NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:153.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Tempat tinggal baru

Gagal membujuk pasangan Davin dan Melodi yang kini telah pergi meninggalkan Desa Sukun, Pak Aris memutuskan pulang ke rumah. Begitu tiba, pria paruh baya itu langsung disambut oleh Bu Risma. "Bapak darimana, sih? Bukannya bantu menenangkan Dahlia, malah pergi nggak bilang-bilang!" cerocosnya sambil merengut.

"Bapak juga lagi usaha, Bu," jawab Pak Aris.

"Usaha apaan sih, Pak?" Bu Risma tampak penasaran.

"Tadi bapak mendatangi Dokter Davin memohon agar mau menerima Dahlia..." ucapan Pak Aris langsung terpotong.

"Terus, gimana hasilnya? Apa Bapak berhasil?" sambar Bu Risma tak sabar.

Pak Aris menggeleng pelan. "Ini semua gara-gara Melodi. Gadis miskin itu tak mau mengalah dan merelakan Dokter Davin untuk Dahlia..."

"Apa...! Kurang ajar memang bocah itu! Nggak ingat apa, dulu kita ngasih pekerjaan buat dia agar bisa makan! Sekarang malah tak tahu diuntung!" marah Bu Risma.

Ia bergegas keluar rumah, tetapi Pak Aris menahan lengannya. "Mau ke mana kamu, Bu?"

"Tentu saja ibu mau ngasih pelajaran buat dia," jawab Bu Risma. "Menyesal aku dulu selalu bersikap baik padanya."

"Tidak usah, Bu. Percuma, mereka baru saja meninggalkan desa ini," beritahu Pak Aris dengan wajah muram.

"Terus bagaimana sekarang, Pak? Apa kita nikahkan saja Dahlia dengan Herman?" tanya Bu Risma dengan nada frustasi.

"Nggak...!" Tiba-tiba Dahlia keluar dari kamar dan berteriak lantang menolak ide sang ibu.

"Lia nggak mau nikah dengan Herman. Lia hanya mau menikah sama Dokter Davin, titik!" ujar Dahlia bersikeras.

"Tapi Lia, dokter itu sudah pergi dari sini. Dia membawa serta gadis miskin itu beserta adiknya," beritahu sang ayah.

"Enggak...!" teriak Dahlia histeris.

"Nggak ada yang boleh memiliki Davin-ku...!" Ia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai. Berguling-guling dan meraung meneriakkan nama Davin dan mengumpati Melodi dengan sumpah serapah yang tak pantas untuk didengar. Sungguh, kelakuan Dahlia sangat tidak elok, tak malu dengan profesinya sebagai bidan desa. Benar-benar tak mencerminkan orang yang katanya terhormat dan berpendidikan.

Pak Aris dan Bu Risma hanya bisa mengelus dada, melihat kelakuan anaknya yang sudah dalam tahap stres akut.

.

Kita tinggalkan sejenak Pak Aris dan Bu Risma yang sedang pusing tujuh keliling menyaksikan Dahlia yang sedang tantrum.

Mari kita tengok perjalanan Davin dan Melodi.

Hampir tiga jam sudah perjalanan mereka dari Desa Sukun menuju Jakarta. Alvian yang belum pernah naik kendaraan jarak jauh pun mabok. Melodi dengan telaten merawat adiknya. Kemudian Davin meminta Pak Makmur menghentikan mobilnya di rest area.

"Pak, kita istirahat saja dulu di rest area," pintanya pada sang sopir.

"Siap, Mas. Dengan senang hati," kata Pak Makmur.

Mereka istirahat sejenak di rest area sambil mengisi perut. Davin lantas membeli obat anti mabok dan memberikan pada Alvian.

"Vian, ini diminum obatnya, ya. Biar nanti nggak mabok lagi." Alvian mengangguk. Davin pun membantu bocah itu meminum obat.

"Apa perjalanannya masih jauh, Mas?" tanya Melodi.

Davin tersenyum mendengar Melodi memanggilnya dengan sebutan 'Mas'.

"Nggak kok, paling setengah jam lagi," jawab Davin.

"Kenapa? Kamu sudah nggak sabar ya, pengin ketemu keluargaku?" tanyanya menggoda.

"Hahhh...?" Melodi tercengang, tak tahu harus menjawab apa. Ia meringis tipis dan mulai merasa gugup, dadanya berdebar semakin cepat. Ada perasaan takut juga tak percaya diri. Pikirannya pun resah serta gelisah, membayangkan berbagai kemungkinan. Kata 'bagaimana jika' muncul memenuhi pikirannya.

Davin yang seakan mengetahui kerisauan hati Melodi, meraih jemari gadis itu dan menggenggamnya dengan erat.

"Kamu nggak perlu khawatir. Jika kamu merasa belum siap bertemu keluargaku, aku akan membawamu ke apartemen-ku. Kamu bisa tinggal di sana," ucapnya sembari menatap Melodi dengan pandangan lembut.

Melodi mengangguk dan tersenyum tipis. Ia merasa bersyukur Davin bukan tipe pria yang memaksakan kehendak.

Setelah dirasa cukup beristirahat, mereka pun melanjutkan perjalanan.

"Vian, apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Davin.

"Iya, Kak. Sudah nggak mual lagi," jawab bocah itu.

"Oke. Ayo, Pak Makmur. Let's go!" perintahnya pada pria bertubuh subur tersebut.

"Siap, Mas." Pak Makmur mengemudikan mobil Alphard itu meninggalkan rest area.

Hingga satu jam kemudian, sampailah mereka di sebuah bangunan apartemen mewah di kawasan Mega Kuningan. Apartemen yang satu unitnya, berharga sangat fantastis.

"Kakak, kita ini di mana?" bisik Alvian, ketika mereka telah turun dari mobil.

"Kakak juga nggak tahu, Dik," jawab Melodi.

"Ayo, kita naik ke atas," ajak Davin, mengambil alih kursi roda Alvian, dan berjalan di depan menuju lift.

Di belakangnya Melodi mengekor langkah Davin tanpa banyak bertanya. Sementara Pak Makmur mengiringi mereka sambil membawa barang milik Melodi.

Sampai di lantai tujuh, mereka keluar dari lift, menuju unit hunian Davin. Setelah memasukkan kode akses mereka pun masuk ke dalam.

"Selamat datang, di tempat tinggal kalian yang baru." Davin merentangkan tangan kanan sambil membungkukkan badannya.

"Wah...! Rumahnya bagus sekali, Kak! Tivi-nya besar!" seru Alvian, bocah itu tersenyum lebar dengan wajah berseri-seri penuh kekaguman.

"Apa kamu, suka?" balas Davin.

Alvian menganggukkan kepalanya antusias. "Suka sekali, Kak!"

"Kakak harap kalian betah tinggal di sini," ujar Davin.

"Bagaimana, Mel? Apa kamu juga suka?" tanyanya pada Melodi yang sejak tadi hanya diam.

Melodi mengangguk singkat sambil tersenyum kecil. Ia tak mampu berkata-kata. Netra indahnya sibuk memperhatikan sekeliling. Hunian yang selama ini hanya bisa dilihatnya di tivi atau di iklan, kini ia bisa menempatinya.

Unit hunian itu memiliki tiga kamar tidur. Davin lantas menarik tangan Melodi dan menunjukkan kamarnya.

"Ini kamar, kamu." Davin membuka kamar yang selama ini menjadi kamarnya.

Melodi mengerjapkan matanya, mulutnya sedikit terbuka -- terkagum-kagum melihat interior dalam kamar tersebut. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. "Apa... ini nggak terlalu mewah buat aku, Mas?"

"Kamu pantas mendapatkannya, Mel. Bahkan lebih dari ini." Davin meyakinkan.

"Tapi..." Davin menempelkan jari telunjuknya di bibir Melodi, membuat ucapannya terhenti.

"Dengar, Mel. Sekarang kamu tanggung jawabku. Dan aku nggak akan membiarkanmu hidup susah lagi. Mulai saat ini, kalian adalah prioritasku," ujar Davin mantap, lalu memeluk Melodi dengan erat.

"Ekhemmm...!"

Davin segera melepaskan pelukannya, netranya membelalak dengan lebar. Sementara Melodi, tertunduk malu dengan wajah semerah tomat.

"Mami...?"

"Bagus, ya! Dasar, anak nakal!" Mami Mia langsung menjewer telinga Davin, hingga memerah membuat pemuda itu meringis kesakitan.

"Ampun, Mi! Ampuuunnn...!"

1
Mur Lina
Yaa kapan mulai sekolahnya Melodi keburu hamil dn adiknya Alvian akan di operasi sesuai dgn janji Davina 🤣🙏
Mur Lina
putar2 setan si Renata kepo dgn pengantin baru 🤣🤣🤣
Mur Lina
Syirik amat tu siii bunga Dahlia 😄TDK sesuai dgn nama dan sifatnya 🤣🤣🤣
RiriChiew🌺
ibu akhirnya aku lunas baca ini yaa, ternyata 3 bab aja ku terlewat maafkeun yaa 🙏 ibu othor the best kok /Kiss/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Cucu Siti Hodijah
kapan alvian diobati?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: baca aja kak, karya ini kan sudah tamat🤭
total 1 replies
Adi Ahmad
keadilan akhirnya memihak pada melodi...👍
ceuceu
Marathon bacanya tau" tamat thor.
bagus ceritanya/Rose/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, klo akak suka🫰
total 1 replies
ceuceu
Ga semua yg berpendidikan pintar,renata poppy berpendidikan tapi bodoh
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ceuceu
Ya ampun bayangin bidan desa tantrum guling" kaya anak kecil tantrum pengen balon/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kasih permen kak🤭
total 1 replies
YaN Nie
Pengen ku racun tuh si Dahlia dengan racun tikus 🤪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Patrick Khan
makasi ada cerita br nya bu😍😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Patrick Khan
wahh mel mel hamil selamat ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu akak🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
yaahhh TAMAT
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: udah gak ada ide, semua udah pada posinya masing masing
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
🥺🥺🥺🥺🥺 mengsedih, moms iris bawangnya brp kilo
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣, yg ngetiknya aja sambil ngiris bawang
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya harus banyakin stok sabar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aseeekkkkk. semangat ibu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, akak 😍😍😍
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk maraton jadinya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Siti Muntamah
lha ini yang kutunggu cerita si danish kok q baca jadi ikutan darah tinggi suami alma punya istri dan anak dgn wanita lain
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya kak🫰
total 1 replies
Nar Sih
satu vote buat kebahagiaan mas dr davin juga melody moomz😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waah, makasih mbak😍
total 1 replies
Nar Sih
udh hadir moomz,lanjutt pasti seruu 👍🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mskasih sudah hadir smg betah ya 🫶🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!