Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#32. Serangan. I
Setelah menikmati makan malam, Xie Jiang mengajak Chen Khu duduk di beranda rumahnya. sepertinya Xie Jiang masih bingung dengan langkah apa yang akan diambilnya.
"Bagaimana kedaanmu..?" ucap Xie Jiang membuka pembicaraan.
"Aku sudah hampir memulihkan seluruh tenaga dalamku, berkat buah Naga Emas dari Lembah Harapan.
"Buah Naga Emas..?? " Xie Jiang terkejut mendengar nama buah naga emas, seumur hidupnya dia baru mendengar buah itu.
Chen Khu lalu memasukkan tangannya kedalam jubah dan mengeluarkan dua buah Naga Emas.
"Jika guru ingin mencobanya, aku bisa memberikannya untuk guru dan nona Xie Annchi" ujar Chen Khu sambil menyerahkan kedua buah tersebut.
"Buah ini bisa memulihkan tenaga dalam dengan sangat cepat, bahkan buah ini bisa meningkatkan tingkat tenaga dalam seseorang sampai 50 tingkat, jika oranh tersebut masih memiliki tingkat tenaga dalam yang rendah Lee Han selalu memberikan buah ini ketika aku selesai berlatih " ucap Chen Khu melanjutkan.
Seakan tidak percaya Xie Jiang menerima buah tersebut dan memperhatikannya.
"Kalau kamu memberikan buah ini untuk kami, bagaimana denganmu..?Xie Jiang merasa kalau sumber daya sehebat itu seharusnya digunakan sendiri oleh Chen Khu.
"Aku masih menyimpan banyak sekali buah seperti itu guru " jawab Chen Khu sambil memperlihatkan lebih banyak buah naga emas.
"Ini belum semuanya.. saya hanya memperlihatkan sebagian agar guru percaya padaku " ucap Chen Khu melanjutkan.
Chen Khu ingin menunjukan penyesalannya karena telah berbohong pada gurunya, maka memberikan sumber daya tersebut sebagi bentuk permintaan maaf.
"Aku harap guru mau menerimanya sebagai bentuk permintaan maafku karena sudah membohongi guru " ucap Chen Khu seperti belum bisa memaafkan dirinya sendiri.
Xie Jiang hanya mengangguk kemudian memakan buah tersebut..dan setelah menghabiskan satu buah.. Xie Jiang mulai merasakan khasiannya.. dia kemudia merubah posisi duduknya menjadi bersila, mencoba menyerap semua energi yang diberikan oleh buah tersebut, dan tidak berapa lama, Xie Jianh merasakan kalau tenaga dalamnya meningkat sangat pesat.
Xie Jiang kemudian memanggil putrinya yang sejak tadi hanya mendengarkan dari dalam.
"Kamu tidak keberatan kan jika yang satu ini kuberikan pada Xie Annchi..?? " tanya Xie Jiang.
"tidak guru.. saya memang sengaja memberikan dua buah.. untuk guru dan nona Annchi " jawab Chen Khu.
Xie Annchi segera keluar lalu duduk disamping ayahnya. Meskipun sudah seharian.. Chen khu belum berani mengangkat mukanya untuk melihat wajah gurunya dan Xie Annchi, rasa bersalah karena telah berbohong membuatnya malu untuk mengangkat muka.
"Kalau kuperhatikan, sejak tadi kamu selalu menunduk.. kamu bahkan tidak pernah melihat wajah kami " ucap Xie Jiang.
" Aku sangat malu guru, aku malu telah membohongi guru " Ucap Chen Khu penuh penyesalan, sebab itulah pertama kalinya Chen Khu berbohong.
"Sudahlah Aku sudah memaafkanmu.. angkatlah wajahmu,..aku juga merasa tidak enak hati jika kamu terus seperti itu " ujar Xie Jiang meyakinkan Chen Khu.
Chen Khu perlahan - lahan mengangkat wajahnya, tapi pendangannya kemudian terhenti pada Xie Annchi. dadanya terasa berdegup kencang, baru kali ini dia melihat wajah anak gurunya meskipun sudah merawatnya siang tadi.
"ehmm.. ehmm... "Xie Jiang pura - pura terbatuk membuyarkan pandangan Chen Khu pada Xie Annchi yang kemudian tertunduk malu.
"Hahaha.. Pandangan seperti itu, sudah biasa kulihat dari pemuda yang menatap wajah putriku , dan Xie Annchi juga bukan pertama kali mengalami hal seperti itu" ujar Xie Jiang sambil tertawa.
Chen Khu hanya bisa tertunduk malu mengetahui gurunya baru saja meledeknya.
" Sekarang kamu istirahatlah, tapi besok kita harus bertemu ketua Yu, meskipun kamu bisa menyembunyikan kekuatanmu tapi kamu tidak akan bisa selamanya seperti itu" ucap Xie Jiang lalu menyuruh putrinya untuk menunjukan kamar yang akan digunakan oleh Chen Khu.
Pagi - pagi sekali, Xie Jiang mengajak Chen Khu menghadap Bao Yu.. Xie Jianh tidak ingin banyak orang yang tau siapa Chen Khu yang sebenarnya, oleh karena itu, Xie Jiang mengajak Chen Khi ke kediaman Bao Yu.
"Ada apa wakil ketua Jiang pagi sekali sudah ke sini.. ?sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan..?? dan siapa pemuda yang bersamamu itu..?? Bao Yu ternyata mengetahui kedatangan Xie Jiang dan menyambut mereka di depan pintu sebelum Xie Jiang mengetuk pintu.
"Maaf ketua Yu.. ada hal penting yang ingin kusampaikan tentang pemuda ini, dan sebaiknya percakapan kita jangan sampai ada orang lain yang dengar " jawab Xie Jiang.
Melihat raut wajah serius Xie Jiang, Bao Yu dengan cepat mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah, dan setelah mengamati keadaan sekitar, Bao Yu menutup pintu rumahnya.
"Ketua Yu.. Pemuda ini barnama Chen Khu, dialah yang membunuh walikota Leuw Ahn " ucap Xie Jiang tanpa basa basi,tapi setengah berbisik.
Bao Yu yang baru saja duduk tersentak kaget.. memang dari informasi yang didapatkannya ciri - ciri pembunuh Leuw Ahn adalah pemuda berambut pirang tapi Bao Yu tidak bisa sama sekali merasakan aura kekuatan yang dimiliki oleh pemuda yang dibawa oleh Xie Jiang.
"Apa wakil ketua yakin dengan hal itu.? " Bao Yu bertanya seolah tidak percaya.
---Xie Jiang kemudian menceritakan semua yang diketahuinya tentang Chen Khu pada Bao Yu. dan tentang niatnya untuk mengangkat Chen Khu sebagai murid. ---
"Apa benar yang dikatakan oleh wakil ketua jiang..? " Bao Yu mengalihkan pandanganya pada Chen Khu.
"Benar Ketua.. semua yang dikatakan wakil ketua Jiang adalah benar " jawab Chen Khu singkat.
"Jika semua benar, kenapa kamu menyembunyikan aura kekuatanmu..?
"guruku sebelumnya...Lee Han berpesan agar aku selalu menyembunyikan kekuatanku agar tidak memancing perhatian pendekar - pendakar lain. " jawab Chen Khu
"Lee Han...?? kamu bilang gurumu Lee Han..?? Lee Han cerita dalam dongeng yang menghancurkan negara api lebih dari 200 tahun yang lalu seorang diri..?? Bao Yu sangat terkejut mendengar nama Lee Han.. nama yang dikiranya hanya ada dalam dongeng.
"Be....
Belum selesai Chen Khu menjawab pertanyaan Bao Yu.. seorang penjaga tiba - tiba datang dan mengetuk pintu dengan cepat seperti sedang tergesa - gesa.
"ketua... ketua... " panggil penjaga itu.. dengan napas tersengal - sengal.
"ada apa..?! " tanya Bao Yu singkat.
"Sekte aliran hitam Kalajengking Merah menyerang desa Ketua.. sekaranh mereka sudah sampai di ujung desa, jumlah mereka sangat banyak bahkan, kepala penjaga bilang kalau diantara mereka ada 7 orang pendekar level 6.." penjaga tersebut melanjutkan laporannya dengan nafas yang belum beraturan.
Mendengar nama Kalajengking Merah.. dada Chen Khu seperti terbakar, dengan gerakan refleks Chen Khu langsung keluar dari rumah dan terbang ke udara mencari lokasi kelompok kalajengking merah, dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah lokasi yang sudah terlihat asap mengepul.
Tiga orang yang menyaksikan hanya terpana menyaksikan Chen Khu yang bisa terbang.. bahkan Sekte Kuda Terbang yang mempunyai ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi tidak mampu melakukan hal seperti itu,
Bao Yu segera tersadar dan memerintahkan penjaga untuk memeberitahu para tetua yang lain.
Kelompok kalajengking merah sedang bertarung dengan beberapa penjaga yang sudah kelihatan terpojok, beberapa penjaga tampak sudah tidak bernyawa..
Dengan kecepatan tinggi Chen Khu memasuki arena pertarungan sambil meneriakkan nama kalajengking merah.
"Kalajengking Meraaaa....hh aku sudah menunggu dalam waktu yang lama untuk bertemu kalian..."
Teriakan yang mengandung tenaga dalam sangat tinggi itu terdengar keseluruh penjuru desa, teriakan itu juga mampu menghentikan sejenak pertarungan antara kalajengking merah dan para penjaga, teriakan tersebut juga bahkan membuat 7 orang pendekar level 6 dari pihak kalajengking merah bergidik.
"Hari ini aku akan menghabisi kalian " ujar Chen khu sambil menghunuskan pedangnya... lalu menginjakkan kakinya di tanah
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...