NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Gadis yang sama

Gita dan Zaskia pulang, Faiza dan Raihanah masih di Mall. Raihanah memperhatikan Rayyan yang sedang disuapi oleh Faiza, Raihanah merasa bahagia. Dan dia juga menyadari tatapan lain dari Fatur untuk Faiza.

”Kenapa Rayyan bisa hilang?” tanya Raihanah.” Kalau nenek tahu, habis kamu bang” tegas Raihanah, baby sitter yaitu Jani terlihat menunduk merasa bersalah.

”Aku mau ketemu bunda, gak diijinkan terus sama ayah” protes Rayyan sekaligus menjawab.

Raihanah, Faiza dan Fatur saling melirik. Raut wajah Fatur terlihat tegang, bingung dan tidak bisa membantah ucapan putranya. Faiza juga terlihat canggung, dan bertanya-tanya. Apa yang dilihat Rayyan, sampai memanggilnya Bunda.

”Panggil aku kakak, jangan Bunda” ucap Faiza dan Rayyan menggeleng kepala, langsung menolak.” Anak ganteng” puji Faiza.

”Bunda” tegas Rayyan, dia terlihat kesal dan Faiza tidak bisa melakukan apa-apa.

*****

Keesokan harinya, Yaman datang ke rumah abi Farhan, membawa obat herbal untuk Fara dan Umi Nailah yang dia dengar sedang sakit, Yaman gugup berhadapan dengan pak kyai saat ini.

”Terima kasih, berapa umur kamu Yaman? saya lupa” ujar pak kyai.

”Sama-sama pak kyai, umur saya 27 tahun.” Jawab Yaman sambil menunduk, abi Farhan tersenyum dan memperhatikan Yaman yang tidak pernah berubah sejak dulu, begitu hormat dan sangat lembut padanya. Pria berparas biasa saja itu, memiliki suara yang bagus dan pribadinya memang dikenal ramah dan lembut. Seorang pebisnis dan tinggal di pesantren sejak SMP.

”Sudah ada calon?” tanya pak kyai kembali dan Yaman menggeleng kepala, karena dia sudah memiliki seorang gadis idaman, yaitu Faiza. Yaman tak kuasa mengubur rasa kagum dan cinta kepada gadis itu, pribadi Faiza yang sopan dan pintar membuat pria manapun kagum, dan suka padanya.” Ustadzah Hana juga sudah siap untuk dipinang, apa kamu gak mau untuk menawarkan diri dan ta'aruf dengannya?” tutur abi Farhan kembali.

”Sudah pernah pak kyai" jawab Yaman dan abi Farhan terkejut.

”Kapan?” abi Farhan sedikit kaget.

”Belum lama ini, gak ada kecocokan diantara kami, saya gak mendapatkan petunjuk apapun tentang Ustadzah Hana setelah saya sholat istikharah berulangkali. Mungkin pak kyai bisa memberikan saya saran” imbuhnya lembut dan abi Farhan mengangguk-anggukkan kepalanya.

”Jangan dipaksakan” ujar abi Farhan singkat. Dan Yaman mengangguk.” Apa ada gadis lain, salah satu santriwati yang kamu harapkan Yaman?”

Yaman menggeleng kepala.

”Lalu kamu sebenarnya mengharapkan siapa sekarang, kamu sudah ada niatan menikah dan ta'aruf beberapa kali, sebenarnya siapa yang kamu sebut namanya dalam doa kamu setiap saat?” tutur abi Farhan dan Yaman merasa memiliki kesempatan untuk mengutarakan niatnya kepada Faiza.

”Sebelumnya saya minta maaf pak kyai, jika saya lancang” tuturnya penuh kehati-hatian, takut salah ucap dan membuat abi Farhan tersinggung. Abi Farhan mengangguk, dan siap mendengarkan.” Saya sebenernya sudah lama ada niatan untuk melamar seorang gadis, namun saya segan dengan kedua orang tuanya” tuturnya penuh keberanian.

”Apa maksud kamu, orang tua gadis itu saya dan Bu nyai?” tanya abi Farhan, apakah benar dia dan Nailah yang Yaman maksud. Dari gelagatnya, abi Farhan melihat jelas jika Yaman menyukai Faiza, bahkan Gus Fashan sudah dua kali mengatakan padanya bahwa memergoki Yaman menatap Faiza.

Deg...

Yaman panik, kaget dan menciut ketakutan.

”Saya minta pak kyai, sama Bu Nyai juga. Benar, saya memiliki rasa kagum untuk salah satu putri pak kyai yaitu neng Faiza. Saya minta maaf” suara Taman serak, dia menunduk dan menutup matanya. Abi Farhan tersenyum lebar. Dan memegang botol obat yang diberikan Yaman, dia hendak membayar pun Yaman menolak dengan tegas.

”Apa ini sebuah sogokan?” tanya abi Farhan.

Yaman langsung menggeleng kepala, wajahnya pucat dan pak kyai salah paham, dia ikhlas membelikan obat tersebut, karena dia juga jualan.” Enggak ada niatan saya untuk menyogok pak kyai, Bu nyai sudah seperti umi untuk kami semua para santri disini. Saya beneran gak ada niatan untuk menyogok” suaranya lirih dan serak.

Abi Farhan terkekeh dan Yaman menunduk kembali.” Saya percaya, kamu sering memberikan obat untuk kami dengan cuma-cuma. Untuk niatan kamu kepada putri saya Faiza, saya terima. Namun, semua keputusan kembali lagi kepada Faiza" tutur abi menjelaskan, Yaman tersenyum. Dia tidak menyangka pak Kyai menerimanya dan tinggal kepastian dari Faiza saja saat ini. Jika benar gadis itu adalah yang Allah takdir kan untuknya, dia berharap semuanya dilancarkan tanpa kendala.

”Terima kasih pak kyai” ucap Yaman dan abi Farhan mengangguk.

Di lantai dua, Raihanah sedang memasak. Heboh sendiri dan panik sendiri, Gus Fashan yang baru naik kaget melihat asap mengepul di dapur kecil tersebut.

prakk... Prang.....

Suara ledakan dan pecahan terdengar, Raihanah panik dan tidak sengaja menginjak pecahan kaca.

”Biya!, tolong” teriak Raihanah.

”Asstaghfirullah hal adzim neng, awas” ujar Gus Fashan dan merangkul pinggang Raihanah. Gus Fashan mematikkan kompor dan Raihanah menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.

”Takut” lirih Raihanah. Gus Fashan tak menjawab dan langsung menyalakan kipas pengisap asap.

”Kamu ngapain?” suara Gus Fashan meninggi, Raihanah diam dan hampir menangis.

”Maaf” suara Raihanah berat. Gus Fashan mengusap keringat di kening istrinya itu, dia menunduk dan melihat pecahan kaca menancap di punggung kaki Raihanah, gadis itu juga menginjaknya.

”Kaki kamu berdarah” ujar Gus Fashan begitu khawatir, dia membungkuk sedikit, tangan kanannya merangkul pinggang istrinya erat, sementara tangan kirinya dibawah belakang lutut Raihanah. Raihanah mengalungkan tangannya ke leher suaminya, dia diam saat Gus Fashan menggendongnya. Begitu enteng, tanpa beban, padahal berat badannya naik menjadi 53kg. Darah segar terus menetes, berceceran di atas keramik berwarna putih polos itu.

Gus Fashan mendudukkan tubuh Raihanah dia atas sofa, dia mengambil kotak p3k untuk segera mengobati kaki istrinya.

”Aku minta maaf Gus" ucap Raihanah, penuh penyesalan. Memasak ayam goreng saja dia tidak becus dan malah membuat dapur hampir kebakaran.

”Manggil aku apa barusan?” ketus Gus Fashan dan Raihanah diam.” Tahan” titahnya, Raihanah mencengkram kuat lengan Gus Fashan saat pecahan kaca ditarik dari kakinya.

”Sakit” lirih Raihanah dan hampir menangis, wajahnya sudah merah saat ini.

”Tahan, satu lagi” Gus Fashan menahan kaki Raihanah yang terus bergerak-gerak. Raihanah menjerit dan tangisannya pecah, kakinya linu dan perih.

”Auw, sakit hiks...” Tangisannya semakin menjadi saat Gus Fashan, membersihkan lukanya dengan alkohol. Sangat perih dan Raihanah tak sanggup menahannya. Setelah selesai, lukanya dibalut dengan perban dan perekat. Gus Fashan mencuci tangannya lalu mendekati Raihanah kembali.” Peluk aku bi” pintanya.

”Kemari” Gus Fashan akhirnya bergeser lalu memeluk istrinya erat.” Kamu lagi ngapain sebenarnya, sampai kompor kaca itu pecah?”

”Aku mau bikin ayam goreng sama sayur sup. Aku tinggal sebentar, sup nya gosong. Aku gak ahli dalam memasak. Aku minta maaf hiks... Aku merasa bodoh, aku gak berguna kan. Aku gak bisa melakukan sedikit pekerjaan saja dengan benar” Raihanah terus merendahkan dirinya sendiri, Gus Fashan menggeleng kepala dan menjatuhkan dagunya di pucuk kepala istrinya.” Maaf hiks”

Fara dan Faiza datang ke lantai dua tersebut, karena mencium aroma gosong dan ledakan tadi.

Umi sama abi pun bertanya-tanya, tapi abi Farhan tidak mengizinkan istrinya keluar dari kamar.

”Rai, kaki kamu berdarah” ujar Faiza.

Gus Fashan menatap kedua adiknya dan menggeleng kepala, agar tidak bertanya lebih banyak lagi. Fara terkejut melihat dapur yang berantakan. Faiza akhirnya mengajak Fara turun dan Raihanah juga tidak mau melihat keduanya, dia malu.

”Sayang, sudah jangan nangis. Enggak apa-apa. Ini kecelakaan, aku kesal karena kamu terluka. Harusnya aku pulang cepat dan bantuin kamu masak. Aku tahu kamu sedang belajar, gagal itu wajar sayang. Sudah jangan memaki diri kamu sendiri, istriku yang terbaik. Lihat aku sini” tutur Gus Fashan, begitu lembut membujuk istrinya. Dia menghargai usaha Raihanah, untuk membuat semua orang bangga padanya, tapi Raihanah terlalu buru-buru. Raihanah terus menangis dan Gus Fashan mendorong bahunya agar Raihanah menatapnya.” Lihat aku sayang”

”Enggak mau hiks” tangisannya semakin menjadi, Gus Fashan mengeratkan pelukannya dan diam menunggu Raihanah berhenti.” Hiks,,, nanti aku ganti ya kompornya. Maaf” suaranya begitu pelan.

”Itu tanggung jawab aku, kita beli yang baru ya nanti. Sama alat memasak yang lain, biar kamu semakin semangat belajar masaknya. Enggak usah dipikirin sayang, gak usah nyalahin diri kamu sendiri juga” ucap Gus Fashan, lalu menciumi rambut istrinya yang biasanya wangi, kini begitu berminyak dan beraroma bawang. Entah berapa lama gadis itu di dapur, padahal memasak tak perlu memerlukan waktu berjam-jam. Raihanah takut sayurnya belum matang, sayur yang seharusnya dimasak 15 menit, dia masak selama satu jam.

******

Hari ini, Faiza dan Fatur bertemu di depan kampus. Fatur datang, dengan membawa buket bunga untuk pujaan hatinya, sudah bertahun-tahun lamanya dia tak merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, usianya kini sudah 32 tahun. Dia sudah lama menduda juga, dan Faiza berhasil membuatnya kembali merasakan indahnya sebuah perasaan suka dan kagum.

”Ada apa ya pak Fatur datang kemari? cari Raihanah?” ujar Faiza, dan memperhatikan kedua lengan pria itu yang terus disembunyikan, ke belakang punggung.

”Enggak, saya memang kesini buat ketemu sama kamu” ujar Fatur jujur, tak lupa dengan senyuman manisnya dan membuat Faiza juga tersenyum.” Emmm, saya mau bicara serius sama kamu” intonasi suara nya melemah, terdengar begitu lembut dan Faiza terdiam. Entahlah, Faiza jadi merasa kepedean saat ini. Apa yang terjadi sampai Fatur sengaja datang untuk menemuinya? atau ada sesuatu tentang Rayyan?.

”Apa Rayyan sakit pak?” tanya Faiza dan Fatur menggeleng kepala.” Terus?” tanyanya lagi.

”Saya mau ngomong serius prihal perasaan saya, saya suka sama kamu” lirih Fatur dan Faiza terdiam, raut wajahnya datar dan Fatur semakin takut ditolak.” Dengerin saya dulu Faiza” Fatur takut gadis itu kabur. Karena Faiza langsung berpaling.

”Ini begitu mendadak pak” ucap Faiza.

”Iya saya tahu, kita belum mengenal lama, tapi saya yakin dengan perasaan saya. Apa kamu mau menjadi pacar saya?” pinta Fatur dan Faiza menunduk, bibirnya tersenyum tipis.

”Maaf, saya gak pacaran” ujar Faiza tegas.” Beruntung kita bertemu disini, saya juga mau bilang. Tolong jangan bilang aneh-aneh sama Rayyan, anak kecil itu sangat polos pak. Saya yakin Rayyan gak mungkin memanggil saya Bunda, kalau pak Fatur gak bilang sesuatu sama dia. Saya sayang sama Rayyan, tapi kedekatan kita ini tanpa status. Saya takut menimbulkan fitnah dan menjadi zina. Tolong berikan pemahaman sama Rayyan ya pak, kalau saya bukan bundanya” tutur Faiza tanpa menatap Fatur.

”Saya mau kamu menjadi Bunda sungguhan untuk anak saya, dan menjadi istri saya Faiza. Kita bisa saling mengenal dulu. Rayyan sangat senang dekat sama kamu” ujar Fatur, tangannya dia tunjukkan dan Faiza memperhatikan buket bunga tersebut.” Apa kamu mau menikah dengan saya Faiza?” ujar Fatur dan menyodorkan bunga tersebut. Bunga yang sangat cantik, tapi tak secantik Faiza.

”Saya perlu waktu” ujar Faiza.

Fatur menarik kembali bunga tersebut, Faiza melirik kanan-kiri dan banyak orang yang memperhatikan.

” Assalamu'alaikum” lirih Faiza. Dan bergegas pergi.

” Wa'alaikumus Salaam” jawab Fatur, tatapannya begitu sayu menatap gadis yang sedang melangkah itu. Faiza terlihat sangat bingung dan dia masuk kembali ke area kampus untuk mencari Raihanah. Gus Fashan yang baru datang untuk menjemput keduanya terheran-heran, melihat Faiza dan Fatur.

”Apa ini?” sinis Gus Fashan, dia tidak suka. Setelah melihat bunga di tangan Fatur, dan langkah terburu-buru Faiza. Dia paham jelas apa yang terjadi. Rahangnya mengeras, tatapannya begitu tajam menatap Fatur yang berjalan tanpa semangat, menuju ke mobilnya.

Gus Fashan menoleh dan melihat Zaenab dan Raihanah sedang berdebat, Gita dan Faiza sedang berusaha melerai. Gus Fashan menurunkan kaca mobilnya, mendengarkan perdebatan keduanya.

”Gak tahu malu ya kamu Raihanah” cibir Zaenab.” Terserah Dedeh kalau mau dekat sama aku”

”Aku gak masalah, tapi yang aku gak suka ngapain kamu bilang sama Dedeh, kalau aku di pesantren gak bener, suka seenaknya dan nyuruh santri, karena aku istri Gus disana, kapan aku begitu Nab. Kamu jangan fitnah.” Tutur Raihanah kesal, Gus Fashan yang mendengarnya pun ikut kesal. Raihanah sama sekali tidak pernah melakukan itu, meminta bantuan kepada orang lain saja dia jarang melakukannya. Selama Raihanah bisa melakukannya sendiri.

”Itu kenyataan” ujar Zaenab tanpa ragu.” Kamu hanya beruntung menjadi istri Gus Fashan, tapi latar belakang kamu sama sekali gak sepadan dengan keluarga pak Kyai” maki Zaenab. Lagi-lagi mengungkit hal yang sama.

”Istighfar Zaenab!” bentak Faiza begitu kecewa melihat Zaenab yang sekarang, gadis itu berubah setelah Raihanah datang dan apalagi setelah Raihanah menjadi istri Gus Fashan. Raihanah diam, kedua tangannya terkepal kuat. Melihat istrinya tersudutkan, Gus Fashan lekas turun dan mendekati Raihanah.

”Kamu sering bilang aku anak haram, kamu gadis liar Zaenab. Seorang gadis yang pintar dalam ilmu agama, tapi bodoh dalam bertingkah laku. Manusia diciptakan dengan akal yang sempurna, tapi kamu sangat liar dan seperti hewan” maki Raihanah, kedua matanya berai dan begitu tajam menatap Zaenab. Zaenab juga diam dan hampir menangis.” Betapa kecewanya ibumu jika tahu seperti apa gadis kebanggaan nya ini, yang hanya pandai memaki” sambungnya dan gus Fashan langsung meraih tangan Raihanah, dan menariknya untuk segera pulang. Zaenab dan semua orang terkejut, Faiza berpamitan kepada teman-temannya dan dia pergi.

”Lepas!” tegas Raihanah dan Gus Fashan menatapnya kesal.

”Aku sudah bilang, jangan memaki orang lain” ucapnya penuh penekanan.

”Bela saja terus gadis kesayangan kamu itu sana!” lirih Raihanah dan dia sangat kecewa, Raihanah berbalik dan melangkah cepat.

”Rai masuk!” titah Faiza tapi Raihanah tidak mau mendengar.

”Sayang hei, kemari. Ayo pulang” ajak Gus Fashan, terus meraih tangan Raihanah. Tapi di tepis berulangkali. Raihanah sudah menangis, Gus Fashan mencekal pergelangan tangan gadis itu dan menariknya.

Brug!

Raihanah kaget saat tubuhnya dan tubuh Gus Fashan berbenturan.

”Masuk” tegas Gus Fashan.

”Enggak” datar Raihanah menjawab, dia berpaling dan Gus Fashan tidak melepaskan genggamannya.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!