Ini karya pertama aku semoga kalian suka!
"Apa kau yakin akan bahagia dengannya,apa cintamu untuknya sungguh besar,jika kau yakin akan bahagia dengannya aku siap melepasmu" Ayrin berkata dengan menahan sesak di dadanya.
Lelaki yang di cintai bertahun tahun lamanya mengatakan dengan mudahnya bahwa dia mencintai wanita lain.
"Ya aku sangat mencintainya dan aku yakin aku akan bahagia dengannya, aku akan segera urus perceraian kita"
Bagaimana kelanjutan kisahnya, marii kita simak!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Hari berganti, Pagi menyapa, Kini Ayrin telah siap dengan setelan rok span hitam di atas lutut dan kemeja putih yang melekat pas di tubuhnya, Memoles sedikit wajahnya dengan Make Up membuatnya terkesan sangat elegan.
Meninggalkan apartemen Ayrin menaiki taksi menuju Perusahaan Victori Global, Sesampainya di depan Perusahaan, sejenak ia memandang gedung pencakar langit yang ada di depannya, Seketika Rasa kagum muncul di hatinya, Sungguh beruntung bagi orang-orang yang bisa bekerja di Perusahaan ini.
Setelah puas mengagumi Perusahaan di depannya Ayrin melangkahkan kaki nya memasuki Gedung Perusahaan tersebut, Menuju meja Resepsionis Ayrin menanyakan dimana letak Ruangan Interview, Setelah mengetahui Ruangan tersebut Ayrin mengucapkan terimakasih dan berjalan menuju Lift untuk naik ke lantai tujuannya, Tanpa ia sadari ada seseorang yang terseyum tipis penuh arti saat melihat dirinya.
•
•
•
Sejak kemarin Rey mencari Ayrin namun tak mendapatkan hasil, Melacak setiap CCTV yang ada di sekitaran Rumah Sakit namaun juga tak mendapatkan hasil, Pagi ini Rey berangkat ke Kantor dengan perasaan yang kacau, Aura dingin dan tegas terpampang di wajahnya, Namun saat melihat seseorang di depan nya senyum tipis terbit di bibirnya, Wanita yang sedari kemarin ia cari kini berada di depannya.
"Zayn apa perusahaan melakukan Rekrutmen karyawan baru" Tanya Rey denangan mata masih menatap wanita yang berdiri di depan Lift.
"Ya tuan...Perusahaan melakukan Rekrutmen Karyawan baru untuk semakin memajukan Perusahaan dan memberikan kesempatan untuk orang-orang yang berbakat di bidang nya menunjukan kemampuannya, Dan hari ini Bagian HRD akan meng Interview mereka yang sudah terpilih" Jawab Zayn panjang lebar.
"Kau sungguh keras kepala ! Aku menyuruhmu beristirahat tapi kau tak mendengarkan ku" Rey berkata dengan terus menatap wanita yang baru saja memasuki Lift, membuat Zayn kebingungan.
"Hahh...Maksud Tuan" Bingung Zayn.
"Zayn beri tahu bagian HRD aku sendiri yang akan mewawancarai mereka" Rey berjalan menuju Lift khusus untuk nya setelah berkata kepada Zayn.
Zayn merasa bingung dengan sikap Tuan nya, Selama ini Tuan nya itu tak pernah Turun tangan untuk mewawancarai calon karyawan baru, Semua di serahkan bagian HRD namun sekarang Tuan nya ingin turun tangan sendiri, menghubungi Bagian HRD Zayn mengatakan bahwa Presdir yang akan mewawancarai calon karyawan baru.
Ayrin duduk di luar ruangan Interview, Menunggu jam Interview di mulai, Namun Tangan nya tiba-tiba sakit membuat nya sekuat tenaga menahan rasa sakit, Yang dia takutkan kemarin akhirnya terjadi, Lukanya membuatnya kurang konsentrasi.
Jam Interview sudah di mulai, Ayrin mendapat urutan ke 3, Sambil menunggu Ayrin mengusap Lukanya yang di perban untuk mengurangi sedikit rasa sakit, Saat gilirannya Tiba, Saat memasuki ruangan Interview jantungnya berdetak cepat melihat seseorang di depannya, Menatapnya dengan sangat tajam seolah ingin memakannya.
Rey duduk santai di ruangan Interview, Matanya menatap tajam wanita yang duduk di depannya.
"Selamat Pagi Nona" Ucap HRD ramah.
"Se..se...la...,,selamat pagi Tuan" Gugup Ayrin Karena Rey terus menatapnya.
HRD mulai mewawancarai Ayrin, Menanyakan Tujuan Ayrin melamar di Perusaahan Victori Global, Memberikan pertanyaan-pertanyan lain yang di jawab lancar oleh Ayrin, Baru sepuluh menit melakukan wawancara suara Rey menghentikan wawancara tersebut.
"STOP." Ucap Rey datar.
"Kalian semua keluar kecuali wanita ini" Tunjuk Rey pada Ayrin.
Mengerti apa yang di maksud sang Presdir , Mereka segera keluar sebelum Rey memecat mereka karena tidak menuruti perkataannya.
Setelah mereka keluar Rey berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayrin, Reflek Ayrin bangun dari duduk nya dan bediri, Semakin Rey mendekat semakin Ayrin memundurkan langkahnya.
"Kau sungguh keras kepala" Ucap Rey semakin mendekat.
"Aa...a Apa maksudmu Tuan" Jantung Ayrin seakan ingin lepas dari tempatnya saat Rey semakin dekat.
"Aku menyuruhmu untuk beristirahat dan menungguku datang, tapi kau tak mendengarkankan ucapan ku dan keluar dari rumah sakit tanpa seijinku"
Ayrin yang merasa takut dengan lelaki di depannya ingin berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu namun lengannya di tarik Rey dengan kuat.
"Akkhhhhkkk" Jerit Ayrin "Sakit Tuan"
Rey segera melepaskan tangannya saat Ayrin berteriak kesakitan , Baju putih Ayrin berubah menjadi merah saat darah kembali mengalir dari lenganya.
"Apa Tuan ingin mematahkan tanganku" Tanya Ayrin dengan tangan yang menekan lengannya menghentikan darah yang keluar.
"Aku..........
Wah akhir nya Author bisa nyempetin buat ngelajutin cerita ini, Walaupun mata sambil nahan ngantuk.
Jangan bosen-bosen nungguin kelanjutan di UP ya,
Selamat malam semua, salam hangat dari Author😊😊
we are one EXOSaranghaja 😍
gak bosan aku membacanya..
cerita mu Menyentuh Hati dan Menceritakan Kehidupan Dunia yg Nyata...
menarik ceritanya