NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mungkinkah?

Tiga arwah senior itu mendatangi Eyang Surti. Leluhur klan Pratomo itu menoleh ke arah tiga khodam buyutnya.

"Ada apa?" tanya Eyang Surti.

"Eyang, si Tegar kan hendak dijenguk mbak Nana, mbak Tikah dan mbak Dewi. Kami ingin ikut karena ingin membuat Tegar paham," jawab Longga.

"Intinya mau kasih paham," timpal Jaap.

"Kalian pengen usil?" tebak Eyang Surti.

Ketiga arwah itu mengangguk. Kompak.

"Karena L sedang ke Palermo?"

Ketiga arwah itu mengangguk lagi. Kali ini lebih ke arah bosan. Mereka memang sesekali melindungi Nareswari tapi tahu kalau Shea sangat sensitif dan tidak mau bayi cantik itu takut.

"Ya sudah. Bawa Lala sekalian. Biar tahu rasa Lanang Celutak Kuwi!" ucap Eyang Surti.

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya

"Bagaimana hasil autopsinya Siti, mas Dean?" tanya Kompol Jarot usai Iptu Nana dan Iptu Atikah pergi bersama dengan Dewi Mentari.

"Kalian tidak akan menduganya. Semua organ tubuh hilang!" jawab AKP Dean Thomas.

Iptu Rayyan, Kompol Jarot dan Raiden melongo. "Semua?"

"Iya. Dari jantung, hati, ginjal, pankreas, semua hilang! Kata dok Wayan, semua diambil dengan model donor. Dan hanya dokter yang bisa melakukan cutting macam itu. Apa aku nggak shock! Dokter Rahmat apalagi!" jawab AKP Dean Thomas.

"Oom Dean, dikau tahu kan sepupuku mbak Galena Darling dan mbak Rania Armstrong itu dokter jagal? Tapi mereka pantang mengambil dari pasien baik-baik. Justru mereka ambil dari penjahat demi mengurangi dosa. Sedangkan ini? Jujur, ini pencurian organ yang terstruktur! Yakin aku kasus ini melibatkan penjualan organ di black market!" ucap Raiden serius.

"Apakah sepupunya mas Raiden yang agen FBI ... siapa?"

"Bang Scott? Atau Rylee?" tanya Raiden.

"Scott."

"Sebenarnya sih yang berpengalaman soal penjualan organ tubuh manusia itu Oom Wira dan Oom Jayde. Cuma kalau soal itu beda lokasi ya karena internasional," gumam Raiden.

AKP Dean Thomas menatap semua orang. "Gentlemen, ini akan menjadi kasus yang menyebalkan karena akan berhadapan dengan dokter psycho dan jaringan penjualan organ tubuh manusia di Indonesia. Tidak menutup akan berhubungan dengan jaringan internasional," ucap AKP Dean Thomas.

"Sebelum itu, kita harus menangkap basah mereka agar bukti semakin akurat, mas Dean. Bukan apa-apa. Dokter Westin sudah pasti bekerja sama dengan dokter Arlo Gunawan. Tapi apakah hanya mereka berdua dokter yang terlibat?" timpal Kompol Jarot. "Itu yang harus kita selidiki."

"Untuk itu, aku sudah meminta pada dokter Rahmat dan dokter Wayan untuk mengawasi kolega mereka. Bagaimana pun, wajah kita lebih mudah dicurigai bukan?" AKP Dean Thomas menoleh saat suara alarm terdengar dan dia melihat dari layar monitor di ruangan itu.

"Ada penyusup," ucap Iptu Rayyan saat melihat dua orang polisi datang. Keduanya tampak celingukan dan kepo dengan lantai empat.

"Mau apa mereka?" tanya Raiden.

"Biar aku yang keluar." Kompol Jarot berdiri dan berjalan ke pintu ruangan mereka. Kedua polisi itu terkejut saat melihat Kompol Jarot keluar dari pintu bewarna hitam.

"Cari apa?" tanya Kompol Jarot dengan nada dalam.

"Eh, pak Jarot. Enggak pak. Kami cuma ingin lihat-lihat. Katanya ada hantunya disini," jawab polisi muda itu.

"Kamu kira lantai empat ini wahana horor macam di pasar malam! Disini tempat bekerja para anggota kepolisian yang lebih berdedikasi daripada kalian yang kepo dan membuat konten! Apa kalian tidak punya pekerjaan penting?" hardik Kompol Jarot judes.

"Anu ... Iya pak Jarot. Kami permisi." Kedua polisi muda itu bergegas kembali ke dalam lift.

"Dasar!" gerutu Kompol Jarot kesal. Dia pun kembali ke ruang kerjanya.

"Mereka mau ngapain?" tanya AKP Dean Thomas.

"Buat konten horor."

Raiden tersenyum usil ke tim kasus dingin. "Mau aku beritahukan rahasia? Biar lantai empat tidak di datangi anak TikTok?"

"Apa itu?" tanya Iptu Rayyan.

Raiden tersenyum rahasia.

***

Sebuah Warung dekat Medical Examiner

Warung makan sederhana di pinggir jalan itu ramai oleh suara piring beradu dan aroma masakan hangat. Di sudut yang agak sepi, Dokter Rahmat duduk berhadapan dengan Dokter Wayan. Dua gelas teh hangat mengepul di antara mereka, tapi percakapan yang terjadi jauh dari santai.

Dokter Rahmat membuka map tipis di depannya, menatap serius. “Kasus Siti ini… ada yang tidak masuk akal, Dok Wayan. Sudah berbulan-bulan sejak kematiannya, tapi laporan forensiknya justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.”

Dokter Wayan menyandarkan tubuhnya, wajahnya tenang tapi matanya tajam. “Aku juga merasa begitu. Waktu autopsi ulang dilakukan, beberapa organ vital … tidak ada.”

Dokter Rahmat mengernyit. “Tidak ada, atau … sengaja diambil?”

Dokter Wayan menghela napas pelan. “Tidak ada tanda-tanda pembusukan normal di area tertentu. Itu berarti organ itu sudah tidak ada sebelum proses dekomposisi berlangsung jauh. Dengan kata lain…” Dia berhenti sejenak, memastikan dokter Rahmat mengikuti, “organ itu kemungkinan besar sudah diambil tidak lama setelah kematian.”

Dokter Rahmat mengetuk meja pelan, gelisah. “Siapa yang punya akses ke tubuhnya saat itu? Rumah sakit? Kamar jenazah?”

“Secara resmi?” Dokter Wayan mengangkat bahu. “Prosedur diikuti. Tapi kamu tahu sendiri … celah bisa terjadi. Apalagi kalau ada pihak yang tahu persis apa yang mereka cari.”

Dokter Rahmat menatap keluar sejenak, melihat lalu lintas yang sibuk. “Ini bukan sekadar kelalaian. Kalau benar ada organ yang diambil … berarti ada motif. Dan itu bukan hal kecil.”

Dokter Wayan mengangguk. “Aku setuju. Ini bukan kasus medis biasa lagi. Ini sudah masuk ranah kriminal serius.”

Pelayan datang mengantarkan nasi goreng, tapi tak satu pun dari mereka langsung menyentuh makanan.

Dokter Rahmat kembali bicara, suaranya lebih rendah. “Anda menemukan bekas sayatan?”

“Halus. Terlalu rapi untuk orang sembarangan,” jawab dokter Wayan cepat. “Orang yang melakukannya tahu anatomi. Itu yang bikin aku khawatir.”

Rahmat menatap dokter Wayan tajam. “Tenaga medis?”

Dokter Wayan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap teh hangatnya yang mulai dingin.

“Kemungkinannya … ada.”

Suasana mendadak terasa lebih berat. Keduanya sibuk berpikir.

Dokter Rahmat menarik napas dalam. “Kalau ini benar, berarti kita bukan cuma menghadapi kasus lama. Kita mungkin sedang melihat sesuatu yang masih berlangsung.”

Dokter Wayan akhirnya menatap dokter Rahmat lagi. “Makanya aku setuju ketemu kamu di sini, bukan di rumah sakit. Kita harus hati-hati. Jangan sampai orang yang terlibat tahu kita mulai mencurigai.”

Dokter Rahmat mengangguk pelan. “Kasus Siti ini … belum selesai.”

Di tengah hiruk pikuk warung makan, dua dokter itu sadar, yang mereka hadapi bukan sekadar misteri medis, tapi sesuatu yang jauh lebih gelap.

***

Yuhuuuu up malam yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Noey Aprilia
OMG...
hlang smua???kjam bgt tu orng,ga tkut hkum krma apa y????kl klurganya yg jd krban,dia msih mau mlkukan kjhtn ky gt lg????😠😠😠
Sayem Sayem
ini mh mafia berkedok dokter jagal atuh ..duch JD inget opa Joey Bianchi yg PNY julukan mafia berkedok dokter 🤣🤣🤣🤣🤣 makin kesini GD makin seru kasus ny makin peluk tp bikin pembaca ikutan emosi
amilia amel
duhhhh kasus penjualan organ tubuh lagi
dokter Westin dan dokter Arlo haeus berhadapan sama dokter jagal 1 dan dokter jagal 2 ini kayaknya biar diambil organnya sebagai penebus kelakuannya
awesome moment
duh...org pinter tanpa adab tu lbh mengerika. krn mrk tau cara berkelit dan menghilang tanpa jejak. tim gabjt sm dok rahmat dan dok wayan...mesti xtra cermat dan hati2. krn tersangka g akan segan membunuh dan mengosongkan isi body.
This Is Me
Kaum anomali bisa bosan juga 🤭🤭🤭
Noey Aprilia
Busyeettt.....
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kita usil/Determined/
Andriani Rahmi
waduh para senior juga pengin usil... jahilnya tole menular ternyata... gas meneer jaap dan pak sakera...
Ria Ariani
kangen eyang Surti beraksi 😍
awesome moment
whoah...menunggu gaya jaap dan sakera klo.mode jail. slama n kn cm tole, mbak lilis dan mbak susi yg sukses kejaili org. ngusili org. skrg giliran jaap dan sakera. arwah yg sll kek kanebo kering lempeng peng. g sabar ish
Elsa Fanie
wah jarang jarang tuh pak sakera dan pak longga usil 🤭🤭🤭, pantesan sampe segitu parah ny wong ada yg gangguin tapi gpp lah buat orang kek g2 mah,,,asal nti dok Rahmat tabah j🤭
Sayem Sayem
yassalam arwah Genk tua pun g mau ketinggalan exis ny Lo ..mlh iri sm tole& Susi...seru kykny klo Lala dkk ikut andil
amilia amel
wahhhh jadi penasaran kalo mr japp, pak longga dan pak sakera ikutan usil😅😅😅
Meeta Baggio
Duhh.....jd pinisirin nehh sama usil nyaa para arwah , gmn reaksi nyaa si Tegar yaa apa sesuai nama nyaa?
diyah
usil mb, bukan usul😁.. lanjukan keusilan kalian🤣🤣🤣
Hana Reeves: sorry ... revisi
total 1 replies
Noey Aprilia
Ksih izin aja....mslh dendeng yg bkln ngrusakin barang,pkirin nnti....yg pnting cpt dpt bkti spa biang keroknya.....
Elsa Fanie
wah bener tuh g yakin KLO nti dendeng g rusakin barang barang d sana 🤭🤭
Yati Rh
baru mampiirrrrr .
awesome moment
mbak Hana, cerita dendeng sm srengenge di judul p y? keknya cm sampiran dwh dlu tu. pasti herborist dendeng dan srengenge. panti jompo didatangi dendneg dan srengenge? menunggu kejadian yg membagongkan dan...bikin westin n prend kalang kabut
awesome moment: okay, mbak. thx y
total 4 replies
Sistiningsih Ika dewi
Bu Nana lg mode emak2 singa percuma minta tolong pak Jarot buat ngademin emosi Bu Nana, yg ada malah jadi kompor meleduk itu pak Jarot. Bu Nana koq dilawan, si tole aja mengkeret kalo Bu Nana udah ngamuk2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!