Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.
Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Ketahuan
Setelah kejadian mimpi buruk itu, Dimas kemudian mandi dan mengguyur kepalanya dengan air, agar bayangan mimpi itu tidak menghantuinya lagi.
Selesai mandi, Dimas memakai baju rumahan dan menatap cermin tersenyum membayangkan hal konyol tadi.
"Ada-ada saja mimpinya. Aku kira mati beneran. Ternyata-! Huft." Dimas bernafas lega mengingat dirinya menjawab berbohong pada Baron.
Di kamar, Bayu telah bangun dan sedang berbicara dengan Davina yang selalu setia menemaninya. "Ckk. Ada apa kamu disini? Memangnya gak ada kerjaan lain apa, selain duduk menemaniku di kamar!" kata Bayu setengah berteriak terbangun dan masih mengumpulkan nyawanya.
"Sayang. Abis ini, temani aku di bawah ya? Nanti teman-teman arisanku datang malam ini," pinta Davina yang merengek manja di lengan Bayu.
"Gak mau. Kamu saja dan teman-temanmu yang kumpul di bawah. Aku mau keluar sendiri. Itu kan' acara mu? Bukan acara ku!" bentak Bayu menolak menemani Davina.
Bayu lalu beranjak berdiri menuju kamar mandi meninggalkan Davina yang duduk di ranjangnya.
Davina menatap nanar pintu kamar mandi itu dengan perasaan kesal. Namun, dirinya juga tidak mau memaksa Bayu yang memang benar adanya itu adalah acara teman-teman arisannya. Pasti hanya para wanita yang berkumpul.
Davina keluar kamar Bayu dan berjalan menuju kamarnya untuk mandi juga. Hanya tinggal menghitung jam saja, teman-teman arisannya akan datang.
Satu jam, keduanya telah selesai mandi. Bayu telah bersiap-siap akan keluar. Namun, Davina telah membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu. Sedangkan, Dimas masih berada di kamarnya menunggu waktu yang tepat untuk menemui Aqila.
"Sayang, nanti jangan pulang terlalu malam ya? Aku masih kangen," kata Davina menempel di lengan Bayu yang sedang menyisir.
"Iya. Nanti aku segera pulang." kata Bayu seraya mencium kening Davina lama. "Maafkan aku ya, tadi sempat membentak mu. Kamu tahu sendiri, suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja." kata Bayu merangkul wanita itu.
"Iya. Tapi, memang ada apa?" tanya Davina merasa penasaran dengan apa yang dialami kekasihnya itu.
"Kamu tidak perlu tahu. Ini urusan laki-laki. Kamu hanya cukup menyenangkan aku saja di ranjang. Oke, Sayang."
"Baiklah. Buatmu pasti yang terbaik. Asal, jangan mendekati gadis itu lagi. Aku tidak suka."
Bayu hanya mengangguk saja. Padahal, dalam hatinya gencar ingin memiliki Aqila yang semakin lama semakin membuatnya terpesona setiap hari.
Keduanya keluar kamar, bertepatan dengan Dimas juga keluar kamar. Dimas berjalan di belakang mereka yang bermesraan merangkul layaknya suami istri.
Keduanya belum tahu, bahwa Dimas telah pulang. Dimas hanya menatap kedua pasangan itu bercampur marah, benci. Namun, Dimas masih bisa mengendalikannya .
Saat baru sampai dari tangga terakhir, barulah mereka menyadari ada seseorang di belakang mereka dan menoleh bersamaan.
"Mas Dimas!"
"Kakak! Kapan kamu pulang? Bagaimana bisa kamu ada dirumah?" tanya Bayu kebingungan saat melihat kakaknya sudah berada dirumah dengan baju santai dan membawa sebuah bungkusan yang ada ditangannya.
"Sudah sejak pagi. Istirahatku cukup nyenyak setelah kemarin menyelesaikan tugas bersama klien dengan cepat. Cukup beruntung buatku bisa pulang dengan cepat," jawab Dimas santai.
Davina melepas pelukannya dari Bayu saat melihat suaminya sudah berada di rumah. Mereka ketahuan bermesaraan dan bergandengan tangan. Walau mereka suami istri, tetapi hubungan mereka seperti bukan suami istri pada umumnya.
Sungguh miris kisah hidup Dimas dan Davina. Hubungan mereka yang melalui perjodohan, nyatanya tidak membuat keduanya jatuh cinta sampai sekarang. Hanya kepura-puraan yang mereka lakukan selama ini, walau kedekatan mereka mulai berubah setelah lima tahun yang lalu hingga sekarang.
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu