NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Gosip Buruk

Setelah mendapatkan potret kedekatan Eleanor dengan pria misterius itu dari kedai es krim, Audrey tidak membuang waktu. Sebuah rencana licik langsung tersusun rapi di kepalanya. Ia tidak menyebarkan foto itu secara langsung menggunakan akun pribadinya, itu terlalu berisiko dan bisa melacak kembali kepadanya. Sebaliknya, ia dengan sengaja memanfaatkan teman-temannya yang bermulut ember untuk meniupkan percikan rumor.

Salah satu orang yang paling bersemangat menerima umpan itu adalah Jason Kelidon. Jason masih menyimpan dendam yang mendalam kepada Eleanor setelah dirinya dihukum oleh pihak sekolah akibat insiden sebelumnya. Begitu melihat foto tersebut, Jason seperti mendapatkan amunisi gratis untuk menghancurkan reputasi gadis Sinclair itu.

"Lihat ini! Si jalang ini ternyata punya peliharaan lain di luar, padahal dia sudah mengemis-ngemis pertunangan dengan Liam!" hasut Jason di berbagai tongkrongan.

Di dalam foto yang beredar, posisi pria tersebut memang tampak sangat akrab, ia merangkul pundak Eleanor dengan protektif, sementara Eleanor sendiri sedang memakan es krimnya dengan raut wajah yang riang gembira. Karena diambil dari sudut belakang dan memunggungi kamera, tidak ada yang bisa mengenali siapa pria bertubuh tegap itu.

Efek domino dari mulut ember Jason dan teman-teman Audrey luar biasa masif. Hanya dalam hitungan jam, orang-orang mulai melebih-lebihkan gosip tersebut. Rumor yang awalnya hanya "Eleanor selingkuh" bergeser menjadi "Eleanor sudah hamil anak pria lain". Berita miring ini menjadi pembicaraan yang sangat ramai di berbagai grup chat sekolah, hingga akhirnya menyebar keluar dan sampai ke telinga Liam. Tidak butuh waktu lama, dalam dua hari saja, badai gosip ini bahkan telah mendarat di meja keluarga Sinclair dan keluarga Parker.

Saat berjalan di koridor sekolah, Eleanor bisa merasakan atmosfer yang berbeda. Orang-orang berbisik-bisik di belakangnya, menatapnya dengan pandangan mencibir dan jijik.

"Eh, dengar-dengar dia hamil ya? Tapi belum terlihat."

"Mungkin baru hamil muda. Kasihan Liam."

Eleanor awalnya sempat kaget mendengar desas-desus tentangnya. Namun, setelah salah seorang siswi dengan sengaja menunjukkan layar ponselnya yang berisi foto yang sedang beredar, Eleanor langsung mengerti akar masalahnya. Bukannya marah atau menangis, Eleanor justru spontan tertawa terbahak-bahak di depan semua orang.

“Pft... Hahaha! Bodoh sekali!” batin Eleanor kegirangan. Orang yang menjepret dan menyebarkan foto ini pasti mengira mereka telah menemukan skandal abad ini. Mereka sama sekali tidak tahu kalau pria jangkung yang merangkul pundaknya di foto itu adalah Alistair, kakak kandungnya sendiri!

Namun, Eleanor sama sekali tidak berniat untuk mengklarifikasi. Ia tidak peduli dengan reputasinya. Sebaliknya, ia justru sangat ingin gosip ini semakin meledak hebat. Jika gosip ini membesar, maka keluarga Sinclair dan keluarga Parker otomatis akan semakin membencinya, dan pertunangannya dengan Liam yang merepotkan itu bisa gagal total.

“Aku tidak tahu siapa orang baik yang sudah membantuku agar dibenci semua orang seperti ini, tapi aku benar-benar menyukainya,” pikir Eleanor gembira sembari berjalan ke kelasnya. “Ayo, tambah lagi bumbu ceritanya! Buat rumor kalau aku sudah menikah siri dengannya, atau aku akan bosan dengan drama ini.”

Keinginan Eleanor langsung terkabul sepulang sekolah. Begitu melangkahkan kaki ke dalam ruang tengah mansion Sinclair, suasana tegang langsung menyergapnya. Eleanor tiba-tiba disidang oleh keluarganya yang sudah berkumpul lengkap, kecuali Alistair yang saat itu sedang kedinasan di luar kota.

"Eleanor! Apa kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?!" seru Evan dengan suara baritonnya yang menggelegar.

Lucas, yang duduk di sebelahnya dengan menumpukan tangan di atas lutut, ikut menimpali dengan tatapan tajam. "Tidak diawasi sebentar saja sudah membuat masalah besar! Apa kamu tahu apa yang orang-orang katakan di luar sana tentang dirimu?! Kamu benar-benar mempermalukan nama besar keluarga!"

Eleanor yang berdiri di tengah ruangan justru kehilangan fokusnya. Ia menatap kedua pria baru di hadapannya itu dengan mata berbinar.

“Oh, apakah ini kakak kedua dan kakak ketiganya? Evan dan Lucas?” batin Eleanor, mengagumi visual di depannya. “Mereka sedikit mirip dengan Alistair! Keduanya juga sangat tampan! Kalau tidak salah ingat, kakak ketiga, Evan, adalah seorang aktor papan atas. Jadi wajar saja jika dia setampan ini. Tapi kenapa kakak kedua, Lucas, yang berprofesi sebagai detektif kepolisian juga sangat tampan? Bukankah itu terlalu berlebihan untuk ukuran penegak hukum? Dengan wajah seperti itu, harusnya dia bekerja di dunia hiburan saja.”

Eleanor mengamati detail wajah Lucas. “Bahkan dengan goresan luka di alis matanya, dia masih tampak sangat tampan. Luka di wajahnya justru membuatnya terlihat semakin macho! Serangan visual macam apa ini di rumah ini? Oh, tapi tunggu... kalau tidak salah, si kakak ketiga, Evan ini, adalah orang yang barang-barangnya sering aku curi dan aku jual diam-diam dulu, kan? Bahkan pakaian dalam miliknya pun pernah aku jual. Pasti tingkat kebenciannya padaku adalah yang paling besar di antara semuanya! Bagus, ayo tingkatkan!”

Mendengar suara hati yang tiba-tiba bergema di kepala mereka, Evan dan Lucas langsung tersentak. Tubuh mereka menegang di kursi masing-masing. Mata mereka melebar, menatap Eleanor dengan pandangan tidak percaya bercampur horor.

Ini adalah bukan kali pertama bagi Evan dan Lucas bertemu langsung dengan Eleanor tapi mereka merasa ada yang berbeda dengan Eleanor. Ini juga pertama kalinya mereka bisa mendengar kemampuan aneh berupa "suara hati" sang adik. Sebelumnya, Alistair memang sempat menceritakan fenomena gila ini kepada mereka melalui telepon, namun Evan dan Lucas mengira Alistair hanya sedang mabuk atau terlalu lelah bekerja. Siapa yang sangka bahwa hal semacam ini benar-benar nyata terjadi?

Lebih parah lagi bagi Evan, telinganya memerah menahan malu sekaligus kesal saat mendengarkan bagian tentang "pakaian dalam". "Beraninya dia mengungkit soal hal itu!" batinnya.

"Diam!" Gideon tiba-tiba menggebrak meja, memotong ketegangan. "Kalian berdua tidak perlu teriak-teriak pada Eleanor. Dengarkan dulu penjelasan adikmu! Lagipula itu cuma berita tidak jelas dari orang tidak bertanggung jawab."

"Jelaskan apa lagi, Yah?!" potong Lucas, berusaha menguasai keterkejutannya atas suara hati Eleanor tadi. "Sebentar lagi pasti keluarga Parker juga akan menelepon dan meminta penjelasan dari kita!"

Evangeline yang duduk di samping Gideon ikut menenangkan situasi, menatap Eleanor dengan pandangan lembut penuh harap. "Benar kata ayahmu! Dengarkan dulu apa yang ingin Eleanor katakan. El, katakan pada Ibu, siapa sebenarnya pria di foto itu?"

Eleanor mengerjapkan matanya, kembali membatin dengan heran. “Eh? Apa mereka semua sedang meributkan soal fotoku yang sedang beredar di media sosial? Apa mereka benar-benar tidak mengenali siapa pria di foto itu? Seriusan?! Pft!! Kebodohan macam apa ini! Padahal pria di foto itu kan... jelas-jelas...”

"Oh iya, omong-ngomong di mana Kak Alistair?" tanya Eleanor tiba-tiba secara langsung, memotong kalimat batinnya sendiri.

Mendengar Eleanor yang sengaja menggantung kalimatnya di dalam hati, Gideon, Evangeline, Evan, dan Lucas seketika mengumpat dalam hati mereka sendiri.

“Kenapa anak ini tidak melanjutkan apa yang mau dia ucapkan di dalam hatinya?! Kami hampir saja tahu siapa pria di foto itu!” jerit mereka berempat kompak dalam pikiran masing-masing, merasa sangat gemas dan penasaran.

"Dia sedang ada dinas di luar kota," jawab Gideon, berusaha menahan rasa penasarannya.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Eleanor! Siapa pria itu?" desak Lucas dengan nada menginterogasi khas seorang detektif.

Evan ikut mencondongkan badannya ke depan. "Benar, siapa dia? Katakan yang sejujurnya."

Eleanor tersenyum misterius, menikmati kepanikan mereka. "Itu... rahasia."

"Kau!!" Lucas dan Evan berseru kompak dengan wajah memerah karena kesal. Anak ini benar-benar pandai mempermainkan emosi orang lain.

Tepat di tengah perdebatan sengit itu, ponsel milik Lucas yang diletakkan di atas meja tiba-tiba bergetar dan berdering nyaring. Layar ponselnya menampilkan sebuah nama yang membuat ruangan itu mendadak hening.

Liam

Lucas berdeham, menatap ayah dan ibunya sejenak sebelum mengangkat panggilan tersebut dan mengaktifkan mode pengeras suara. "Halo, Liam."

"Lucas, aku dengar kamu baru saja kembali dari luar negeri," suara Liam di seberang telepon terdengar tenang, tanpa ada nada kemarahan sedikit pun, yang justru membuat situasi semakin terasa aneh.

"Benar, aku baru sampai rumah hari ini. Cepat sekali beritanya sampai padamu," jawab Lucas, melirik Eleanor yang masih berdiri dengan santai.

"Oh, kalau begitu ayo makan malam bersama. Makan di rumahku saja, Nenek juga merindukanmu," ajak Liam dengan nada santai. "Oiya, apa Eleanor sudah sampai di rumah? Ajak dia sekalian."

Lucas sedikit terkejut, ia meraba-raba maksud di balik undangan mendadak ini. "Uhm... oke. Evan juga ada di sini sekarang, aku akan mengajaknya juga jika kamu tidak keberatan?"

"Tentu saja tidak, semakin ramai semakin bagus! Biasanya aku hanya berdua dengan Nenek di rumah ini, rasanya sangat sepi. Aku akan menunggu kedatangan kalian malam ini," ucap Liam sebelum akhirnya menutup sambungan telepon secara sepihak.

Lucas menurunkan ponselnya dengan wajah mendung, menatap anggota keluarganya yang lain. "Sepertinya keluarga Parker juga sudah tahu pasti soal berita ini. Liam pasti sengaja mengundangku untuk meminta penjelasan langsung. Dia juga ingin Eleanor datang. Sepertinya dia ingin membatalkan pertunangan kedua keluarga kita!"

Mendengar analisis Lucas, Gideon dan Evangeline langsung panik. "Apa?! Kalau begitu, apa kami berdua juga harus ikut pergi ke sana?" tanya Gideon cemas.

Lucas menggelengkan kepala. "Tidak perlu, Yah. Liam tadi cuma mengatakan akan membawa Eleanor dan Evan saja. Biar kami anak-anak muda yang menyelesaikannya."

Gideon menghela napas berat, mencoba menenangkan istrinya. "Ya sudah, kalau begitu kalian bersiap-siaplah dan pergilah ke sana. Bicarakan baik-baik dengan mereka, luruskan kesalahpahaman ini."

"Benar," Evangeline menambahkan sembari menatap Eleanor dengan penuh keyakinan. "Ibu sangat percaya kalau Eleanor tidak mungkin berbuat macam-macam atau berselingkuh seperti yang diberitakan di luar sana."

Evan mendengus kasar, masih mempertahankan sikap skeptisnya. "Ibu dan Ayah masih saja percaya dengan pembuat onar ini. Sudah tidak terhitung berapa banyak masalah besar yang dia buat sejak dia kembali ke rumah ini!"

Mendengar gerutuan Evan, Eleanor justru tersenyum lebar di dalam hatinya.

“Benar! Bagus sekali, Kak Ketiga! Teruslah membenciku seperti itu!” batin Eleanor bersorak kegirangan. “Akhirnya ada juga orang yang berpikir sedikit normal di keluarga ini. Ayah, Ibu, dan Kak Alistair entah kenapa belakangan ini malah semakin memanjakanku. Benar-benar aneh. Aku sampai kehabisan ide bagaimana cara membuat mereka membenciku agar alur cerita ini bisa kembali ke jalur yang benar. Siapa sangka, ada orang baik di luar sana yang sengaja menyiapkan panggung rumor kehamilan sesempurna ini untukku! Aku akan memanfaatkan makan malam di rumah Liam nanti untuk bertingkah gila, agar Liam benar-benar muak dan memutuskan pertunangan ini!”

Deg.

Gideon, Evangeline, Evan, dan Lucas yang kembali mendengar suara hati Eleanor langsung membeku di tempat. Mereka saling melempar pandangan dengan ekspresi campur aduk antara bingung dan cemas.

“Apalagi yang sedang direncanakan oleh bocah nakal ini di rumah keluarga Parker nanti?!” teriak mereka berempat serempak di dalam pikiran masing-masing.

1
aku
awas kesandung dri. makin malu ntar 🤣🤣
aku
duh aduh ngabrut bgt 🤣🤣🤣 lg tegangan tinggi malah tidur 🤣🤣
paijo londo
suara batin Eleanor benar2 hooot🤭
paijo londo
Eleanor kocak malah pengen pertunangan batal 😄😄 sungguh konyol
Wahyuningsih
dtnggu upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up ampe berlumut q nunggu dikau up thor q ampe lupa jln critanya saking lmanya up... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makaciiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus kau popy es 😃😃
aku
wkwkwkwk panas panas si liam. udh liam gasken aja!! hajarrr 🤣🤣
Anne Soraya
lanjut
Shion Hin
ayo kak author semangat 💪 hehehe
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣uang adalah obat segala hal
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Abrizam Manaf
kenapa harus Margot, itukan ulat
Wahyuningsih
thor buat elly badaz abiz biar makin seru
Wahyuningsih
mampir q thor
Cty Badria
knp up nya lm banget
aku
lagi tor 🙏
paijo londo
🤣🤣🤣lucu suara hati Eleanor dan dia g tau kalo sura hatinya bisa didengar oleh keluarga serta tunangannya itu...benar2 membagongkan aduh perutq kram ketawa
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!