NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Valery yang siang itu mendatangi kantor Aditya, tak sengaja berpapasan dengan seorang wanita yang wajahnya sudah sangat tidak asing lagi. Valery menghentikan langkahnya, berbalik melihat punggung wanita itu.

Arini yang baru saja keluar dari ruang pantry membawa dua cangkir teh dengan nampan ditangannya. Valery sejenak memperhatikan Arini, tidak salah lagi dia adalah wanita yang ada dipesta kemarin malam. Wanita yang selama ini amat sangat dibencinya, kenapa..karena dia perempuan satu-satunya yang membuat Aditya tidak bisa berpaling kepadanya.

"Hey kamu..."

Arini yang sudah berjalan melewati Valery, berbalik kembali.

"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu."

Valery membuka kacamata hitamnya. Arini terkejut bukan main, melihat wanita yang ada didepannya. Dia masih mengingat wajah ini, wajah istri dari Aditya.

"Kenapa,,,kamu mengenal saya?"

"Tidak Nona." Arini segera menundukan kepalanya.

"Tolong bawakan saya teh tanpa gula. Dan bawakan keruangan Presdir sekarang juga, saya tunggu kamu disana."

"Baik Nona."

Valery kembali memakai kacamata hitamnya dan meninggalkan Arini. Berjalan penuh angkuh dan percaya diri, dibalik itu dia tersenyum sarat penuh makna.

Perasaan Arini menjadi tidak tenang, tapi segera ia mengusir semua pikiran buruknya. Cepat-cepat mengantarkan teh kepada staf yang telah memintanya.

"Halo sayaang....." Valery masuk kedalam ruangan kerja Aditya.

"Mau apa kamu kesini?" Aditya tetap fokus dengan pekerjaanya.

"Ya tentu ingin menemui kamu dong, aku ingin melihat kamu bekerja dihari terakhir kamu disini." Valery menghampiri kursi Aditya dan memeluknya dari belakang.

"Lepaskan tanganmu Vale...mendingan kamu pulang dan kemasi barang kamu." Aditya berdiri dari kursinya.

"Oke aku akan pergi, tapi setelah kamu memeluk aku sekali saja."

"Aku tidak mau."

"Kalau tidak mau ya sudah. Aku akan tetap disini sampai kamu pulang."

Aditya berdecak kesal, memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing mendengar permintaan Valery.

"Lagian aku cuma minta pelukan Dit, bukan ciuman."

Valery merentangkan kedua tangannya bersiap menerima pelukan dari Aditya. Tak ada pilihan lain, Aditya harus mau menerima syarat dari Valery agar dia bisa cepat pergi dari ruangannya.

Pintu yang terbuka seperempatnya, membuat orang yang ada diluar bisa melihat jelas apa yang sedang terjadi didalam. Valery yang menyadari kedatangan seseorang, tersenyum sinis, Berhasil.....

"Hey kenapa kamu diam disana."

Aditya melepaskan pelukan Valery, Aditya melihat siapa yang dimaksud Valery.

Arini....

Aditya terpaku, Arini masuk dengan perasaan hati yang begitu sakit setelah melihat apa yang dilakukan Aditya bersama Valery. Dia tak melihat sedikitpun kearah Aditya.

"Ini teh yang tadi Nona pesan."

Arini menyimpannya diatas meja,"Saya permisi." Lanjutnya kembali.

"Tunggu...kamu bawa saja lagi tehnya, karena saya sudah mau pulang."

Arini menghela nafasnya pelan kemudian berbalik dan mengambil kembali teh itu.

"Aku pergi ya suamiku sayang, aku akan menunggumu di Hotel."

Valery sengaja mengencangkan suaranya agar Arini yang sedang berjalan kearah luar dapat mendengarnya.

Arini mempercepat langkahnya, hatinya merasa sudah dicabik-cabik. Baru saja dia merasakan kebahagiaan, seketika bahagia itu kembali pergi.

David yang berpapasan dengan Arini, melihat Arini menghapus airmatanya. Timbul tanda tanya dalam benaknya, apa yang sudah terjadi. Tak lama Valery menyusul keluar dari ruangan Aditya.

"Hai David....hari yang benar-benar indah bukan." tersenyum dengan seringai dibibirnya.

David semakin tidak mengerti, apa yang terjadi didalam ruangan bos nya itu. Wajah Valery begitu sumringah berbanding terbalik dengan Arini.

Baru selangkah dia memasuki ruangan Aditya...Aditya langsung berkata.

"David, tolong bawa Arini kemari. Aku harus meluruskan kesalahpahaman ini."

"Memangnya apa yang sudah terjadi Pak. Tadi saya melihat Nona Arini menangis saat keluar dari ruangan Bapak."

"Benarkah?" Aditya menjadi semakin gusar.

Kemudian Aditya menceritakan semuanya kepada David. Sekarang David mulai mengerti, sepertinya Valery memang sengaja melakukan rencana itu tanpa Aditya sadari. Valery sepertinya bukan orang yang bisa dianggap remeh, dia wanita cerdik yang penuh dengan akal. Dengan mudah dia bisa mengetahui siapa Arini sebenarnya.

"Kenapa kamu masih disini, cepat kamu bawa Arini kemari."

"Oh maaf Pak, saya akan segera membawa Nona Arini." David segera pergi.

Dengan mudah David bisa menemukan Arini, yang sekarang sedang duduk sendiri diruangan pantry.

"Nona Arini."

Arini terkejut mendengar namanya dipanggil. Dengan cepat dia menghapus air matanya.

"Pak David, sedang apa anda disini?"

"Saya diperintah Pak Aditya untuk membawa Nona keruangannya."

"Ada apa?"

"Pak Aditya ingin menjelaskan kesalahpahaman tadi."

Arini berdiri, berbalik memunnggungi David

"Pak David, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Aditya dan istrinya. Mereka wajar melakukan itu. Saya tidak punya hak untuk melarang mereka melakukan apa yang mereka mau. Saya memang salah, tidak seharusnya saya hadir diantara mereka. Saya akan mundur, saya tidak ingin menjadi penghancur rumah tangga mereka. Saya memang mencintainya, tapi...sepertinya bagi saya cinta itu tidak harus untuk dimiliki."

"Kamu tidak boleh mundur, karena aku pun sangat mencintaimu Arini."

Arini terhenyak, mengapa suara Aditya ada dipantry ini. Bukannya tadi dia hanya berdua dengan David.

Arini membalikan badannya, Aditya.... sudah ada dibelakang tak jauh darinya.

"Kenapa kamu ada disini, kemana Pak David."

"Apa itu penting?"

Aditya mendekati Arini, meraih kedua tangan Arini dan menciumnya.

"Apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku dan Valery memang sudah menikah. Tapi sedikitpun aku tidak pernah menyentuhnya, hubungan kami hanya sekedar status saja. Kamu harus percaya kepadaku."

"Aku tidak tahu Dit, apa aku harus percaya atau tidak. Aku bingung dengan keputusan yang aku ambil ini sudah benar atau sebaliknya."

"Rin...ini bukan benar atau tidak. Tapi ini menyangkut masa depan kita. Masa depan anak kita."

"Tapi aku sudah salah, hadir diantara kalian berdua. Aku tidak mau menjadi penghancur rumah tanggamu. Aku tidak bisa bayangkan hancurnya Valery kalau sampai dia tahu kalau suaminya bersama wanita lain."

"Apa kamu tidak pernah pikirkan perasaan kamu sendiri. Dari awal pernikahan, Valery sudah tahu aku seperti apa dan siapa orang yang aku cintai. Tapi apa dia juga memikirkan perasaan kamu saat itu?"

Arini langsung berbalik membelakangi Aditya. Dia tidak bisa menjawab, dia hanya diam dan menangisi keresahan hatinya. Aditya memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangan diperut Arini.

"Yang harus kamu pikirkan adalah kebahagian kamu, Nuno dan Aku. Kita saling mencintai. Aku tidak ingin kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Aku ingin hidup bahagia bersama kalian." Aditya mencium pundak Arini dan menyimpan dagunya disana.

"Apa itu semua mungkin terjadi?"

"Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Aku akan menyelesaikan semua urusan ku dengan Valery di jakarta."

"Bagaimana dengan orang tuamu?"

"Mamah sudah meninggal sebelum kepergianku ke Jerman, sekarang hanya tinggal papah. Aku akan memikirkannya nanti."

"Maaf aku tidak tahu kalau mamahmu sudah meninggal."

Aditya membalikan tubuh Arini," Kamu tidak perlu minta maaf."

Aditya merapikan anak rambut yang menyentuh pipi Arini. Aditya mengecup kening Arini. Kemudian dia meraih dagu Arini berniat untuk menciumnya. Tapi belum sampai bibir mereka saling menyentuh, Arini menutup bibir Aditya dengan kedua jari tangannya.

"Nanti ada yang masuk." Arini tersenyum, Aditya mendengus kesal.

"Tidak mungkin ada orang yang masuk, ada David yang berjaga diluar."

"Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini." Arini menirukan gaya bicara Aditya sambil terkikik geli.

Aditya langsung membungkam bibir Arini dengan ciuman mautnya. Sungguh luar biasa Dahsyatnya....

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!