NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusup

"Alex!"

Alex yang berada di balik ruangan dengan cepat kembali masuk di dalam ruang kerja Marsel.

"Saya, Bos."

Alex melihat Rayya baik-baik saja, tapi kenapa Marsel nampak sangat marah besar begitu.

"Siapkan pasukan, Shadow belum puas bermain dengan ku," kata Marsel sedingin es, namun wajahnya seperti nyala api yang siap menyambar siapa saja.

Shadow adalah nama geng Hendrik, kekuasaan Shadow juga sangat kuat, akan tetapi masih sangat jauh di bawah Cosa Nostra, geng Mafia yang di ketuai oleh Marsel.

Alex belum tahu apa yang terjadi namun Ia tetap patuh dan segera bergerak sesuai perintah dari Marsel.

"Marsel, sebenarnya ada apa?"

Rayya memberanikan diri kembali bertanya karena pertanyaan sebelum nya hanya di abaikan oleh Marsel.

Marsel tersadar ada Rayya di sana, karena di landa amarah, Marsel bahkan tidak dengar pertanyaan Rayya sebelumnya.

Sejujurnya Marsel tidak ingin bercerita pada Rayya. Tapi rupanya Rio ada di tangan Hendrik dan berita ini sudah sepatutnya di ketahui juga oleh Rayya. Entah bagaimana dia bisa mendapatkan nya dan berani mengancam Marsel dengan mayat Rio.

"Rayya."

Marsel memegang kedua bahu Rayya. Mungkin kenyataan ini akan sangat menyakitkan bagi Rayya nya.

"Papamu memang benar-benar sudah meninggal," kata Marsel pelan.

Rayya hampir terduduk lemah mendengarnya, tapi Marsel dengan cepat menahan tubuh Rayya.

"Kamu pasti berbohong padaku, kan?" tanya Rayya tak percaya dan mengira Marsel hanya mempermainkan nya saja, ya Marsel hanya bercanda.

"Aku mengatakan yang sebenarnya."

Rayya tidak melihat kebohongan di mata pria itu, semakin memikirkannya Rayya menggeleng enggan menerima. Sebelum melihat langsung Ia tidak akan percaya. Rayya juga memikirkan bagaimana dengan Sella jika tahu berita ini, pasti sangat terpukul.

"Aku tidak akan percaya sebelum melihat langsung," ucap Rayya berusaha tegar dan penuh harap.

Marsel hanya menghela nafas dengan pelan melihat ketidak percayaan Rayya.

"Biar aku saja yang pergi. Rayya tunggu di sini. Aku pasti akan membawanya pulang dengan utuh."

"Maksud mu apa?" Rayya bingung dengan pernyataan Marsel, seakan Rio berada di suatu tempat yang tidak mudah di ambil. Apa yang sebenarnya terjadi.

"Rayya, aku terpaksa melakukannya. Tunggu saja aku di rumah."

Marsel terpaksa membuat Rayya tidak sadarkan diri. Jika Rayya tidak di buat seperti itu, Ia pasti akan ngotot untuk ikut pergi.

Marsel tidak mau mengambil resiko, Rayya tidak bisa bela diri apabila menggunakan senjata. Akan sangat berbahaya jika dia ikut pergi.

Setelah memastikan Rayya aman dan tidak akan mengetahui kepergiannya, Marsel akhirnya pergi ke markas utama Shadow. Marsel yakin pasti Hendrik bersembunyi di tempat itu, karena Marsel juga tahu jika pertahan di sana lebih memadai ketimbang markas milik shadow yang lain.

Dari mana Marsel tahu tentang hal tersebut? Tentu saja karena Ia punya mata-mata di mana-mana. Ia tahu banyak hal tentang musuh.

"Alex, ke markas utama. Aku menunggu kalian di sana," kata Marsel melalui telepon memberikan instruksi pada Alex.

"Bos, jangan bergerak sendiri. Terlalu berbahaya," cemas Alex memikirkan kebiasaan Marsel yang selalu seperti itu.

Bukannya dia meragukan kemampuan yang Marsel miliki, tetapi Ia tidak mau Marsel kenapa-napa.

"Kau meragukanku?"

Suara Marsel sudah terdengar tidak baik.

"Bukan begitu Bos. Tapi akan lebih aman jika kita bergerak bersama."

"Sudahlah. Kalian cepat datang."

Marsel langsung mengakhiri panggilan dengan memencet tombol benda yang nyangkut di telinganya.

Marsel segera menancap gas mobil miliknya dan melesat dengan cepat. Sedangkan Alex yang sudah biasa dengan sikap Bosnya itu hanya menghela nafas dan kembali mengatur para anggota agar siap dengan cepat.

Tidak berselang lama, Marsel sudah sampai di tempat tujuannya, tapi Ia tidak menampakkan diri pada pengawas yang berada di luar Markas shadow.

Ia akhirnya berhasil masuk wilayah shadow dengan mudah setelah memanjat tembok dan menghindari kamera pengawas serta tidak di sadari oleh para penjaga yang bertugas di setiap sudut.

"Siapa kamu? Sepertinya kau bukan anggota shadow."

Marsel terdiam melihat situasi namun dalam sekejap Ia menghabisi orang yang bertanya tersebut.

Marsel segera berganti pakaian menggunakan milik orang itu agar bisa bergabung dengan anggota shadow.

"Neraka menantimu," ujar Marsel sambil menendang anggota shadow yang telah di habisinya.

Perkataan Marsel benar, orang kotor seperti mereka tidak akan pernah memimpikan surga, hanya neraka yang siap menyambut orang-orang penuh salah dan dosa seperti para mafia itu.

"Kau, cepat ke sini. Bos memanggil kita," panggil salah satu anggota shadow yang mengira Marsel adalah salah satu teman sesama shadow.

Marsel hanya tersenyum tipis dan dengan patuh mengikuti para anggota shadow. Mereka mulai di kumpulkan di suatu ruangan dan berbaris rapi. Tidak berselang lama Hendrik akhirnya muncul bersama pengikutnya.

"Kali ini shadow akan untung besar. Para anggota Cosa Nostra bodoh itu akan mengantarkan semua senjata hari ini," katanya.

Dalam kelompok anggota yang berbaris, Marsel mengepalkan kuat tangan nya mendengar Hendrik menghina geng miliknya. Sepertinya Hendrik tidak kenal dan mendengar seperti apa ganasnya Marsel.

"Kita harus bersiap, senjata ini tidak semudah itu di dapatkan," sambung Hendrik dan para anggota menjawab serempak dan setuju.

Sayangnya Marsel yang di landa marah pada Hendrik terlambat menjawab dan akhirnya menjadi pusat perhatian karena suara nya berakhir sendiri.

"Kau, kemari," panggil Hendrik menunjuk Marsel.

Tanpa ragu Marsel maju dan menghadap Hendrik. Dalam penyamaran nya, hanya orang yang benar-benar mengenal Marsel barulah akan menyadari jika itu adalah Marsel. Hendrik tidak sedekat itu, sudah pasti tidak bisa menyatakan orang di depannya kini adalah orang yang baru saja dia anggap bodoh.

"Siapa kamu? Aku tidak pernah melihatmu sebelum nya."

Hendrik merasa ada yang aneh dengan Marsel yang kini menyamar menjadi salah satu anggotanya.

Karena setiap anggota shadow, saat melihat Hendrik pasti akan menunduk hormat pada Bos besar yaitu Hendrik.

"Angkat dan tegakkan kepala mu," perintah Hendrik.

Marsel mengikuti perintah Hendrik dan kini menatap Hendrik dengan pasti.

Hendrik mendekat dan meneliti wajah Marsel, Ia beralih melihat anggota yang lain dan bertanya.

"Adakah di antara kalian ada yang tahu dia benar anggota shadow?"

Karena Hendrik berdiri tepat di dekatnya, Marsel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Saat Hendrik lengah waktu bertanya pada anggota shadow yang lain, Marsel menggunakan kesempatan itu mengeluarkan belati tersembunyi nya dan langsung mengancam Hendrik.

"Ternyata kau sungguh tidak tahu siapa diriku," ujar Marsel dingin dan mencengkam. Hendrik terkejut dengan situasi itu begitu juga dengan anggota shadow yang lain.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: Terimakasih sudah mampir, kak. Saya sangat senang jika cerita nya kakak suka🥰

mungkin sepi karena tidak ada yang tahu kalau ceritanya bagus😁😁😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!