NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:249.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Nama yang Mengubah Sikap

Mobil Ryu terus melaju mengikuti motor sport yang dikendarai Seroja. Hingga akhirnya motor itu memasuki sebuah universitas ternama yang dikenal sebagai salah satu kampus terbaik di negara ini. Kampus dengan standar akademik tinggi, tempat banyak mahasiswa S1 hingga program pascasarjana menempuh pendidikan.

Mobil Ryu melambat hingga akhirnya berhenti tidak jauh dari gerbang universitas.

"Bos..." gumam Jordi sambil menatap ke arah kampus itu. Ia lalu menoleh pada Ryu yang masih memandang lurus ke depan. "Kakak ipar ke universitas? Apa... kakak ipar mau kuliah?" tanyanya ragu.

Ryu mengembuskan napas pelan. "Iya."

Jordi menyipitkan matanya. "Atas kemauan dia sendiri atau karena Bos?" tanyanya memastikan.

"Memangnya apa bedanya?" tanya Ryu enteng.

"Ya beda lah, Bos," tegas Jordi.

Ryu mengerutkan dahinya. "Apa bedanya?"

Jordi berdecak kesal. "Ya ampun, Bos. Soal bisnis Bos emang juara. Tapi soal beginian malah gak pinter-pinter."

"Katakan saja. Jangan banyak bacot," sergah Ryu.

"Iya... iya..." sahut Jordi bersungut-sungut. "Dengerin baik-baik biar aku jelaskan sejelas-jelasnya."

"Cepetan. Jangan muter-muter kayak angkot." Ryu jelas tidak sabar.

"Gini," kata Jordi akhirnya. "Kalau kakak ipar sendiri yang mau, berarti dia gak merasa dipaksa. Kalaupun mungkin capek atau berat, itu karena pilihan dia sendiri."

"Maksudnya?" Ryu makin tak mengerti.

"Makanya dengerin dulu, Bos. Jangan dipotong mulu," kesal Jordi.

"Ya udah, lanjut," tegas Ryu.

"Gini," Jordi mulai serius menjelaskan. "Mungkin kakak ipar kuliah karena gak ingin Bos malu punya istri yang cuma lulusan SMA. Istilahnya dia berusaha, atau bahkan memaksakan diri supaya pantas bersanding sama Bos."

"Lalu kalau aku yang menyuruh dia?" tanya Ryu.

"Kalau Bos yang nyuruh, jelas rasanya beda." Jordi terdiam sejenak, seolah memposisikan dirinya sebagai Seroja. "Dia bisa mikir... apa Bos malu punya istri dari desa yang dulunya cuma dukun beranak? Apa Bos merasa dia gak pantas buat Bos?" Jordi menatap Ryu. "Udah ngerti belom?"

Ryu mengangguk pelan. "Aku mengerti."

"Nah, jadi bedanya jelas, 'kan?" ujar Jordi puas. "Terpaksa karena kemauan sendiri sama terpaksa karena orang lain itu efeknya beda, Bos. Kalau dari diri sendiri, niatnya biasanya lebih kuat. Tapi kalau karena tekanan orang lain, belum tentu bertahan. Dan yang pasti, kalau itu keinginan sendiri, dia gak bakal merasa direndahkan."

Ryu mengangguk sekali lagi. Sekarang ia benar-benar mengerti.

Dan entah kenapa, ia merasa lega karena tidak pernah memaksa Seroja untuk melanjutkan pendidikan. Itu murni pilihan gadis itu sendiri.

"Jadi Bos yang nyuruh atau kakak ipar sendiri yang mau?" tanya Jordi akhirnya.

"Aku cuma memberi pilihan padanya. Sama sekali gak memaksa." Ryu menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Mau dia bekerja, kuliah, atau rebahan di rumah, aku gak masalah. Aku masih mampu menghidupi dia."

Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan.

"Soal pandangan orang lain... kita hidup bersosialisasi. Gak semua orang sejalan sama pemikiran kita. Jadi pasti ada yang suka dan ada yang gak suka." Ryu bicara dengan nada suara datar. "Aku gak peduli kalau ada yang membenciku atau berkomentar buruk. Selama gak berlebihan sampai mengganggu kehidupan pribadi dan sosialku."

"Ternyata Bos bijak juga," puji Jordi tulus.

"Baru nyadar?" sindir Ryu.

"Astaga..." Jordi mengembuskan napas panjang. "Baru juga dipuji udah bikin gedek."

Ryu melengos, menatap bangunan universitas di depannya.

"Sekarang kita mau ngapain nih?" tanya Jordi akhirnya. "Mau di sini nungguin kakak ipar sampai keluar, terus ngikutin dia lagi, atau balik ke kantor?"

Ryu tak langsung menjawab.

"Bos," panggil Jordi tak sabar. "Jujur ya, kalau kita gak balik ke kantor sekarang, jadwal penerbangan Bos ke Singapura terpaksa kita undur."

Tiba-tiba Ryu duduk tegak. Ia teringat kalau Seroja hanya memberinya waktu tiga hari untuk memutuskan Clara. Dan entah kenapa, ia tak bisa mengabaikan hal itu.

"Cepat putar balik," perintah Ryu tegas. "Kita ke kantor. Sekarang."

"Oke, siap meluncur," sahut Jordi sambil menyalakan mesin mobil.

Hanya selang beberapa detik, mobil itu sudah melaju menjauh dari gedung universitas.

***

Sementara itu, di dalam universitas, Seroja keluar dari area parkiran dengan langkah mantap.

Ia berhenti sejenak di depan gedung Fakultas Kedokteran. Matanya menatap bangunan tinggi dengan lambang universitas ternama yang berdiri megah di bagian depan.

Beberapa mahasiswa berlalu-lalang di sekitarnya. Ada yang menatapnya penuh ketertarikan. Ada yang berjalan sambil membawa buku, ada yang duduk berdiskusi di taman kampus, ada pula yang terburu-buru menuju kelas.

"Cui, lihat di sana. Bening banget. Sumpah," gumam pemuda berambut keriting yang duduk tak jauh dari tempat Seroja berdiri.

Ia menyiku seorang pemuda berahang tegas di sampingnya. Matanya tak lepas dari Seroja.

Alvaro, pemuda yang dikenal sebagai pangeran kampus itu ikut menatap ke arah Seroja.

"Menarik," gumamnya. Satu sudut bibirnya terangkat sedikit.

Seroja mengembuskan napas pelan, tidak terganggu dengan beberapa mata yang tertuju padanya.

"Sudah lama sekali aku tidak berada di lingkungan seperti ini," batinnya lirih.

Ia kembali melangkah, masuk ke dalam gedung administrasi. Dinginnya ruangan langsung menyambut kulitnya. Seorang petugas wanita di balik meja resepsionis tersenyum ramah.

"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya ingin bertemu dengan Profesor Arifin," jawab Seroja tenang.

Petugas itu tampak sedikit terkejut.

"Profesor Arifin?" ulangnya pelan, seolah memastikan ia tak salah dengar. "Apa sudah ada janji sebelumnya?" tanyanya.

Sekilas ia mengamati penampilan Seroja. Gadis itu mengenakan blouse polos yang dipadu dengan celana jins straight fit gelap, jaket kulit fitted sederhana, dan riding boots bersih. Rambut panjang yang hitam legam dibiarkan terurai.

Tidak mencolok. Sederhana dan sopan. Tapi kecantikannya tetap menarik perhatian.

Seroja menggeleng pelan. "Belum. Tapi tolong sampaikan kalau Seroja Ayuningrum datang."

Petugas itu tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangkat telepon internal.

“Permisi, Bu Nina,” katanya sopan. “Ada seseorang yang ingin bertemu Profesor Arifin.”

Ia mendengarkan suara di seberang telepon.

“Namanya Seroja Ayuningrum.”

Beberapa detik kemudian, mendadak ekspresi petugas itu berubah. Ia refleks meluruskan duduknya.

“I-iya, Bu.”

Ia menutup telepon, lalu berkata pada Seroja,

“Mohon tunggu sebentar.”

Bahkan nada suaranya kini terdengar jauh lebih hati-hati dibanding sebelumnya. Seolah nama Seroja Ayuningrum memiliki arti tertentu di tempat ini.

"Baik," ucap Seroja singkat.

 

...🔸🔸🔸...

...“Semakin tenang seseorang terlihat, semakin banyak hal yang mungkin ia sembunyikan.”...

...“Tak semua orang yang hidup sederhana memiliki dunia yang kecil.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
abimasta
memaafkan lebih baik daripada menyimpan luka ya thor
Oma Gavin
Alhamdulillah ryu akhirnya berhasil melangkah lagi meskipun masih perlu perjuangan
Kadek Sri
lanjut
Sri Hendrayani
wah detik2 mau tamat
Sugiharti Rusli
dan setiap langkah memang diawali oleh langkah kecil dahulu kan, dengan kesabaran dan tekat semoga jadi langkah maju buat kembali bisa berjalan lagi,,,
Sugiharti Rusli
mungkin sekarang langkah nya masih satu-satu sih buat bisa kembali berjalan
Sugiharti Rusli
dan lebih baik sekarang konsen ke penyembuhan diri dan menatap masa depan bersama Seroja,,,
Sugiharti Rusli
apalagi setelah tahu siapa pendonor asli yang dulu jadi penyelamatnya yah,,,
Sugiharti Rusli
daripada menyimpan dendam, memang lebih baik memaafkan dan tutup lembaran lama sih Ryu,,,
Siti Jumiati
Alhamdulillah...
sedikit demi sedikit akhirnya ryu bisa mulai berjalan lagi...
selamat ya...
Hanima
Alhamdulillah
Azda Syafril
alhmdlh... sudah mulai bis berdiri...
insyaAllah secepatnya waktu utk pulih...💪
Anitha
Alhamdulillah..
Perkembangan Ryuh semakin membaik dan berhasil berdiri..

semoga cepat pulih seperti sedia kala..orang kantor mungkin sudah pada kangen kehadiran CEO Kai Zander
Yunita Sophi
memaafkan mungkin bisa... tp untuk melupakan tdk semua orang bisa
Yunita Sophi
betul kan Seroja... emang jodoh yg udah di tentukan dari kecil
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Benar. Kamu bilang kamu kangen banget sama Tony. Bahkan senyummu mrngembang tadi. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Yaaa wajarlah Seroja... Kamu kan istrinya Ryu yang sah. Mana mungkin Ryu nggk cemburu, Serojs... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Betul itu Ryu... Seroja bilang, d8a kangen banget sama Tony tadi... 😂😂😂
Felycia Fernandez
padahal di awal Ryu selalu yakin bahwa Clara perempuan yang cocok bersanding dengan gaya hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!