NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Pagi di mansion keluarga Vane berjalan dengan damai.

Terlalu damai.

Dan seperti biasa… itu pertanda buruk.

Cahaya matahari masuk lembut melalui jendela besar aula utama. Para pelayan berlalu-lalang membawa teh, dokumen, dan bunga segar dengan ekspresi profesional. Burung-burung kecil berkicau dari taman belakang.

Sementara itu… Edgar sedang mengalami kehancuran mentalnya sendiri. "DUKE SILAS BELUM MENANDATANGANI SATU PUN DOKUMEN."

BRAK.

Tumpukan kertas setinggi hampir setengah tubuhnya jatuh ke meja ruang kerja sementara Edgar berdiri membatu seperti pria yang jiwanya sudah meninggalkan dunia fana.

Freya yang kebetulan lewat di koridor langsung berhenti. "…Astaga."

Crimson Valkyrie melayang santai di samping kepalanya. "Aku suka pria itu. Dia terlihat seperti karakter sampingan yang akan mati karena pekerjaan."

"Itu mengerikan."

"Itu realistis."

Di dalam ruang kerja kecil sementara yang dipakai Edgar selama tinggal di mansion Vane, suasana benar-benar kacau.

Dokumen menumpuk di mana-mana. Peta wilayah utara terbuka di meja. Surat kerajaan berserakan. Dan di tengah semuanya… Edgar duduk sambil memegangi kepala seperti korban perang administrasi.

Freya perlahan masuk. "Uh… kau masih hidup?"

Edgar mengangkat kepala perlahan. Ekspresinya kosong. "Saya tidak tahu lagi, Lady Freya."

"Itu jawaban yang menyeramkan."

"Saya tidur dua jam."

"…Oh."

Freya langsung ikut simpati sedikit. Sedikit sekali. Namun sebelum ia sempat bicara lagi...

TOK.

Suara langkah kaki kecil terdengar dari pintu.

Aria muncul sambil membawa nampan teh hangat dan beberapa camilan kecil. "Um… aku membawakan teh."

DEG.

Freya langsung terkena healing emosional otomatis. Karena Aria hari ini terlihat sangat manis. Gaun biru mudanya sederhana, rambut panjangnya diikat setengah, dan senyum kecil itu benar-benar terlihat seperti malaikat penolong di tengah penderitaan hidup Edgar.

Dan Edgar hampir menangis sungguhan. "Lady Aria…"

Aria buru-buru meletakkan teh di meja. "Kau terlihat sangat lelah."

"…Saya memang lelah."

"Itu jelas sekali."

Freya menatap semuanya dengan mata berbinar kecil.

Crimson Valkyrie langsung curiga. "Kenapa wajahmu begitu?"

Freya menyeringai kecil. 'Aku mencium aroma romance.'

"Ya ampun."

Aria memperhatikan tumpukan dokumen itu beberapa detik. Lalu pelan-pelan mulai membantu merapikannya. "Oh, yang wilayah utara sebaiknya dipisah."

Edgar langsung membeku kecil. Karena Aria melakukannya dengan sangat natural. Rapi, cepat, dan… lembut.

Freya sekarang benar-benar mulai merasa seperti ibu-ibu pecinta drama kerajaan. "Ini bagus."

"Kau terdengar menyeramkan," komentar Crimson Valkyrie.

Namun tepat saat Aria sedang menyusun dokumen...

TOK.

Suara langkah kaki lain terdengar dari koridor. Felix muncul di depan pintu. Dan suasana langsung berubah sepersekian detik.

DEG.

Freya refleks menoleh cepat.

Felix berdiri diam sambil membawa beberapa buku laporan. Tatapan merahnya langsung jatuh pada Aria dan Edgar yang duduk berdekatan di meja.

Hening kecil muncul.

Edgar langsung duduk tegak seperti prajurit yang baru dipergoki komandan perang.

Sedangkan Aria terlihat sedikit gugup kecil. "K-Kak Felix…"

Felix menyipitkan mata tipis ke arah Edgar. "...Kau membuat Aria membantu pekerjaanmu?"

DEG.

Edgar langsung panik spiritual. "TIDAK. LADY ARIA YANG MENAWARKAN DIRI."

"Itu tetap merepotkan."

"SAYA SUDAH MENOLAKNYA."

"Kau tetap menerima."

"SAYA KALAH CEPAT."

Freya langsung menutup mulut menahan tawa.

Karena Edgar benar-benar terlihat seperti korban fitnah.

Felix menghela napas kecil. Lalu berjalan masuk dan meletakkan buku laporannya di meja.

Tatapannya masih dingin tipis.

"…Jangan terlalu membebani Aria."

Edgar langsung mengangguk cepat seperti murid takut dengan guru galak. "Tentu."

Aria buru-buru berkata pelan, "Aku tidak keberatan membantu…"

Felix berdecih kecil. Hanya kecil. Namun cukup membuat Edgar kehilangan separuh umur hidupnya.

DEG.

Freya yang berdiri di dekat pintu langsung membeku penuh kegembiraan. 'OH MY GOD.'

Crimson Valkyrie langsung memijat pelipis spiritual. "Tolong jangan mulai."

'KAKAK POSESIF ARC.'

"Itu bukan sesuatu yang harus dirayakan."

Namun Freya sudah tidak mendengar lagi. Karena otaknya sekarang dipenuhi musik drama romantis.

Felix akhirnya menoleh pada Aria lagi. Suaranya sedikit melunak. "…Kalau lelah, kembali istirahat."

Aria tersenyum kecil. "Aku baik-baik saja."

Dan Freya langsung menggenggam dadanya sendiri. 'AKU IKUT DEG-DEGAN.'

"Kau benar-benar payah."

Namun tepat saat suasana mulai sedikit awkward...

TOK.

Suara langkah kaki lain terdengar lagi. Dan kali ini…Cain masuk ke ruangan dengan aura seseorang yang baru saja melewati penderitaan hidup tingkat tinggi.

Rambut abu gelapnya sedikit berantakan. Mantel hitam kerajaan masih rapi, tapi ekspresinya kosong secara spiritual.

Begitu melihat Edgar… Cain langsung berhenti. Edgar juga berhenti.

Hening. Lalu perlahan…mata mereka berdua mulai berkaca-kaca.

DEG.

Freya berkedip bingung. "…Kenapa suasananya jadi emosional?"

Crimson Valkyrie menjawab datar, "Mereka sesama budak kerja."

Dan benar saja. Beberapa detik kemudian Edgar berjalan mendekat perlahan pada Cain seperti menemukan saudara seperjuangan.

"…Kau juga?"

Cain menatap kosong ke depan. "…Yang Mulia belum pulang selama hampir seminggu."

Edgar langsung menggenggam pundaknya. "Aku mengerti penderitaanmu."

"Kediaman kerajaan mulai mengirim surat ancaman."

"Kediaman Blackwood juga."

"Kita benar-benar ditinggalkan."

"Kita dibuang."

Freya sekarang benar-benar menahan tawa mati-matian. Karena dua pria profesional itu sekarang terlihat seperti pekerja kantoran yang ditelantarkan atasan toxic mereka.

Bahkan Felix terlihat diam beberapa detik lebih lama dari biasanya.

Ares yang baru masuk beberapa saat kemudian langsung menyaksikan pemandangan itu dengan wajah puas. "Wah."

Freya menoleh. "Kau dari mana?"

"Menguping."

"Itu jujur sekali."

Ares menggigit apel santai sambil melihat Edgar dan Cain. "Kalian terlihat seperti karakter tragedi yang berakhir tragis."

"HIDUP KAMI MEMANG TRAGEDI YANG TRAGIS."

"Menarik."

Cain akhirnya duduk lelah di sofa sambil mengusap wajahnya pelan. "Saya tidak mengerti…"

Freya mengangkat alis kecil. "Tentang?"

Cain diam beberapa detik sebelum menjawab jujur, "…Yang Mulia biasanya tidak pernah betah tinggal lama di satu tempat."

DEG.

Freya langsung refleks menegang kecil. Sedangkan Ares perlahan mulai menyeringai seperti iblis sosial. "Oh?"

Cain masih terlihat benar-benar bingung. "Namun sekarang beliau bahkan menunda beberapa agenda kerajaan."

Edgar mengangguk cepat penuh solidaritas. "DUKE SILAS JUGA."

"Dan Yang Mulia terlihat… lebih santai di mansion ini."

Freya langsung mulai berkeringat spiritual.

'KENAPA ARAH PEMBICARAANNYA JADI BEGINI?'

Crimson Valkyrie tertawa kecil. "Karena semua orang punya mata."

Ares sekarang benar-benar menikmati hidup. "Hmm…"

Tatapan emasnya perlahan beralih ke Freya. Dan Freya langsung punya firasat buruk. Sangat buruk.

Benar saja...Ares menyeringai kecil. "Mungkin karena ada sesuatu yang menarik di sini."

DEG.

Freya langsung menunjuknya dengan panik. "JANGAN MULAI."

"Aku bahkan belum mengatakan nama."

"Itu bahkan lebih menyeramkan."

Cain perlahan mulai menyadari sesuatu. Lalu matanya bergerak pelan ke arah Freya.

Hening. Freya rasanya langsung hampir mati mental. 'AKU AKAN LOMPAT KE DANAU.'

"Silakan," jawab Crimson Valkyrie santai.

Untungnya sebelum Freya benar-benar kabur...Felix akhirnya bicara dingin. "…Kalian terlalu banyak waktu luang."

Hening. Dan semua orang langsung diam. Karena entah kenapa kalau Felix sudah bicara dengan nada itu… suasana otomatis terasa seperti rapat disiplin militer.

Ares malah tertawa kecil dan Freya buru-buru kabur sebelum situasi makin mengerikan.

Beberapa menit kemudian…duo korban majikan itu akhirnya mau tidak mau tetap menjalankan tugas mereka masing-masing.

Edgar kembali berkutat dengan dokumen.

Cain pergi menemui Zevian.

Sedangkan Freya berjalan cepat di koridor mansion sambil memegangi wajahnya sendiri.

"…Astaga."

Crimson Valkyrie melayang santai di sampingnya. "Kau benar-benar merah."

"AKU DIPERMALUKAN DI DEPAN CAIN."

"Dan?"

"Dia ajudan Zevian."

"Itu justru efisien."

Freya langsung ingin membuang artefak itu ke jurang. Namun langkahnya perlahan melambat saat melewati aula samping.

Karena dari balik pintu setengah terbuka…Ia mendengar suara Zevian.

DEG.

Freya langsung refleks berhenti.

"Aku mencium drama," gumam Crimson Valkyrie.

'Aku cuma lewat.'

"Kau berhenti total."

'…'

Dan tanpa rasa malu sedikit pun…Freya mulai mengintip. Di dalam ruangan kecil itu, Zevian sedang berdiri dekat jendela bersama Cassius dan Silas.

Suasananya terlihat serius.

Freya langsung makin penasaran.

"…Retakan abyss di utara makin aktif," suara Cassius terdengar rendah.

Silas mengangguk kecil. "Night Vanguard juga menemukan pergerakan monster tingkat tinggi."

Zevian berdiri diam sambil membaca laporan. Aura dingin dan tenang itu langsung membuat ruangan terasa formal.

Dan Freya yang mengintip dari luar malah fokus pada satu hal lain. 'Dia tampan banget sih.Benar-benar aura male lead sejati.'

Crimson Valkyrie langsung tertawa tanpa ampun. "Kau benar-benar tidak tertolong."

Freya mengabaikannya secara spiritual. Ia sedikit bergerak maju agar bisa mendengar lebih jelas. Namun...

KRAK.

DEG.

Freya membeku total. Karena ia tidak sengaja menginjak ujung gaunnya sendiri.

"…Eh?"

Tubuhnya langsung kehilangan keseimbangan. Dan sepersekian detik berikutnya, seseorang menangkap pinggangnya.

DEG.

Freya langsung membeku. Karena begitu membuka mata…wajah Zevian ada tepat di depannya. Sangat dekat.

TERLALU DEKAT.

Tatapan biru gelap itu menatap lurus padanya dengan ekspresi tenang seperti biasa.

Namun jarak mereka sekarang benar-benar mematikan kesehatan mental Freya.

DEG.

DEG.

DEG.

'ASTAGA ASTAGA ASTAGA.'

Crimson Valkyrie langsung tertawa sampai hampir meledak.

Freya bisa merasakan tangan Zevian masih menopang pinggangnya agar tidak jatuh. Dan otaknya sekarang resmi berhenti bekerja.

"…Lady Freya?" Suara Cain terdengar pelan dari dalam ruangan.

DEG.

Freya langsung sadar semua orang sedang melihat mereka.

Cassius perlahan mengangkat alis.

Silas terlihat diam terlalu lama.

Sedangkan Zevian…masih belum melepaskannya.

Freya sekarang benar-benar ingin pindah planet. "U-Um…"

Jantungnya berdetak sangat keras sampai ia yakin seluruh mansion bisa mendengarnya.

Dan masalah terbesar sekarang adalah…wajah Zevian terlalu dekat.

Rambut hitamnya jatuh sedikit di depan mata. Tatapan itu tenang. Ada kehangatan tipis.

Dan Freya benar-benar kehilangan kemampuan berpikir. 'AKU AKAN MATI.'

"Kemungkinan besar," komentar Crimson Valkyrie bahagia.

Zevian akhirnya bicara pelan. "…Kau baik-baik saja?"

Freya langsung mengangguk terlalu cepat. "IYA."

"…Begitu."

Namun pria itu masih belum melepaskannya.

DEG.

Freya sekarang benar-benar merasa jiwanya mau keluar tubuh.

Dan tepat saat suasana berubah seperti drama romantis kerajaan...

TOK.

Suara langkah kaki santai terdengar dari koridor.

Ares muncul. Lalu berhenti. Lalu perlahan melihat posisi mereka sekarang.

Hening.

Dan seringai iblis sosial itu langsung muncul perlahan. "…Wow."

DEG.

Freya langsung sadar bagaimana posisi mereka terlihat dari luar.

Zevian memegang pinggangnya. Tubuh mereka dekat. Tatapan mereka bertemu.

Dan Freya langsung hampir terbakar malu. "ARES BUKAN SEPERTI YANG KAU PIKIRKAN."

Ares menggigit apel santai. "Aku bahkan belum berpikir apa-apa."

"WAJAHMU BERBOHONG."

"Itu wajah alami."

Freya benar-benar ingin meledak.

Zevian akhirnya melepaskannya perlahan. Namun…ujung telinga pria itu sedikit merah.

DEG.

Freya langsung membeku lagi. 'TUNGGU.'

Crimson Valkyrie langsung menyeringai lebar. "Oh ini menarik."

Dan benar saja. Ares juga melihatnya.

Seringainya makin lebar sekarang. "…Yang Mulia."

Zevian menoleh tenang. "Apa?"

"Telinga Anda merah."

HENING TOTAL.

Freya langsung merasa dunia berhenti.

Cain refleks menoleh cepat.

Silas batuk kecil menahan sesuatu.

Cassius perlahan mulai terlihat seperti ayah protektif mode aktif.

Sedangkan Zevian…diam sepersekian detik terlalu lama.

"…Tidak."

"Itu penolakan paling tidak meyakinkan sedunia," komentar Ares santai.

Freya sekarang benar-benar ingin mengguncang Ares dari balkon. "KAU DIAM."

"Wajahmu juga merah."

"Itu cuaca."

"Kita di dalam mansion."

"Itu… panas emosional."

"…Itu justru lebih buruk."

Freya hampir menangis spiritual.

Sementara itu Cain perlahan mulai sadar bahwa hidupnya akan jauh lebih rumit mulai sekarang.

Dan di sisi lain… Crimson Valkyrie tertawa tanpa ampun sambil melayang santai di udara. "Drama romantis memang hiburan terbaik."

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!