NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback sejarah berdarah

Drrt... drrt... drrt...

Sore harinya sekitar pukul setengah tujuh, ponsel Sutra berdering saat ia sedang dalam perjalanan pulang. Ia mengangkatnya dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.

"Paman," suara lembut di seberang sana menyapa.

"Anisa? Ada apa?" jawab Sutra dengan nada hangat, layaknya seorang ayah kepada putrinya sendiri.

"Paman, aku sedang di rumah Paman sekarang. Tapi kok Adira tidak ada di rumah, ya? Apa dia belum kembali?" tanya Anisa bingung.

"Oh, mungkin Adira belum pulang. Dia ikut kelas tambahan hari ini," jelas Sutra tenang sembari tetap fokus mengemudi.

"Oh iya, aku lupa, Paman. Masalahnya, aku hubungi ponselnya tapi tidak aktif. Tadi sempat aktif sebentar dan dia bilang akan segera pulang, tapi sampai sekarang belum sampai juga. Ponselnya malah tidak aktif lagi," keluh Anisa.

"Mungkin sebentar lagi dia sampai, Anisa. Tunggu saja, ya? Paman juga sebentar lagi sampai rumah."

"Baik, Paman. Oh ya, aku sedang membuatkan makan malam untuk Paman," ujar Anisa riang.

Sutra tertawa kecil. "Jangan, Anisa. Nanti tanganmu lecet. Biar pelayan saja yang masak, kan banyak pelayan di sana."

"Tidak apa-apa, Paman. Aku hanya sedang ingin membantu saja," balasnya bersikeras.

"Ya sudah, terserah kamu saja kalau begitu," ucap Sutra sambil tersenyum tulus.

"Dada, Paman..!"

"Dada, Anisa." Sutra tersenyum saat mematikan ponselnya, kemudian bergumam lirih, "Coba saja kau benar-benar putri kandungku, pasti Adira sangat gembira karena ada teman tidur dan bertengkar di rumah besar itu."

Tiba-tiba raut wajahnya berubah sendu, namun ia tetap fokus mengemudi. Sayang, seandainya kau masih hidup, kau pasti akan sangat bahagia melihat putri kita tumbuh menjadi gadis ceria yang menyenangkan.

Di Kediaman Sutra

Tiba-tiba terdengar jeritan histeris para pelayan dari arah depan. Anisa yang saat itu berada di dapur tersentak hebat. Dengan jantung berdegup kencang, ia berlari keluar. Matanya membelalak ngeri saat melihat para pelayan sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai.

Anisa mengangkat pandangannya dan melihat beberapa orang bertopeng sedang melangkah maju ke arahnya dengan senjata tajam di tangan mereka.

"Siapa kalian?!" teriak Anisa histeris sembari melangkah mundur dengan tubuh gemetar hebat.

"Kau tanya siapa kami, Gadis Kecil?" ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul dari ambang pintu. Berbeda dengan yang lain, pria ini tidak memakai topeng.

Anisa terperanjat kaget, matanya membelalak tak percaya. "Pa-paman Sebastian? Kenapa Paman datang kemari dan melakukan ini di vila Paman Sutra? Kenapa Paman melakukan semua ini?!" tanya Anisa dengan ketakutan luar biasa, terutama saat melihat pria paruh baya itu sedang memainkan belati tajam di tangannya.

"Karena kau, Anisa," jawab Sebastian singkat.

"Ka-karena saya?" ujar Anisa terbata-bata, suaranya nyaris hilang karena syok.

"Kau tahu... aku sudah lama ingin membunuhmu."

Anisa tersentak mendengar ucapan Sebastian. Dunianya seolah runtuh seketika.

"Tapi, aku sulit mendekatimu jika kau berada di kediaman nenekmu, mengingat kakakmu yang ada di luar negeri itu menjagamu dengan sangat baik. Namun, di kediaman Sutra, kakakmu membebaskanmu tanpa pengawalan," ujar Sebastian sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Apa maksud kalian? Jadi... aku target utama kalian?" tanya Anisa dengan tubuh yang kian lemas.

"Jadi, kau pikir kedatangan kami ke sini untuk apa?" tanya Sebastian dingin.

"Tapi kenapa aku?! Aku tidak pernah mengganggu kalian! Kenapa kalian menargetkan aku?!" teriak Anisa dengan nada suara yang semakin dipenuhi ketakutan.

"Karena kau adalah salah satu pewaris penerus keluarga Erlangga," jawab Sebastian dingin.

"Terus, apa hubungannya dengan kalian?!"

"Karena kami ingin keluarga Erlangga hancur dan garis keturunannya terputus!"

Anisa terperanjat kaget mendengar pengakuan keji di depannya. "Apa maksudnya? Kenapa kalian menginginkan itu dari keluarga Erlangga?"

"Lima tahun lagi, kakakmu sudah bisa memindahkan hak harta warisan. Sebelum waktu itu tiba, kakakmu harus memiliki seorang penerus, dan seluruh harta kekayaannya akan jatuh ke tangan penerus itu," jelas Sebastian dengan nada yang penuh perhitungan.

Ia melangkah maju, memperkecil jarak dengan Anisa. "Dan di titik itulah kami akan memastikan penerus itu berhenti. Aku akan memastikan, entah itu istrinya atau siapa pun wanita yang bersamanya, ia akan melahirkan benih yang bukan dari kakakmu!"

Anisa ternganga, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

"Keturunan keluarga Erlangga akan terputus sampai di sini saja," lanjut Sebastian dengan senyum iblis.

"Bukankah percuma kalian melakukan itu?" tanya Anisa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya. "Sekalipun garis keturunan keluarga Erlangga akan terputus, harta itu tidak mungkin jatuh ke tangan orang lain!"

Sebastian tersenyum miring. "Orang lain? Kau benar-benar tidak tahu siapa aku?"

Anisa menggeleng, "Si-siapa kau?" bibirnya bergetar hebat dengan suara terbata-bata.

Sebastian melangkah maju, memperkecil jarak hingga ia berdiri tepat di samping gadis itu. Ia menunduk, lalu berbisik dengan nada yang sangat rendah di telinga Anisa.

Bola mata Anisa seketika melebar, pupilnya mengecil karena syok yang luar biasa saat mendengar bisikan pria itu. Tubuhnya membeku, seolah seluruh aliran darahnya berhenti mengalir.

"Tidak... tidak mungkin!" desis Anisa tak percaya. Suaranya nyaris tidak keluar, tertahan oleh rasa ngeri yang baru saja ia dengar.

Sret!

Hanya dalam satu gerakan kilat, Sebastian melemparkan belati yang sejak tadi ia mainkan. Senjata tajam itu melesat di udara dan tertancap tepat di leher Anisa.

"Karena kau sudah tahu rahasiaku, kau sudah tidak pantas lagi untuk hidup,"

Gadis malang itu terbelalak, tangannya spontan mencengkeram leher yang kini tertembus besi dingin. Tubuhnya seketika kejang hebat saat darah mulai memuncrat ke segala arah, membasahi lantai dapur yang bersih. Luka itu tepat mengenai pembuluh darah utamanya.

Dalam detik-detik terakhir hidupnya, wajah sang kakak—Arlan—melintas di benaknya. Air mata bercampur darah membasahi wajahnya yang pucat pasi. Anisa sempat menggumamkan nama kakaknya dalam hati Kak Arlan sebelum akhirnya tubuhnya tumbang dan jatuh ke lantai. Ia tewas seketika dengan mata yang menyisakan ketakutan luar biasa.

"SEBASTIAN!!!!!!!"

1
Damlina 1995
kok gak up2 lagi episode selanjutnya
Emi Sudiarni
iya jdi ngah hebat. akan jdi rumit..
Salsabilah: makasih udah mampir 🥰
total 2 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong up nya
Damlina 1995
up lagi dong eps berikut nya, kalau bis a up sebanyak nya
Damlina 1995
kok belum up lagi cerita nya udah gak sabar ini baca bab selanjutnya
Sari ati
jangan biarkan prosesnya berhasil thor, masak jadinyan anak pras thor
Salsabilah: 😅😅😅 mudah2han nggak jadi🤧
total 1 replies
partini
dasar Arlan PA lebih enk secara alami lebih aman pula ga plus pakai drama murahan pakai ganti oleh musuh-musuh mu aduhh lan lan🤦
partini
busettt dah karena harta Ampe kaya gitu,,nyata ada sih saling bunuh gara" harta. masa di obok" laki"lain Thor menjijikan dong
partini: iya tau Thor ,yg wanita sel telur juga bisa
total 5 replies
partini
jangan di bikin methong sutra dong Thor
Salsabilah: sungguh terlalu 🤧🤧🤧
total 3 replies
Azka Putra
kenapa upnya sekarang lama thorrrr. sedikit pula. nggk kyak pertama kali
Salsabilah: lagi sibuk banget say🤧 insyaallah, malam lagi baru ada kelanjutannya.
total 1 replies
kartini aritonang
yaaa tuhaan. ternyata sutra juga jadi korban . semoga arlan bisa membongkar misteri kematuan anisa , agar dendamnya tidak salah alamat. lanjut thor
Salsabilah: ok say😊😊😊😊
total 1 replies
partini
ahhh sperti itu,,aihhh ini orang pintar sekali Arlan aja ga atau kalau dia itu musuh yg asli Weh Weh
Salsabilah: 🤧🤧🤧🤧 bener
total 1 replies
kartini aritonang
jadi penasaran, siapakah sebenarnya yang dudah membunuh anisa, sutra atau sebastian
Salsabilah: part berikutnya kak🥰 jangan lupa support ya kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Ternyata di balik kematian Anisa ada seorang saudara tiri yg licik
Salsabilah: 😥😥😥 benar kak
total 1 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong 🙏
Salsabilah: sudah update say🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!