Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sambutan Agung di Perbatasan Hutan
Matahari pagi telah naik setinggi tiga jengkal di atas pucuk pohon persik abadi, memancarkan sinar emas murni yang menghalau sisa-sisa embun es di seluruh penjuru Lembah Mirakel. Di halaman depan pondok kayu, Kereta Kencana Bintang Kosmik telah bersiap dengan keanggunan yang luar biasa. Dua proyeksi naga kehidupan perak di depan kereta mengepakkan sayap cahaya mereka secara ritmis, menciptakan riak energi perak yang bersinar lembut menenangkan di atas hamparan rumput kosmik.
Zhu Ling'er keluar dari pintu pondok dengan langkah melompat-lompat kecil penuh energi. Pagi ini, ia mengenakan gaun sutra baru berwarna hijau muda bermotif daun melati—sebuah pakaian pelindung transendental yang baru saja ditenun oleh Zhu Xuan melalui sistem Toko Daddy Kosmik. Jepit rambut bunga melati es setianya terpasang rapi di kepala kuncir kudanya yang bergoyang lincah, memancarkan pendaran hawa sejuk yang menjaga kebugaran tubuh mungilnya.
"Kakek Dugu! Ling'er sudah siap! Ayo kita berangkat ke festival teh manis!" seru Ling'er dengan wajah gembilnya yang memerah bersemangat, tangan kecilnya melambai riang ke arah Dugu Bo yang sudah berdiri tegak di kursi kusir depan.
"Haha, Tuan Kecil sudah tampil sangat cantik pagi ini. Kereta kencana sudah siap sepenuhnya untuk membawa Anda melintasi dunia fana," jawab Dugu Bo dengan tawa ramah, membungkuk hormat dari atas kereta dengan ketulusan yang murni.
Zhu Xuan melangkah keluar dari dalam pondok dengan keanggunan seorang penguasa tertinggi yang tak terbatas. Jubah putih polosnya mengalir indah tanpa kerutan sedikit pun, membiaskan cahaya matahari pagi dengan kesempurnaan mutlak. Sepasang matanya yang sedalam samudra kosmos melunak sempurna begitu menatap punggung mungil putrinya. Ia berjalan mendekat, lalu dengan satu gerakan tangan yang kokoh namun penuh kelembutan, mengangkat tubuh gembil Ling'er ke dalam dekapannya yang hangat.
"Putri Ayah jangan berlari terlalu cepat, kereta kencananya tidak akan berjalan tanpa adanya perintah dari perintah lisanmu," ucap Zhu Xuan lembut, mencium pipi gembil Ling'er yang harum aroma bedak bayi.
"Hehe, habisnya Ling'er sudah tidak sabar mau bertemu kelinci yang bisa berjalan dengan dua kaki seperti kata Ayah tadi!" Ling'er memeluk leher Zhu Xuan erat-erat, membiarkan ayahnya membawanya naik ke dalam kabin mewah kristal safir yang sangat nyaman.
KLIK.
Pintu kereta kencana tertutup secara senyap. Dugu Bo menghentakkan tali kendali energi murni di tangannya. "Maju!"
WUSH————!!!
Dua naga kehidupan perak melantunkan nada kepatuhan rendah, lalu mengepakkan sayap mereka secara masif. Kereta Kencana Bintang Kosmik seketika melesat naik menembus formasi pelindung Lembah Mirakel, membelah ruang udara luar dengan kecepatan transendental yang melampaui pemahaman akal fana, meninggalkan jejak ekor cahaya pelangi raksasa di langit bersih Benua Douluo yang mengarah langsung ke perbatasan utara Hutan Besar Star Dou.
Sementara kereta kencana dewa sedang meluncur di atas awan, suasana di area perbatasan terdalam Hutan Besar Star Dou justru dipenuhi oleh ketegangan suci yang luar biasa pekat.
Hamparan padang rumput perak biru yang biasanya sunyi kini telah diubah menjadi ruang perjamuan terbuka bernuansa alam yang sangat megah. Ratusan helai daun perak raksasa ditenun secara mandiri menjadi atap peneduh alami, sementara di bagian tengah, sebuah meja kayu jati kuno berukuran besar telah dipenuhi oleh puluhan teko giok berisi teh nektar hutan terbaik yang mengepulkan aroma wangi spiritual yang menenangkan jiwa.
Berdiri di barisan paling depan menyambut kedatangan tamu agung ini adalah A'Yin, sang Kaisar Perak Biru yang penampilannya tampak sangat anggun dengan gaun biru mudanya, didampingi oleh proyeksi kesadaran spiritual dari Raja Naga Perak (Gu Yuena) yang berwujud sesosok wanita cantik berambut perak panjang dengan mata ungu yang memancarkan otoritas purba binatang buas jiwa.
Di belakang mereka, dua penguasa fana hutan yang biasanya ditakuti oleh seluruh master jiwa manusia—Raja Monyet Titan (Er Ming) dan Sapi Sanca Banteng Langit (Da Ming)—kini sedang berdiri tegak dengan posisi tubuh yang sangat kaku, kepala mereka tertunduk dalam-dalam dengan keringat dingin yang terus mengalir membasahi bulu dan sisik tebal mereka.
"Da Ming... apakah kau yakin eksistensi yang menghancurkan hukum Ranah Ilahi beberapa waktu lalu benar-benar akan datang ke tempat kecil kita ini?" bisik Er Ming dengan suara beratnya yang ditekan serendah mungkin, tubuh raksasanya yang setinggi gunung kecil tampak bergetar halus karena rasa ngeri yang teramat sangat.
"Diam, Er Ming! Jangan memancarkan sebutir pun riak energi kasar!" Da Ming memperingatkan dengan nada yang sangat serius melalui transmisi pikiran. "Melalui surat berdaun perak yang kita kirim kemarin, Tuan Besar itu telah memberikan konfirmasi kausalitas bahwa dia akan membawa putri kecilnya untuk bermain di sini. Jika kau berani bertingkah ceroboh dan mengejutkan anak perempuan itu, seluruh garis keturunan binatang buas jiwa di hutan ini akan dihapus dari sejarah dunia dalam satu kedipan mata!"
Mendengar peringatan itu, Er Ming segera menutup mulutnya rapat-rapat, melipat kedua tangan raksasanya di depan dada dengan kepatuhan murni yang belum pernah ia tunjukkan di hadapan makhluk fana mana pun seumur hidupnya.
A'Yin melirik ke arah langit utara dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa syukur sekaligus penghormatan suci yang mendalam. Sebagai seseorang yang jiwanya pernah diselamatkan secara tidak langsung oleh sisa radiasi pedang putih milik Zhu Xuan, ia tahu betul bahwa pria berjubah putih itu adalah perwujudan dari kebaikan tertinggi kosmos yang berjalan di atas bumi fana.
"Dia datang," bisik Gu Yuena tiba-tiba, sepasang mata ungunya bergetar hebat saat merasakan seluruh hukum ruang di atas Hutan Besar Star Dou mendadak mengeras dan tunduk secara sukarela menyambut sebuah otoritas yang tak terbatas.
WUSH————!!!
Langit di atas padang rumput perak biru tiba-tiba terbelah membentuk sebuah lingkaran cahaya pelangi raksasa yang sangat indah. Kereta Kencana Bintang Kosmik meluncur turun dari dalam celah spasial tersebut dengan keanggunan yang tiada tanding, mendarat di atas permukaan tanah tanpa menimbulkan suara hantaman ataupun debu fana sebutir pun.
KLIK.
Pintu kristal safir kereta terbuka secara otomatis. Zhu Xuan melangkah keluar terlebih dahulu dengan jubah putih polosnya yang melambai anggun ditiup angin hutan yang membawa keharuman nektar perak. Tangan kirinya menggendong Zhu Ling'er dengan kelembutan seorang ayah super yang tiada banding di bawah kolong langit semesta raya.
Begitu kaki Zhu Xuan menyentuh tanah padang rumput, sebuah keajaiban transendental langsung terjadi. Seluruh tanaman perak biru di sekeliling area perjamuan seketika mekar serentak, memancarkan pendaran cahaya suci berwarna emas perak murni seolah-olah seluruh alam fana di hutan tersebut sedang bersujud menyembah sang penguasa kosmik sejati mereka.
"Hormat kami kepada Yang Mulia Tuan Agung Penguasa Kosmik Surgawi, dan Tuan Kecil yang suci," ucap A'Yin bersama Gu Yuena serentak, membungkuk hormat sembilan puluh derajat dengan ketulusan jiwa yang paling murni.
Di belakang mereka, Da Ming, Er Ming, dan ratusan binatang buas jiwa tingkat tinggi lainnya langsung berlutut bertumpu pada kedua lutut mereka di atas tanah, tidak berani mendongakkan kepala sedikit pun karena rasa hormat dan ketakutan suci yang memenuhi lautan kesadaran mereka.
"Wah!!! Ayah, lihat ke bawah! Di sini banyak sekali hewan-hewan besar yang lucu! Itu yang badannya besar seperti gunung batu namanya hewan apa, Ayah?"
Suara riang dan kepolosan murni dari Zhu Ling'er seketika memecah keheningan yang menegangkan di padang rumput tersebut. Gadis kecil itu menunjuk ke arah Er Ming dengan jari mungilnya yang sangat menggemaskan, sepasang mata bulat besarnya berbinar-binar penuh kegembiraan anak-anak.
Mendengar putrinya menyebut Raja Monyet Titan yang menakutkan sebagai "hewan besar yang lucu", seulas senyuman tipis yang sangat tampan terukir di wajah sedalam kosmos milik Zhu Xuan. Ia mengusap puncak kepala Ling'er dengan kelembutan yang tak terbatas, lalu melangkah santai menuju meja perjamuan tanpa memancarkan sebutir pun tekanan energi kasar yang dapat merusak mental anak-anak.
"Itu namanya Monyet Gunung Batu, Sayang. Dia sengaja datang ke sini untuk menjadi teman bermain dan menjaga festival teh manis milik Ling'er hari ini," ucap Zhu Xuan lembut, suaranya mengalir tenang namun mengandung otoritas absolut yang seketika menstabilkan seluruh sirkulasi darah binatang buas di sekeliling mereka yang sempat membeku karena ketakutan.
[Ding! Deteksi Aktivitas Putri Anda: Menghadiri Sambutan Agung di Hutan Besar Star Dou.]
[Status Kebahagiaan Mental Ling'er: Meningkat Pesat (Sangat Bersemangat melihat hewan-hewan baru)!]
[Evaluasi Kehadiran Ayah Super: Keagungan Kosmik Pengawal Sempurna!]
[Hadiah Utama Dikirimkan: Poin Daddy +22.000 (Status: Tak Terbatas/Infinity).]
[Otoritas Sistem Diaktifkan: Wilayah Hutan Besar Star Dou kini secara otomatis masuk ke dalam 'Zona Perlindungan Sekunder Anak' seumur hidup putri Anda.]
Zhu Xuan mendudukkan Ling'er di salah satu kursi anyaman daun perak yang paling empuk di dekat meja perjamuan, sementara ia sendiri duduk di sampingnya dengan gerakan yang sangat anggun. Ia melirik ke arah A'Yin dan Gu Yuena dengan pandangan mata yang tenang namun mampu menembus seluruh rahasia jiwa mereka.
"Terima kasih atas undangan festival teh ini. Putriku tampaknya sangat menyukai atmosfer alam di tempat kalian," ucap Zhu Xuan santai, sebuah kalimat sederhana yang seketika membuat A'Yin dan Gu Yuena menarik napas lega dengan rasa syukur yang meluap-luap di dalam hati mereka.
"Merupakan kehormatan tertinggi bagi seluruh eksistensi kami di hutan ini untuk bisa menyambut kedatangan Anda dan Tuan Kecil, Yang Mulia," jawab Gu Yuena dengan kepala tertunduk hormat, menyajikan secangkir teh nektar daun perak hangat ke hadapan Ling'er dengan gerakan yang sangat sopan dan hati-hati.
Di bawah langit Hutan Besar Star Dou yang cerah, festival teh manis sang putri kecil baru saja dimulai dengan kesempurnaan mutlak. Di bawah perlindungan penuh dari sang Super Daddy, tidak ada satu pun kekuatan fana di dunia ini yang berani mengusik senyuman riang dari anak perempuan tercintanya, membuktikan sekali lagi bahwa seluruh jagat semesta raya akan selalu tunduk dan bergerak hanya demi memastikan kebahagiaan sejati dari satu orang anak perempuan bernama Zhu Ling'er seumur hidupnya yang abadi.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???