NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda / Tamat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - Episode 3

Mila dan sahabatnya akhirnya bertemu di salah satu taman. Mila berangkat ke tempat itu dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah suaminya sekitar 2 kilometer. Dia tak memiliki uang cukup buat membayar angkutan umum atau ojek.

"Maaf, membuatmu lama menunggu!" kata Mila duduk di sebelah Della seraya mengatur napas.

"Kau tadi ke sini naik apa?" tanya Della, wanita yang telah menjadi teman Mila sejak bangku sekolah menengah pertama. Della pindah ke kota mengikuti suaminya merantau.

"Aku jalan kaki," jawab Mila.

"Kenapa kau tidak bilang kalau jalan kaki? Aku 'kan bisa menjemputmu," Della tampak menyesal karena tak dapat menjemputnya.

"Aku lupa memberitahumu," kata Mila.

"Lain kali bilang saja, aku pasti menjemputmu!" ucap Della.

"Ya, lain kali aku akan memberitahumu," kata Mila lagi.

"Ngomong-ngomong, apa benar kau mau berpisah?" tanya Della mengingat obrolan mereka via pesan singkat.

"Iya, Del. Aku sudah tak tahan lagi, aku capek!" jawab Mila menundukkan kepalanya.

"Apa yang membuatmu tak tahan dengannya?" tanya Della penasaran.

"Dia tak sebaik yang orang-orang lihat, dia begitu kasar," jawab Mila mengangkat kepala dan menoleh ke arah Della yang duduk di sebelah kanannya.

"Coba kau bicara baik-baik dengannya," Della memberikan saran.

"Tidak bisa, Del. Dia gak pernah mau mendengar aku bicara!" kata Mila.

"Apa kau sudah bicara dengan orang tuamu?" tanya Della lagi.

"Aku sudah menemui mereka, tapi mereka gak mau aku bercerai. Mereka malu kalau punya anak yang menjadi janda," jawab Mila dengan mata berkaca-kaca.

"Cobalah bersabar, mungkin saja dia akan berubah!" nasehat Della.

"Lima bulan ini aku bersabar, Del. Kau lihatlah!" Mila menggulung baju yang menutupi tangannya hingga ke siku. "Dia yang melakukannya!" lanjutnya berkata.

Della dapat melihat beberapa bekas luka ditangan sahabatnya. Ada perasaan sedih dan kecewa karena Hardi berani berbuat kasar.

"Kalau marah, dia selalu memukul!" kata Mila.

"Aku tidak bisa berkata-kata!" ucap Della terbata.

"Aku gak tau harus berbuat, aku gak punya uang buat mengurus surat perceraian," kata Mila yang air matanya pun menetes.

"Yang kuat dan sabar, Mil!" Della mengelus punggung sahabatnya.

"Bukan hanya penyiksaan, dia juga menghinaku. Dia juga gak segan memuji wanita lain. Aku sama sekali gak dihargainya!" Mila menundukkan kepalanya, air matanya semakin deras. Tak ada yang dapat dilakukannya selain menangis untuk menenangkan hatinya.

"Aku gak tahu lagi harus mengadu kepada siapa. Aku benar-benar lelah, Del!" kata Mila tanpa menatap.

Della yang juga terpukul mendengar cerita sahabatnya lantas memeluknya dan ikut menangis.

"Aku menyesal menikah, Del. Aku menyesal menerima lamarannya. Seandainya waktu itu aku mengikuti kata hatiku, mungkin aku tak sampai begini!" Mila menangis dalam pelukan sahabatnya.

Keduanya tak peduli beberapa orang melihat mereka menangis dan berpelukan.

"Tolong, bantu aku!!" mohon Mila sembari melepaskan pelukan sahabatnya.

"Aku juga gak tahu cara membantumu. Aku gak punya uang buat meminjamkanmu uang. Kau tahu 'kan suamiku cuma karyawan di warung sate. Gajinya kecil. Cukup makan saja, aku sudah sangat bersyukur!" kata Della menjelaskan kondisi keuangannya.

"Iya, aku tahu. Aku cuma butuh pekerjaan, biar aku dapat uang dan mengurus semua biaya perceraian," ucap Mila.

"Aku akan membantumu mencari pekerjaan!" janji Della.

"Terima kasih!" lirih Mila.

"Kau harus kuat, jangan menyerah!!" Della memberikan semangat meskipun air matanya masih mengalir.

Mila mengangguk pelan.

"Jangan berpikir pendek!!" pinta Della, ia tak mau Mila memilih jalan pintas.

-

Setelah bertemu dan mengobrol selama 2 jam. Mila pun diantar pulang oleh Della. Sebelumnya mereka sempat singgah ke warung bakso mengisi perut. Tentunya Della yang mentraktirnya. Inilah pertama kalinya Mila makan bakso selepas menikah.

Sesampainya di rumah, Mila melihat ke arah jam dinding. Ia pun bergegas ke pasar terdekat yang memang buka dari pagi sampai sore. Mila membeli beberapa bahan pangan buat makan siang dan malam.

Mila tiba di rumah pukul 1 siang, ia pun segera memasak. Hanya butuh waktu 20 menit dia memasak tempe tahu goreng dan tumis kacang panjang pedas.

Setelah masak, Mila segera membersihkan diri kemudian melaksanakan shalat Zuhur lalu lanjut tidur siang.

Pukul 6 sore, Hardi pulang kerja. Ia membawa sebungkus gado-gado dan meletakkannya di meja makan. Mila yang melihat bungkusan itu tak berani menyentuhnya bahkan dia pun tak mau bertanya.

Hardi masuk ke kamar mengambil pakaian bersih dan handuk lalu melangkah ke kamar mandi.

Selang 15 menit, Hardi selesai mandi. Menarik kursi dan duduk, membuka bungkusan lalu menyantapnya tanpa berbasa-basi menawarkan kepada istrinya.

Mila hanya melihat suaminya menyantap gado-gado dari kejauhan. Ia memegang perutnya yang mulai terasa lapar.

Adzan Maghrib pun tiba, Mila bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri suaminya. "Mas, aku izin sholat di mesjid, ya!"

"Hmm..ya sudah sana pergi!" Hardi mengangkat telapak tangan kirinya sejajar dengan pipinya lalu menggerakkannya.

Mila melangkah ke kamar mengambil mukena. Ia kemudian mengambil wudhu lalu berangkat ke masjid yang jaraknya cuma 100 meter. Setiap ingin ke masjid, Mila harus meminta izin kepada suaminya biar dia tidak dianggap sebagai istri durhaka. Masjid juga menjadi tempat yang membuat Mila sedikit melupakan kemarahan dan kekecewaannya terhadap Hardi.

Selang 20 menit kemudian, Mila pun keluar dari masjid. Namun, seorang wanita yang ditaksir usianya 40 tahun menghampirinya, "Permisi, Dek!"

"Iya, Bu. Ada apa?" tanya Mila.

"Saya mau sholat, tapi saya takut sendirian. Bisakah kamu menemani saya sebentar saja?" pinta wanita itu.

Mila tampak berpikir sejenak.

"Saya tadi terlambat, makanya jama'ah lain sudah pulang!" wanita itu menjelaskan permintaannya minta ditemani.

"Baiklah, saya temani!" kata Mila.

Mila pun menunggunya dibelakang sembari duduk dan memperhatikan mukena yang dipakai wanita itu tampak cantik dan mahal.

Selepas sholat wanita itu pun berkata, "Terima kasih sudah mau menemani saya. Maaf, merepotkan!"

"Tidak apa-apa," kata Mila tersenyum tipis.

"Perkenalkan nama saya Hanny!" wanita itu mengulurkan tangannya.

Mila pun menyambutnya dan memperkenalkan dirinya.

"Saya sering melintas di jalan ini. Cuma baru sekali singgah sholat, takut kalau sampai rumah sudah keburu Isya," kata Hanny tersenyum.

"Pantas saya baru melihat!" ucap Mila.

"Oh, ya, Dek Mila. Saya sedang mencari karyawan wanita untuk ditempatkan di toko ponsel, siapa tahu ada yang berminat bisa menghubungi saya!" Hanny mengeluarkan kartu nama dari tasnya dan menyodorkannya kepada Mila.

"Apa ini bisa buat seluruh kalangan usia?" tanya Mila.

"Saya cari yang telah tamat sekolah SMA sampai usia tiga puluh lima," jawab Hanny.

"Apa boleh kalau sudah menikah?" tanya Mila lagi.

"Oh, tentunya. Asal mendapatkan izin dari suaminya," jawab Hanny.

1
sunaryati jarum
Kok menggantung,itu orang suruhan Airin rupanya
Murni Zain
selamat berbahagia Hasbi dn Mila... 🤗😍🥰
sunaryati jarum
Selamat berbahagia Mila dan Hasbi semoga kalian ini impianmu untuk bahagia terwujud
Murni Zain
enggak d dumay enggak d dunia nyata... orang iri itu pasti ada🤭😄
sunaryati jarum
Semoga kebahagiaan yang kamu impikan terwujud Mila
Murni Zain
persis mantan istri suami qu... orang salah tp enggak merasa salah mlh membalikkan fakta. Maju Mila, jangan pandang masa lalu Hasbi... 💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Gengsinya s Mila... 🤭😄😄
Mami AL: gengsi tapi mau😅🤣
total 1 replies
evi carolin
haaahhh mertuaku .... baik banget kalo dikasih duit ,senyum manis lemah lembut ngomong nya ,sayang ama anakku,tapi ... klo ga dikasih duit dehhh ... ama cucu aja pilih kasih ... tp Alhamdulillah stlh bercerai gini hidupku dan anakku penuh dengan ketenangan ga ada beban dan Alhamdulillah tenang dlm cari rezeki
Mami AL: Alhamdulillah, ya, Kak. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Dew666
💃💃💃💃
falea sezi
klo goyah hasbi oon mila pasti banyak yg antri lah hasbi gamon kah
Dew666
💎💎💎
Murni Zain
Wajar sih menuju halal ada ujian.
Murni Zain
sedikit konflik Thor😄
falea sezi
konflik🤣
Murni Zain
sedikit banget🤭
falea sezi
lanjut jangan jangan hasbi uda nikah😒
Mami AL
Mohon maaf, update cerita sedikit lambat karena di tempat tinggal Mami AL sedang mengalami pemadaman listrik hingga berjam-jam . Harap maklum, ya...😊
Dew666
🍭🍭🍭
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!