seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gara gara coklat!++18
Devano kini sudah memakai piyama hendak tidur karena sangat lelah seharian kerja lalu Devano duduk di ranjang,namun melihat sebuah coklat membuat Devano mengerutkan keningnya dirinya nggak tau coklat apa ini kenapa nggak Alina makan..
"Emm.. Enak juga, kenapa nggak kamu makan?"tanya Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"itu dari temanku, aku sedang nggak mau yang manis manis,"jawab Alina balas Anggukan Devano.
Alina pun duduk di ranjang tepat nya di sebelah Devano yang sedang memainkan ponsel nya,lalu Alina menatap Devano seperti merasa gelisah entah kenapa Alina nggak tau lalu mengusap keringat yang di kening suaminya..
"kenapa tuan?"tanya Alina membuat Devano tersenyum.
"Nggak tau Alina, tiba-tiba gerah gini,"jawab Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
Devano pun mendekati Alina tarik pinggang nya dengan pelan, membuat Alina terkejut lalu menatap Devano jantung nya berdebar mungkin ini malam yang tepat untuk nya karena Devano terlihat ingin lakukan hal itu.
"aku mencintaimu Alina,apa kamu siap untuk lakukan ini aku nggak tau kenapa tubuh ku seperti ini,"ucap Devano dengan suara beratnya.
"Ehmm.. baiklah,aku siap tuan,"ucap Alina membuat Devano tersenyum.
"jangan tuan Dong,aku ini suami kamu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Devano melepaskan piyama nya merasa begitu gerah tubuh nya entah kenapa ia pun nggak tau, lalu kini Devano telah tanpa baju terlihat tubuh nya yang sempurna lalu menatap Alina merasa gemas dengan istri mudanya ini.
"sentuh aku Sayang..,"bisik Devano membuat Alina menatap.
Alina pun tangannya terulur menyentuh dada Devano yang bidang dengan perlahan tak pernah dirinya sentuh tubuh seperti ini,lalu Devano hanya pejamkan mata nya terasa berat nafasnya sampai Alina sentuh perutnya dengan sangat lembut..
"bilang ya, jika kamu kesakitan sayang aku nggak mau sampai menyakiti mu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"baiklah.. Tapi aku takut,"cicit Alina membuat Devano tersenyum.
"jangan takut,aku bukan monster sayang,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
Cup!
Devano mengecup kening Alina dengan lembut namun mata berkabut penuh n4fsu karena efek nya juga,lalu Devano membuka semuanya membuat Alina terkejut dirinya justru fokus ke bagian punya Devano merasa nger1 karena lumayan besar.
"sentuh sayang,agar aku gampang untuk masuk,"bisik Devano membuat Alina gugup.
"baiklah.. Tapi aku,nggak tau harus bagaimana?"tanya Alina membuat Devano tersenyum.
"lakukan ini ke sini sayang,"jawab Devano menunjukkan ke mulut.
Alina merasa bingung lalu perlahan menyentuh nya dengan tangan lembut nya membuat Devano pejamkan mata nya merasakan hasrat nya naik, apalagi saat di sentuh Alina benar benar buatnya nggak tahan..
"shh.. Erat sekali sayang,"ucap Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"apakah sakit tuan?"tanya Alina membuat Devano geleng.
"tidak sayang,nggak sakit,"jawab Devano dengan mata terpejam.
Brakk!!
Devan menggebrak kayu ranjang merasa begitu geram dengan mulut Alina yang lembut ini,sudah lama tak dapat sentuhan dari seorang wanita dan ini yang lakukan adalah Alina yang sudah menjadi istri nya.
"Emmmhh.. Sayang mulut mu nikmat,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"ini tugasku sebagai istri,aku harus layani sebaik mungkin,"gumam Alina menatap Devano.
"kenapa dia tampan,di saat seperti ini,"gumam Alina merasa terpesona.
"sudah cukup sayang, sepertinya sudah saat nya kita menyatu,"ucap Devano dengan tersenyum.
Devano memposisikan diri agar nyaman dan gampang lalu segera melakukan penyatuan dengan perlahan, membuat Alina cengkram pundak Devano merasa begitu nyeri membuat Devano nggak tega melihat Alina kesakitan namun ini yang akan terjadi pasti sakit..
"maaf sayang,kalo sakit hm,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Nggak apa kak,aku sudah tau pasti sakit,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"boleh aku gerak?"tanya Devano balas Anggukan Alina.
"boleh kak,tapi pelan ya,"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"pasti perlahan Alina, karena aku ngga mau menyakiti istri ku ini,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
***
Beberapa menit berlalu kini mereka selesai melakukan hubungan suami istri dan efek nya sudah hilang di tubuh Devano,ia paham coklat apa itu yang membuat nya seperti tadi mungkin Alina nggak tau itu kenapa main terima saja..
"terimakasih Alina,malam ini sudah mau berhubungan dengan ku,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
"kamu istirahat ya,pasti sangat lelah,"pinta Devano membuat Alina tersenyum.
"kamu terlihat tampan, walaupun seperti ini!"celetuk Alina membuat Devano terkekeh.
"kamu ini ya,ada ada saja masa tampan keadaan berantakan gini hihi!"ucap Devano merasa gemas.
___________________________________________
Pagi ini Alina sedang menyiapkan sarapan walaupun tubuh nya berasa sangat pegal karena aktivitas semalam bersama Devano,namun itu kewajiban nya untuk melayani suaminya sendiri.
"Morning Alina!"sapa Devano membuat Alina tersenyum.
"Morning juga tuan!"sahut Alina sembari menyiapkan makanan.
"Wahh.. Buat sandwich nih?"tanya Devano membuat Alina ngangguk.
"iya tuan, karena masih pegal!"jawab Alina membuat Devano tersenyum.
Devan pun segera duduk bersama Alina,pagi ini sangat sejuk karena hujan deras sejak jam lima pagi, sebenarnya Devano masih betah di rumah namun dirinya seorang CEO harus berangkat sangat disiplin.
"Alina,maaf ya aku semalam membuat mu kesakitan,"ucap Devano membuat Alina merona.
"Ehmm.. Iya tuan!"ucap Alina merasa malu mengingat semalam.
***
Setelah beberapa menit berlalu, Devano kini telah berada di perusahaan nya pagi ini ada Meeting entah dengan siapa Devano nggak tau, yang tau Sekretaris nya yang selalu mengatur jadwal untuk nya.
"selamat pagi,tuan Devano!"sapa Kayla membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Kayla,mau apa kesini?"tanya Devano membuat Kayla tersenyum.
"Tentu saja, untuk Meeting dengan anda!"jawab Kayla membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Baiklah.. Silahkan duduk!"ucap Devano dengan wajah datar.
Devano merasa bingung melihat Kayla tiba tiba mempunyai perusahaan, karena waktu itu masih kerja dengan nya sebagai office girl namun dirinya pecat karena menurut nya sangat tak benar kerjanya.
"apakah.. Tuan Devano,mau bekerja sama dengan saya?"tanya Kayla menatap Devano.
"memang nya berapa persennya?"tanya Devano balik.
"46 seperti nya tepat!"jawab Kayla dengan tersenyum.
"itu tidak adil Kay!"ucap Devano membuat Kayla tersenyum.
Kayla mengajak kerja sama karena ingin mendekati Devano, padahal Devano sebenarnya sudah menikah dengan Alina sepupu Kayla yang sangat tak di sukai Oleh Kayla,namun sebenarnya perusahaan Kayla adalah milik Alina.
"Begini saja,jika anda ingin imbang bagaimana kalo kita menikah?"tanya Kayla membuat Devano terkekeh.
"Haha! sangat tak masuk akal Kayla!"jawab Devano membuat Kayla mengerutkan keningnya.
"dengar ini,saya adalah suami dari Sepupu kamu alias Alina Anastasya!"tegas Devano membuat Kayla terkejut.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"