NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH DUA

Apa Kanaya benar-benar sudah merelakan

Andra untuknya, tanya wanita itu di dalam hatinya.

Kalau memang iya, lalu kenapa wanita itu tidak pergi dan bercerai saja agar ia juga tak perlu repot-repot berusaha untuk menyingkirkannya dari hati Andra.

"Apa sebenernya mau kamu, Kanaya?"

Gumam Nisrin pelan, matanya masih tertuju pada pintu kamar Kanaya yang tertutup rapat.

"Heuhm,... Naya? Kanaya?" Andra yang mendengar nama sang istri dari mulut Nisrin kembali meracau.

"Sssh,... Nggak. Ayo ke kamar."

Ucap Nisrin, ia kembali melirik sekilas ke arah pintu tersebut dan kemudian berlalu membawa Andra bersamanya.

"Dia tidur di soffa ruang tamu semalem, penampilannya udah nggak karu-karuan.

Nggak tau juga lah, padahal aku udah suruh dia buat tidur bareng sama istri dan ibunya. Kalau pun dia nggak mau tidur di atas ranjang bertiga kaya ikan, di kamar istrinya itu kan ada soffa beda. Bisa kan dia tidur di sana? Dia malah tidur di soffa ruang tamu yang nggak seempuk dan seluas ranjang." Ucap Kanaya bercerita pada dua temannya.

Ingatannya berputar pada kejadian pagi tadi saat dirinya baru bangun tidur dan menemukan Andra di ruang tengah rumah mereka.

Bayang-bayang penampilan pria itu kembali mengisi otaknya.

"Pasti dia cari perhatian. Kamu bilang kalian udah nggak pernah satu kamar lagj kan semenjak dia ketauan punya istri lain? Makanya dia sengaja tidur di ruang tamu, biar kamu kasian dan iba terus dia bisa bobo

bareng kamu lagi." Pungkas Dayu sambil menyesap minumannya.

Dada wanita itu bergemuruh setiap kali nama Andra disebut.

"Hmm, kayanya iya deh. Soalnya setelah itu dia peluk-peluk aku sambil biasa lah,... Bermulut manis. Bilang sayang, bilang cinta dan nggak mau ditinggalin." Jujur Kanaya.

"Jangan bilang kamu luluh ya, Naya? Masa digombalin dikit doang langsung luluh dan lupa sama kelakuan dia yang nyakitin kamu?"

"Ya nggak lah. Udah aku bilang, mau dia nangis darah sekali pun, aku nggak akan berubah pikiran. Niatku udah mantap buat pisah, tapi sebelum pisah ya harus ada pertunjukan dulu kan? Pentas akhir,..."

Kanaya mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh.

"Lagi pula, aku yakin dia kaya begitu karena udah mulai sadar sama aku yang perlahan menjauh dari dia. Bukan karena dia bener-bener sadar kalo dia udah nyakitin aku. Kalau pun dia sadar, udah terlalu terlambat. Aku tetep kuat dengan pendirian aku buat

pisah. Luka yang dia kasih udah terlalu dalem, nggak bisa sembuh cuma dengan gombalan dan kata-kata manis." Pungkas Kanaya tenang.

"Terus gimana sama Esmeralda?

Hubungan dia sama bapak mertua kamu gimana?" Tanya Leah penasaran.

Pertanyaan wanita itu sontak menorehkan senyum di bibir Kanaya, wanita itu bahkan terkikik geli seperti anak kecil yang ketahuan berbuat iseng.

"Mantap lah si Esmeralda itu. Baru berapa bulan ya sejak aku hire dia buat kerjaan ini? Kayanya belum terlalu lama deh ya, tapi dia udah berhasil bikin bapak mertuaku cinta setengah mati. Klepek-klepek pokoknya, sampe nggak peduli bininya nangis histeris."

"Bapak mertua kamu itu beneran berencana buat nikahin Esmeralda atau cuma ngasih janji-janji manis? Prosesnya serasa cepet banget buat mereka naik ke jenjang serius."

"Beneran mau nikah, itu tua bangka bahkan udah urus-urus buat pernikahan mereka nanti. Yah, sama aku juga mikirnya kalau pernikahan mereka itu terlalu cepet prosesnya. Tapi mau gimana lagi? Itu tua bangka beneran mikir kalau ada perempuan muda, cantik, seksi dan seger beneran mau sama dia karena cinta." Ucap Kanaya sambil kembali terkekeh geli.

"Dia beneran mikir Esmeralda mau sama dia bukan karena duit. Jadi, mungkin dia ngerasa nemu harta karun dan nggak mau sampe itu harta karun lepas begitu aja pada akhirnya alias harus cepet-cepet diiket." Lanjut Kanaya.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!