewa di atas meja dengan rapi dan tertata cantik, layaknya seperti sedang di meja makan sepasang kekasih yang tengah kencan.
"Wah, mie goreng." Lana bersorak senang melihat mie goreng yang terlihat sangat menggoda itu.
"Ini namanya mie goreng seafood saus pedas ala pria tampan dan kaya, kau pasti menyukainya nanti."
"Siput?" tanya Lana bergidik ngeri. Yang di pikiran nya sekarang adalah siput pemakan tanaman cabenya di desa dan sekarang ada di dalam mie goreng. Apa orang kaya memakan siput?
Melihat keterdiaman Lana, Gamian menjadi bingung. "Mengapa tidak di makan?" tanya Gamian.
"Tidak mau," jawab Lana membuat Gamian seketika syok.
"Kenapa?" tanya Gamian merasa hatinya tersayat benda tajam tak terlihat karena penolakan istrinya.
"Ada siput di dalamnya, aku tidak suka siput."
"Siput?" Gamian langsung tertawa lepas mendengar perkataan Lana, bagaimana bisa ia tak memikirkan hal sepele ini. Istrinya kan tak bisa bahasa Inggris.
"Bukan siput, Lana. Tapi, seafood."
"Apa bedanya?" tanya Lana.
"Kalau siput itu yang jalan nya lambat dan suka makan tanaman, nah kalau seafood itu makanan laut. Seperti udang, cumi-cumi, gurita dan sejenisnya."
Lana langsung membulatkan mulutnya, ia tersenyum lega karena bukan siput yang ada di mie gorengnya. Jadi, ia bisa makan dengan tenang.
"Makanlah," ucap Gamian menunggu Lana untuk makan agar mendapatkan pujian.
Lana pun mengangguk dan menyantap mie goreng istimewa yang di masak oleh suaminya. Satu suapan masuk ke dalam mulut Lana dan melewati tenggorokan. Mata Lana berbinar, dua jempol Lana langsung terangkat ke arah Gamian.
"Enak sekali," puji Lana membuat Gamian bersemu merah. Laki-laki merasa puas dan senang karena mendapatkan pujian dari istrinya, padahal sebelumnya ia sudah sering mendapatkan pujian karena masakan nya. Bahkan restorannya selalu ramai karena resep masakan Gamian sangatlah menggugah selera dan selalu saja membuat orang ingin mencoba lagi dan lagi.
"Makanlah yang banyak," ucap Gamian tersenyum tulus. Ia tak menyentuh mie gorengnya, melihat istrinya makan dengan lahap saja ia sudah kenyang.
******
Sore harinya.
Di sebuah apartemen mewah, seorang wanita tengah duduk di depan televisi namun matanya fokus dengan ponselnya. Senyuman menyeringai terukir jelas di bibir merah nya. Matanya yang tajam namun menggoda berkedip-kedip melihat tulisan yang baru saja masuk ke email-nya.
Ia pun membuka kontak dan menghubungi seseorang dengan nickname Bos.
Telepon tersambung.
"Katakan," ucap seorang laki-laki dari seberang telepon.
"Saya di terima, bos. Besok saya akan mulai bekerja sebagai sekretaris dari tuan Gamian Alvaro Morgan," ucapnya bangga.
"Bagus, berperilaku lah dengan wajar. Lakukan rencana yang sudah aku katakan padamu kemarin, aku tidak menerima kata gagal kali ini!"
Tut.
Telepon terputus, wanita itu menghela nafas kasar. "Kalau bukan karena uang, mana mau aku berurusan dengan orang berbahaya seperti kalian. Cih, menyebalkan!"
****
Rumah Gamian.
Gamian kini berada di ruang kerjanya melihat email-nya, ia tersenyum penuh makna melihat tulisan yang ada di email-nya. Ia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Kerja bagus, tetap awasi dia."
"Baik, tuan."
Tut.
Telepon terputus.
Gamian berjalan menuju sebuah kaca yang ada di ruang kerjanya. Ia menatap tubuhnya yang terpampang sempurna di kaca, sebuah senyuman penuh arti terukir jelas di bibirnya.
"Mari kita ikuti permainan membosankan ini."
_
_
_
_
_
_
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.
ga ada apa cerita lain dari novel yg lain alurnya
sial ,aku ingat sudah ada satu dirumah 🙄
biar imajinasi ny smkin pas