aku adalah gadis yg biasa saja hanya berharap cinta tulus......
apakah itu mungkin terjadi.....
cinta bertepuk sebelah tangan....
mungkinkah aku mendapat cinta yang sesunggguhnya atau hanya ada derita di cintaku....
perjalanku masih panjang dan berliku untuk mendapat cinta yang sesungguhnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps33
Drrt...ddrrtt.... hp hendra bergetar menandakan ada pesan masuk.. dia pun melihat pesan itupun marah emosinya meluap... foto dina tengah berpelukan dan dicium pria sukses membuat hendra geram marah... dia merasa di khianati oleh dina... " brengsek... dasar j***ng" maki hendra melihat foto itu....
di rumah dina tengah merasa gusar. entah mengapa... tapi dina mencoba menenangkan dirinya sendiri...
hendra sudah sampai di rumah dengan emosi yg siap meledak... hatinya sakit atas penghianatan dina... hendra sudah masuk kerumah. dan nelihat dina dengan senyum menyambutnya... tapi bukan membalas senyum hendra langsung menampar pipi dina...
PLAK.... PLAK... tamparan yg begitu keras hingga dina jatuh membentur meja...
" abang kenapa menampar ku bang... hiks...hiks..." ucap dina menangis dan menahan sakit.
" cukup.. dasar kau j***ng... kau menghianatiku... kau berani main di belakangku.." teriak hendra.
" apa maksud abang.... aku tak pernah menghianatimu... hiks....hiks..." ucap dina menangis histeris.
" lihat ini... pria ini yg sudah menyentuhmu... bahkan sekarang aku jijik melihatmu... ah..." teriak hendra melempa hp ke arah dina dan menendang meja.. dengan gemetar dina melihat foto di hp hendra...
" itu salah paham bang... bukan seperti itu.." ucap dina dgn derai airmata.
" cukup kau memang j***ng.. cukup aku membenci mu.. keluar..." teriak hendra...
" aku mohon bang... jangan usir aku... hiks... hiks... aku hanya mempunyai mu... bang..." ucap dina memohon dengan tangis..
"cukup...diam... aku sudah muak dan jijik... keluar dan mulai hari ini kita tak punya hubungan suami istri..." ucap hendra dengan keras dan membentak...
DUARRR.... bagai tersambar petir tumbuh dina melemah dia menangis histeris... bagaimana tidak suami yg begitu di cintai tapi malah mentalaknya karna sebuah kesalapahaman... "KELUAR... PERGI DARI SINI... DASAR J***NG" teriak hendra mengusir dina..
dina dengan derai airmata terpaksa meninggalkan rumah... dan serasa langit pun ikut menangis.. hujan turun begitu derasnya... dina terus berjalan di tengah derasnya hujan.. dia tak mungkin merepotkan kakak2nya... tak terasa dina berjalan begitu jauh hingga di sebuah jalan dia merasa kedinginan dan matanya mulai berkunang berkunang kunang... ketika dina ingin menyebrang dia tidak melihat kanan kiri. dina menyebrang dan BRAK.... dina tertabrak mobil..
" brengsek..." umpat pengemudi mobil.. dia keluar untuk melihat keadaan dina.. yg sudah tak sadarkan diri..
hendra yg masih emosi membanting semua barang2 yg ada di rumah... dan memaki maki dina.. dia menyesal telah menikah dgn gadis j***ng seperti dina. karna dia ingat dulu dia di khianati intan dan sekarang terjadi lagi oleh dina... setelah menghancurkan barang2 hendra keluar ketempat karaoke dan mabuk2an untuk bersenang senang dan melupakan dina serta penghianatanya...
di rumah sakit pengemudi itu tengah duduk menunggu kabar dari dokter yg tengah merawat dina secara intensif di UGD.. ceklek pintu terbuka...
" tuan.. bisa kita bicara sebentar di ruangan saya.." ucap dokter dengan hormat pada pria tsb. dengan angkuh dan datar pria itu mengikuti dokter...
setelah mempersilahkan duduk dokterpu angkat bicara...
" maaf tuan.. sepertinya gadis yg tuan bawa mengalami syok berat dan kekerasan" ucap dokter hormat.
" maksud nya..." ucap pria itu.
" dia mengalami memar di kedua pipinya. serta luka di dahinya karna benturan benda tumpul... dan pingsan karna..." ucapan dokter mengantung..
" teruskan.." ucap pria itu dengan datar dan dingin..
" gadis itu pingsan karna kedinginan dan tengah hamil muda... tuan" jawab dokter.
" hemmm... baiklah rawat dengan baik.. aku yg akan bertangging jawab dan buat laporan fisum mungkin itu akan berguna" ucap pria itu angkuh..
" baik tuan... saya laksanakan perintah anda.." ucap dokter.
" oh... pindahkan dia ke ruang VVIP di rumah sakit ini.." ucapnya seraya meninggalkan ruangan dokter..
.
.
.
.
.
.
.
aku bangkit demi kehidupanku dan para malaikat kecilku...
tpi bnyk tulisan yg salah
😭😭😭😭