Bertemu karena sebuah takdir.
Takdir mempertemukan mereka, meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain, namun karena sebuah alasan mereka akhirnya memutuskan untuk bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Pada malam hari, tepatnya pada pukul tujuh malam Deon sampai di rumah. Deon langsung masuk ke dalam rumahnya, namun saat Deon baru saja masuk, Deon melihat semua orang sedang berkumpul di ruang tengah kecuali Dira.
Erina yang yang melihat kedatangan Deon langsung menghampiri Deon.
"Deon ada yang ingin Mamah sampaikan."Ucap Erina.
Deon tidak menjawab ucapan Erina, Deon hanya melirik ke arah Erina. Karena tidak mendapat jawaban dari Deon, Erina pun langsung menyampaikan tentang masalah Ilona pada Deon.
"Deon kamu harus membantu Ilona."Ucap Erina.
"Membatu apa lagi?."Tanya Deon.
"Deon, Ilona mendapat perlakuan yang tidak baik dari Felix. Felix mencampakkan Ilona bahkan Felix tidak menganggap Ilona sebagai istri nya."Jelas Erina.
"Lalu apa hubungannya dengan ku?."Tanya Deon kembali.
"Memang tidak ada hubungannya dengan kamu, tapi bagaimana pun juga pernikahan ini bisa terjadi karena kamu juga kan Deon, jadi kamu harus bantu Ilona memberi pelajaran pada Felix."Ucap Erina.
"Memang pernikahan ini bisa terjadi karena aku, tapi pernikahan ini bukan ingin ku kan? Ilona sendiri yang memaksa untuk menikah dengan Felix yang jelas jelas tidak mau dengan Ilona. Jadi kalau sekarang Felix mencampakkan Ilona itu resiko dia."Ucap Deon dengan wajah datarnya.
"Tapi Deon...."
"Aku lelah."Ucap Deon yang memotong ucapan Erina.
Deon langsung meninggalkan Erina yang menatap Deon dengan kesal, Erina tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar Deon mau melakukan apa pun yang inginkannya.
Setelah Deon pergi, Ilona langsung menghampiri Erina dan menanyakan apakah Deon mau membantunya.
"Bagaimana Mah?."Tanya Ilona.
"Deon tidak mau membatu kamu."Jawab Erina.
"Apa? Terus bagaimana sekarang Mah kalau Kak Deon nggak mau bantuin aku?."Tanya Ilona.
"Mamah nggak tahu, kamu pikir aja sendiri. Mamah pusing."Ucap Erina yang kemudian pergi meninggalkan Ilona.
"Mamah..."Teriak Ilona memanggil Erina.
_____________________
***
Keesokan harinya seperti biasa mereka sarapan bersama setelah itu mereka pergi melakukan aktivitas masing masing.
Hari ini Dira pergi bersama Deon ke kios bunga. Awalnya Dira ingin pergi sendiri menggunakan mobilnya, namun Deon melarang dan akhirnya Dira pergi dengan di antar oleh Deon.
"Sayang sampe kapan kamu akan mengantar aku ke kios bunga?."Tanya Dira.
"Sampai kamu berhenti dan tidak pergi ke kios bunga lagi."Jawab Deon.
"Tapi kalau kamu terus mengantar aku, nanti pas pulang aku sama siapa?."Tanya Dira kembali.
"Nanti aku akan meminta Rio untuk menjemput kamu."Jawab Deon.
Setelah itu Dira tidak berbicara lagi, karena percuma saja Deon tetap tidak akan pernah mengizinkan Dira pergi sendiri.
Setelah lima belas menit mereka pun sampai di depan kios bunga Dira. Sebenarnya Deon ingin menemani Dira terlebih dahulu sebelum Ayu datang. Namun Dira tidak mau kalau karena dia Deon akan telat datang ke kantor, karena bagaimana pun Deon harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan nya.
Akhirnya Deon pun meninggalkan Dira sendiri. Dira kemudian masuk ke dalam kios bunganya lalu Dira membereskan kios bunganya.
Tak lama Ayu datang bersama dengan Ardian.
"Selamat pagi sayang."Sapa Ayu.
"Selamat pagi Bunda."Jawab Dira.
"Maaf Bunda telat."Ucap Ayu.
"Enggak papa kok Bunda, lagian ini juga masih pagi kok."Ucap Bunda.
"Ardian tumben kamu sudah rapih pagi pagi begini?."Sambung Dira saat melihat Ardian.
"Iya, hari ini aku akan berangkat ke kampus."Jawab Ardian.
"Jadi kamu sudah memutuskan untuk ke kampus hari ini?."Tanya Dira.
"Iya, kan Kakak yang suruh."Ucap Ardian.
"Jadi sekarang kamu marah sama Kakak?."Tanya Dira.
"Ya enggak lah Kak."Jawab Ardian.
"Yasudah aku mau berangkat sekarang, nanti telat lagi."Sambung Ardian.
"Iya kamu hati hati ya."Ucap Ayu.
"Iya."Jawab Ardian.
Ardian pun pergi menggunakan mobil sport nya ke kampus. Sedangkan Dira dan Ayu langsung membereskan kios bunga sebelum ada pembeli datang.
Semalam Deon dan Dira berdebat untuk merayakan pembukaan kios bunga Dira, namun Dira tidak mau, Dira hanya mengadakan potong lima puluh persen untuk hari pertama.
_________________
***
Ardian kini sudah sampai di kampus dengan mobil sport nya. Ardian memang sudah lama tidak pernah datang ke kampus, namun Ardian tetap menjadi pujaan hati para mahasiswi di kampus ini.
Selain tampan, Ardian juga di kenal anak orang kaya. Tapi Ardian tidak sombong hanya saja Ardian cukup dingin.
Ardian turun dari mobil dan para mahasiswi yang melihat langsung berteriak histeris melihat Ardian.
"Astaga Ardian."Teriak salah satu mahasiswi yang melihat Ardian dari mobil.
"Ardian? Mana Ardian?."Tanya mahasiswi lain yang mendengar teriak mahasiswi yang lain.
Setelah itu berita tentang Ardian yang masuk kampus kembali pun langsung tersebar luas di kampus. Ardian sendiri tidak memperdulikan hal itu karena bagi Ardian itu sudah biasa.
Ardian pun langsung pergi untuk mengurus beberapa urusan karena sudah lama dia tidak masuk. Setelah itu Ardian pun pergi ke kelasnya.
Saat Ardian berjalan menuju kelasnya banyak yang menyapa Ardian, namun Ardian hanya sedikit tersenyum karena tidak mungkin Ardian membalas semua sapaan dari mahasiswi satu kampus yang menyapanya.
Namun secara tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya, tapi Ardian tidak memperdulikan itu. Ardian tahu itu jalanan umum lagi pula banyak yang berlalu lalang di sana jadi Ardian tidak mempermasalahkan nya.
Namun tidak dengan orang yang tidak sengaja menabrak Ardian tadi. Karena kejadian tadi membuat orang itu melihat wajah Ardian dan dia merasa kalau dia menyukai Ardian, bahkan orang itu terus menatap punggung Ardian walau pun kini sudah jauh.
"By....Gaby...Gaby."Panggil seorang mahasiswi yang bernama Mita.
"Eh, hmm iya iya kenapa?."Tanya Gaby saat tersadar dari lamunannya.
"Kamu kenapa sih?."Tanya Mita.
"Aku nggak papa kok."Jawab Gaby.
"Ya udah ayo kita ke kelas, bentar lagi masuk."Ucap Gaby.
"Iya."Ucap Mita.
Gaby pun melanjutkan langkahnya bersama Mita menuju kelas mereka. Tapi sesekali Gaby menengok ke belakang untuk melihat Ardian kembali.
Dan semenjak melihat Ardian tadi Gaby terus saja terbayang bayang wajah tampan Ardian. Bahkan Gaby terus tersenyum sendiri saat memikirkan Ardian.
"Duh aku kok jadi gini ya? Tapi cowok tadi tuh ganteng banget, nama dia siapa ya?." Batin Gaby.
"Bagaimana pun caranya aku harus bisa deketin tuh cowok, kalau bisa aku harus bisa dapetin dia." Batin Gaby kembali.
"Gaby... Gaby."Panggil Mita yang kini duduk di samping Gaby dengan sedikit pelan.
"Apa?."Saut Gaby sambil menengok ke arah Mita.
"Kamu kenapa sih ngelamun terus? Liat tuh Dosen lagi liatin kamu terus gara gara kamu di panggil dari tadi tapi nggak nengok nengok."Jawab Mita.
Gaby pun langsung melihat ke arah Dosen nya lalu meminta maaf kepada Dosen nya karena tidak konsentrasi saat tengah Dosen membahas materi.
Dulu baca waktu zaman puncak2nya COVID 19. Ingat waktu itu pas aku lagi sakit batuk kering di bulan dari bulan Juni ampe bulan Agustus 2021. Dimana banyak orang meninggal karena COVID.
dan Karakter Gaby juga pas untuk Raw begitu juga sebaliknya
tapi kok bagus banget model dan motifnya