Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Arden terdiam beberapa detik lamanya, tangannya yang sejak tadi masih belum lepas dari stik drum yang tadi dimainkan Lola masih juga berada digenggaman Arden malam itu dan perlahan tangannya berhenti bergerak.
Tatapannya mengunci wajah gadis didepannya ini, mencoba memastikan apakah yang tadi ia ucapkan gadis itu dengar atau hanya dianggap candaan atau sebaliknya menganggap sesuatu yang lebih dari itu.
"Serius banget ngomongnya" Lola tidak langsung menjawab, ia menundukkan wajah memainkan ujung baju yang sejak tadi ia pakai. Senyum tipisnya masih ada, tapi ini berbeda jauh lebih rapuh tapi ada kejujuran didalamnya.
"Mas, elo tuh ya bikin gue jantungan setengah mati tau nggak, udah mah ya Lola tadi depresot karena si bapak dan pak gembul juga anaknya nekat datangin Lola kesini, nah ini lagi kelakuan mas bikin Lola tepok jidat haish"
"Hwakakak terkejut ya La, sama dong hahaha bukan kamu aja kali La, aku juga"
"Hah, masa sih"
"Iya, mas padahal minta tolong ke Arsen sama anak anak yang simple aja gitu eh ini malah ada drone segala, ada taburan bunga segalalah terus ini udah kayak hajatan konser seleb ngakak, si Arsen sama anak anak bener bener pada diluar ekspektasi kalonudah disuruh buat ginian"
"Ya Allah hahaha, gilaaa sih emang"
"Gila tapi suka kan La, momen sekali seumur hidup, belum tentu ada yang segila dan senekat aku juga kan haha"
"hahaha pede gila, mas Arden ini"
"Iyalah harus, makanya kan kita sekarang jadi seleb dadakan, pasangan viral si cowok lamar gadis pake marching band tengah malam kocak"
Tiba tiba saja stik drum melayang pada jidat Arden alias kena jitak Lola saking gemasnya.
Ctak!
"Aduh, sakitan ayang"
"Mas tau nggak, Lola tuh masih setengah percaya tau nggak sama yang mas ucapon ke Lola, mas tuh kan sering banget becanda, gada seriusnya sama sekali, apalagi mas juga playboy banget yang Lola tau, cewek cewek di sekeliling mas juga cantik cantik lagi, kaya, sukses, hebat hebat lah, nah kok ya kenapa jadi nyasarnya malah mau nikahin Lola kan aneh, mas enggak lagi sakit kan?."
Deg
Arden tak menyangka Lola akan sepolos itu dan mengutarakan unek uneknya apa yang selama ini ia ketahui. Arden hanya menarik napas lebih dulu seraya menghembuskannya perlahan.
"Hmm, gini La, percaya apa enggak, semenjak sama elo tuh gue baru dikasih rasa takutnya kehilangan La, karena sebelumnya gue enggak pernah sampe senekat ini, bahkan kebanyakan dari mereka bukan gue yang berjuang buat dapetin mereka tapi, mereka yang terus mepet gue sampai merendahkan harga diri mereka, dan itu gue enggak suka" jelas Arden.
"Aa,..maca ci"
"Hmm"
Keduanya pun saling menatap lekat dan semakin dekat, "La, boleh ya gue kiss elo hm"
"Eit, no way" ucap Lola langsung menyilangkan dua jari telunjuknya yang kanan dan kiri menutupi bibirnya yang tipis.
"Yaudah mas, Sono gih tidur udah malam, kelamaan disini ngeri ntar, enggak enak sama yang punya rumah"
"Hmm, gue ke bawah dulu ya, mimpiin gue ya La, muach" ucap Arden memberikan kiss jauh dengan gaya lebaynya.
Lola hanya tersenyum dan geleng kepala dibuatnya. Pintu kamar pun ia tutup rapat seraya menguncinya. "Aaa, ini seriusan gue enggak mimpi kan"
"Gue dilamar cowok tajir, tampan pula lagi aaa, senengnya mimpi apa Lola" ucap Lola yang kelewat senang endingnya dia malah joget joget enggak jelas sebelum ia menaiki kasurnya dan setelahnya ia lelah tak lama tertidur dengan begitu pulasnya.