NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang bawah tanah

"Bangun!"

Pria paruh baya itu mulai membuka matanya perlahan. Ia terbaring dengan tubuh yang sangat lemah; tampak tulang-tulangnya seolah hanya tertahan oleh lapisan kulit yang tipis. Tubuhnya begitu kurus, bahkan sudah terlihat seperti mayat hidup. Rambutnya panjang tak terurus dan berantakan, kulitnya kusam, serta wajahnya dipenuhi kotoran.

Saat matanya terbuka, rasa sakit seketika menyerang karena silau cahaya yang masuk dari pintu. Ia kembali memejamkan mata dengan rapat, tak mampu menggerakkan tubuhnya yang sudah terlalu rapuh.

"Kau ternyata masih bisa bertahan hidup, ya? Aku pikir kau akan mati jika terlalu lama berada di sini," ujar sosok pria yang baru saja masuk. Suaranya terdengar kejam tanpa empati.

"Ternyata nyawamu cukup tangguh. Bahkan setelah delapan tahun aku mengurungmu di ruang bawah tanah ini, kau ternyata masih bisa bernapas," lanjutnya dengan nada meremehkan, menatap sosok tak berdaya di bawahnya itu seperti melihat seonggok sampah.

Pria yang biasa disapa Sebastian itu merendahkan tubuhnya, duduk berjongkok di samping pria paruh baya yang tak berdaya tersebut. Hawa dingin seolah berpindah dari tubuh Sebastian saat ia mendekatkan wajahnya. Dengan perlahan, ia membisikkan sesuatu tepat di telinga pria yang malang itu. Suaranya rendah, nyaris seperti desisan ular.

"Kau tahu... putrimu sudah keluar dari penjara?" bisik Sebastian. "Dia bahkan tidak membusuk di sana sesuai dengan hukuman yang telah dijatuhkan. Dan kau pasti tahu bagaimana kelanjutan napas putrimu setelah dia menghirup udara bebas itu, bukan?"

Bisikan itu bagaikan sengatan listrik bagi pria paruh baya tersebut. Mata yang tadinya terpejam rapat kini dipaksa terbuka lebar, meski rasa perih akibat cahaya lampu langsung menusuk bola matanya. Dengan sisa-sisa tenaga yang nyaris habis, ia mencoba menggerakkan tubuhnya yang tinggal tulang belulang. Ia ingin bangkit, ingin meraih leher pria di hadapannya, namun tubuhnya terlalu rapuh.

Sambil terengah-engah, ia menyeret tubuhnya di atas lantai dingin, berusaha menyandarkan punggungnya pada tembok yang lembap. Dalam posisi antara duduk dan berbaring, napasnya tersengal-sengal. Dadanya naik-turun dengan cepat seolah oksigen di ruangan itu tiba-tiba menghilang.

"Ka... kalian..." Suaranya terdengar sangat parau, nyaris habis, seolah pita suaranya telah berkarat karena bertahun-tahun tidak digunakan.

Pria paruh baya itu terbatuk kecil, dadanya terasa sesak saat mencoba mengeluarkan kata-kata. "Kalian... apakan putriku? Bagaimana dia bisa keluar dari penjara? Apa sebenarnya yang sudah kalian lakukan padanya?!"

Setiap kata yang keluar dari bibir pecah-pecahnya terdengar seperti rintihan penuh luka. Matanya yang cekung menatap Sebastian dengan sisa-sisa keberanian yang ia miliki, menuntut jawaban atas nasib Adira. Ia tahu, kebebasan putrinya di tangan orang-orang ini bukanlah sebuah anugerah, melainkan jerat baru yang mungkin jauh lebih menyakitkan daripada jeruji besi.

Pria itu tertawa, suaranya menggema kasar di ruangan bawah tanah yang lembap tersebut. "Hahaha! Kenapa kau bertanya padaku?"

Ia menghentikan tawanya sejenak, lalu menatap pria paruh baya itu dengan pandangan meremehkan yang sangat tajam. "Tanyakan saja pada menantumu!"

Senyum licik terukir di wajahnya saat melihat ekspresi hancur di wajah sang ayah. "Putrimu yang cantik itu... sekarang sudah menjadi milik Arlan Erlangga. Jadi, kau tidak perlu khawatir, dia mendapatkan 'perawatan' yang sangat spesial dari suaminya sendiri," lanjutnya dengan nada bicara yang penuh racun.

"A-pa?!" Suara pria paruh baya itu bergetar, bercampur dengan isak tangis dan amarah yang meluap. "Jangan bercanda, Sebastian!"

1
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
partini
Arlan shine Dira Charlotte
Anbu Hasna
Arlan ngaku2 jadi Zo...
Salsabilah: "Makasih banget ya udah mampir dan support karya aku, say! 🥰 Jangan bosen-bosen ya kawal terus karya aku sampai kelar nanti. 😘 Btw, salam kenal ya! 🙏🙏🤭"
total 1 replies
kartini aritonang
lanjuut thor...
Salsabilah: makasih udah mampir, dan support karya aku say🥰🥰🥰🥰 sekalian, salam kenal ya say🙏🙏 jangan lupa terus beri dukungannya ya say🥰
total 1 replies
partini
dihh tuan kepo kali kau mau gagal ke berhasil ke is nothing to do with you Bang Ke ,,aku ga panggil zo lah Thor kurang ngena BangKe aja Kenzo 🤭
Salsabilah: kejam kali bha sama si bangke😆😆😆
total 1 replies
partini
posisi nya kaya duduk di pangkuan zo ya Thor ini kalau ad visual anime keren 👍👍👍
partini: iya aku juga tau siapaa penulisannya banyak cewek kan Thor, imajinasi lunarrrr binasaahhhhhh and then yg baca langsung otaknya traveling 🤣🤣
total 12 replies
partini
saya juga curiga 🤭🤭
partini
Dira ini agak" Ono dikit apa terlalu sayang sama ayahnya ya Thor
Salsabilah: kamu pasti tahu kan say, dimana kita akan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tua kita salah, kalau yang selama ini kita kenal mereka adalah sosok yang sangat penyayang.😥
total 1 replies
partini
bab ini aku bingung,,
Salsabilah: tunggu aja kelanjutannya say.
total 1 replies
partini
dorr dorr paling ujung tenyata
partini
wah berani sekali dira
partini
sepupu bisa mirip Banggt ya Thor
Salsabilah: bisa dong say 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
wkwkkwkwk berani buka ga yah
ahhh ga berani dia Cemen 🤣🤣
Salsabilah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
partini
aihhh berharap Dira mati rasa saja lah
partini
duhhh apes kamu Dira
partini
Kalimat yg sama yg di ucapkan suami mu kan,,
ko aku jadi negatif thinking sana ayah nya dira jangan" ayah lucknat dia" kalau pengorbanan mu Dira kalau ayahmu ayah' durhakim
Salsabilah: makasih sudah mampir, dan mendukung karya aku kak😘 jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya kak🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!