NovelToon NovelToon
PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA

Status: tamat
Genre:Isekai / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras mati di bumi lalu ia bereinkarnasi ke dunia dimana pedang dan sihir berada.

Myro menjadi anak dari seorang Baron di Kerajaan Azeroth yang dipenuhi dengan permusuhan serta pertarungan di antara para bangsawan. Bukan hanya itu, para pangeran sekalipun juga saling bertarung untuk mendapatkan posisi menjadi raja.

Apakah yang akan Myro lakukan di dunia baru ini? Apakah ia memilih untuk hidup dengan damai atau mengikuti pertarungan di antara para bangsawan serta keluarga kerajaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 : KEKUATAN FALKA

"Tang!".

Suara tabrakan yang keras, Falka sudah mengambil pedangnya dan menebas ke arah Ritke yang mendekati dirinya.

Pada awalnya kekuatan mereka seimbang, tetapi Ritke menemukan bahwa kekuatan Falka terus bertambah kuat hingga harus membuatnya mundur sebanyak 5 langkah.

Setelah bergerak mundu, Ritke menatap tangannya yang bergetar sambil berkata "Sangat kuat! Nampaknya kau sudah melatih tubuhmu dengan sangat baik!".

Falka sedikit tersenyum, ia berkata dengan penuh percaya diri sambil mengangkat pedangnya "Aku mungkin tidak cerdas, namun setidaknya aku sangat percaya diri dari segi kekuatan milikku. Walaupun ada banyak orang yang memiliki teknik bertarung lebih baik dariku, tapi jika itu hanya kekuatan murni maka aku sangat percaya diri!".

Ketika Ritke dan Falka saling menatap, para prajurit Benteng Trock di sekitar mencoba membantuk Ritke "Jendral!".

"Berhenti!", teriak Ritke yang menghentikan seluruh pasukan di sekitarnya untuk membantu "Jika kalian membantuku maka itu hanya memalukan Kerajaan Kavaleri! Ini adalah pertarungan antara prajurit, tidak ada yang boleh mengangguk!".

Mendengar peringatan jendral mereka, para prajurit itu hanya bisa berdiri di samping dan melindungi apabila ada orang yang mencoba menyerang jendral mereka secara diam-diam.

"Kau sangat berbakat, meskipun kekuatanmu tidak sekuat diriku, tapi tidak ada masalah untuk melawan prajurit bernama Jerat itu sekalipun", kata Falka menghargai Ritke "Bagaimana jika kau menyerah? Selama kau mengikuti tuanku maka aku tidak perlu membunuhmu disini, selain itu tuanku ditakdirkan menjadi seorang raja atau bahkan kaisar di masa depan, mengikutinya pasti tidak akan merugikan mu".

Ritke menutup matanya dan sedikit tersenyum terhadap tawaran Falka "Apabila aku mendapatkan tawaran ini 10 tahun yang lalu maka aku mungkin menerimanya, bagaimanapun orang sekuat dirimu pasti mengikuti tuan yang hebat juga, tapi sekarang itu sudah tidak mungkin lagi! Sejak aku menjadi jendral besar yang menjaga Benteng Trock, aku sudah setia kepada Kerajaan Kavaleri dan tidak akan mengkhianatinya!".

"Ternyata begitu, kau memutuskan untuk setia!", kata Falka sedikit mengangguk "Kalau begitu aku akan membunuhmu sebagai bentuk rasa hormatku terhadap kesetiaan dan kekuatanmu, maju! Prajurit Ritke!".

Tanpa ragu sedikitpun, Ritke berlari ke arah Falka.

Melihat Ritke yang mendekat, Falka mengangkat pedangnya dan menebas ke arah Ritke.

"Slash!".

Ritke menundukkan tubuhnya ke belakang agar bisa menghindari tebasan itu, lalu ia kembali berdiri tegak lagi dan menebas Falka dari samping.

"Brak!".

Sebelum pedang Ritke bisa mengenai Falka, ia merasakan rasa sakit dari perutnya yaitu Falka menendang dirinya.

"Kau tidak bisa memakai tangan kananmu, bukan kaki milikmu! Oleh karena itu, aku masih tetap bertarung dengan adil walaupun memakai tendangan", kata Falka dengan tegas.

Tubuh Ritke terlempar sejauh puluhan meter akibat tendangan itu, ia merasa ada banyak sekali tulang pada tubuhnya patah akibat tendangan Falka ini.

Tanpa menunggu Ritke untuk berdiri, Falka melangkah maju serta melompat untuk menusukkan pedangnya ke arah Ritke yang berbaring di tanah.

"Tang!".

Ritke masih berusaha menahan pedang Falka dengan keras kepala, tapi ada perbedaan kekuatan di antara mereka yang membuat pedang Ritke terlempar dari tangannya. Tebasan pedang Falka terlalu kuat hingga menyebabkan Ritke tidak bisa memegang pedangnya kembali.

"Sudah berakhir!", dengan terlemparnya pedang Ritke, Falka menebas leher Ritke tanpa ragu.

"Slash!".

Ritke sama sekali tidak memiliki pedang untuk menghentikan tebasan Falka, jadi ia hanya bisa menerima tebasan pedang itu.

Kepala Ritke terlempar sejauh beberapa meter ke udara, ada banyak sekali darah yang berterbangan bersama kepalanya.

Falka mengambil kepala tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi "Aku, Falka sudah membunuh Jendral Ritke dari Kerajaan Kavaleri! Seluruh prajurit Benteng Trock menyerah, siapapun yang menjatuhkan senjata mereka tidak akan di bunuh".

Seluruh orang di medan perang itu terkejut, bahkan Limo yang selalu bersama pangeran ke 4 dan melewati banyak medan perang sangat terkejut terhadap informasi ini.

Meskipun Ritke berasal dari Kerajaan Kavaleri yang memiliki wilayah kecil, namanya masih cukup terkenal sebagai jendral yang hebat. Oleh karena itu, Limo berpikir bahwa Ritke pasti masih bisa melarikan diri dari serangan ini serta kembali ke ibukota Kerajaan Kavaleri untuk bertemu raja dan membalas dendam.

Siapa yang berpikir bahwa jendral terkenal seperti Ritke bisa terbunuh di tangan seorang kapten yang mengikuti anak Baron.

Jerat adalah yang kembali sadar lebih dulu, ia mengangkat pedangnya dan berteriak dengan senang "Jendral musuh sudah terbunuh, kita menang! Siapapun yang masih membawa senjata mereka dan melarikan diri akan dibunuh, tetapi bagi mereka yang membuang senjata mereka serta duduk di tanah sambil mengangkat tangan mereka maka bisa tetap hidup! Menyerah! Peperangan ini sudah berakhir".

Beberapa prajurit Benteng Trock sangat terkejut terhadap kekalahan jendral mereka "Tidak mungkin! Bagaimana Jendral Ritke bisa terbunuh?".

"Apakah musuh berusaha menipu kita?".

"Apakah kau tidak bisa melihat? Kepala yang ada di tangan Falka itu adalah Jendral Ritke, ia benar-benar sudah kalah!".

Beberapa prajurit memutuskan untuk menyerah, namun tidak sedikit yang memutuskan untuk melarikan diri karena mereka tahu bahwa nasib prajurit kalah yang tertangkap tidak begitu baik. Mereka kemungkinan besar dijadikan budak untuk berperang atau bekerja di tambang sampai mati, oleh karena itu masih ada banyak orang yang keras kepala untuk melarikan diri.

Bukan hanya itu, beberapa orang yang lain masih memutuskan untuk melawan sambil berteriak "Balas dendam untuk Jendral Ritke!".

Meskipun masih ada perlawanan, dengan hilangnya Ritke maka pasukan Benteng Trock ini sudah tidak sekuat sebelumnya.

Jerat memimpin pasukannya dan menekan musuh dengan mudah, akhirnya setelah peperangan selesai maka pagi sudah tiba.

Ketika matahari baru muncul, Falka berjalan ke arah Myro sambil berlutut "Tuan, untungnya Falka tidak mengecewakan tuan!".

Myro menepuk pundak Falka sambil tersenyum "Berdiri, tidak perlu terlalu sopan! Kau adalah bintang utamanya hari ini!".

"Terima kasih, tuan!", kata Falka yang berdiri.

Pangeran ke 4 juga mendekati Myro, ia berkata dengan sangat senang "Myro, ini semua karena mu! Jika kau tidak ada maka aku pasti tidak bisa memenangkan perang ini".

"Pangeran terlalu berlebihan, tanpa dukungan dari Ren dan Falka maka aku tidak mungkin bisa melakukan apapun", kata Myro menggelengkan kepalanya "Pada akhirnya semua ini merupakan kerja keras mereka".

"Apa yang tuan katakan?", kata Ren tidak setuju "Kami bekerja keras untuk tuan, apabila tidak ada tuan disini maka kami mungkin tidak akan datang kesini".

"Itu benar, Falka memburu Ritke sesuai dengan tugas yang tuan berikan", kata Falka.

Saat ini Jerat yang masih ditutupi oleh darah berjalan mendekat, wajahnya tersenyum dengan lebar "Pangeran, kita memenangkan perang ini! Jendral Ritke dan 1000 pasukan Benteng Trock berhasil kita kalahkan, selain itu 500 orang menyerah dan 500 lainnya berhasil melarikan diri. Walaupun begitu, pasukan masih tetap mengejar musuh yang mencoba melarikan diri ini, peperangan kali ini merupakan kemenangan besar untuk kita!".

Mendengar itu, pangeran ke 4 berteriak dengan senang "Untuk merayakan kemenangan ini, kita akan memulai pesta besar bagi para prajurit yang sudah berjuang keras!".

1
Wadzifa Jay
bisakah author lebih memperhatikan penyusunan kalimatnya maaf disini saya agak terganggu dengan pengulangan kata sebagai padahal masih satu kalimat ada baiknya author menggunakan kalimat efektif dan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar🙏
Game Game
korban truck-kun ternyata mc kita
Hamiz Irfan
lana
Hamiz Irfan
bukan kipas ke
Erian Wen
pertama-tama, aku mau bilang. "BIARKAN BRO MEMASAK!!" kenapa aku bilang begitu karena memang, genre politik kerajaan ini bener2 di kemas dengan cara baik, well-written. meskipun dengan absensi hubungan interpersonal MC dan juga lore yang masih kurang deep, tapi tidak menutupi ku untuk memberikan bintang 5! tapi kalo seandainya bisa dinilai dari 1-10 aku kasih 8.9 karena tidak ada karya yang sempurna selalu ada hal yang dapat di perbaiki.

Power system, dan world building bukan fokus dari novel ini. tapi yang sudah di buat itu cukup dan membuat pembaca lama itu bisa catch up karena hal yang di fokuskan sendiri itu tidak banyak. yang paling mengesankan itu adalah pembawaan masalah politik dinasti ini yang sangat mengesankan! bravo!

Kemudian untuk saran, seperti yang ku mention sebelumnya. kurang nya hubungan interpersonal MC kepada tokoh lain, apakah MC ini bakalan punya istri? apakah lana, ren, atau pun Carla (kali) bakalan berebut supaya jadi ratu Myro. ya meskipun terdengar seperti gila wanita dan seolah-olah hanya terpaku pada bidang itu saja sebenarnya memang yang ku katakan itu nggak bohong. Cukup di sayang kan ketika aku tak dapat membaca kelanjutan kisah kasmaran Myro, dan juga hubungan terhadap tokoh pendukung lain. Sejujurnya unsur sub genre bisa di dibangun lho, meskipun sedikit2. seperti unsur romansa, unsur konflik remaja dan masalah pertemanan/persahabatan.
Erian Wen: dan untuk kritik, sebenarnya sedikit aja sih. ya kenapa kesannya kayak Cerita Raja Myro Aras itu harus berhenti di cerita ini doang? tidak hanya itu dibagian perang terhebat dimana Kerajaan aras menaklukkan Kerajaan Azeroth dan diamant di Skip sih! padahal itu hal yang sangat ku nantikan loh! jadi balik lagi, eksekusi ceritanya itu buruk karena kesannya ceritanya Myro aras anak yang di buang bangsawan Baron itu harus berhenti di cerita ini doang, jirlahh. Tidak hanya itu saja, author saja bilang di akhir cerita dia gak tau kelanjutannya ceritanya bagaimana. aku Sempat memikirkan bahwa ini cuman "salah-satu" cerita yang di buat bagus dan tidak patut untuk di lanjutkan lagi.

sebetulnya aku tidak pantas untuk merasa kecewa, aku bukan pembaca yang senantiasa menunggu novel ini dari episode pertama hingga epilog, sedangkan aku saja cuma butuh waktu seminggu bahkan kurang untuk menyelesaikan novel ini. tapi tolonglah, ini cerita bagus banget sejauh ini cuman novel ini aja yang genre politik nya itu bener bener bagus! pembaca dicekokin masalah politik setiap episode (not litterally) dan aku pun mau baca sampai tamat novel ini! tolong lah, di lanjutkan soalnya power system nya ini sederhana nggak perlu mikir banyak2, Lore nya cukup tapi masih bisa di kembangkan, kemudian hubungan interpersonal MC yang harus di suguhkan kepada Pembaca! aku merasa ini bisa saji series kalo seandainya tidak ada eksekusi buruk di akhir cerita novel ini.
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
seharusnya kalimatnya [myro sangat bingung dengan tatapan tersebut. "apa yang ...] tambahkan titik kalau sebelum dialog gak ada kalimat yang menyambung.
Sulaiman Jambi 2
keren
minak jinggo
mc d sini terlalu naif
minak jinggo
yg jd pertanya'an, orng yg d panggil lain'nya kemana seharusnya masih ada 1500 lebih.. katanya dr capter pertama, orng yg d panggil ada yg jd pedagang, pandai besi dll.. kenapa gk d panggil untuk membatu mc, contoh:pandai besi dan pedagang...
Sampoerna Samsu
ending yg sangat menyebalkan seharusnya di bagian terdiri nya kerajaan adalah cerita yg lebih menarik
Harland Pathi
kelihatan kalau gak pernah mengayunkan pedang di medan perang...
Harland Pathi
sebenarnya mc nya ini siapa...?
Andikk Jaya: iya lemah banget peran sampingan mulu
total 1 replies
Ucil Pam-pam Pambudi
cerita yang sangat menarik... mantap
Weed25
Bagus kak tapi kurang panjang, terburu-buru
Weed25
Harusnya Raja Baru itu menyerang Myro lah wkwkwkw biar dia kalah sekalian, baru aja naik tahta udah kepikiran serakah, dasar bocil
Weed25
ya kan bisa ngalirin air dari utara ke selatan, salju kan bisa cair, jualan es batu ke keselatan keknya menguntungkan
Weed25
Panggil Raja Penyihir dong Thor
Weed25
la terus kegunaan markas apa weh, kan bisa markas menyelidiki soal penggelapan
Weed25
masih bayangin Bapaknya Myro yang buang anaknya dulu wkwkwk, kalau Myro g maafin bukankah Bapaknya bakal nangis guling2 tujuh turunan gegara buang Myro yng sekarang jadi Count.
Weed25
Wkwkwkwk dan bener di akhir Romansa 3 Kerajaan, yang bertahan hanya keturunan Cao Cao dan Kerajaan Wei, tapi endingnya malah keturunan Jendral Sima Yi yang berhasil menyatukan tiongkok menjadi satu dinasti, Dinasti Jin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!