Vania Asteria, gadis delapan belas tahun.
yang tinggal bersama ibu tirinya. Sang ibu tiri menjual Aster untuk di jadikan istri kontrak putra dari miliader Mike Miller.
Kecelakaan tragis menimpa tuan muda dan istrinya tepat ketika mereka hendak berbulan madu keliling dunia.
Karena kecelakaan tersebut tuan muda Arlan harus kehilangan istri dan penglihatannya, ia juga mengalami cedera kaki hingga membuatnya semakin tak berdaya.
Aku terpaksa menandatangani kontrak nikah ini hanya untuk membayar hutang budi pada keluarga yang telah membesarkan ku.
" Dua puluh juta sebulan. Selama enam bulan akan ku transfer langsung ke rekening mu. Kau harus melayani dan mengurus putraku dengan baik, sampai ia sembuh setelah sembuh jangan pernah menampakkan batang hidungmu lagi di rumah ini."
Enam bulan aku harus mengurusi pria cacat yang begitu arogan dan sangat kejam. Aku berharap setelah terbebas dari kontrak nikah tersebut, aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.
Namun takdir berkata lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berduaan
"Dia lagi!"
'Tenang lah Vania, atur nafasmu dengan perlahan, bersikaplah biasa biasa saja.'
Vania mulai mengatur nafasnya agar lebih teratur.
"Silahkan masuk Nyonya," ucap Mike sambil tersenyum-senyum. Ia melihat Vania yang terlihat grogi saat itu.
"Terima kasih Tuan."
Vania berjalan dengan langkah kaki gemetaran menuju sofa, karena kali ini ia tak bisa menghindar untuk.
Dengan gaya angkuh Vania berusa menyembunyikan ketakutannya.
Ia duduk di sofa tanpa menoleh sedikitpun ke arah Mike.
Sementara Mike tersenyum melihat si cantik yang begitu membuatnya games.
Mike mendaratkan bokongnya di samping Vania hingga hampir tak berjarak, sontak membuat Vania menjadi kaget.Sofa single itu dipaksa untuk menempati dua bokong, beruntung bokong Vania tak begitu lebar.
"Maaf Tuan, ini tak sopan."
Vania berpindah posisi duduk di sofa panjang. Mike kembali mendapat bokongnya di sofa yang sama.
Vania langsung melototkan bola matanya ke arah Mike.
Namun di balas senyum yang begitu manis, sehingga mampu membuat jantung Vania merasakan debaran aneh.
Diakuinya Mike memang pria yang sangat tampan dengan sejuta pesona, alisnya yang tebal dengan hidung mancung dan bulu mata lentik.Memiliki rahang yang tegas hingga menampakkan kejantanannya belum lagi bentuk tubuh proposional dengan tinggi 182 centimeter.
Setelah bertentangan mata selama beberapa saat, Vania membuang wajahnya.
"Kenapa memanggil saya kemari?"tanya Vania ketus.
"Untuk membicarakan tentang kerja sama bisnis kita."
Vania masih gelisah karena Mike kembali menggeser posisinya hingga begitu dempet.
"Jika begitu kita mulai saja, saya tak punya banyak waktu Tuan."
"Baiklah."
Mike kembali tersenyum menatap Vania membuat, Vania kembali nervous.
"Tuan bisa tidak kita langsung mulai saja?"
Bukannya menjawab Mike malah tersenyum sambil meraba wajah Vania dengan telapak tangan bagian belakang nya..
Vania secara refleks menjauhkan wajahnya.
"Sebenarnya aku menyuruh mu kemari karena aku merindukan mu," ucap Mike sambil tersenyum.
"Jangan main-main tuan, saya tidak punya banyak waktu!"
Vania beranjak dari tempat duduknya tapi Mike menarik tangannya hingga Vania terjatuh tepat di pangkuan Mike karena kehilangan keseimbangan.
Kedua bola mata mereka pun saling bertentangan ketika Mike menahan tubuh Vania dengan lengannya.
Deg
Deg.
Jantung Vania mulai berdetak tak karuan
Beberapa detik mereka saling menatap, kemudahan secara tiba-tiba Mike langsung mendaratkan kecupan di bibir Vania.
Cup!
Seketika tubuh Vania nge freez secara mendadak ketika mendapat sentuhan lembut di bibirnya.
Beberapa detik berikutnya Vania mulai tersadar ketika ciuman Mike mulai sedikit panas.
"Lepaskan!" Vania mendorong tubuh Mike, dan memukuli Dadanya.Namun seperti yang sudah-sudah Mike semakin menekan leher Vania agar ia tidak bisa menghindar.
Ehm ehm!
Vania hanya bisa meronta-ronta karena bibirnya terus saja di kulum Mike.
Ehm UM! Vania coba menarik napasnya ketika pasokan oksigen hampir habis.
Mengetahui Vania yang sulit bernafas, Mike segera melepaskan ciumannya.
Hua Hua Vania buru-buru mencari oksigen.
Ia kemudian memandang Mike dengan emosi yang naik ke ubun-ubun.
Plak! satu tamparan mendarat di pipi Mike.
"Berani-beraninya kau bersikap kurang ajar pada ku! Kau pikir kau siapa?!"
Plak ..satu tamparan lagi Vania layangkan,tapi bukannya marah, Mike justru tertawa
Haha, ia kemudian meraih tangan Vania dan menggenggamnya.
Mike mencium tangan Vania kemudian tersenyum manis seakan tak merasa berdosa sedikitpun.
Vania berusaha menarik tangannya yang kini di genggaman oleh Mike
"Lepaskan!" Vania menarik tangannya
Haha Mike justru semakin kuat menggenggam tangan.
"Maaf Vania, aku hanya ingin mencicipi bibirmu apakah masih hangat seperti yang dulu," ucap Mike sambil terus menggenggam tangan Vania dan menciumnya berkali-kali.
"Lepaskan brengsek!" Vania semakin emosi.
"Aku tak akan melepaskan apa yang sudah aku genggam Sayang," ucap Mike sambil tersenyum.
Bahkan ia gunakan tangan Vania untuk meraba-raba wajahnya.
"Dengar Tuan, aku memang pernah menjadi istri mu! Tapi itu sudah berakhir empat tahun yang lalu dan sekarang kita tak ada hubungan apa-apa lagi." Napas Vania terengah-engah. Sementara Mike masih menggenggam erat tangan Vania.
"Lepaskan tanganku! Perjanjian kontrak kerja sama kita batal!"
"Haha tak bisa begitu, kita sudah sepakat dan menandatangani kontrak ini. Terkecuali kau sanggup membayar sepuluh miliar untuk ganti rugi," ucap Mike dengan santai.
Akhirnya Vania berhasil menarik tangannya, karena Mike mulai melepaskan genggaman tangannya.
"Kau gila! kau ingin memeras ku?!"
"Tentu tidak sayang aku hanya ingin kau tak punya pilihan lain kecuali menerima kontrak kerjasama Kita, dengan demikian kau tak bisa jauh dariku," ucap Mike.
Mendengar hal itu Vania langsung bangkit dan berdiri kemudian ia menarik tasnya dan pergi dari ruangan tersebut dengan wajah yang cemberut.
"Aku semakin menyukainya, ia lebih galak, dan sepertinya susah untuk di taklukkan," gumam Mike sambil menatap kepergian Vania.
Bruk ..pintu terbuka tiba-tiba Robby yang mencuri dengar dan mengintip segera menjauh.
Melihat Vania berjalan cepat meninggalkan ruangan CEO tersebut.
"Apa aku salah dengar ternyata Vania adalah mantan istri pak CEO, oh gawat! Pantas saja ia berusaha mencari tahu tentang sosok Vania.
***
Mike membiarkan saja Vania pergi meninggalkan ruangannya.
Toh nantinya Vania juga akan kembali dan Ia juga sudah tahu di mana alamat Vania.
Setidaknya hari ini Mike merasa bahagia, karena ia bisa merasakan bibir Vania yang begitu ia rindukan selama 4 tahun ini.
"Lihat saja Vania, sekali menjadi milikku, kau akan tetap menjadi milikku. Takkan kubiarkan orang lain memilikimu," ucap Mike sambil tersenyum.
"Bibirnya masih manis empuk dan hangat, masih seperti yang dulu," ucap Mike sambil meraba bibirnya.
Mike keluar dari ruangannya dengan perasaan yang berbunga-bunga.
***
Dengan tergesa-gesa Vania keluar dari lift.
"Sialan! Setelah terikat kontrak pernikahannya kini aku kembali terikat kontrak kerja sama dengannya."
Vania langsung menuju mobil dan keluar dari halaman gedung tersebut.
bersambung dulu ya gengs moga sempat satu bab lagi