Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
namun sperti janji nya tadi saat malam hari, dan setelah memastikan Tante Rianti dan nenek Ara sudah tidur, Dimas kembali berjalan mengendap-endap menuju jendela kamar Ara, sekarang Dimas datang dengan bingkisan yang berisi nasi lengkap dengan lauk pauk nya. saat sampai di depan jendela kamar Ara, Dimas kembali melempar jendela kamar Ara dengan batu kecil.
untung nya Ara saat itu belum tidur, jadi Ia masi bisa mendengar jendela kamar nya di lempar, dan untung nya kamar Ara jauh dari kamar tante Rianti dan nenek nya, saat Ara kembali membuka jendela kamar nya, Ara sekali lagi di buat terkejut karna kedatangan Dimas.
" ya ampun , Dimas kamu ngapain datang lagi,malah datang nya malam- malam begini, kamu engga takut nanti ada yang liat kamu masuk ke sini." omel Ara saat Dimas sudah berhasil masuk ke kamar nya.
" yaa bagus dong kalu ada yang liat, malah aku berharap ada yang warga yang liat aku masuk ke sini diam - diam, jadi aku sama kamu bisa langsung di nikahin. "
"kamu engga boleh ngomong gitu, itu engga bagus."
" iya maaf, oo iya ini aku bawain kamu makan, kamu pasti belum makan malam kan, mereka pasti engga kasi kamu makan."
" makasih ya, kamu udah baik banget sama aku, tapi kamu engga usah repot- repot gini aku jadi engga enak sama kamu."
" kamu ngomong apa si, aku ini pacar kamu aku udah janji bakalan jagain kamu, aku engga akan biarin siapapun nyakitin kamu, mending sekarang kamu makan kamu pasti lapar kan, kamu yang sabar yaa sayang, aku janji apapun cara nya aku bakalan nikahin kamu, dan bawa kamu pergi dari rumah ini. "
" Iya aku percaya sama kamu," jawab Ara
" yaudah kamu makan ya, aku sekarang harus pergi dulu, aku akan ke rumah pak Rt dan laporin ke pak Rt klau tante kamu ngurung kamu di kamar dan engga kasi kamu makanan, supaya kamu cepat di keluarin dari kamar ini."
" jangan, kamu jangan lapor ke pak RT itu bisa bikin tante Rianti tambah engga suka sama kamu, aku engga apa- apa kok, lagian ada kamu di sisi aku itu unda lebih dari cukup."
Mendengar itu Dimas tersenyum malu.
" yaudah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya, kamu jaga diri baik- baik, aku sayang sama kamu."
Ara hanya terseyum mendengar perkataan Dimas, Ara merasa beruntung bisa kenal dengan Dimas , dia satu - satu nya orang yang selalu ada buat Ara.
Saat hari ke lima, akhirnya Ara di perbolehkan keluar dari kamar nya, namun baru saja keluar dari kamar Ara sudah di sambut dengan keadaan rumah yang super duper sangat kotor, kulit pisang berceceran di pantai bercampur dengan kulit kuaci, baju kotor menumpuk, cucian Piring juga sudah menumpuk bahkan sudah berbau tidak sedap.
Keadaan rumah itu sangat - sangat berantakan,Ara yang melihat itu hanya bisa diam lalu segera membereskan semua nya, mulai dari menyapu, mencuci baju, mencuci piring memasak, dan menyapu halaman, ia melakukan pekerjaan rumah tampa beristirahat, untung saja tadi Ara sudah makan sebungkus roti yang di bawa oleh Dimas kemarin, jadi bisa mengganjal perut nya.
Kini Ara sudah punya seseorang yang akan selalu menolong nya, Ara tak pernah menyangka bahwa dia akan di pertemukan dengan Dimas, namun iya tau bahwa tante Rianti dan nenek nya tidak akan setuju jika dia dekat dengan Dimas.
Saat sedang selesai makan siang, Ara di panggil oleh nenek nya.
"Ara sini kamu,siapa Dimas dan apa hubungan kamu dengan nya." tanya nenek saat Ara sudah duduk.
" Dimas itu pacar aku nek, dia orang nya baik kok." Jawab Ara
" nenek mau, kamu putus dan jangan pernah berhubungan lagi dengan dia."
Ara yang mendengar itu menjadi bingung kenapa nenek menyuruh nya untuk putus, kenapa nenek tidak menyukai Dimas.
" tapi kenapa nenek, apa alasan nya apa yang nenek tidak suka dari Dimas." jawab Ara dengan nada lembut.
"Pokoknya nenek mau kamu putus dengan dia."
" tapi nek. " belum sempat Ara menyelesaikan kata - kata nya nenek nya sudah lebih dahulu meninggikan nada bicara nya.
" engga ada tapi-tapi , kalu nenek bilang putusin ya putusin ngerti ngga kamu, atau kamu mau ngelawan kata - kata nenek hah, awas kamu kalu sampai kamu engga putusin Si Dimas itu."
Ara tidak tau harus berbuat apa sekarang di sisi lain Ia sangat mencintai Dimas, namun Ara juga tidak mau membantah kata - kata nenek nya, Ia hanya bisa pasrah saat ini.
" Ada apa Ra tumben kamu ngajakin aku ketemuan, pasti kamu kangen kan sama aku, aku juga seneng akhirnya kamu udah di bebasin sama Tante kamu itu. " ucap Dimas saat bertemu dengan Ara
Ara memang sengaja mengajak Dimas bertemu, Ia berniat untuk memutuskan hubungan nya dengan Dimas, Ara tidak Ingin mengecewakan nenek nya jadi Ia lebih memilih untuk mengorbankan perasaan nya sendiri.
" aku mau ngomong sesuatu sama kamu, aku sayang sama kamu tapi aku juga engga mau buat nenek dan tante Rianti kecewa, mereka mau kita putus." kata Ara
mendengar itu ada rasa sesak di hati Dimas, Ia bisa langsung tau apa maksud dari kata - kata Ara , namun Ia tidak akan melepaskan Ara begitu saja sebab Dimas sudah sangat jatuh hati pada Ara.
" maaf ya Dimas, kayanya hubungan kita harus berakhir sekarang, bukan karna aku engga sayang sama kamu tapi, aku engga mau kamu ikut- ikutan dapat masalah karna aku, aku engga mau liat kamu di marahin sama tante Rianti,dan engga menuntut kemungkinan tante Rianti juga akan nyelakain kamu, aku engga mau itu terjadi."
" engga Ara, aku engga akan mau putus sama kamu, aku udah bilang kita hadapi semua nya sama - sama, aku yakin kita bisa kamu percaya sama aku ya, selama kita bersama aku yakin semua masalah bisa selesaikan. "
" tapi Dimas, aku, aku engga mau ngecewain mereka, aku sayang sama tante Rianti dan nenek."
" kamu engga mau ngecewain mereka dan kamu lebih memilih untuk mengorbankan perasaan kamu gitu, Ara dengerin aku ya mereka mau kamu putus sama aku karna mereka engga mau liat kamu bahagia, mereka engga mau kamu keluar dari rumah itu, karna mereka takut tidak ada yang akan melayani mereka kalu kamu pergi dari rumah itu, percaya sama aku Ara."
Mendengar itu Ara semakin bingung ia saat ini benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan, siapa yang harus Ia pilih.
Namun Dimas terus meyakinkan Ara untuk tetap melanjutkan hubungan mereka, dan berjuang bersama demi kebahagiaan mereka nantinya.