[ SEASON 1 TAMAT ]
—
Lyon: "Makanan apa ini? Perlu menunggu lama untuk memasaknya dan rasanya tidak enak, Sistem aku akan menukar Pop Mie!"
[Selamat Pop Mie telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Alat transportasi macam apa ini? Rasanya sangat tidak nyaman dan sangat lambat, Sistem aku akan menukar BMW!"
[Selamat BMW telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Apa? Kalian semua ingin memotongku dengan pedang? Baik, Sistem aku akan menukar RPG-7!"
[Selamat RPG-7 telah disimpan di penyimpanan]
-
Lyon Daneka seorang cleaning service di sebuah mall tanpa terduga pindah ke dunia lain dimana semua orangnya memiliki roh yang terikat sejak lahir untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Ikuti Lyon dengan Sistem Mall nya untuk membuat dunia itu menjadi lebih menarik.
===========================================
Semua tokoh, nama, tempat, dan lainnya di novel ini hanya semata-mata khayalan dan imajinasi author.
===========================================
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon la_ziap11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 - Bertarung Melawan Murid Sekte Langit Terbakar
Lyon melihat ketiga pemuda itu dan mengaktifkan mata kebenarannya.
—
[Profil]
Nama: Li Bai
Roh Perang: Busur Api 'Tingkat Atas' Level 34
[Profil]
Nama: Li Qiu
Roh Perang: Kapak Api 'Tingkat Tinggi' Level 30
[Profil]
Nama: Li Meng
Roh Perang: Cakar Api 'Tingkat Tinggi' Level 30
—
'Satu tingkat atas dan dua tingkat tinggi? Level kultivasi mereka juga lebih tinggi dari murid sekte pedang es dengan tingkat roh perang yang sama'
'Jika aku tidak memberi Mei Li pil percepat kultivasi, aku yakin level kultivasinya akan jauh lebih rendah dari pemuda berambut panjang ini'
'Dari sekte mana mereka berasal?' tanya Lyon dalam pikirannya melihat tingkat roh perang ketiga pemuda itu.
Lyon menyuruh Whitti untuk bersembunyi agak jauh dari tempat pertempuran agar dia tidak terluka.
Kemudian Lyon menatap ketiga pemuda itu dengan dingin dan mengeluarkan kedua tombak perak dari penyimpanannya.
Lyon menatap Li Bai dengan mata dingin 'Aku harus menyingkirkan penyerang jarak jauh terlebih dahulu' pikir Lyon.
"Sebutkan asal sekte kalian!" kata Lyon dingin.
"Kenapa? Kau ingin mengancam kami dengan sektemu? Haha lucu sekali"
"Dengarkan baik-baik, kami bertiga berasal Sekte Langit Terbakar! Sekte tingkat 8 di benua tengah!"
"Jadi jangan berfikir kau dapat mengancam kami dengan sekte tingkat 9 sampahmu itu!" kata Li Bai dengan nada meremehkan.
'Benua tengah? Sekte tingkat 8? Apakah sekte juga memiliki tingkatan? Sungguh sulit untuk menghapalkan semua tingkatan dunia ini' pikir Lyon mengeluh dalam batinnya.
Lyon kembali melihat ketiga pemuda itu "Tidak, aku hanya ingin tau tempat untuk aku berterimakasih" kata Lyon tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Berterimakasih?" tanya Li Qiu bingung.
"Ya... Berterimakasih karena ketiga muridnya telah menawarkan ketiga cincin ruang mereka beserta isinya secara cuma-cuma padaku" kata Lyon tersenyum dingin.
Lalu dia menggunakan Lightning Movements untuk seketika berada di sebelah Li Bai dan menyerangnya menggunakan keterampilan Lightning Kick.
"Dar!" Li Bai terbang beberapa meter dan menghantam pohon tidak jauh darinya.
Lyon menyipitkan matanya 'Aku merasa seperti bukan menendang daging, aku pernah merasakan ini sat bertarung melawain Lei Lin'
'Tapi dengan kekuatanku sekarang aku dapat menghancurkan perlengkapan roh tingkat 3 dengan mudah, apakah orang ini memakai perlengkapan roh dengan tingkat yang lebih tinggi dari tingkat 3?' tanya Lyon melihat pohon patah yang Li Bai hantam.
Li Qiu yang sebelumnya berada di belakang Li Bai baru tersadar dan melihat Lyon dengan marah "Sial! Beraninya kau menyerang saudara Li Bai secara tiba-tiba! Li Meng ayo serang dia!" teriak Li Qiu lalu mengaktifkan roh perangnya dan menyerang Lyon bersama Li Meng.
"Ting!"
"Tang!"
Lyon menangkis serangan mereka terus-menerus menggunakan dua tombaknya dan mengaktifkan kekuatan Thunder Orb lalu mengalirkan aliran petir ke dua tombaknya untuk membalas serangan mereka.
"Krrkk! Cetar!"
Petir terus menerus keluar untuk menyerang Li Qiu dan Li Meng setiap Lyon mengayunkan kedua tombaknya.
Li Qiu dan Li Meng terus terdorong mundur karena serangan tombak Lyon, kemudian Lyon mengayunkan tombaknya dan berhasil mengenai perut Li Meng.
"Tang!" Li Meng terdorong mundur dan menghantam pohon.
Sebelum Lyon dapat menyerang Li Qiu, tiba-tiba sebuah panah api besar datang menyerangnya.
Lyon mengaktifkan Lightning Body dengan tergesa-gesa dan menahan panah api itu menggunakan kedua tonbaknya.
"Duar!" panah api itu meledak dan menerbangkan Lyon beberapa meter.
"Huh itu hadiahmu karena telah menyerangku secara tiba-tiba!" kata Li Bai melihat Lyon sambil tersenyum dingin.
Lyon bangun sambil menyeka sedikit darah di bibirnya, dia mengambil kedua tombak peraknya dan dengan erat memegangnya sambil melihat ketiga pemuda di depannya.
'Apakah mereka semua mengenakan perlengkapan roh tingkat yang sama? Kukira hanya Li Bai saja, tapi ternyata Li Meng juga memakainya' kata Lyon melihat baju besi dengan pola rune berwarna kuning tua di tubuh Li Bai dan Li Meng.
"Apa yang kau pikirkan? Apakah ini pertama kalinya kau melihat perlengkapan roh tingkat 5? Haha dasar udik timur" kata Li Meng tertawa meremekan Lyon.
Lyon menyipitkan matanya dan memikirkan sesuatu dalam kepalanya.
'Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa melukai mereka menggunakan keterampilan Lightning Kick dan Lightning Spear'
'Bahkan setelah aku mengaktifkan Thunder Orb seranganku tidak terlalu berefek pada mereka, mungkin karena elemen roh perang mereka adalah api yang sama-sama berefek panas seperti petir dari Thunder Orb' pikir Lyon sambil mengerutkan keningnya.
Kemudian Lyon mengingat cara menggunakan keterampilan Lightning Spear Technique di tingkat sempurna yang diajarkan sebelumnya oleh Yu Jia.
Lyon mengembalikan senyum percaya diri di wajahnya lalu berdiri tegak dan mengarahkan tombak di tangan kanannya lurus ke arah Li Bai.
"Majulah! Permainanku cukup sampai disini! Mulai saat ini aku akan serius, jadi berhati-hatilah!" kata Lyon tersenyum menantang mereka bertiga.
"Hahaha serius katamu? Baik, kami akan mencoba keseriusanmu!" kata Li Bai tertawa dingin.
Kemudian Li Bai menyuruh Li Qiu dan Li Meng maju untuk menyerang Lyon dan dia akan menyerang dengan busurnya dari jarak jauh.
Li Qiu dan Li Meng mengeluarkan energi elemen api dari roh perang mereka dan mengalirkannya ke seluruh tubuh mereka membentuk seperti baju zirah yang terbuat dari api lalu maju menyerang Lyon.
Sementara Li Bai juga menggunakan keterampilan yang sama seperti Li Qiu dan Li Meng, hanya saja dia juga membesarkan busur api nya untuk membuat anak panah yang lebih besar untuk menyerang Lyon.
Lyon mengaktifkan Thunder Orb sambil menggunakan keterampilan Lightning Body dan Lightning Spear untuk membela serangan mereka bertiga.
Lyon terus-menerus menyerang Li Qiu dan Li Meng dengan serangan kecil untuk menanamkan energi petir dari keterampilan Lightning Spear yang akan diledakannya di waktu yang tepat.
Selama itu panah api dari Li Bai terus mengganggu serangan Lyon yang sangat membuatnya kesal.
'Sepertinya aku harus mengurus Li Bai lebih dulu' pikir Lyon lalu melirik Li Bai.
Lyon menggunakan Lightning Movements untuk keluar dari kepungan Li Qiu dan Li Meng lalu dengan cepat bergerak mendekati Li Bai.
Li Bai ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri tapi seketika Lyon muncul di hadapannya lalu mengayunkan kedua tombaknya untuk menyerang Li Bai.
Li Bai tanpa sadar menutup matanya dan terdorong mundur beberapa langkah tanpa terluka.
Selang beberapa detik Li Bai membuka matanya dengan terkejut dan mengecek tubuhnya "Haha apa-apaan itu? Kau bilang kalau sekarang kau serius? Kenapa aku merasa seranganmu jadi jauh lebih lemah dari sebelumnya?"
"Haha seharusnya aku tau kau hanya menggertak dan ingin mencari saat yang tepat untuk melarikan diri, tapi aku tidak akan membiarkan rencanamu itu berhasil"
Kemudian Li Bai mengeluarkan pedang roh tingkat 4 dari cincin ruangnya.
"Li Qiu, Li Meng, kalian bantu aku, kali ini aku akan membantu kalian menyerang dari dekat dan jangan biarkan dia melarikan diri dari tempat ini! " teriak Li Bai dengan percaya diri karena merasa kemenangan sudah jatuh ke tangannya.
...—...
Jangan lupa Like, Komen & Rate 🌟🌟🌟🌟🌟 nya untuk menambah semangat author untuk melanjutkan novel ini.
Kedua, karena lingkungan yang kurang mendukung, entah karna keluarga, sekolah, atau masyarakat.
Kebanyakan juga karena kasus bullying, yang buat anak depresi dan tertekan jadinya anak nggak mau sekolah. Memang Bullying dapat berdampak negatif pada kesehatan mental korban. /Frown//Frown//Whimper//Whimper/