NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Novita sebenarnya sudah mencoba menghindar, tetapi tatapan Andra yang menunggu membuatnya tidak punya banyak pilihan. Dengan sedikit ragu ia mengambil sepotong semangka dari kotak di atas meja, lalu menyodorkannya ke arah pria itu.

"Cepat sedikit," kata Andra santai sambil tetap menatap layar komputernya.

Novita menghela napas pelan. "Pak Andra ini seperti anak kecil saja."

Meski menggerutu pelan, akhirnya ia tetap menyuapkan potongan semangka itu ke mulut Andra. Pria itu memakannya tanpa memalingkan pandangannya dari layar laptop. Beberapa detik kemudian Novita juga mengambil satu potong semangka dan memakannya sendiri dengan ragu-ragu, seolah masih merasa aneh dengan situasi itu.

Andra menelan potongan buah itu lalu berkata, "Perhitungan yang sedang aku kerjakan ini jauh lebih kompleks daripada yang biasa kamu tangani di administrasi."

Novita menoleh sedikit. "Memangnya beda di bagian mana, Pak?"

Andra menunjuk layar laptopnya. Di sana terlihat tabel panjang berisi angka-angka dan beberapa kolom tambahan yang tidak biasa dilihat Novita.

"Aku juga meng-handle biaya pengeluaran perusahaan," kata Andra. "Bukan hanya pemasukan. Jadi perhitungannya harus lebih detail. Kalau salah sedikit saja, laporan bulanan bisa berantakan."

Novita yang memang selalu tertarik dengan hal-hal baru langsung mendekat sedikit ke meja itu. Ia memperhatikan tabel yang dibuat Andra dengan serius.

"Kolom ini untuk apa?" tanyanya sambil menunjuk salah satu bagian.

Andra melirik sekilas lalu menjelaskan, "Itu untuk pembagian biaya operasional. Dari sana nanti dihitung lagi ke laporan akhir."

"Oh… jadi dari sini nanti diringkas lagi?" tanya Novita.

"Benar," jawab Andra. "Makanya harus teliti. Kalau satu angka saja salah, semuanya ikut berubah."

Novita mengangguk-angguk kecil. Matanya mengikuti setiap baris angka yang ada di layar. Ekspresinya terlihat sangat fokus.

Melihat wajah serius itu, Andra tiba-tiba tersenyum tipis. Senyum yang muncul begitu saja tanpa ia sadari.

"Kamu memang tidak berubah dari dulu," katanya pelan.

Ucapan itu keluar begitu saja, seolah refleks.

Novita langsung menoleh dengan bingung.

"Dari dulu?" ulangnya.

Andra yang baru menyadari apa yang ia katakan langsung terdiam sesaat.

"Maksudnya apa?" tanya Novita lagi. "Saya bahkan baru satu bulan bekerja di sini, Pak."

Andra tidak langsung menjawab. Ia menatap layar laptopnya beberapa detik sebelum akhirnya berkata santai, seolah tidak terjadi apa-apa.

"Tidak usah dipikirkan," katanya singkat.

Lalu ia kembali menunjuk layar. "Lihat bagian ini."

Namun Novita tidak langsung melihat layar itu. Tatapannya justru masih tertuju pada wajah Andra.

Di dalam pikirannya, satu pertanyaan terus muncul.

Dari dulu?

Kenapa Andra mengatakan kalimat itu?

Novita memperhatikan wajah pria itu dengan lebih teliti. Semakin lama ia melihat, semakin kuat pula perasaan yang muncul di hatinya.

Wajah itu.

Sangat mirip.

Sangat mirip dengan seseorang dari masa lalunya.

Arya.

Nama itu tiba-tiba terlintas di pikirannya.

Novita tidak sadar bahwa ia terus memandangi Andra dengan tatapan penuh rasa penasaran.

Andra yang merasakan tatapan itu akhirnya menoleh.

"Kenapa?" tanyanya.

Novita sedikit terkejut lalu buru-buru mengalihkan pandangannya.

"Tidak apa-apa," jawabnya cepat.

Andra mengangkat alis sedikit.

"Kalau tidak apa-apa, ambilkan aku satu potong lagi," katanya sambil menunjuk kotak semangka.

Novita menghela napas kecil tetapi tetap mengambil satu potong semangka lagi.

"Pak Andra benar-benar seperti anak kecil," gumamnya pelan.

"Aku dengar itu," kata Andra santai.

Novita hanya mendengus kecil lalu menyuapkan potongan semangka itu ke mulut Andra.

Namun kali ini matanya masih memandangi wajah pria itu dengan rasa penasaran yang belum hilang.

Apakah mungkin…

Apakah Andra sebenarnya Arya?

Kemiripan wajah mereka terlalu jelas untuk diabaikan.

Belum lagi ucapan tadi.

"Kamu tidak berubah dari dulu."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Namun sebelum Novita sempat memikirkan lebih jauh, tiba-tiba pintu ruangan terbuka.

Bu Rika masuk dengan langkah cepat.

Ia langsung berhenti ketika melihat pemandangan di depan matanya.

Novita berdiri di samping meja Andra.

Tangannya memegang potongan semangka yang baru saja ia suapkan.

Sementara Andra duduk santai di kursinya.

Wajah Bu Rika langsung berubah.

"Novita!" panggilnya dengan nada tajam.

Novita langsung menoleh dengan kaget.

"Iya, Bu?"

"Kamu sedang apa di sini?"

Novita langsung gugup. "Saya…"

Belum sempat ia menjelaskan, Bu Rika sudah lebih dulu memotong.

"Kembali ke bagian administrasi sekarang juga!" katanya tegas.

Novita terdiam sesaat.

"Sekarang," ulang Bu Rika dengan suara lebih dingin.

Novita tidak berani membantah. Ia segera meletakkan kotak buah di meja Andra.

"Permisi, Pak," katanya pelan.

Lalu ia cepat-cepat keluar dari ruangan itu.

Begitu pintu tertutup, suasana di ruangan langsung berubah tegang.

Bu Rika menatap Andra dengan kesal.

"Kamu masih saja mengerjai Novita?" katanya tajam.

Andra bersandar di kursinya dengan santai.

"Saya hanya makan buah," jawabnya.

"Jangan bohong!" potong Bu Rika.

Andra menghela napas.

"Saya memang meminta dia menyuapi saya," katanya jujur.

"Lihat!" kata Bu Rika semakin kesal. "Itu namanya mengganggu karyawan."

"Saya sedang bekerja dan tangan saya penuh dengan laporan," kata Andra membela diri. "Saya hanya meminta bantuan sebentar."

Bu Rika menyilangkan tangan di dada.

"Kamu pikir saya akan percaya alasan itu?"

Andra menatap wanita itu sebentar lalu berkata tenang.

"Saya tidak melakukan hal aneh kepada Novita."

"Kamu sudah sering membuatnya kesulitan," balas Bu Rika. "Dan saya sudah memperingatkanmu."

Andra mengusap pelipisnya sebentar.

"Kalau memang saya salah," katanya pelan, "apa ada cara untuk menebusnya?"

Bu Rika menatapnya tajam.

"Menebus?"

"Ya," jawab Andra. "Kalau saya ingin memperbaiki semuanya dengan Novita."

Bu Rika masih tidak terlihat percaya.

"Saya bisa minta bantuan Ibu," lanjut Andra.

"Bantuan apa?"

"Saya hanya ingin memperbaiki kesalahpahaman," kata Andra. "Saya tidak punya niat buruk kepada Novita."

Bu Rika terdiam beberapa detik.

Namun ekspresi wajahnya tetap keras.

"Saya tidak percaya dengan kata-katamu," katanya akhirnya.

Andra tidak menjawab.

"Dan dengarkan saya baik-baik," lanjut Bu Rika dengan nada tegas. "Kalau sampai Novita kesulitan lagi karena kamu…"

Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan dengan suara dingin.

"Saya akan membuat kamu benar-benar menyesal."

Ruangan itu kembali hening.

Andra hanya duduk diam di kursinya.

Sementara di luar ruangan, Novita berjalan kembali ke bagian administrasi dengan pikiran yang masih penuh pertanyaan.

Satu pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

Apakah mungkin…

Andra benar-benar Arya?

Namun pikiran itu segera ia singkirkan. Novita menggeleng kecil sambil kembali duduk di mejanya. Ia mencoba memfokuskan diri pada berkas-berkas yang harus diselesaikan.

"Sudahlah, Novita," gumamnya pelan pada dirinya sendiri.

Bagaimanapun juga, sekarang ia sedang bekerja. Bukan waktunya memikirkan hal-hal yang belum tentu benar.

Namun jauh di dalam hatinya, perasaan itu tetap ada.

Harapan kecil yang tidak ia akui.

Harapan untuk mengetahui kebenaran.

Karena jauh di masa lalu, ada seseorang yang pernah sangat berarti baginya.

Seseorang yang pernah mengatakan bahwa ia mencintainya.

Namun orang itu juga yang kemudian pergi tanpa penjelasan.

Sejak saat itu Novita tidak pernah benar-benar percaya pada cinta.

Apalagi melihat bagaimana kedua orang tuanya berakhir.

Perceraian.

Perpisahan.

Dan rumah yang tidak lagi terasa seperti rumah.

Semua itu membuat Novita belajar satu hal.

Jangan terlalu berharap.

Namun entah kenapa…

Ketika melihat wajah Andra hari ini, perasaan lama itu kembali muncul.

Dan itu membuatnya sedikit takut.

1
gaby
Nyentuh apaan tuh Novita yg bukan kunci mobil?? Mungkin kunci utk mencegah populasi bumi musnah🤣🤣
Black Rascall: laki-laki adalah kunci👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
up mu ugal²an thorrr kasih⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: siap besok kalau veiw 15k update lagi 10
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy up nya..... ❤❤❤❤❤
Black Rascall: sama-sama
total 1 replies
Ais Islamiyah
waaa jangan² sengaja dikempesin Andra nih🤭🤭🤭
Black Rascall: tolong jangan curiga pak Heru beliau cuma satpam 🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Puas bgt tiba2 dpt jackpot crazy up👍👍
Black Rascall: hanya ingin ngerayain pencapaian baru 👍👍👍
total 1 replies
gaby
Tumben thor upnya Gila2an. Biasanya sehari cm 1×, smangat thor👍👍👍💪
Black Rascall: soalnya dapat view banyak jadi pengen ngerayain aja dengan ngasih bonus ke para pembaca🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Kasih upah atau bonus dong Pak Andra buat Yanti & Risa, biar smangat jd mak comblangnya🤣🤣
Black Rascall: nanti di belikan cilok
total 1 replies
Black Rascall
update tor nanti aku gift
Black Rascall
terlalu datar
Salfarina Hasimu
lanjut Thor,,,
Black Rascall: siap kak besok update kok nanti kalau udah 5000 view di kasih bonus 10 bab
total 1 replies
Sri Hafizah
lnjut
Black Rascall: tunggu besok kak
total 1 replies
Black Rascall
baik kak terimakasih dukungannya👍👍👍
Sri Hafizah
lanjut ka
Black Rascall: sudah saya siapkan bab terjadwal sampai 70 bab di tunggu ya kak
total 1 replies
viellia
duhhh,,,, 😭 bgt bacanya. ank sekecil itu udh bisa brfikir dan bicara sprti itu. 😭😭
Black Rascall: anak sekecil itu berkelahi dengan jajan 😭😭😭
total 1 replies
viellia
next yuuuk kaaak
Black Rascall: udah aku buatin update terjadwal sampai 48 bab jadi di tunggu ya kak tiap jam 9
total 1 replies
UniQue❤️
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
Black Rascall: kebetulan sekarang ada AI yang bisa bantu karena dulu harus ngerapiin sendiri sekarang tinggal tulis nanti di tata Ama AI
total 1 replies
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!