NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Retakan Pertama Pusaka Yin

SREEEET!

Bunyi gesekan logam yang keluar saat Yu Fan menarik Pedang Yin dari sarung giok hitamnya tidak terdengar nyaring, melainkan berupa dengungan rendah yang teramat berat, seolah-olah bilah pusaka itu sedang menyedot seluruh kelembapan dan udara di sekitarnya.

Begitu sepertiga bilah pedang terhunus, pusaran energi spiritual berwarna emas bercampur perak langsung berputar melingkari lengan kanan Yu Fan. Energi murni tersebut bergolak hebat, menghantam hawa dingin es beracun yang sempat membekukan pori-pori kulitnya hingga menguap menjadi asap putih tipis.

Rasa sakit akibat meridian yang dipaksa berputar terbalik pada pertarungan sebelumnya masih berdenyut di ulu hati Yu Fan. Namun, cengkeramannya pada gagang pedang sama sekali tidak goyah. Sepasang matanya mencerminkan kilatan tajam dari bilah Pedang Yin yang kini telah terhunus sepenuhnya, memancarkan pendaran cahaya suci yang kontras dengan kegelapan Ngarai Serigala Merah.

Di seberangnya, sepuluh langkah berjarak, Lin Xueru tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Di bawah kendali mutlak Pil Pembeku Emosi Jiwa, arti dari pedang yang terhunus di tangan Yu Fan hanyalah satu, sebuah ancaman yang harus dimusnahkan.

WUZHUUUUU!

Tanpa aba-aba, Xueru melesat maju. Gerakannya kali ini jauh lebih mengerikan, tubuhnya tidak lagi sekadar berpindah tempat, melainkan seolah menyatu dengan bayang-bayang malam yang pekat. Udara di sepanjang lintasan yang dilewatinya seketika membeku, menciptakan koridor es hitam yang dipenuhi oleh ribuan duri es beracun sekecil jarum yang melesat mendahului tubuhnya.

Yu Fan menarik napas dalam-dalam. Menghadapi hujan jarum es yang mampu menembus zirah baja, dia tidak mundur selangkah pun. Tangan kanannya mengayunkan Pedang Yin dalam satu gerakan melingkar yang lambat namun bertenaga.

"Teknik Pedang Yin: Putaran Sembilan Penjuru!"

BOOM!

Sebuah dinding pelindung transparan dengan pola pusaran air bermanifestasi di depan Yu Fan. Ribuan jarum es yang diluncurkan oleh Xueru menghantam dinding tersebut, namun alih-alih meledak, seluruh jarum es itu seketika tersedot dan terlarut ke dalam pusaran energi Pedang Yin, diubah menjadi energi alam murni dalam hitungan detik.

Namun, Xueru tidak mengandalkan jarum-jarum itu sebagai serangan utama. Tepat saat dinding pelindung Yu Fan memudar, sosok Xueru telah berada di atas kepala Yu Fan, memegang Pedang Teratai Hitam dengan kedua tangannya. Tebasan vertikal yang membawa seluruh berat dari Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir dijatuhkan tanpa belas kasihan.

TINGGGGGGG!

Benturan kedua bilah pusaka itu menghasilkan dentangan yang teramat memekakkan telinga. Gelombang kejut spasial melesat secara horizontal, menebas bongkahan batu besar di sekitar mereka hingga terpotong rapi menjadi dua bagian. Yu Fan menahan tebasan itu tepat di atas kepalanya dengan posisi horizontal, menggunakan kekuatan fisik murninya untuk menahan tekanan luar biasa yang disalurkan melalui pedang Xueru.

Jarak wajah mereka kini sangat dekat. Yu Fan dapat melihat dengan sangat jelas setiap helai rambut hitam Xueru yang kini ujungnya mulai memutih akibat terkikis energi es.

Di balik kekosongan sepasang matanya yang putih salju, Yu Fan menangkap sesuatu yang membuat hatinya seolah diremas oleh tangan tak kasatmata: setitik air mata yang membeku tepat di sudut mata kiri Xueru. Gadis itu tidak memiliki kendali atas tubuhnya, namun jiwanya di dalam sana sedang menjerit, tersiksa oleh belenggu yang mengunci kesadarannya.

"Xueru! Lihat aku! Apakah kau benar-benar ingin mengakhiri semua ini dengan penyesalan?!" seru Yu Fan, suaranya berat dan bergetar hebat karena menahan beban emosi yang bergejolak di dalam dadanya.

Xueru tidak memberikan respons verbal. Responsnya hanyalah tekanan batin yang kian meningkat. Energi es hitam dari Pedang Teratai Hitam mulai menjalar turun, mencoba membekukan bilah Pedang Yin. Kriiiit... Suara es yang merayap di atas permukaan logam suci terdengar sangat janggal.

“Bodoh! Dia sudah bukan manusia lagi, Yu Fan! Dia hanyalah boneka mayat hidup yang siap merobek jantungmu!” Suara sinis dari palung terdalam jiwanya kembali berbisik, mencoba memanfaatkan retakan emosi Yu Fan. “Cukup satu tebasan dari Pedang Yin dengan kekuatan murni ku, dan kau bisa membebaskannya dari penderitaan ini... selamanya! Kenapa kau harus ragu?!”

"Diam!" batin Yu Fan menggeram, memotong bisikan itu dengan ketegasan yang mutlak. Dia tahu betul bahwa sekali saja dia membiarkan entitas itu masuk, dia tidak akan hanya membunuh Xueru, tetapi juga seluruh orang di ngarai ini.

Dengan satu entakan kaki yang menghancurkan permukaan batu di bawahnya, Yu Fan memutar tubuhnya ke samping, mengalirkan energi Yin untuk menggeser arah tebasan pedang Xueru. Bilah hitam itu meluncur ke bawah, menghantam tanah dan membelah batu sedalam tiga meter.

Memanfaatkan momentum tersebut, Yu Fan tidak menyerang raga Xueru. Sebaliknya, tangan kirinya bergerak secepat kilat, membentuk segel satu jari yang memancarkan pendaran cahaya emas murni. Dia menghantamkan jari telunjuknya tepat ke arah titik akupunktur Tiantu di pangkal leher Xueru—titik utama yang mengalirkan sirkulasi Pil Pembeku Emosi Jiwa ke otak.

BANG!

Tembakan energi emas murni itu berhasil mengenai sasarannya dengan presisi. Tubuh Xueru bergetar hebat. Seberkas uap hitam pekat menyembur keluar dari mulutnya, bersaman dengan jeritan parau yang tertahan di tenggorokannya. Untuk sesaat, warna hitam di pupil matanya kembali berkedip, menampilkan binar kemanusiaan yang teramat sangat rapuh.

"Yu... Fan..." gumam Xueru, suaranya terdengar sangat samar, jauh, dan dipenuhi oleh rasa sakit yang tak terperikan. "Sakit... di dalam sini... teramat sangat dingin..."

Mendengar suara itu, benteng batin Yu Fan yang kokoh seketika runtuh. Rasa bersalah yang teramat sangat besar menghantam dantian nya. Gadis ini berada dalam kondisi ini karena dirinya, karena pusaran konflik kekaisaran yang menyeret mereka berdua ke dalam jurang pembalasan dendam.

Sepasang mata Yu Fan melembut, dan dalam detik yang krusial itu, kecepatannya menurun secara drastis akibat konflik emosional yang nyata.

Namun, jeda kemanusiaan itu justru menjadi celah yang mematikan. Pengaruh pil pembeku kembali merebut kendali raga Xueru dengan paksa, mematikan sisa kesadarannya dalam sekejap. Mata Xueru kembali memutih murni, dan dengan gerakan refleks yang tidak masuk akal, dia mengayunkan siku kirinya yang dilapisi pelindung lengan berduri tajam tepat ke arah dada Yu Fan yang tengah terbuka tanpa perlindungan batin.

JEDUSH!

Yu Fan terlempar sejauh belasan meter, tubuhnya menghantam dinding tebing ngarai hingga menciptakan retakan besar berbentuk jaring laba-laba. Darah segar menyembur dari mulutnya, mengotori jubah hitam bersulam emasnya yang kini mulai koyak. Dadanya terasa seperti dihantam oleh palu gada raksasa; tulang rusuknya retak, dan napasnya menjadi teramat pendek dan panas.

Sementara pertarungan pribadi di tengah ngarai berlangsung dengan penuh air mata, medan perang berskala besar di sekeliling mereka telah berubah menjadi neraka dunia.

Leluhur Jin Taixu terus bertarung sengit melawan Jenderal Mayat Hidup di udara. Setiap kali pukulan telapak tangan batin Jin Taixu berbenturan dengan kapak raksasa sang jenderal, langit di atas Celah Serigala Merah seolah-olah terbelah. Gelombang kejut batin yang dilepaskan meruntuhkan menara-menara pengawas buatan, memaksa Putri Jin Yuexin untuk terus memindahkan garis komando pasukannya ke titik yang lebih aman di bagian belakang tebing.

"Pertahankan formasi! Jangan biarkan garis pertahanan ketiga runtuh!" teriak Putri Jin Yuexin, suaranya kini terdengar parau di antara gemuruh ledakan dan jeritan kematian. Tangannya yang menggenggam bendera komando kini telah berlumuran darah akibat serpihan batu yang beterbangan.

Dari arah selatan, Jenderal Mayat Hidup kedua yang sejak awal diam, mulai melangkah maju. Setiap langkahnya membawa aura pembusukan yang luar biasa padat. Ratusan prajurit Aliansi Enam Kerajaan yang berada dalam jarak lima puluh meter dari jenderal tersebut mendadak lemas, kulit mereka berubah menjadi keabu-abuan, dan energi batin mereka tersedot habis sebelum pedang musuh bahkan menyentuh zirah mereka.

"Sialan! Makhluk itu menyerap esensi kehidupan untuk memulihkan kekuatannya!" seru Raja Jin Wu dari atas panggung komando. Tanpa memedulikan keselamatannya sendiri, Raja Jin Wu melompat turun dari panggung, jubah phoenix apinya berkobar hingga radius sepuluh meter, mencoba menahan laju jenderal kedua tersebut dengan memanifestasikan sepasang cakar api raksasa di udara.

Kembali ke dasar ngarai, Lin Xueru tidak memberikan waktu bagi Yu Fan untuk memulihkan napasnya. Dengan kecepatan yang kian meningkat akibat stimulasi pil yang merusak meridian jiwanya sendiri, Xueru kembali melesat maju. Kali ini, ia membawa serta badai es hitam setinggi dua puluh meter yang berputar bagai angin puting beliung, menyapu apa pun yang berada di lintasannya.

Yu Fan bangkit dengan bertumpu pada Pedang Yin. Darah yang menetes dari bibirnya mengalir turun ke gagang pedang, membasahi batu giok hitam penutup hulu bilah tersebut. Begitu darah Yu Fan menyentuh pusaka itu, sebuah fenomena aneh terjadi. Pedang Yin bergetar dengan frekuensi yang sangat tinggi, mengeluarkan suara dengungan yang terdengar seperti tangisan seorang wanita di tengah sunyi nya malam.

Pola-pola ukiran kuno di sepanjang bilah pedang mulai memancarkan cahaya merah darah tipis, berbaur dengan aura emas alaminya. Retakan pertama pada segel batin Pedang Yin tanpa sengaja terpicu bukan oleh amarah, melainkan oleh keputusasaan dan kedukaan yang teramat sangat dalam dari hati sang pemilik.

“Ah... Menarik sekali,” suara di dalam jiwa Yu Fan kembali bergema, namun kali ini nadanya tidak lagi sinis, melainkan dipenuhi oleh keterkejutan yang nyata. “Kau menolak kekuatanku, namun jiwamu sendiri yang mulai meruntuhkan batas pembatas itu. Darahmu... emosimu... adalah kunci dari kehancuranmu sendiri, Yu Fan.”

Yu Fan tidak memedulikan hal tersebut. Pandangannya tetap lurus ke arah badai es hitam yang kian mendekat. Konflik emosi di dalam dirinya kini telah mencapai titik jenuh, berubah menjadi sebuah ketetapan hati yang teramat dingin. Jika dia terus bersikap lunak karena rasa bersalah, tidak hanya dirinya yang akan mati, tetapi jiwa Xueru pun akan hancur selamanya karena kehabisan energi kehidupan akibat pil terkutuk itu.

"Untuk menyelamatkanmu... aku harus mengalahkanmu terlebih dahulu, Xueru. Bahkan jika aku harus menjadi penjahat di dalam ingatanmu yang tersisa," gumam Yu Fan, suaranya terdengar sangat sunyi di tengah deru badai.

Yu Fan mengangkat Pedang Yin tinggi-tinggi dengan kedua tangannya. Aura emas-perak yang sebelumnya tenang kini berkobar dahsyat, membentuk pilar cahaya setinggi tiga puluh meter yang membelah pekatnya kabut kematian di ngarai. Sisa-sisa energi es hitam yang membeku di sekitarnya seketika mencair dan menguap akibat panasnya tekanan energi batin yang dilepaskan.

"Teknik Pedang Yin: Tebasan Pemutus Belenggu Dunia!"

CRACK!

Ruang di sekitar bilah Pedang Yin bergetar hebat, memancarkan riak-riak distorsi spasial yang sangat pekat. Yu Fan mengayunkan pedangnya ke depan dengan satu tebasan lurus yang teramat tegas, melepaskan gelombang energi berbentuk bulan sabit emas raksasa yang bergerak membelah tanah ngarai.

BOOOOOOOMMMMMMM!

Benturan antara tebasan bulan sabit emas Yu Fan dan badai es hitam Lin Xueru menciptakan ledakan batin terbesar yang pernah terjadi sejak pertempuran dimulai. Gelombang kejutnya menyapu bersih seluruh lautan api spiritual di sekitar mereka, melempar ratusan mayat hidup dan prajurit zirah hitam Tianhuang yang berada di barisan terdepan hingga hancur menjadi serpihan debu.

Asap tebal bercampur uap es dan debu batu membubung tinggi, menutupi pandangan mata telanjang. Di tengah keheningan yang mendadak tercipta pascaledakan, sesosok bayangan emas melesat menembus kabut dengan kecepatan yang melampaui batas penglihatan master Ranah Tingkat 4 biasa.

Yu Fan telah bermanifestasi tepat di depan Lin Xueru. Kali ini, gerakannya sama sekali tidak membawa niat membunuh, melainkan sebuah presisi mutlak dari seorang ahli pedang tertinggi. Bilah Pedang Yin miliknya bergerak memutar, mengunci pergerakan Pedang Teratai Hitam dengan teknik jepitan kutub Yin yang teramat lengket.

TING!

Pedang Teratai Hitam terikat oleh pusaran energi emas, membuat Xueru tidak mampu menarik ataupun mengayunkan senjatanya. Di detik yang sama, Yu Fan melepaskan tangan kirinya dari gagang pedang, mengumpulkan seluruh sisa energi Yang yang panas ke dalam telapak tangannya, lalu menghantamkannya tepat ke arah dantian Lin Xueru—bukan untuk menghancurkan basis kultivasinya, melainkan untuk menyuntikkan energi murni yang akan membakar habis sisa racun pil es secara paksa dari dalam tubuhnya.

"Kembalilah, Xueru!"

Mata Xueru membelalak lebar saat telapak tangan panas Yu Fan menyentuh kain gaun hitam di perutnya. Benturan dua energi yang saling bertolak belakang di dalam tubuhnya menciptakan sebuah reaksi berantai yang akan menentukan hidup dan mati mereka berdua di atas panggung batu yang kian runtuh tersebut. Angin badai di Celah Serigala Merah seolah menahan napas, menunggu akhir dari benturan dua bilah takdir yang sarat akan air mata dan darah ini.

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🫰
Xiao
eumm
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
Muo
semangat thor/Determined//Determined/
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
F.S
hai Pembaca sekalian kalau kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasi rating 5 ya
WER
semangat author 👍👍👍👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya ". zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 3 replies
F.S
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!