NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:181.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Rea Adelia, gadis sebatang kara yang lugu dan ceroboh, merantau ke kota besar demi mencari kerja. Namun, malam pertamanya di kota itu berubah menjadi mimpi buruk sekaligus awal takdir baru. Di sebuah gang sempit menuju kosannya, ia menemukan Galen Alonso—seorang pemimpin mafia kejam yang terluka parah akibat pengkhianatan.
Niat baik Rea membawanya menolong Galen ke dalam kamar kosnya yang sempit. Tanpa Rea sadari, menolong Galen berarti menyeret nyawa polosnya ke dalam dunia gelap yang penuh darah. Di antara sekat dinding kos yang rapuh, si gadis manis yang ceroboh harus hidup bersama sang mafia tampan yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kucing kecil pengganti adik

Rea keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan piyama stroberinya. Ia segera menghampiri Galen yang masih duduk di tepi ranjang.

"Sudah selesai! Mas Galen cepetan mandi, katanya tadi mau ngajakin aku main sama adiknya Mas," tagih Rea dengan nada polos yang sangat tulus.

Galen tersenyum melihat kepolosan Rea. Ia berdiri dari ranjang dan berjalan ke arah lemari. "Adik Mas sedang tidur sekarang, Rea. Mungkin besok pagi baru bisa diajak main," kata Galen sambil mengambil handuk.

Rea sedikit kecewa, namun segera mengangguk. "Oh, begitu ya? Oke deh, Rea tunggu besok pagi!" Ia lalu duduk di tepi ranjang, menggantungkan kakinya.

Galen masuk ke kamar mandi, meninggalkan Rea sendirian di kamar. Rea mengambil salah satu bantal dan memeluknya erat. "Adiknya Mas Galen pasti lucu sekali, seperti boneka beruangku," gumam Rea pada dirinya sendiri.

Tak lama kemudian, Galen keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya. Ia melihat Rea yang sudah mulai mengantuk. "Sudah ngantuk, Bunny?" tanya Galen lembut.

Rea mengangguk. "Sedikit, Mas. Tapi Rea masih mau menunggu adik Mas Galen bangun."

Galen tertawa kecil. "Kalau begitu, ayo tidur. Besok pagi kita bisa cari tahu apa yang ingin dilakukan adik Mas." Ia lalu berjalan ke sisi ranjang dan menyingkap selimut, memberi isyarat agar Rea berbaring.

Rea segera masuk ke dalam selimut, merasa nyaman di samping Galen. Galen mematikan lampu, meninggalkan kamar dalam temaram cahaya bulan yang masuk dari jendela.

"Selamat tidur, Bunny," bisik Galen sambil mengecup kening Rea.

"Selamat tidur juga, Mas Galen," balas Rea, lalu ia pun terlelap dengan mimpi bertemu "adik" Galen yang ia bayangkan sebagai boneka beruang yang lucu.

Keesokan harinya, sinar matahari masuk dengan cerah ke dalam kamar. Rea terbangun lebih awal dan segera membersihkan diri. Ia sudah siap dengan buku catatannya, bersiap menghadapi mata kuliah Analisis Biaya Produksi yang katanya cukup sulit.

Namun, saat ia mengecek grup pesan mahasiswa, Rea berseru pelan, "Lho, Mas! Hari ini kelas dosen Analisis Biaya libur, katanya ada kepentingan mendadak!"

Galen yang baru selesai memakai kemejanya hanya menyunggingkan senyum misterius. Ia tahu betul "kepentingan mendadak" dosen itu adalah hasil dari panggilannya semalam agar Rea bisa tetap di rumah bersamanya.

"Baguslah kalau libur. Jadi, kamu tidak perlu bertemu dosen mana pun hari ini," ucap Galen santai sambil merapikan kerahnya di depan cermin.

Rea menghampiri Galen dengan wajah polos yang sedikit kecewa. "Tapi Rea kan mau belajar, Mas. Terus kalau libur begini, Mas Galen mau ke kebun? Rea sendirian dong di rumah?"

Galen berbalik, menarik pinggang Rea agar mendekat. "Mas juga tidak ke kebun hari ini. Mas mau menagih janji yang kemarin. Katanya mau ajak main 'adik' Mas kalau sedang libur?"

Rea mengerutkan kening. "Adik Mas? Rea cari-cari dari tadi kok nggak ada anak kecil atau bayi di rumah ini? Mas Galen sembunyiin di mana adiknya?"

Galen tersenyum kecil. "Dia tidak sembunyi, Bunny. Dia hanya butuh kamu untuk menyentuhnya agar dia mau bangun dan bermain. Coba cari di bawah meja sana."

Rea mengedipkan matanya, masih sedikit bingung, tapi mengikuti arahan Galen. Ia membungkuk dan melihat ke bawah meja. Seekor anak kucing kecil berbulu halus sedang tidur meringkuk.

"Oh! Ini adiknya Mas?" seru Rea senang. "Lucu sekali! Manja banget ya adiknya Mas Galen, harus dibangunin dulu baru mau main." Rea segera mengulurkan tangan dengan lembut untuk mengelus anak kucing itu.

Galen tertawa rendah melihat Rea yang begitu gembira dengan anak kucingnya. "Ya, dia 'adik' Mas yang paling manja. Mari kita lihat seberapa jago kamu mengajaknya bermain pagi ini, Bunny."

Rea hanya tertawa riang, fokus pada anak kucing yang mulai meregangkan tubuhnya dan mengeong pelan. Pagi itu pun diisi dengan tawa Rea dan suara purr lembut dari anak kucing, membuat suasana rumah menjadi hangat dan menyenangkan.

Sebenarnya bukan itu, Bunny... tapi ini milikku,” batin Galen sambil menatap ke arah lain, merasa sedikit jijik pada isi kepalanya sendiri yang sempat berpikir macam-macam pada gadis se-suci Rea.

Rea, yang sama sekali tidak menyadari gejolak batin suaminya, justru asyik memeluk dan menciumi anak kucing itu dengan gemas. "Mas, lucu banget kucingnya! Lihat deh matanya, kayaknya galak tapi manja, mirip banget sama Mas Galen!" seru Rea sambil tertawa riang.

Galen berdeham, mencoba menetralkan ekspresi wajahnya yang sempat kaku. Ia mendekati Rea dan ikut berjongkok di sampingnya, mengusap puncak kepala Rea dengan lembut. "Oh ya? Jadi menurutmu Mas mirip kucing ini?"

"Iya! Galak di luar, tapi kalau sudah disayang langsung manja," goda Rea sambil mencolek hidung Galen dengan telunjuknya yang masih bau bulu kucing.

Galen hanya bisa menggelengkan kepala. "Terserah kau saja, Bunny. Tapi ingat, jangan sampai kau lebih sayang pada kucing itu daripada suamimu sendiri."

"Ih, Mas Galen cemburu sama kucing ya?" Rea tertawa lebih keras, membuat suasana pagi di mansion yang biasanya tegang itu menjadi begitu hangat.

Meskipun Rea belum menyadari siapa "adik" yang dimaksud Galen dalam kiasannya yang lebih dalam, Galen merasa lebih baik begini. Biarlah Rea tetap dalam kepolosannya, karena bagi Galen, senyum tulus istrinya adalah satu-satunya hal yang menjaganya tetap merasa menjadi manusia di tengah gelapnya dunia mafia tahun ini.

1
diannnnnnnnn@,,,
thor boleh nanya gk? di cover nya ad label END ko setelah di baca berakhirnya ngegantung?
Brimob 🍒: Tunggu aja yaa 🙏
total 3 replies
Salvina Putri anessa
seru dan lucu
lanjut thorrr 👍👍👍
Salvina Putri anessa
seru👍
Ruth Khoiriyah
gimana ceritanya ini muter2 thor
Melia Gusnetty
tau2 dh nikah aja...jd bingung...dn bab nya d ulang
Yasinta Niken
lanjutttttt
Yasinta Niken
wkwkwk wkwk
Yasinta Niken
begitulah kehidupan orang yang tidak punya rasa syukur
Yasinta Niken
wkwkwk wkwk
Yasinta Niken
takut tttt
Yasinta Niken
hati2 galen musuh utama orang2 terdekat mu jaga rea jangan ditinggal walaupun dengan ibumu 🤭🤭🤭
Yasinta Niken
kasihan rea tp nasi sdh menjadi bubur ya dilakoni aja sama berdoa semoga mendapat hidayah yang terbaik
Mao mao
tong sampah ?? wkwkwk tong sampah wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Yasinta Niken
rea jangan mau jadi atm orang yang julid kayak sepupumu lupakan aja
Yasinta Niken
Aduhhh semoga rea selalu bahagia 🤭🤭🤭
Yasinta Niken
wkwkwk
Tek deli
ah ga seru,jadi ga nyambung ceritannya
Tek deli
bab nya di ulang,tiba" aja udah manggil mas,padahal ceritanya bagus dari awal,membingungkan thor
Riska Baelah
salah mu galen, karn rea gak kmu knal kan sebagai istri mu sama si dosen vian 🤭 itu saudra ny rea kok bisa satu kampus sama rea, bkan ny d desa
Kam1la: Halo, Kak 😊
Aku baru publish novel berjudul Mafia Jatuh Cinta Pada Gadis Desa
Kalau Kakak berkenan mampir baca atau kasih like. Terima kasih sebelumnya 🙏
total 2 replies
Riska Baelah
kk,, cerita kk bgus, tp alur ny ngebut bnget, kdang bingung 🤭
Brimob 🍒: mampir juga di karya lain ku ya 🙏😄, judulnya Mawar indah tuan Ferguson
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!