NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.Ia adalah CEO muda dari perusahaan besar, namun di balik itu semua, Saga juga dikenal sebagai sosok mafia yang kejam, dingin, dan tak tersentuh. Namanya bukan hanya dihormati—tapi ditakuti.

Vero Vortelov sosok pria dingin berusia 28 tahun, Varo dikenal sebagai mafia berpengaruh di kota Los Angeles , bagian Amerika.Namun di balik semua itu, Varo memiliki satu sisi yang jarang terlihat—loyalitas terhadap keluarganya, terutama adiknya, Selena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Siang itu mansion terlihat seperti biasa. Tenang dan juga Terjaga. Namun, ketenangan itu… palsu.

Liora berada di kamar Duduk diam di dekat jendela. Menatap pemandangan di luar mansion yang begitu banyak anak buah saga berjaga, Bahkan berlatih

Tatapannya kosong Pikirannya jauh entah kemana. Ia sudah terlalu jauh masuk dalam kehidupanku saga, membuatnya merasa kehilangan sebuah pilihan, di satu sisi ia merasa hal aneh dekat dengan saga, tapi juga tertekan dengan sikap posesif saga.

Saga tidak ada, Ia pergi ke markas sejak pagi. Dan untuk pertama kalinya mansion terasa… sedikit lengang.

Namun...

DUARR!!

Suara ledakan mengguncang seluruh bangunan.

DEG!!!

Liora langsung berdiri. Tubuhnya gemetar.

“Apa itu?!”

DUARR!!

Ledakan kedua. Kaca jendela bergetar keras. Beberapa pecah. Dari luar teriakan mulai terdengar.

“Serangan!!”

“Amankan area!!”

“Cepat!!"

Langkah kaki berlari di koridor. Para pelayan panik Anak buah Saga langsung bergerak.

Liora membuka pintu. Jantungnya berdegup kencang.

Ia keluar. Koridor penuh kekacauan. Orang-orang berlari Wajah panik.

“Ada apa?!” tanya Liora. Namun tidak ada yang menjawab.

DUARR!!

Ledakan lagi. Kali ini lebih dekat.

DEG!

Langit-langit bergetar. Debu jatuh. Liora semakin panik. Napasnya tidak teratur, Ia mencoba mencari jalan. Keluar Atau tempat aman. Namun di tengah kekacauan itu sebuah tangan tiba-tiba menariknya.

Kuat.

DEG!!

Liora kaget.

“Sa—”

Ia berhenti. Bukan Saga.

Wajah itu. Dingin dengan Tajam. Dan penuh dendam.

Varo.

Liora membeku.

“Kamu—” Suaranya bergetar.

Varo tersenyum tipis. Namun matanya gelap. “Ketemu lagi.”

“Lepasin aku!” Liora berusaha melepaskan diri. Namun cengkeramannya kuat. Tidak bisa dilawan.

“Kalau kamu tetap di sini—” ucap Varo dingin,

“kamu akan mati bareng dia.”

DEG.

Liora menggeleng. “Aku gak mau ikut kamu!”

Namun Varo tidak peduli. Ia menarik Liora. Cepat. Menyusuri koridor belakang. Menghindari keramaian.

Di luar anak buahnya sudah menunggu. Kekacauan di mansion adalah rencana.

“Masukkan dia.” Perintah Varo.

Liora meronta. Menendang. Menolak. “LEPASIN!!”

Namun tenaganya kalah. Ia didorong masuk ke mobil. Pintu ditutup dengan Keras. kemudian mobil dijalankan meninggalkan kekacauan yang masih terjadi di mansion.

***

Sementara itu di dalam mansion kekacauan semakin menjadi Api mulai muncul di beberapa bagian Penjaga sibuk.

Di tempat lain Saga berdiri di ruang kerjanya.

“TUAN!!” Ben masuk tergesa. Napasnya berat.

“MAN—”

“Bicara.” Saga memotong.

“Mansion diserang.”

DEG.

Beberapa detik sunyi.

“Liora?” Pertanyaan itu keluar cepat. Tanpa pikir panjang.

Ben terdiam. Dan itu cukup. Aura Saga berubah. Total.Matanya menggelap Lebih dari sebelumnya.

“Siapkan mobil.” Suaranya rendah. Namun mematikan.

“Sekarang.”

***

Sementara itu mobil Varo melaju cepat. Menjauh dari mansion. Di dalam Liora duduk di sudut. Tangannya gemetar. Air matanya jatuh. Ia menatap ke luar jendela. Mansion itu semakin jauh. Dan untuk pertama kalinya ia benar-benar terpisah dari Saga Namun kali ini bukan karena kabur.

Tapi karena diambil. Dan di kursi depan Varo menatap ke depan. Dengan satu tujuan. Menghancurkan Saga. Lewat satu-satunya hal yang berarti baginya.

Liora.

***

Langit di atas mansion Saga masih dipenuhi asap Sisa ledakan ,Sisa kekacauan.Namun yang paling berbahaya bukan itu.

Mobil hitam berhenti mendadak Pintu langsung terbuka keras Saga turun.Langkahnya cepat Penuh tekanan.

Begitu masuk pemandangan di dalam langsung menyambut. Kaca pecah,Dinding rusak. Beberapa anak buah terluka. Pelayan panik.

Namun tatapan Saga hanya mencari satu hal.

Satu orang.

“Liora.” Suaranya rendah. Namun semua yang mendengar langsung menegang.

Tidak ada jawaban.

“LIORA.” Kali ini lebih keras Lebih tajam.

Tapi Tetap tidak ada.

DEG.

Rahangnya mengeras. Matanya berubah gelap. Lebih dalam jauh Lebih berbahaya.

Ben mendekat. Hati-hati.

“Tuan—”

“Di mana dia.” Potong Saga.

Tanpa menoleh. Ben terdiam sesaat. “Belum ditemukan…”

Sunyi.

Beberapa detik. Yang terasa seperti ancaman.

“Belum… ditemukan?” Ulang Saga pelan. Namun setiap katanya berat.

Tiba-tiba..

BRAKK!!

Meja di dekatnya ditendang hingga terbalik. Semua orang terkejut.

Aura Saga meledak.

“Sekian banyak orang—” suaranya rendah,

“tidak bisa menjaga satu orang?!”

Tidak ada yang berani menjawab. Tidak ada yang berani bergerak. Saga berjalan.

Cepat. Matanya menyapu semua orang. Salah satu penjaga berdiri gemetar.

“T-tuan… kami—”

DOR!

Satu tembakan. Pria itu jatuh.

Diam.

Semua langsung membeku. Tidak ada yang berani bersuara.

“Kalau tidak bisa menjaga—” ucap Saga dingin,

“tidak perlu hidup.”

Ben menunduk. Ia tahu ini baru awal.

Saga berhenti. Menarik napas kasar. Namun amarahnya tidak mereda.

“Cari.” Perintahnya.

“Ke mana pun.”

“Sampai dapat.”

Matanya menyipit. Penuh niat membunuh.

“Dan kalau ini ulah Varo—” suaranya turun,

“…aku akan hancurkan dia.”

***

Sementara itu jauh dari sana.

Di kota lain. Mobil hitam berhenti di depan sebuah mansion besar Lebih gelap.

Lebih dingin. Lebih… menyeramkan.

Pintu terbuka.Liora ditarik keluar. Tubuhnya lemah.

Namun masih sadar Ia menatap sekitar. Tidak mengenal tempat itu. Tidak tahu di mana ia berada.

“Masuk.” Suara Varo dingin.

Liora tidak bergerak. Matanya penuh takut.

“Aku… mau pulang…” bisiknya lemah.

Varo tertawa kecil. Namun tanpa kehangatan.

“Pulang?”

Ia mendekat. Menatap Liora tajam. “Kamu pikir setelah semua ini… kamu masih punya tempat untuk pulang?”

DEG.

Liora mundur. Namun langsung ditahan. Ia dibawa masuk.

Paksa. Di dalam suasana lebih gelap.

Lebih sunyi. Namun aura kekerasannya tidak kalah dari milik Saga. Liora didorong masuk ke sebuah ruangan.

Pintu ditutup.

“Kenapa… kamu lakukan ini…” tanya Liora lirih.

Air matanya jatuh lagi. Varo berhenti di depan pintu.

Menoleh sedikit. Tatapannya dingin. Namun kali ini ada sesuatu yang lain.

Dendam.

“Karena kamu miliknya.” Jawabnya pelan.

DEG.

“Dan dia—” lanjut Varo,

“mengambil milikku.” Wajah Selena terlintas di pikirannya. Adiknya yang hilang.

Tatapannya mengeras. “Sekarang—” ia membuka pintu sedikit,

“giliran dia merasakan.”

Pintu ditutup. Kunci diputar. Liora terduduk lemas. Air matanya tidak berhenti. Ia tahu ia tidak lagi di mansion Saga. Namun bukan berarti ia bebas Karena kini ia jatuh ke tangan orang lain. Yang sama berbahayanya Atau bahkan lebih kejam.

Dan di dua tempat berbeda dua pria dengan kekuasaan besar memikirkan satu orang yang sama. Namun dengan tujuan berbeda.

Satu ingin menjaga Satu ingin menghancurkan.

Dan Liora terjebak diantara di tengahnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung..........................

1
Fwru Dies
ih ga ridho liora sama varo tp yaaa sma saga jg sama aja tpi msh mnding sagaaaa!😾
Erna Riyanto
Biar sm vari aja lah ....Liora tenang klu sm varo
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Riza Afrianti
kok sepi yaa
Riza Afrianti
saga it suka ya sama liora
Riza Afrianti
yuhuu semangat 💪
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!